Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Om Teman Masa Kecil Ayah

Om Teman Masa Kecil Ayah

Perjalanan pulang menggunakan bus tidur di malam hari berubah menjadi momen yang tak terlupakan. Setelah kembali dari toilet dalam keadaan kabin gelap gulita, petaka manis terjadi saat salah meraba tirai ranjang. Bukannya memeluk boneka silikon yang baru dibeli untuk memuaskan hasrat pribadi, tindakan salah kamar ini justru berujung pada dekapan intim seorang pria. Di balik tirai sempit itu, pergulatan gairah yang panas dan intens pun tidak lagi dapat terhindarkan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Ketukan pintu yang tiba-tiba membuatku langsung mencengkeram bahu pria itu. Perutku mengencang dan menjepit kedua jarinya lebih erat.

Aku menatapnya dengan sorot memohon, lalu membentuk kata dengan mulutku. "Jangan bergerak."

Namun, pria itu jelas tidak berniat mendengarku. Ekspresi main-mainnya membuatku merasa ada yang tidak beres.

Tiga jari, empat jari. Badanku lunglai di pelukannya, aku tidak lagi sanggup menahan diri. Suara eranganku yang kencang keluar tidak terkendali.

Dia segera menutup mulutku dengan ciuman, membuat suaraku berubah menjadi erangan tertahan.

"Masih bisa jalan sendiri?" Godanya sambil mengeluarkan tisu dan menyumpalnya ke area sensitifku. "Tahan baik-baik, jangan sampai keluar."

Telingaku langsung memerah karena malu. Aku menyembunyikan wajahku di punggungnya saat keluar dari toilet.

Saat bus tiba di halte, aku segera bergegas pulang dengan satu tanganku membawa koper berat, sementara tangan lainnya menggendong boneka silikon.

"Ayah! Aku pulang!"

Seseorang dari dapur melongok keluar dengan senyum hangat, lalu melangkah mendekat. Aku buru-buru memalingkan wajah.

Ayahku hanya mengenakan celemek di bagian atas tubuhnya. Bahunya lebar, pinggangnya ramping, dan perut berototnya tampak samar di balik kain.

Jujur saja, wajah cantikku ini sepenuhnya berkat gen darinya. Ditambah lagi, ayahku rutin berolahraga selama bertahun-tahun, tubuhnya benar-benar sempurna. Dia benar-benar seperti model pria.

Ayahku memegang daguku, memaksaku menatapnya. Aku pun refleks menelan ludah.

Wanita-wanita di sekitar ayahku benar-benar beruntung.

Ayahku hampir sempurna dalam segala hal. Satu-satunya kekurangannya adalah terlalu banyak wanita. Wanita yang dia ajak pulang ke rumah tidak pernah ada yang sama.

Setiap kali aku di rumah, pasti terdengar erangan keras dari kamarnya di tengah malam.

"Sayang, coba cicipi sup torpedo sapi buatan ayah."

Dengan santai, ayahku menggandeng tanganku dan membawaku ke dapur.

Semua orang mengatakan, anak perempuan yang beranjak dewasa harus menjaga jarak dari ayahnya. Namun, sejak kecil aku dibesarkan olehnya seorang diri, aku tidak sanggup melepaskan ikatan ini.

Torpedo sapi itu tampak utuh di dalam sup. Aku pun mengernyit. "Kenapa nggak dipotong-potong dulu?"

"Kalau dipotong kurang nikmat."

Ayahku berbicara dengan nada penuh makna, matanya mengamati jaket tebal yang kukenakan, lalu menatap ke arah kamarku. "Jangan lupa aturan kita. Begitu pulang, gantikan bajumu."

Wajahku memanas. Aku menggigit bibirku dan mengangguk, lalu bergegas kembali ke kamar.

Lemari pakaianku penuh dengan pakaian seksi seperti, kostum pelaut, kostum guru seksi, baju perawat yang menggoda, hingga seragam pramugari super pendek... Semuanya ada. Selain itu, semuanya sudah pernah kupakai.

Tanganku meraih tali pengikat, lalu mengikat tubuhku sesuai petunjuk. Lekuk tubuhku yang indah terpampang jelas tanpa cela.

Kemudian, aku melangkah keluar kamar. Tali rami yang melilit di antara pahaku bergesekkan setiap kali aku melangkah. Tanpa sadar, aku menggigit bibirku sambil berdiri di depan ayah untuk menunggu penilaiannya.

"Hmm! Bagus."

Tangannya mengelus kepalaku. "Tapi, hari ini kamu harus mengenakan kemeja saat di luar. Sebentar lagi teman Ayah akan datang."

Aku mengangguk patuh. Aku menuruti perintahnya dengan mengenakan kemeja pria longgar yang hanya memperlihatkan kedua kakiku yang jenjang.

Sebelum makan malam, pintu rumahku diketuk. Aku buru-buru membukanya. Senyumku langsung membeku begitu melihat tamu itu.

Bukankah dia pria yang kutemui di bus!

Tatapannya jatuh pada noda basah di antara pahaku. Mata pria itu langsung menggelap.

"Aku sudah lama mendengar Kak Andra punya putri yang sangat cantik. Ternyata itu benar."

Sebuah tangan menyentuh pundakku. Ayahku menarikku mundur dengan cepat.

"Lama nggak ketemu, Kawan. Silakan masuk."

"Kalian saling kenal?"

Aku mengerutkan dahi, khawatir pria itu akan menceritakan kejadian di bus. Jika itu terjadi, pasti ayah akan menghukumku!

Teringat hukuman-hukuman sebelumnya, tubuh bagian bawahku makin basah.

"Dia Om Andra yang sering Ayah ceritakan. Kami berteman sejak kecil, bahkan nama kami sama!"

Teman masa kecil? Teman masa kecil sekeren ini, tapi ayah tidak pernah membawanya pulang?

Pandangan pria itu terus tertuju pada lantai di bawah kakiku, lalu tersenyum penuh arti.

"Adik kecil memang terbuat dari air."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dari Patah Hati Menjadi Tak Tersentuh
8.6
Delapan tahun membina rumah tangga dengan Elvin Ginanjar, gembong mafia narkoba di Nasara, berakhir tragis tepat di hari jadi pernikahan mereka. Sebuah foto mesra Elvin bersama Lina Malloni, sahabat dekatnya, sambil menggendong putra kandungnya, Owen, menjadi bukti pengkhianatan yang nyata. Alih-alih murka, ia hanya membalas dingin sebelum Elvin dan Owen datang menyudutkannya dengan tuduhan kejam. Tanpa ragu, ia menyodorkan tumpukan dokumen yang telah lama ia siapkan demi mengakhiri segalanya.
Sampul Novel Dendamnya, Cinta Abadinya
9.5
Darma Wijoyo dan Jihan Prameswari menguras harta keluargaku serta menghancurkan karierku lewat jebakan kejam. Demi pengobatan ibu, aku terpaksa menuruti ancaman Darma untuk mengakui kesalahan yang tak kuperbuat. Ternyata, janji manis bosku itu palsu; aku hanya dianggap alat tak berharga. Kini, di tengah puing kehancuran dan pengkhianatan pahit, aku bangkit. Rasa sakit ini berubah menjadi tekad membara untuk membalas dendam pada mereka yang telah merenggut segalanya.
Sampul Novel Derita Gadis Ternoda
8.2
Ana adalah gadis polos yang malang. Hidupnya hancur setelah menjadi korban pemerkosaan hingga hamil, yang membuatnya diusir sang ayah. Di Jakarta, ia bertemu Lukman yang baik hati, namun Ana justru mengalami penyiksaan kejam dari Juju, istri Lukman. Di tengah penderitaan dan benih cinta yang mulai dirasakan Lukman padanya, takdir membawa Ana bertemu kembali dengan sosok pria yang dulu menghancurkan kehormatannya. Akankah luka lama itu membelenggu hidupnya?
Sampul Novel Dunia Mimpi Para Jomblo
8.1
Rino Rahman, seorang pemuda yang baru menyelesaikan studinya di Bandung, mendambakan pengalaman asmara yang selama ini belum pernah ia rasakan. Di tengah kesendiriannya, sosok misterius hadir menawarkan bantuan untuk mewujudkan keinginan Rino melalui alam mimpi. Akankah janji pria tersebut menjadi kenyataan indah bagi Rino, ataukah tawaran itu hanyalah bualan kosong belaka? Ikuti perjalanan unik Rino dalam mencari cinta di antara realita dan imajinasi.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota adalah pemuda dua puluh tahun yang sangat malas dan pengangguran. Meski cerdas dalam kelicikan, ia hanya menghabiskan waktu dengan gawainya. Hal ini memicu kekhawatiran mendalam bagi ibunya, Artisa. Sebagai wanita pekerja keras yang juga memiliki sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat buruk putranya secara total. Ia menempuh metode ekstrem dengan mentransformasi fisik Sota. Berhasilkah rencana Artisa mengubah jati diri Sota melalui perubahan tubuh tersebut?
Sampul Novel Mr. Parasite
9.6
Sherly Violeta Dunn terus dipertemukan dengan Dean Austin J, pria berantakan yang hidup luntang-lantung di jalanan. Setelah berkali-kali menolong Dean dari berbagai masalah, Sherly merasa iba melihat sosok kekar namun memelas itu. Meski menyadari sifatnya yang sulit menolak permintaan orang lain, Sherly nekat membawa Dean ke rumahnya. Kini, Dean resmi masuk ke kehidupan Sherly dan siap memanfaatkan kelemahannya demi bertahan hidup di dekat gadis itu.