Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Menghadapi sisa hidup yang tinggal tiga hari akibat lupus eritematosus sistemik stadium berat, seorang wanita memutuskan mendatangi kantor pelayanan akhir hayat demi mengurus kremasinya sendiri. Tragisnya, sang suami yang berprofesi sebagai pengacara justru menuduhnya berpura-pura sakit demi bersaing dengan wanita lain, sementara kakak kandungnya yang merupakan seorang dokter malah mencibir hasil medis tersebut. Tanpa dukungan keluarga yang kini terasa asing, ia memilih menyerahkan seluruh proses pemakamannya kepada petugas demi memastikan kepergiannya tidak menyusahkan siapa pun.
Bab
Bagikan

Bab 3

Seketika, raut wajah Penny langsung pucat.

Dia langsung reflek berlutut di lantai, memelas dengan suara lirih,

“Maaf Kak Lisa, aku benar-benar lupa! Jangan marah, aku bisa ganti rasa lain.”

Tingkahnya yang begitu menyedihkan itu terlihat sangat lihai, sampai-sampai aku malah merasa sangat konyol.

Waktu pertama kali membuat kue krim kacang, aku benar-benar tidak tahu kalau dia alergi.

Saat itu dia hanya bilang, “Aku mau rasa krim kacang.” Demi menyenangkan hatinya, aku terus mencoba berkali-kali, bahkan sampai terkena luka bakar, baru berhasil membuat hasil yang lumayan.

Namun, dia malah alergi sampai nyaris masuk UGD.

Begitu sadar, dia langsung lari ke pelukan Billy, sambil menangis dan membelaku,

“Kakak, Kak Lisa itu berniat baik. Dia bilang nggak masalah kalau hanya coba sedikit. Semua ini salahku, aku yang nggak bisa menahan diriku, bukan salahnya….”

Sementara itu, aku hanya bisa berdiri di samping ranjang rumah sakit, menatap tatapan penuh tuduhan dari Billy dan kakakku, mencoba membela diri dengan pelan,

“Aku benaran nggak tahu dia alergi, dia nggak pernah bilang padaku….”

Balasannya adalah tendangan dari Billy yang mengarah ke perutku.

“Jangan cari alasan! Aku rasa kamu hanya nggak terima aku dan Reza lebih sayang dia!”

Tendangan itu membuatku terbentur sudut tembok. Rasanya sakit luar biasa sampai diriku jatuh ke lantai dan tak bisa bergerak.

Sejak hari itu, aku pun dikunci di kamar selama tiga hari penuh.

Tidak ada makanan, tidak ada air, bahkan pintu pun tak bisa kubuka.

Pada saat akhirnya aku dilepas, tubuhku sudah lemas nyaris tak kuat berdiri.

Mengingat masa itu, aku pun membuka mulut dengan dingin,

“Aku nggak bisa membuat rasa yang kamu mau. Kamu bisa beli sendiri saja.”

Namun, Penny masih belum menyerah. Dia tetap saja berkata, “Iya, aku nggak mau makan lagi. Kak Lisa jangan marah, ya.”

Namun, terlihat jelas kilatan kebencian di matanya. Tangannya semakin erat mencengkeram lenganku, sampai aku kesakitan dan spontan menepis. Dia pun langsung terjatuh ke lantai.

Suasana langsung membeku.

Kakak buru-buru menghampiri, membantu memapahnya dan memeriksa sikunya dengan cemas.

Sambil menangis pelan, Penny meringis, “Kak Reza, sakit sekali….”

Billy menarik lengan bajunya untuk memeriksa luka lecet kecil itu, lalu membentakku marah,

“Lisa! Kamu sudah gila?!”

Setelah itu, sebuah tamparan keras mendarat di pipiku.

“Kamu semakin kurang ajar saja! Jangan harap bisa makan malam ini! Cepat masuk kamar dan renungkan perbuatanmu!”

Tamparan itu sangat keras, sampai-sampai gigi geraham belakangku terasa bergoyang.

Melihat darah di sudut bibirku, wajah kakak sempat ragu.

Namun, saat Penny menangis lebih keras lagi, dia langsung berbalik untuk menenangkannya.

Aku diam-diam menyeka darah dari bibirku dan kembali ke kamar.

Bukan untuk merenung, tapi untuk mengambil koper yang sudah lama kusiapkan.

Waktu aku keluar dari kamar sambil menyeret koper, ruang tamu pun langsung hening.

Setelah itu, terdengarlah suara ejekan mereka,

“Wah, sudah bisa kabur dari rumah? Lisa, kamu itu sudah dewasa, masih mau mengambek seperti itu? Kalau kamu berani pergi hari ini, jangan harap bisa balik lagi.”

Aku sudah mati rasa dengan ancaman seperti ini.

Rumah ini memang tidak pernah benar-benar menjadi milikku.

Aku tidak menoleh dan hanya terus melangkah keluar.

Billy yang tampak sangat marah, melempar vas dari meja ke arahku.

Vas itu pecah tepat di dekat kakiku, serpihan kaca menancap di pergelangan kaki.

“Bagus! Pergi saja! Kalaupun kamu memohon untuk balik nantinya, jangan harap bisa masuk lagi ke rumah ini!”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Salah Jodoh (Si Kembar)
8.0
Claire terpaksa menghadapi kenyataan pahit saat ditinggalkan di hari pernikahannya. Demi menjaga martabat, ia akhirnya menyetujui pernikahan kontrak dengan saudara kembar calon suaminya. Di tengah upaya menumbuhkan benih cinta dalam rumah tangga barunya, Claire harus menghadapi berbagai ujian berat. Gangguan terus datang dari mantan calon suaminya yang berkhianat, serta kehadiran mantan kekasih sang suami yang berusaha merusak hubungan mereka berdua.
Sampul Novel Cinta Tak Dapat, Persahabatan Pun Retak
9.5
Di New York, dua pemuda kaya raya—seorang pembalap F1 dan seorang genius finansial—telah bersahabat sejak kecil dan setia mengenakan lencana tembaga buatan Mia selama sepuluh tahun. Namun, persahabatan erat itu goyah saat Ella hadir dan merebut perhatian mereka, membuat keduanya membuang lencana Mia. Menyadari posisinya telah tergantikan, Mia memilih mundur tanpa suara. Dia menghubungi ayahnya di Sisilia untuk menerima pernikahan politik yang selama ini dihindarinya.
Sampul Novel Draco&Luna
7.9
Sejak yatim piatu, Luna menderita di bawah asuhan bibinya yang kejam hingga ia dijual ke pasar gelap. Di pelelangan itu, hidupnya berubah saat dibeli oleh Draco Riordan, pria misterius dengan masa lalu kelam. Pertemuan ini menyatukan Luna yang lugu dengan Draco yang penuh dendam dan rahasia besar. Di tengah perbedaan latar belakang yang kontras, akankah kehangatan Luna mampu melunuhkan hati Draco, ataukah takdir justru membuat hubungan mereka mustahil untuk bersatu?
Sampul Novel Hakikat Cinta
9.5
Alan De Xavirio, pemuda blasteran Jawa-Italia, jatuh hati pada Latifah Nur Aisyah yang merupakan gadis muslimah asal desa. Meski awalnya bertepuk sebelah tangan, perjuangan gigih Alan akhirnya mampu meluluhkan hati sang gadis. Keduanya pun terjebak dalam romansa masa remaja yang membara hingga mengabaikan perbedaan agama yang membentang. Kini, mereka harus menghadapi tembok besar tersebut. Akankah mereka menyerah saat cinta telah membuat mereka buta dan tuli?
Sampul Novel Hot Game
9.5
Kisah romansa modern ini menyajikan narasi khusus dewasa dengan kategori usia 21 tahun ke atas. Alur ceritanya berfokus pada dinamika hubungan yang intens dan penuh gairah, mengeksplorasi sisi emosional serta fisik dari para karakternya secara mendalam. Pembaca akan dibawa menyelami konflik percintaan yang matang, di mana setiap interaksi dirancang untuk audiens dewasa yang mencari cerita cinta dengan nuansa yang lebih berani dan juga provokatif.
Sampul Novel Istri Bayaran Untuk Bos Galak
8.9
Keinginan Devan untuk memiliki Cecil kembali berujung pada ancaman yang sangat ekstrem. Meski masa kontrak mereka telah berakhir, Devan menolak melepaskan wanita itu begitu saja. Dalam suasana penuh tekanan, sang bos yang angkuh bersumpah akan menghamili Cecil agar ia tak bisa pergi lagi. Cecil yang ketakutan mencoba memohon, namun Devan justru semakin terobsesi untuk mengikatnya melalui kehadiran seorang anak demi mempertahankan hubungan mereka.