Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Perawatan Khusus untuk Ibu Hamil

Perawatan Khusus untuk Ibu Hamil

Sentuhan dingin tangan seorang pria di balik pakaiannya membuat wanita ini terpaku tanpa berani bergerak dalam dekapan hangat tersebut. Bisikan menggoda yang menanyakan keinginannya terdengar begitu dekat di telinga. Sementara itu, suara keintiman majikan dan kekasihnya dari kamar sebelah justru kian memicu gejolak gairah yang terpendam di dalam dirinya. Terjebak dalam situasi yang membingungkan, ia mulai mempertanyakan kewarasannya saat hasrat serupa yang begitu kuat mulai menguasai akal sehatnya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Tangan pria itu menyusup ke dalam pakaianku, menyusuri punggungku yang halus dan dingin, bergerak perlahan seolah menelusuri setiap inci kulitku. Aku terdiam di pelukannya, tak berani bergerak sedikit pun. Di telingaku, suaranya yang dalam dan menggoda berbisik, "Katakan, apa kamu menginginkanku?" Saat itu, di kamar sebelah, sang majikan dan kekasihnya sedang berlatih "yoga berpasangan". Getar hasrat dalam diriku pun perlahan mulai tergugah! Aku rasa aku sudah kehilangan akal. Jangan-jangan aku juga ingin melakukan hal yang sama seperti mereka yang ada di kamar sebelah?

Namaku Anya Warsudi. Demi mengumpulkan biaya untuk membesarkan bayiku, aku menyembunyikan kehamilan ini dan datang bekerja di rumah seorang wanita kaya.

Pekerjaan ini bukan pekerjaan biasa. Aku ditugaskan untuk merawat suaminya. Kabarnya, suaminya itu mengalami kelumpuhan dan hampir seperti vegetatif akibat kecelakaan mobil. Hanya pendengarannya yang masih berfungsi normal, tubuhnya sama sekali tidak bisa digerakkan.

Di ruang tamu vila yang megah, aku berdiri kikuk di depan sofa, jemariku meremas ujung baju tanpa sadar. Majikanku, Mia Arkanza, duduk santai di hadapanku. Dia tampak anggun, cantik, dan berbalut kemewahan yang seolah bawaan lahir. Di hadapan wanita seanggun itu, aku tampak begitu sederhana, bahkan terasa tak pantas berada di tempat semewah ini.

"Berputarlah, biar kulihat."

Dia menatapku dengan ekspresi angkuh, matanya menelusuri tubuhku dari kepala hingga kaki seperti mesin pemindai. Baru setelah itu, dia berbicara pelan dengan nada memerintah.

Hatiku yang sudah tegang sejak tadi langsung berdegup keras. Namun, aku tak punya pilihan, hanya bisa menuruti perintahnya dengan hati-hati. Aku perlahan memutar tubuh, berusaha tetap tenang, sementara rasa cemas menekan dadaku, takut pakaian longgar ini tak cukup menutupi perutku yang mulai tampak dan rahasiaku terbongkar.

Gimanapun, wanita di depanku ini memang luar biasa kaya dan berkuasa. Gaji yang dia tawarkan mencapai 100 juta per bulan, gaji yang mustahil bisa kutemukan di kota ini!

Karena itu, aku benar-benar tak ingin kehilangan kesempatan ini. Sekarang, aku hanya bisa diam-diam berdoa semoga semuanya berjalan lancar.

"Baiklah. Di atas meja ada daftar tugasmu dan hal-hal yang perlu diperhatikan. Bacalah dulu, lalu kamu bisa langsung tinggal di sini dan mulai bekerja."

Untung saja, Mia tidak menanyakan hal lain. Sikapnya seperti orang yang baru selesai memeriksa barang dagangan dan nada bicaranya terdengar sedikit puas.

"Baik."

Aku membungkuk sopan di hadapannya, lalu diam-diam menghela napas lega.

Demi bisa merawat pasien dengan lebih baik, aku harus tidur di lantai kamarnya setiap malam.

Itu salah satu aturan yang tertulis di kertas tadi.

Awalnya, aku merasa tidak pantas berbagi ruangan dengan pria asing, bahkan sempat ingin menolak. Namun, setelah kupikir lagi, dengan gaji sebesar ini, wajar saja kalau mereka menuntutku siaga dua puluh empat jam. Lagi pula, pria itu hanya terbaring tak berdaya di tempat tidur, sepertinya tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Mia menunjuk ke arah kamar di ujung lorong, memberi tanda bahwa itulah tempat kerjaku. Melihat dia tak berniat berdiri, aku pun melangkah ke sana sendiri.

Ini pertama kalinya aku melihat pria yang akan kurawat. Jujur saja, aku terkejut melihat betapa tampannya pria itu.

Meskipun pria itu terbaring tak bergerak, wajahnya yang tegas dan tubuhnya yang tegap masih memancarkan pesona maskulin.

Untuk pertama kalinya aku begitu dekat dengan pria setampan dan sekaya ini. Aku tak bisa menahan rasa gugup, tanganku bergetar halus saat membuka kancing kemejanya.

"Jangan mikir yang aneh-aneh, aku cuma mau lap badannya, biar dia merasa lebih nyaman."

Saat handuk hangat itu menyentuh dadanya, aku bisa merasakan betapa keras dan kuat ototnya. Aku menarik napas dalam berkali-kali, mencoba menenangkan diri.

Siapa sih yang tidak suka lihat pria ganteng?

Namun, aku punya profesionalisme sendiri. Aku membuka bajunya hanya demi melakukan tugasku dengan benar.

Aku terus menenangkan diri, berulang kali meyakinkan bahwa ini hanya pekerjaan.

Setelah selesai mengelap tubuhnya, aku merapikan kamar dan bersiap untuk tidur.

"Sekali lagi… Aku mau lagi…"

Malam itu sangat sunyi!

Bahkan suara jarum jatuh pun mungkin akan terdengar.

Tiba-tiba dari kamar sebelah, setelah terdengar suara-suara samar yang tak bisa dijelaskan, aku mendengar suara Mia.

Suaranya saat ini sangat berbeda dari siang tadi, ada nada napas tersengal manja di dalamnya. Jelas, aktivitas intens barusan masih membuatnya belum puas.

Dalam cahaya bulan yang masuk lewat celah tirai, aku refleks menoleh ke arah tempat tidur sang tuan rumah.

Dia masih terbaring di sana tanpa ekspresi, tetapi aku tahu suara-suara barusan pasti juga terdengar olehnya.

Padahal kamar di vila ini ada banyak, tetapi Mia malah memilih kamar sebelah untuk tidur dengan penuh gairah dengan pria lain. Sepertinya dia memang sengaja ingin mempermalukan suaminya sendiri.

Aku hanya bisa menebak-nebak dalam hati.

"Dasar penggoda! Cepat tengkurap, biar aku bisa menikmati tubuhmu lagi!"

Suara seorang pria terdengar kasar dan congkak, disertai tawa puas.

Sangat jelas kalau mereka tak lagi menghormati pria yang menjadi tuan rumah ini.

Ucapan-ucapan tak senonoh dari kamar sebelah membuat wajahku memanas dan jantungku berdebar. Di sela rasa malu itu, ada kegelisahan samar yang mulai tumbuh dalam diriku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akhir dari Penantianku
9.8
Menjalani hubungan bertahun-tahun membuat seseorang yakin telah menemukan pasangan hidup yang ideal. Namun, realita pernikahan jauh lebih rumit saat dua kepribadian asing harus menyatu dalam satu atap. Ujian demi ujian mulai menggoyahkan fondasi rumah tangga mereka hingga konflik tak lagi terbendung. Meski telah lama bersama, perbedaan yang tajam memicu kegagalan fatal yang membuat perpisahan menjadi satu-satunya jalan keluar yang tak terelakkan.
Sampul Novel Balas Dendam Seorang Janda
9.6
Ardena Alverio, anggota pasukan khusus yang dikhianati hingga tewas, terbangun dalam tubuh Lyra Elvine, seorang janda bisu dengan tiga anak kembar. Dunia terkejut saat Lyra yang dianggap lemah tiba-tiba mampu bicara dan menunjukkan otoritasnya. Mantan tentara bayaran hingga peretas jenius kini tunduk di hadapannya. Meski tangguh dalam strategi dan tempur, Ardena kini menghadapi tantangan tersulit: belajar menjadi ibu bagi anak-anaknya di tengah intrik berbahaya.
Sampul Novel Cinta yang Melintasi Waktu
9.0
Sepuluh tahun pernikahan Lestari diwarnai kebencian Atmaja yang berduka atas kematian cinta pertamanya. Namun saat kebakaran melanda, Atmaja justru tewas demi menyelamatkan Lestari, meninggalkan penyesalan mendalam bagi semua orang. Didorong rasa bersalah dan keputusasaan, Lestari melompat dari Menara Bintang dan terbangun di masa sepuluh tahun lalu. Di kehidupan kedua ini, ia bertekad mengakhiri hubungannya dengan Atmaja demi mencegah tragedi masa depan dan mengabulkan keinginan semua orang.
Sampul Novel Garis Cinta
8.2
Diza sontak melayangkan protes saat merasakan perlakuan kasar dari kekasihnya. Menanggapi keluhan tersebut, Rayden segera meminta maaf dengan nada lembut. Pria itu berjanji akan melanjutkan interaksi mereka secara lebih perlahan dan berhati-hati. Sembari menenangkan suasana, Rayden mulai melonggarkan dasi yang telah melilit lehernya selama berjam-jam demi memberikan kenyamanan lebih bagi mereka berdua dalam momen intim yang penuh dengan ketegangan romantis tersebut.
Sampul Novel Jay and her Odd Daddy
8.9
Jayashri alias Chai terjepit di antara himpitan ekonomi dan prinsip ibunya untuk tidak menjual harga diri. Di titik terendah saat ingin mengakhiri hidup, seorang pria asing menyelamatkannya dan menawarkan posisi sugar baby. Meski awalnya menolak keras, takdir mempertemukan mereka kembali. Sang pria menawarkan kontrak kerja sama tanpa pelecehan yang saling menguntungkan. Kini Chai bimbang, haruskah ia berpegang pada prinsip atau menyerah pada realita?
Sampul Novel Kembang Desa
8.4
Bagi Lasmini, paras cantik bukanlah anugerah melainkan awal dari petaka yang menghancurkan hidupnya. Di usia yang masih sangat belia, ia harus menelan kenyataan pahit akibat pengkhianatan kekasih yang tidak bertanggung jawab. Kini, ia berjuang sendirian sebagai orang tua tunggal demi membesarkan buah hatinya di tengah kerasnya dunia. Mampukah Lasmini bangkit dari masa lalu yang kelam, menemukan belahan jiwa sejati, dan meraih kebahagiaan yang selama ini ia impikan?