Sampul Novel Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Penyesalan Setelah Diriku Tiada

9.3 / 10.0
Dalam novel modern Penyesalan Setelah Diriku Tiada, seorang istri yang sekarat akibat lupus ditolak oleh suami dan kakaknya sendiri. Baca novel online gratis ini untuk mengikuti perjuangannya mendaftarkan kremasi mandiri di akhir hayatnya tanpa membebani siapa pun.
Ringkasan Penyesalan Setelah Diriku Tiada
Menghadapi sisa hidup yang tinggal tiga hari akibat lupus eritematosus sistemik stadium berat, seorang wanita memutuskan mendatangi kantor pelayanan akhir hayat demi mengurus kremasinya sendiri. Tragisnya, sang suami yang berprofesi sebagai pengacara justru menuduhnya berpura-pura sakit demi bersaing dengan wanita lain, sementara kakak kandungnya yang merupakan seorang dokter malah mencibir hasil medis tersebut. Tanpa dukungan keluarga yang kini terasa asing, ia memilih menyerahkan seluruh proses pemakamannya kepada petugas demi memastikan kepergiannya tidak menyusahkan siapa pun.
Baca Selengkapnya

Penyesalan Setelah Diriku Tiada Bab 1

Aku didiagnosis menderita lupus eritematosus sistemik stadium berat dan akan meninggal tiga hari lagi.

Setelah 188 kali telepon permintaan tolongku ditolak suamiku, aku membawa hasil pemeriksaan dan melangkah masuk ke kantor pelayanan perawatan akhir hayat.

“Halo, tolong bantu jadwalkan proses kremasiku dan ajukan juga bantuan subsidi dari pemerintah.”

Sepuluh menit kemudian, mereka datang.

Belum sempat aku bicara, suamiku yang seorang pengacara langsung menamparku tanpa ekspresi.

“Demi merebut perhatian dari Penny, kamu pura-pura sakit parah?”

Kakakku yang seorang dokter merebut hasil pemeriksaanku, lalu membuka dan menatapku, sambil mencibir,

“Lupus? Kalau mau pura-pura sakit, setidaknya yang masuk akal. Penyakit seperti ini hanya diderita satu dari sejuta orang.”

Aku menahan rasa sakit di tubuhku, lalu kembali ke meja petugas dan menyerahkan formulir, serta hasil medis lagi.

Melihat ruam berbentuk kupu-kupu di pergelangan tanganku, petugas itu tampak iba.

“Aku sudah nggak punya keluarga lagi.”

“Aku ingin mendaftar layanan kremasi tiga hari lagi, lokasinya bebas. Aku hanya berharap kematianku nggak menjadi beban bagi siapapun.”

Setelah didiagnosis menderita lupus eritematosus sistemik stadium berat, dokter yang menangani menyarankan aku segera dirawat inap.

Namun, karena biaya pengobatan yang sangat mahal, aku pun keluar dari rumah sakit dan mencoba menghubungi suamiku.

Setelah panggilanku yang ke-188 tak juga dijawab, aku membawa surat diagnosis dan melangkah masuk ke kantor pelayanan perawatan akhir hayat.

“Halo, tolong bantu jadwalkan proses kremasiku.”

Petugas di sana melihat ruam kupu-kupu di pergelangan tanganku, ekspresinya langsung berubah menjadi iba.

“Sayang… kamu datang sendirian? Di mana keluargamu?”

Belum sempat aku menjawab, tiba-tiba pintu utama terbuka keras.

Billy datang tergesa-gesa bersama adik angkatnya, di belakang mereka ada kakakku juga.

Tanpa memberi kesempatan aku bicara, Billy langsung menamparku di depan semua orang, tatapannya tampak penuh amarah.

“Hanya gara-gara iri sama Penny, kamu sampai datang ke tempat begini buat menakut-nakuti kami? Lisa, kamu nggak merasa keterlaluan?”

Aku berdiri terpaku, seketika tidak tahu harus menjawab apa.

Sampai akhirnya, aku melihat balon warna merah muda di tangan Penny, barulah aku ingat bahwa hari ini adalah pesta ulang tahunnya.

Billy bahkan sengaja mengambil cuti dua hari untuk membantunya menyiapkan tempat acara. Sementara aku, istrinya yang sedang mengidap penyakit kritis, hanya ingin minta sedikit uang untuk biaya pengobatan, tapi yang kudapat justru 188 panggilan yang ditolak.

Dan satu kata ‘keterlaluan’.

Mataku langsung panas, air mata pun tak bisa dibendung lagi.

Aku mengusap pipi yang masih terasa perih, lalu berkata pelan, “Billy, aku nggak….”

“Kamu masih mau bohong?” ujar Reza, kakakku sambil merebut surat diagnosis dari tanganku.

Baru baca sekilas, dia sudah tertawa mengejek.

“Lupus eritematosus sistemik? Kamu benaran nggak bisa buat alasan yang lebih masuk akal? Kemungkinan penyakit ini bahkan hanya satu dari sejuta. Kamu sudah puas sekarang? Gara-gara kamu, pesta ulang tahun Penny jadi kacau balau.”

“Dari kecil, kamu memang suka pura-pura sakit untuk cari simpati. Sekarang masih mau pakai cara yang sama?”

Sambil bicara, Reza mengangkat tangan, seolah mau memukul juga, tapi gerakannya langsung dihentikan oleh Penny.

Air mata menggenang di matanya, nada bicaranya penuh rasa bersalah, “Maaf Kak Lisa, aku yang nggak seharusnya adakan pesta….”

“Kumohon jangan bohongi mereka lagi. Mereka benar-benar capek. Aku rela mengalah, asal kamu bisa sadar.”

Billy langsung memeluk Penny, menyeka air matanya dengan lembut, sambil berkata, “Ini bukan salahmu.”

Badanku terasa semakin sakit, napas pun jadi berat dan aku mencium bau amis dari hidungku.

Aku tak lagi melihat mereka. Aku mengusap darah yang mengalir dari hidung, lalu kembali ke meja pendaftaran.

“Tolong lengkapi data permohonan kremasiku. Tiga hari lagi, aku butuh proses yang tenang tanpa gangguan. Aku sudah nggak punya keluarga.”

Di belakangku, Billy terkekeh dingin, pandangannya penuh ejekan.

“Lisa, demi menghancurkan pesta Penny, kamu sampai berani main drama seperti ini?”

“Yang harus kamu pikirin sekarang itu bukan penyakitmu, tapi bagaimana caranya kamu bertanggung jawab atas semua yang sudah kamu lakukan tiga hari lagi.”

“Jangan harap aku bakal beresin semua ulahmu.”

Usai bicara, Billy pun pergi tanpa menoleh lagi, sambil menggandeng Penny.

Setelah semua prosedur selesai, aku pun pulang ke rumah sendirian.

Aku masih punya tiga hari terakhir di dunia ini.

Sebagai penderita lupus eritematosus sistemik stadium berat, aku telah menyelesaikan sendiri semua persiapan menjelang akhir hidupku.

Sementara itu, dua orang yang paling kucintai, sedang meniup lilin dan membuka sampanye bersama wanita lain.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel TABIB CANTIK DARI MASA DEPAN KESAYANGAN PANGERAN DARI MASA LALU
8.4
Virgolin Asteria, ahli bedah plastik masa depan, diculik ke dimensi asing oleh sosok misterius. Di bawah ancaman maut, ia dipaksa mengerahkan seluruh keahlian medisnya demi menyelamatkan nyawa sang Ratu. Namun, saat gerbang menuju dunia asalnya terbuka, Virgolin justru terjebak dilema batin yang hebat. Cintanya telah tumbuh untuk sang penculik, Pangeran Pisceso Helios. Kini ia harus memilih antara pulang ke keluarganya atau menetap di dunia asing demi sang pujaan hati.
Sampul Novel Cinta Itu Luka
8.9
Hidup Nur Alia hancur setelah kehilangan lima calon buah hati akibat keguguran dan janin tak berkembang. Alih-alih mendapat dukungan, ia justru didepresi dan difitnah mandul oleh suaminya sendiri. Kehadiran sosok baru yang semula menjanjikan kesembuhan malah menorehkan luka yang lebih perih. Namun, di tengah keputusasaan dan keraguan akan cinta, sebuah keajaiban datang saat Tuhan menitipkan dua malaikat kecil di rahim yang sebelumnya dianggap tak berdaya.
Sampul Novel Dia Tidak Tahu Identitas Istrinya Sampai Mereka Bercerai
8.5
Lima tahun silam, Bettina Rowe menyelamatkan nyawa Asher Lambert hingga ia kehilangan kemampuan untuk mengandung. Karena Asher mengaku enggan memiliki keturunan, Bettina terkejut saat suaminya mendadak ingin menggunakan jasa ibu pengganti. Asher memilih Betsy Sugden, mahasiswi yang berwajah mirip Bettina, demi mendapatkan ahli waris. Tanpa Asher sadari, Bettina sudah membulatkan tekad untuk bercerai tepat saat rencana itu diutarakan padanya.
Sampul Novel Love By Accident
7.9
Akibat satu kesalahan fatal di masa lalu, Liz mengandung anak dari Caden, pria asing yang nyaris tak ia kenali. Tanpa mengetahui kebenarannya, Caden justru menaruh kebencian mendalam dan menuduh Liz telah sengaja menjebak dirinya demi kepentingan pribadi. Setelah bertahun-tahun berlalu tanpa kabar, takdir secara mengejutkan membawa mereka kembali pada pertemuan yang tak terduga. Kini, rahasia besar dan luka lama pun mulai membayangi hubungan mereka kembali.
Sampul Novel MENIKAHI CEO LUMPUH
9.1
Demi kesembuhan sang ayah, Sofia yang baru berusia 19 tahun terpaksa menikahi Yesaya, seorang CEO lumpuh berumur 33 tahun. Awalnya penuh tekanan, perasaan Sofia berubah menjadi cinta tulus saat menemukan surat wasiat bunuh diri suaminya. Namun, cinta itu justru dibalas penolakan. Yesaya sengaja menjauhkan diri dan melakukan tindakan ekstrem demi melindungi rahasia serta kebahagiaan Sofia, meski hal tersebut malah menghancurkan hidup istrinya.
Sampul Novel Satu Atap Dengan Bos
8.7
Setelah dua dekade terkekang oleh dominasi keluarga Prajanata, Anjeli akhirnya memutuskan pergi demi mencari kebebasan. Namun, impian itu hancur saat ia justru dibebani utang besar oleh keluarganya sendiri. Terdesak keadaan, Anjeli terpaksa menikahi Ghatan, pewaris tunggal Prajanata Group yang dikenal sangat kejam. Kini ia terjebak dalam satu atap bersama bosnya yang dingin. Mampukah Anjeli bertahan menjalani kehidupan pernikahan paksa yang penuh tekanan ini?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan