Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Penyesalan Ibu setelah Aku Mati

Penyesalan Ibu setelah Aku Mati

Ketika seorang gadis meregang nyawa di tangan pembunuh keji di rumah sebelah, sang ibu justru mengabaikan panggilan daruratnya demi menemani sang adik yang bersiap ujian. Menganggap permohonan tolong putrinya sebagai kebohongan belaka, ia menutup telepon dengan makian. Tiga hari berselang, sebuah kasus pembunuhan sadis terungkap. Sebagai ahli forensik, ibu tersebut diminta memeriksa sesosok mayat tanpa kepala di meja autopsi, tanpa menyadari bahwa jasad yang ia bedah adalah putri yang selalu ia benci.
Bab
Bagikan

Bab 1

Saat aku disiksa sampai mati, ibuku sedang menenangkan adikku yang cemas karena akan menghadapi ujian bedah anatomi. Di rumah sebelah, psikopat itu membiarkan darahku mengalir sambil menelepon ibuku dengan ponselku.

“Ibu, aku sakit banget. Tolong aku,” mohonku sambil menangis dengan putus asa. Namun, balasan yang kudapatkan hanyalah makian.

“Kakakmu sangat licik, juga suka bohong. Nggak usah dipedulikan.”

Tiga hari kemudian, rumah tetangga kami menjadi lokasi pembunuhan yang sadis. Sebagai ahli forensik, ibuku pun dipanggil polisi untuk melakukan autopsi pada seonggok mayat gadis tak berkepala. Namun, dia tidak tahu bahwa mayat yang berbaring di meja autopsi adalah putri yang paling dibencinya.

“Ibu, aku sakit banget. Tolong aku! Aku sakit banget! Ibu, aku mohon tolong aku!” mohonku sambil menangis dengan putus asa pada orang di ujung telepon. Namun, balasan yang kudapatkan hanyalah makian.

“Hana, diam! Adikmu sudah mau ujian bedah anatomi. Sekarang, tekanannya sangat besar. Kamu jangan ganggu!”

Pada detik terakhir sebelum ibuku memutuskan sambungan telepon, aku mendengar gumaman kesalnya, “Menyebalkan banget! Entah trik apa lagi yang mau dipakainya. Kakakmu benar-benar licik dan suka bohong. Kita nggak usah pedulikan dia.”

Suara sambungan telepon diputuskan itu menjadi pukulan terakhir yang menghancurkanku. Psikopat pria itu menjambak rambutku, lalu tertawa terbahak-bahak dan berkata, “Hahaha! Lihat, ibumu sama sekali nggak sayang sama kamu. Nggak akan ada yang datang menolongmu. Kasihan sekali kamu.”

Sambil tertawa, dia juga mengejekku dengan ekspresi penuh niat jahat, “Kamu dan ibumu sama-sama adalah orang rendahan. Aku benar-benar muak melihat kalian! Sekarang, aku akan penggal kepalamu dan menyimpannya baik-baik!”

Aku membuka mulutku dengan susah payah dan sudah sepenuhnya kehilangan tanda-tanda kehidupan. Sementara itu, daging di tubuhku diiris sepotong demi sepotong. Darahku yang tidak berhenti menetes ke lantai bagaikan sedang mencatat keputusasaanku.

Ibuku yang berada di sebelah tidak akan lagi merespons permintaan tolongku. Sebab, dia sedang dengan lembut menenangkan adikku yang akan segera menghadapi ujian.

“Nggak masalah. Santai saja, jangan gugup. Ibu yakin kamu pasti bisa melakukannya! Gadis busuk itu benar-benar nggak pengertian. Di masa magang yang begitu penting, dia juga nggak kasih semangat ke adiknya!”

Di mana ibuku, permintaan tolongku tidak lain hanyalah suara berisik yang tidak penting. Namun, dia tidak tahu bahwa aku yang tidak pengertian ini sudah disiksa sampai mati.

Namaku Hana. Arti namaku adalah kebahagiaan, tetapi aku sama sekali tidak bahagia. Sebab, aku sudah meninggal. Aku meninggal di ruang bawah tanah tetanggaku.

Sebelum meninggal, tubuhku juga diiris-iris dan direndam dalam formalin dingin di dalam botol. Tidak ada seorang pun yang mendengar permintaan tolongku maupun merasakan rasa putus asaku.

Pada saat ini, adikku sedang merasa cemas karena akan segera melakukan ujian bedah anatomi.

“Ibu, aku nggak mau pergi. Aku takut.”

Ibuku menenangkan adikku dengan lembut sambil menyuruhnya berganti sepatu. Dia berkata, “Jangan takut. Bukannya sebelumnya kamu bilang mau pergi lihat-lihat dulu, yang penting nggak usah turun tangan?”

Adikku mengangguk dengan tampang cemberut, lalu bertanya, “Ibu, Kakak ke mana? Kenapa dia sudah nggak pulang beberapa hari?”

Ibuku menjawab dengan kesal, “Sudah kubilang kakakmu itu pembohong. Dia mungkin pergi keluyuran sama teman-temannya yang nggak beres. Paling bagus dia mati saja! Sia-sia aku besarkan dia selama ini. Siapa suruh dia asal bicara beberapa hari lalu. Nggak usah pedulikan dia!”

Pada saat ini, ponsel ibuku tiba-tiba berdering. Nada polisi terdengar agak berat saat berkata, “Bu Sanny, korban kali ini adalah seorang gadis berusia 20 tahun. Dia disiksa sampai tewas. Metode pelakunya sangatlah kejam.”

Ibuku adalah seorang ahli forensik terkenal. Ini adalah kasus kejam pertama yang pernah terjadi dalam industri sehingga dia sangat bersemangat. Dia menjawab, “Oke, kirimkanlah alamatnya padaku. Aku akan ke sana sekarang juga.”

Sebelum pergi, ibuku mengambil tas kerjanya, lalu berkata pada adikku dengan lembut, “Ayo jalan! Justin, cuma lihat-lihat ke lokasi kok. Nggak usah takut.”

Setelah polisi mengirimkan alamat padanya, wajah ibuku tiba-tiba menjadi pucat. Sebab, lokasi pembunuhan itu tepat berada di samping rumah kami.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta dan Ilmu Hitam
9.1
Pascapernikahan, seorang istri mengalami kondisi janggal berupa rasa lapar ekstrem yang membuatnya makan lima kali sehari hingga berat badannya melonjak. Meski hasil medis menyatakan dirinya normal, ia yang putus asa akhirnya meminta bantuan netizen melalui siaran langsung. Petunjuk mengejutkan pun muncul; seseorang menduga suaminya telah mengirimkan guna-guna jahat. Sihir hitam ini sengaja ditujukan untuk menyiksa sang istri sah sekaligus memberikan keuntungan bagi kekasih gelap suaminya.
Sampul Novel Godaan Bini Orang
8.7
Masa lalu kelam Rhido kini membayangi pernikahan bahagianya dengan Lisda. Saat Lisda hamil, gangguan mistis misterius membuatnya kesakitan tiap kali berhubungan intim. Rhido yang berusaha setia terpaksa menahan diri hingga tugas kerja membawanya ke pedalaman Jawa dan Kalimantan. Di sana, godaan nafsu terus menguji imannya. Mampukah sang mantan bajingan ini menjaga kesetiaan, ataukah teror gaib masa lalunya akan menghancurkan nasib istri dan bayinya?
Sampul Novel Patah Hati Terhebat
9.6
Persahabatan empat gadis yang semula hangat hancur seketika akibat kecelakaan mobil tragis. Tragedi tersebut mengubah keharmonisan mereka menjadi suasana mencekam dan penuh ketakutan. Ketegangan memuncak saat salah satu dari mereka terbaring koma, sementara yang lain meregang nyawa secara misterius. Kini, ikatan yang dulu kuat berubah menjadi teror dingin yang menghantui sisa anggota kelompok dalam misteri kematian yang tak terduga.
Sampul Novel PESUGIHAN BERUJUNG PETAKA
8.6
Farah adalah seorang ibu rumah tangga muda yang kini terjepit dalam situasi finansial yang mengerikan. Akibat jeratan utang rentenir yang semakin menumpuk dan mengancam nyawanya, ia menemui jalan buntu yang sangat kelam. Dalam keputusasaan yang luar biasa, Farah akhirnya memilih jalur pesugihan yang sangat terkutuk. Ia terpaksa menumbalkan putri kandungnya sendiri demi melunasi semua beban hutang tersebut, namun keputusan itu justru memicu petaka besar.
Sampul Novel Putrinya, Kesalahannya
9.0
Austin Rogers kembali setelah lima tahun menghilang dengan membawa anak haram bangsawan. Secara kejam, ia dan Rosita mengurung Joanna di ruang uap berisi lintah demi meredakan amarah Ratu Slaka karena putri kecil mereka terluka. Mereka menuduhku cemburu dan ingin menghambat kesuksesan mereka. Namun, rencana jahat itu akan berbalik menjadi petaka. Austin tidak menyadari bahwa identitas anak di dalam sana bukanlah putriku. Pembalasan mematikan kini menanti mereka.
Sampul Novel Rahasia di Dalam Toilet
8.1
Sebuah tragedi berdarah terjadi pada malam tahun 2008 ketika aku nekat menghabisi nyawa kekasih dari sahabatku sendiri. Peristiwa mengerikan ini menjadi pengalaman pertamaku dalam melakukan pembunuhan. Selama tiga hari penuh yang menegangkan, aku berjuang keras melenyapkan jasad korban dengan cara membuangnya ke dalam saluran pembuangan air. Namun, kepanikan luar biasa melanda pada hari keempat saat aku mendapati tiga mobil polisi telah terparkir di luar gedung pengajaran.