Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Penuh Luka Penderitaan

Penuh Luka Penderitaan

Valeria terpaksa bekerja lembur demi menghindari perundungan rekan kerjanya. Saat sedang membersihkan meja di ruang CEO baru, seorang pria asing yang perkasa tiba-tiba menariknya ke sebuah kamar rahasia yang mewah. Valeria terhempas ke atas tempat tidur besar di bawah kungkungan tubuh kekar pria tersebut. Tanpa daya, ia kini terjebak dalam cengkeraman sosok misterius dari dunia yang berbeda, yang secara paksa menuntutnya untuk menjadi bagian dari hidupnya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Malam itu terasa lebih kelam dari biasanya, dengan langit yang dipenuhi awan gelap dan hujan yang turun tanpa ampun. Valeria berjalan dengan langkah ragu menuju gedung tinggi tempat ia bekerja, lampu jalanan yang temaram hanya menambah kecemasan dalam hatinya. Ia tahu bahwa hari ini, seperti biasa, ia akan menjadi orang terakhir yang meninggalkan kantor. Namun, ada sesuatu yang berbeda. Entah mengapa, perasaan takut itu menyelimuti dirinya lebih dalam malam ini.

Valeria adalah seorang asisten di perusahaan besar yang bergerak di bidang teknologi. Meskipun sering kali dipandang sebelah mata oleh rekan-rekannya, ia berusaha untuk tetap menjalani pekerjaannya dengan baik. Namun, ia tahu bahwa ada harga yang harus dibayar. Banyak dari seniornya yang suka mengejek dan membuatnya merasa tidak berharga, namun itu sudah menjadi bagian dari rutinitas yang harus ia jalani demi mempertahankan posisinya.

Setiap malam, setelah semua orang pulang, Valeria akan mengambil tugas untuk membersihkan ruang CEO yang baru. Tidak ada yang pernah menawarkan bantuan, dan ia terpaksa melakukannya sendirian. Meskipun ia merasa lelah dan tertekan, ia tak punya pilihan selain menurut. Namun malam ini, ia merasa ada yang aneh. Tugas itu seolah menjadi lebih berat, dan jantungnya berdebar lebih cepat.

"Tak ada jalan lain, Valeria," gumamnya pada diri sendiri, mencoba menenangkan hati yang gelisah.

Ketika akhirnya ia memasuki gedung, suasana sepi menyelimuti ruangan yang luas dan dingin. Lantai marmer yang berkilau memantulkan cahaya dari lampu-lampu yang redup. Valeria melangkah ke ruang utama, menuju ruang CEO baru yang terletak di lantai atas. Pria itu baru saja dipromosikan beberapa minggu lalu, dan meskipun ia belum pernah bertemu langsung dengannya, namanya sudah cukup terkenal di kalangan pegawai perusahaan.

Tangan Valeria menggenggam lap mikrofiber dengan erat. Setiap langkahnya terasa semakin berat, seolah beban yang harus ia tanggung makin menumpuk. Saat ia tiba di pintu ruang CEO, ia menarik napas dalam-dalam, berusaha mengumpulkan keberanian. Ruangan itu begitu besar, hampir seperti sebuah istana kecil dengan perabotan mewah yang tidak pernah ia impikan sebelumnya. Dindingnya dipenuhi dengan lukisan-lukisan abstrak, sementara furnitur yang ada tampak sangat mahal dan canggih. Valeria bergegas membersihkan meja besar yang ada di tengah ruangan. Ia tidak menyukai pekerjaan ini, tetapi ini adalah cara untuk memastikan dirinya tetap memiliki pekerjaan.

Namun, saat ia sedang membersihkan permukaan meja, sesuatu yang tak terduga terjadi. Pintu ruang CEO terbuka tanpa ada suara. Valeria terkejut, melompat mundur, hanya untuk menemukan seorang pria berdiri di ambang pintu, matanya tajam menatapnya dengan ekspresi tak terbaca.

"Siapa...?" suara Valeria serak, terhenti saat ia menyadari siapa yang berdiri di depannya.

Pria itu mengenakan jas hitam yang pas dengan tubuh tegapnya. Wajahnya tampak dingin, dengan garis-garis tajam yang memberi kesan tak kenal ampun. Itu adalah pria yang selalu dibicarakan di kantor, Dmitri, CEO baru yang baru saja diangkat menggantikan atasan lama mereka. Semua orang mengatakan bahwa ia adalah sosok yang tidak bisa dipahami, penuh dengan rahasia, dan memancarkan aura kekuasaan yang menakutkan.

"Valeria, kan?" Suaranya dalam, tegas, dan sedikit mengintimidasi. "Ada yang harus saya bicarakan denganmu."

Valeria terdiam, tubuhnya kaku di tempat. Semua pikiran dan kata-kata yang biasanya ada di kepalanya seperti lenyap begitu saja. Hanya ada satu hal yang ia tahu, dan itu adalah rasa takut yang semakin mencekam.

"Apakah... ada yang bisa saya bantu, Tuan Dmitri?" Valeria mencoba berbicara dengan tenang, meskipun suaranya bergetar.

Dmitri hanya memandangnya dengan tatapan tajam, seolah menilai setiap gerakan kecilnya. Lalu, dengan satu gerakan cepat, ia melangkah maju, dan dalam sekejap, tangan besar itu meraih pergelangan tangan Valeria dan menariknya dengan kekuatan yang mengejutkan.

"Bukan kamu yang akan membantu, Valeria," katanya dengan suara yang menggetarkan. "Kamu yang akan saya bantu."

Valeria terkejut, namun ia tidak sempat berteriak. Dmitri menariknya lebih dalam ke ruang yang lebih gelap di dalam gedung-sebuah ruangan tersembunyi yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Begitu pintu ditutup dengan suara keras, Valeria merasa dunia di sekitarnya semakin sempit. Ruangan itu terasa asing, jauh lebih intim dan menakutkan daripada ruang CEO tempat ia bekerja.

Ruangan itu luas, dengan perabotan yang tampaknya lebih pribadi, dan di tengahnya, sebuah kasur king-size dengan tirai gelap yang menutupi sebagian besar ruangan. Tidak ada jendela, hanya lampu remang-remang yang mengalirkan cahaya dingin ke seluruh ruangan.

Valeria merasa tubuhnya terdorong ke kasur dengan kasar, sebelum dirinya terjatuh di atasnya. Jantungnya berdegup kencang, dan ia hanya bisa menatap Dmitri yang kini berdiri di atasnya, dengan wajah yang tak menunjukkan sedikit pun belas kasihan.

"Apa... apa yang kamu inginkan?" suara Valeria hampir tak terdengar, suaranya tersendat. Ketakutannya membuatnya kesulitan untuk bernapas dengan baik.

Dmitri membungkuk, dan Valeria bisa merasakan hembusan napasnya yang panas di wajahnya. "Aku tahu kamu merasa takut, Valeria. Tapi itu adalah bagian dari permainan ini."

Apa yang dimaksudnya dengan permainan? Kenapa harus seperti ini? Pikir Valeria, meskipun rasa takut dan kebingungannya menguasai pikirannya. Ia mencoba untuk melawan, tapi tubuhnya terasa seperti dibekukan, tidak dapat bergerak sedikit pun.

"Jangan khawatir," kata Dmitri pelan, "Aku hanya ingin memastikan bahwa kamu tahu posisimu di sini."

Valeria mengerjap, berusaha memahami maksudnya. Tapi kata-katanya itu semakin membingungkan, dan ia hanya bisa terdiam, tidak tahu harus berbuat apa.

Tiba-tiba, Dmitri melepaskan cengkeramannya. Namun, ia tetap berdiri di dekat Valeria, matanya tidak pernah lepas darinya.

"Ini bukan ancaman, Valeria," katanya dengan nada datar, "Ini adalah kesempatan."

Valeria merasakan dada yang sesak. Apa yang sebenarnya dimaksudkan oleh pria itu? Bagaimana ia bisa keluar dari situasi ini tanpa terluka lebih dalam? Semua yang ia tahu adalah bahwa hidupnya tidak akan pernah sama setelah malam ini.

Dmitri kemudian berdiri tegak, menatapnya sekali lagi, dan berkata dengan suara rendah dan berbahaya, "Kamu akan tahu apa yang aku maksud, tetapi hanya jika kamu mau bermain sesuai aturanku."

Dengan kata-kata itu, ia berbalik dan meninggalkan ruangan, meninggalkan Valeria yang terbaring bingung di kasur, dengan jantung yang masih berdegup keras.

Dalam kesendirian yang mencekam itu, Valeria hanya bisa terdiam, memikirkan apa yang baru saja terjadi. Ada sesuatu yang besar yang sedang dimainkan, dan ia merasa bahwa dirinya tidak bisa menghindarinya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benih Satu Milyar
8.0
Nara harus menelan pil pahit saat ibu kandungnya menjual kesuciannya di usia delapan belas tahun demi melunasi utang. Niat hati merantau ke kota demi mencari sang ibu yang menghilang sejak ia kecil, Nara justru terjebak dalam nasib kelam. Pertemuan yang ia dambakan malah menghancurkan masa depannya secara total. Kini, tiga tahun telah berlalu sejak kejadian tragis tersebut, dan Nara terpaksa menjalani kehidupan yang tak pernah ia bayangkan sebagai seorang sugar baby.
Sampul Novel Bujang Kaya Jadi Budak Cinta
9.4
Erhan adalah bujangan kaya yang ramah namun ceroboh dalam urusan asmara. Ia sering memicu konflik keluarga karena terang-terangan menggoda kekasih para sepupunya agar berpaling padanya. Namun, tantangan sesungguhnya muncul saat ia jatuh hati pada seorang wanita dingin yang sinis terhadap pernikahan dan cinta. Kini, Erhan harus berjuang keras membuktikan ketulusannya. Mampukah sang miliarder meyakinkan wanita itu bahwa ia telah menjadi budak cinta sejatinya?
Sampul Novel CEO in My Bed
8.6
Mahesa, pria kaya yang skeptis terhadap cinta akibat masa lalu kelam, mengajukan tawaran gila kepada Athalia. Ia berjanji membiayai pengobatan adik Athalia asalkan gadis itu bersedia menjadi teman tidurnya selama satu bulan. Di tengah tuntutan dingin sang CEO yang kerap merendahkan wanita, Athalia bertahan dengan ketulusan hatinya. Akankah pengabdian dan kasih sayang Athalia mampu meruntuhkan dinding keangkuhan Mahesa dan membuatnya percaya pada cinta?
Sampul Novel Cinta Gadis Bunga
8.0
Lucyana, gadis dari latar belakang sederhana, mendadak jadi pusat perhatian setelah Nyonya Silviana mengangkatnya sebagai ahli waris tunggal. Perubahan status sosial yang drastis ini memicu penolakan keras dari orang-orang di sekitarnya yang meragukan kepantasannya. Di tengah kepalsuan dan intrik keluarga kaya, Lucyana harus berjuang mempertahankan diri. Mampukah ia bertahan menghadapi tekanan tersebut sembari mencari sosok cinta sejati yang tulus?
Sampul Novel Dendam Putri Liar Sang CEO
9.3
Dijual oleh ayahnya sendiri kepada Fahreza Murni, seorang CEO dingin, sang putri liar mengira ia dicintai hingga pengkhianatan menyakitkan terjadi. Fahreza justru memberikan pusaka ibunya kepada Elok, wanita manipulatif yang ia bela meski telah menghina warisan tersebut. Setelah diseret ke rehabilitasi, cinta berubah menjadi dendam membara. Saat Fahreza kembali memohon maaf, ia menerimanya hanya untuk menghancurkan Murni Group dari dalam sebagai pembalasan yang setimpal.
Sampul Novel ISTRI LUMPUH TUAN NATHAN
8.0
Violetta harus menelan kenyataan pahit dalam pernikahannya dengan Nathan. Meski telah memberikan seluruh hatinya, ia menyadari bahwa cinta tulus yang ia harapkan tidak akan pernah terbalas. Nathan tetap menjaga jarak yang tak tertembus, membuat Violetta merasa seperti orang asing yang tak dianggap. Harapan untuk menjadi bagian utuh dari hidup pria itu sirna, meninggalkan luka mendalam bagi Violetta yang terabaikan dalam hubungan yang dingin ini.