Sampul Novel Penuh Luka Penderitaan

Penuh Luka Penderitaan

7.8 / 10.0
Valeria terpaksa bekerja lembur demi menghindari perundungan rekan kerjanya. Saat sedang membersihkan meja di ruang CEO baru, seorang pria asing yang perkasa tiba-tiba menariknya ke sebuah kamar rahasia yang mewah. Valeria terhempas ke atas tempat tidur besar di bawah kungkungan tubuh kekar pria tersebut. Tanpa daya, ia kini terjebak dalam cengkeraman sosok misterius dari dunia yang berbeda, yang secara paksa menuntutnya untuk menjadi bagian dari hidupnya.

Penuh Luka Penderitaan Bab 1

Malam itu terasa lebih kelam dari biasanya, dengan langit yang dipenuhi awan gelap dan hujan yang turun tanpa ampun. Valeria berjalan dengan langkah ragu menuju gedung tinggi tempat ia bekerja, lampu jalanan yang temaram hanya menambah kecemasan dalam hatinya. Ia tahu bahwa hari ini, seperti biasa, ia akan menjadi orang terakhir yang meninggalkan kantor. Namun, ada sesuatu yang berbeda. Entah mengapa, perasaan takut itu menyelimuti dirinya lebih dalam malam ini.

Valeria adalah seorang asisten di perusahaan besar yang bergerak di bidang teknologi. Meskipun sering kali dipandang sebelah mata oleh rekan-rekannya, ia berusaha untuk tetap menjalani pekerjaannya dengan baik. Namun, ia tahu bahwa ada harga yang harus dibayar. Banyak dari seniornya yang suka mengejek dan membuatnya merasa tidak berharga, namun itu sudah menjadi bagian dari rutinitas yang harus ia jalani demi mempertahankan posisinya.

Setiap malam, setelah semua orang pulang, Valeria akan mengambil tugas untuk membersihkan ruang CEO yang baru. Tidak ada yang pernah menawarkan bantuan, dan ia terpaksa melakukannya sendirian. Meskipun ia merasa lelah dan tertekan, ia tak punya pilihan selain menurut. Namun malam ini, ia merasa ada yang aneh. Tugas itu seolah menjadi lebih berat, dan jantungnya berdebar lebih cepat.

"Tak ada jalan lain, Valeria," gumamnya pada diri sendiri, mencoba menenangkan hati yang gelisah.

Ketika akhirnya ia memasuki gedung, suasana sepi menyelimuti ruangan yang luas dan dingin. Lantai marmer yang berkilau memantulkan cahaya dari lampu-lampu yang redup. Valeria melangkah ke ruang utama, menuju ruang CEO baru yang terletak di lantai atas. Pria itu baru saja dipromosikan beberapa minggu lalu, dan meskipun ia belum pernah bertemu langsung dengannya, namanya sudah cukup terkenal di kalangan pegawai perusahaan.

Tangan Valeria menggenggam lap mikrofiber dengan erat. Setiap langkahnya terasa semakin berat, seolah beban yang harus ia tanggung makin menumpuk. Saat ia tiba di pintu ruang CEO, ia menarik napas dalam-dalam, berusaha mengumpulkan keberanian. Ruangan itu begitu besar, hampir seperti sebuah istana kecil dengan perabotan mewah yang tidak pernah ia impikan sebelumnya. Dindingnya dipenuhi dengan lukisan-lukisan abstrak, sementara furnitur yang ada tampak sangat mahal dan canggih. Valeria bergegas membersihkan meja besar yang ada di tengah ruangan. Ia tidak menyukai pekerjaan ini, tetapi ini adalah cara untuk memastikan dirinya tetap memiliki pekerjaan.

Namun, saat ia sedang membersihkan permukaan meja, sesuatu yang tak terduga terjadi. Pintu ruang CEO terbuka tanpa ada suara. Valeria terkejut, melompat mundur, hanya untuk menemukan seorang pria berdiri di ambang pintu, matanya tajam menatapnya dengan ekspresi tak terbaca.

"Siapa...?" suara Valeria serak, terhenti saat ia menyadari siapa yang berdiri di depannya.

Pria itu mengenakan jas hitam yang pas dengan tubuh tegapnya. Wajahnya tampak dingin, dengan garis-garis tajam yang memberi kesan tak kenal ampun. Itu adalah pria yang selalu dibicarakan di kantor, Dmitri, CEO baru yang baru saja diangkat menggantikan atasan lama mereka. Semua orang mengatakan bahwa ia adalah sosok yang tidak bisa dipahami, penuh dengan rahasia, dan memancarkan aura kekuasaan yang menakutkan.

"Valeria, kan?" Suaranya dalam, tegas, dan sedikit mengintimidasi. "Ada yang harus saya bicarakan denganmu."

Valeria terdiam, tubuhnya kaku di tempat. Semua pikiran dan kata-kata yang biasanya ada di kepalanya seperti lenyap begitu saja. Hanya ada satu hal yang ia tahu, dan itu adalah rasa takut yang semakin mencekam.

"Apakah... ada yang bisa saya bantu, Tuan Dmitri?" Valeria mencoba berbicara dengan tenang, meskipun suaranya bergetar.

Dmitri hanya memandangnya dengan tatapan tajam, seolah menilai setiap gerakan kecilnya. Lalu, dengan satu gerakan cepat, ia melangkah maju, dan dalam sekejap, tangan besar itu meraih pergelangan tangan Valeria dan menariknya dengan kekuatan yang mengejutkan.

"Bukan kamu yang akan membantu, Valeria," katanya dengan suara yang menggetarkan. "Kamu yang akan saya bantu."

Valeria terkejut, namun ia tidak sempat berteriak. Dmitri menariknya lebih dalam ke ruang yang lebih gelap di dalam gedung-sebuah ruangan tersembunyi yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Begitu pintu ditutup dengan suara keras, Valeria merasa dunia di sekitarnya semakin sempit. Ruangan itu terasa asing, jauh lebih intim dan menakutkan daripada ruang CEO tempat ia bekerja.

Ruangan itu luas, dengan perabotan yang tampaknya lebih pribadi, dan di tengahnya, sebuah kasur king-size dengan tirai gelap yang menutupi sebagian besar ruangan. Tidak ada jendela, hanya lampu remang-remang yang mengalirkan cahaya dingin ke seluruh ruangan.

Valeria merasa tubuhnya terdorong ke kasur dengan kasar, sebelum dirinya terjatuh di atasnya. Jantungnya berdegup kencang, dan ia hanya bisa menatap Dmitri yang kini berdiri di atasnya, dengan wajah yang tak menunjukkan sedikit pun belas kasihan.

"Apa... apa yang kamu inginkan?" suara Valeria hampir tak terdengar, suaranya tersendat. Ketakutannya membuatnya kesulitan untuk bernapas dengan baik.

Dmitri membungkuk, dan Valeria bisa merasakan hembusan napasnya yang panas di wajahnya. "Aku tahu kamu merasa takut, Valeria. Tapi itu adalah bagian dari permainan ini."

Apa yang dimaksudnya dengan permainan? Kenapa harus seperti ini? Pikir Valeria, meskipun rasa takut dan kebingungannya menguasai pikirannya. Ia mencoba untuk melawan, tapi tubuhnya terasa seperti dibekukan, tidak dapat bergerak sedikit pun.

"Jangan khawatir," kata Dmitri pelan, "Aku hanya ingin memastikan bahwa kamu tahu posisimu di sini."

Valeria mengerjap, berusaha memahami maksudnya. Tapi kata-katanya itu semakin membingungkan, dan ia hanya bisa terdiam, tidak tahu harus berbuat apa.

Tiba-tiba, Dmitri melepaskan cengkeramannya. Namun, ia tetap berdiri di dekat Valeria, matanya tidak pernah lepas darinya.

"Ini bukan ancaman, Valeria," katanya dengan nada datar, "Ini adalah kesempatan."

Valeria merasakan dada yang sesak. Apa yang sebenarnya dimaksudkan oleh pria itu? Bagaimana ia bisa keluar dari situasi ini tanpa terluka lebih dalam? Semua yang ia tahu adalah bahwa hidupnya tidak akan pernah sama setelah malam ini.

Dmitri kemudian berdiri tegak, menatapnya sekali lagi, dan berkata dengan suara rendah dan berbahaya, "Kamu akan tahu apa yang aku maksud, tetapi hanya jika kamu mau bermain sesuai aturanku."

Dengan kata-kata itu, ia berbalik dan meninggalkan ruangan, meninggalkan Valeria yang terbaring bingung di kasur, dengan jantung yang masih berdegup keras.

Dalam kesendirian yang mencekam itu, Valeria hanya bisa terdiam, memikirkan apa yang baru saja terjadi. Ada sesuatu yang besar yang sedang dimainkan, dan ia merasa bahwa dirinya tidak bisa menghindarinya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Penuh Luka Penderitaan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Hidup Kayra hancur setelah suaminya menghilang tanpa jejak pasca panggilan video terakhir mereka. Kini, ia berjuang sendirian membesarkan dua anaknya. Di tengah kesulitan, ia bertemu Damar, ipar yang membencinya karena skandal masa lalu terkait rahasia saudari kembarnya. Meski awalnya Damar menolak mengakui anak hasil hubungan tersebut, kemiripan sang bayi meluluhkan hatinya. Akankah pertemuan ini membawa Kayra menuju kebahagiaan yang selama ini hilang?
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berubah drastis saat ia mengetahui fakta mengejutkan di kampusnya. Ezza, pria yang dijodohkan orang tuanya dan kini telah resmi menjadi suaminya, tiba-tiba muncul sebagai dosen baru di sana. Kehadiran Ezza yang tak terduga di lingkungan akademisnya memicu tanda tanya besar bagi Bunga. Ia pun mulai meragukan alasan di balik keputusan suaminya tersebut. Apakah Ezza memiliki motif tersembunyi atau ini hanyalah sebuah kebetulan belaka?
Sampul Novel ISTRI RASA SIMPANAN
9.5
Demi menyelamatkan kekasih Anthony Smith, Alicia Huang bersedia mendonorkan sumsum tulang belakangnya. Sebagai imbalan, ia memaksa Anthony menikahinya. Anthony setuju, namun dengan syarat identitas Alicia sebagai istrinya harus dirahasiakan dari publik. Menjalani peran sebagai istri yang disembunyikan layaknya simpanan, akankah ikatan kontrak ini bersemi menjadi cinta sejati atau justru berakhir dengan luka mendalam bagi keduanya?
Sampul Novel Light Of Love
8.1
Kayla Pratama, seorang yatim piatu, terpaksa menjalani hidup sebagai istri kedua dari pengusaha sukses bernama Raga Dirgantara. Terjebak oleh beban hutang budi di masa lalu, Kayla tidak memiliki pilihan selain menerima nasibnya yang pahit. Kehadirannya dalam pernikahan itu hanyalah demi memberikan keturunan bagi sang miliarder. Ia harus berjuang menghadapi kenyataan bahwa dirinya cuma dianggap sebagai alat tanpa memiliki posisi yang sesungguhnya.
Sampul Novel P. S. I LOVE YOU
8.5
Cyra Alesha, mahasiswi cantik berusia dua puluh tahun, harus berjuang di kota besar dengan bekerja paruh waktu. Namun, hidupnya berubah menjadi mimpi buruk saat ia terjebak kesalahpahaman dengan Felix Domil. CEO muda yang kejam itu tega menginjak harga diri Cyra dan menyeretnya ke dalam penderitaan. Meski disiksa oleh kekejaman sang pewaris tunggal, Cyra justru terjebak dalam pesonanya. Mampukah ia bertahan atau justru memilih berontak demi membebaskan diri?
Sampul Novel Rahasia Kelam Seorang Istri
9.4
Alina hidup dalam bayang-bayang masa lalu kelam yang mengancam rumah tangganya dengan Arya, seorang duda yang sangat menghargai kejujuran. Meski mencintai suaminya, Alina terjepit antara mengungkap aib lama atau tetap bungkam demi menjaga pernikahan mereka. Konflik memuncak saat Arya mulai meragukan kesucian dan masa lalu Alina. Akankah kejujuran Alina menghancurkan segalanya, atau mampukah Arya menerima kenyataan pahit yang dianggapnya sebagai pengkhianatan?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan