Sampul Novel Mr. Parasite

Mr. Parasite

9.6 / 10.0
Dalam novel modern Mr. Parasite, Sherly terjebak dalam situasi rumit setelah menampung Dean, pria misterius yang ia temui di jalanan. Sherly harus menghadapi konsekuensi keputusannya saat Dean memanfaatkan kelemahannya. Baca kisah lengkapnya di romance novel ini secara online.
Ringkasan Mr. Parasite
Sherly Violeta Dunn terus dipertemukan dengan Dean Austin J, pria berantakan yang hidup luntang-lantung di jalanan. Setelah berkali-kali menolong Dean dari berbagai masalah, Sherly merasa iba melihat sosok kekar namun memelas itu. Meski menyadari sifatnya yang sulit menolak permintaan orang lain, Sherly nekat membawa Dean ke rumahnya. Kini, Dean resmi masuk ke kehidupan Sherly dan siap memanfaatkan kelemahannya demi bertahan hidup di dekat gadis itu.
Baca Selengkapnya

Mr. Parasite Bab 1

Sherly Violeta Dunn. Gadis manis, mungil dan langsing itu sedang berdiri di depan cermin riasnya. Ia memutuskan menjepit rapi sisi kanan rambutnya untuk sentuhan terakhir penampilannya sebelum dirinya bersiap berangkat ke kantor.

"Hmm ... sempurna, rapi, cantik," gumamnya mematut diri dengan tampilannya yang dirasa sudah memuaskan.

Gadis berusia awal 25 tahun itu tampak puas dengan padu padan baju kerjanya hari ini. Rok terusan formal berwarna putih selutut dipadu dengan blazer navy ringan yang memberikan kesan manis dan anggun.

Sherly sedikit tergesa saat melihat jam tangannya. Ia harus bergegas agar tidak terlambat berangkat ke kantor. Dengan cekatan ia meraih kunci mobil dan tasnya sebelum akhirnya melesat menuju pintu apartemennya. Terburu-buru mengenakan high heels dan menyambar kantong sampah plastiknya sebelum keluar.

Apartemennya merupakan bangunan yang cukup rapi dan strategis dengan pemandangan gunung dan kota yang saling berdampingan. Karena alasan itu Sherly memilih untuk menyewa apartemennya ini. Dengan kualitas udara yang masih segar dan terjaga di pagi hari, menjadi pertimbangan tersendiri untuknya.

"Oh, aku hampir terlambat," gumamnya cemas ketika ia keluar dari lift

Di sebelah tempat parkir mobil para penghuni apartemen, ada satu bagian tersembunyi di sudut bangunan yang merupakan tempat pembuangan sampah. Pagi ini Sherly hendak membuang bungkusan plastik sampah yang dibawanya ke tempat bak pembuangan.

Saat itu, dilihatnya ada seorang pria sedang berjongkok sambil mengais-ngais beberapa kantong sampah plastik yang terbuka dan tercecer di sana. Pria itu tampak serius dengan kegiatannya, sehingga tidak menyadari kehadiran Sherly dari arah belakangnya.

Sherly mengernyit, sedikit ragu untuk maju. Ia merasa sedikit tidak nyaman dengan kehadiran pria itu. Dari belakangnya, ia dapat mengamati penampilan pria itu yang sangat kumal dengan rambut acak-acakan dan celana olah raga serta kaus yang tampak butut yang dikenakannya itu, membuat penampilannya terlihat sangat berantakan. Hingga Sherly menduga pria itu adalah seorang pemulung.

Pria itu menghalangi sebagian besar jalan masuk yang menuju ke bak pembuangan. Mau tidak mau Sherly harus melewati pria itu untuk menjangkau salah satu bak penampungan sampah.

"Maaf ... permisi, Pak," sapanya takut-takut. Pria itu sedikit menoleh mengamati Sherly sekilas, tetapi tidak beranjak dari tempatnya.

"Bisakah saya lewat sebentar?" ucapnya kikuk sambil memperlihatkan tentengan plastik sampahnya.

Pria itu berdehem, dan tanpa mengatakan apa-apa dengan segera ia berdiri. Badannya tampak begitu menjulang di hadapan Sherly yang bertubuh mungil setelah pria itu berdiri tegak.

Sherly refleks sedikit mendongak untuk mengamati wajah pria tersebut. Kedua matanya tertutup poni yang acak-acakan sehingga ia tidak dapat melihat keseluruhan wajahnya. Rambutnya yang agak panjang terkesan sangat berantakan karena sebagian besar menutupi lehernya. Entah mengapa Sherly merasa sangat gemas hingga ia berpikir ingin sekali rasanya menguncir semua rambut berantakan pria itu.

Pria itu berdehem lagi, seolah memberi isyarat dan mengingatkan agar Sherly segera membuang sampahnya.

"Ah,... ya, maaf!" Sherly refleks membuyarkan pikiran anehnya tentang pria itu. Ia merasa sedikit malu karena sudah berlaku tidak sopan. Sherly kemudian berjalan mendekati bak-bak sampah yang besar untuk segera memasukkan sampahnya. Setelah itu bergegas menuju parkiran mobil.

Sherly sempat menengok sebentar ke belakang untuk memastikan lagi keberadaan pria itu. Benar saja, sekepergiannya, pria itu kembali berjongkok untuk mengais-ngais kantong sampah yang sudah terbuka di hadapannya.

Aneh! Pikir Sherly. Baru kali ini dilihatnya ada seorang pemulung yang berkeliaran di sekitar apartemennya. Tak mau berlama-lama lagi, tanpa pikir panjang ia segera menancap gasnya untuk berangkat ke kantor.

Sesampainya...

Kantor tempatnya bekerja merupakan sebuah perusahaan game online yang cukup maju. Sherly adalah seorang asisten pribadi pemilik perusahaan game online yang bernama Cutie Pie.

"Kau terlambat lima menit Sher," sambut Lucy ketika dirinya memasuki ruangan luas di lantai tiga dimana tempatnya bekerja. Sherly hanya meringis kecil.

Sherly membuka pintu ruang kerja Nick, pemilik sekaligus CEO tempatnya bekerja.

"Morning bos!" sapa Sherly sambil bergegas memasuki ruangan.

Tempat kerjanya berada dalam satu ruangan dengan Nick. Dilihatnya Nick bosnya itu sedang memeriksa berkas di atas mejanya.

"Hari ini kau terlambat lima menit," balasnya singkat.

"Maaf bos karena sudah datang terlambat." Sherly memasang wajah menyesalnya. "Tadi sebelum berangkat saat aku akan membuang sampah, ada pemulung di apartemen kami yang sedang mengais-ngais bak sampah dan menghalangi jalanku dan ..."

"Pemulung?" potong Nick heran. Nick tergelak sambil menggeleng, "Kali ini ceritamu tidak masuk akal. Tidak mungkin ada pemulung yang berani masuk ke sana. Bukankah pos penjagaan apartemen kalian selalu siap 24 jam?"

"Terserah kalau tak percaya, boleh aku membuat kopi dulu, please? Karena tadi aku tak sempat sarapan."

"No. Tak akan sempat. Ayo ikut aku segera, kita sudah terlambat janji temu dengan perusahaan periklanan"

"Oh Nick ..." balas Sherly merajuk. Baru saja sedetik dirinya meletakkan tas kerja, sekarang sudah harus bergegas pergi lagi.

"Cepatlah!" balas Nick. Walau umurnya selisih 5 tahun lebih muda dari Nick, Sherly memanggil bosnya hanya dengan sebutan nama. Begitu juga saat berada disekitar kantor. Pasalnya, Nick tidak mau dipanggil pak atau tuan, atau semacamnya oleh para karyawan kantornya.

Nick menerapkan konsep ringan dan santai untuk perusahaannya, yang memang khusus memproduksi game-game imut dan lucu untuk anak-anak, gadis remaja, dan para wanita. Konsep yang diusung perusahaan game yang didirikan Nick adalah ceria, imut, dan cantik. Seperti gadis yang sekarang berada di sampingnya ini.

Sekeluarnya dari lift, Nick tidak langsung menuju pintu utama. Ia berbelok ke arah kafe kantor yang berada di pojok pintu masuk utama.

Sherly yang sedari tadi memeriksa jadwal Nick dari ponselnya, belum menyadari ketika Nick berbelok ke arah kafe. Nick sampai harus kembali berbalik dan menarik lengan Sherly yang masih tertinggal di belakangnya.

"Hentikan kebiasaanmu menatap ponsel saat sedang berjalan." Nick mengarahkan Sherly pada salah satu kursi kafe. Ia meninggalkan Sherly sebentar dan berbalik sambil menyodorkan bungkusan sandwich dan segelas kopi yang sudah ia pesan sebelumnya.

"Makanlah nanti selagi aku menyetir." ucapnya.

Sherly terkejut, tetapi kemudian tersenyum senang. Nick selalu baik kepadanya dan selalu memberinya kemudahan dalam bekerja.

"Wow ... thanks Bos!" balasnya senang.

Nick tersenyum, "Aku tak mungkin membiarkanmu bekerja dalam keadaan lapar." ucapnya.

Nick sangat puas jika dapat membuat Sherly ceria. Dan salah satu hal yang Nick tahu benar untuk menyenangkan gadis itu adalah makanan.

******

Seorang pria bertopi dan berbaju serba hitam terlihat mengendap-endap di antara bangunan sempit pertokoan. Dia mengikuti sesosok pria lainnya yang sedang berjalan tergesa-gesa di depannya.

Sebisa mungkin ia mencoba berbaur dan berlindung di antara lalu-lalang orang-orang yang melintas. Saat ada kesempatan, pria yang tergesa-gesa tersebut berbelok dengan cepat pada salah satu gang sempit dan melompat masuk melewati tembok yang menghubungkan salah satu bangunan yang ada di dekatnya, yaitu "Heaven Nightclub".

Si pria pengejar berhenti. Ia celingukan dan mencari-cari di antara gang sempit tersebut. Sadar karena sasarannya menghilang, ia membuka topinya dan melemparnya dengan kesal di pinggir trotoar jalan.

"Sial!" umpatnya.

Dilihatnya bangunan berlantai tiga yang ada dibelakangnya dengan seksama. Sebuah club malam berdiri disana. Karena sekarang masih siang hari, club itu masih tutup.

"Heaven Nightclub" tepat pria itu menghilang di belakang bangunan ini. Dalam hati, si pengejar itu bertekad akan kembali lagi segera ke tempat ini.

Jika tertangkap habislah kau! Batinnya geram.

*******

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Mr. Parasite

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel 30 Days With Mr. Vague
8.1
Rose terkejut saat tahu penculiknya adalah Louton Vague, pewaris kaya yang selama ini terlihat berwibawa. Di balik paras tampannya, Louton ternyata pria kejam dan misterius. Namun, interaksi intens selama penyekapan membuat Rose menyadari ada luka batin yang menyiksa Louton. Meski tersakiti, Rose justru merasa iba dan ingin memperbaiki sisi gelap pria itu. Kini ia terjebak dilema antara melaporkan kejahatan Louton atau mengikuti hatinya untuk terus membantu sang miliarder.
Sampul Novel Aku Diabaikan Saat Setia
9.2
Bertahun-tahun Tisni harus menelan pahitnya pengabaian dari sang suami yang justru membiarkannya menghabiskan waktu bersama pria lain. Rasa sepi yang mendalam dan ketidakpedulian pasangannya perlahan menghancurkan kesetiaan yang ia jaga. Kini, Tisni berada di titik jenuh dan berniat untuk pergi mengakhiri penderitaannya. Apakah keputusannya untuk meninggalkan pernikahan itu merupakan sebuah kesalahan? Kisah perjuangan hati yang mencari kebahagiaan sejati.
Sampul Novel Aku Tidak Mau Dimadu
8.4
Kehidupan rumah tangga Tiara Maheswari yang terlihat harmonis ternyata menyimpan rahasia kelam. Reno Sebastian, suami yang selama ini tampak sangat mencintai istrinya, rupanya telah mengkhianati janji suci mereka. Tanpa sepengetahuan Tiara, Reno telah membagi hati dan menikah lagi secara diam-diam dengan wanita lain. Kini, Tiara berada di persimpangan jalan yang sulit. Haruskah ia tetap bertahan demi pernikahan mereka, atau memilih pergi meninggalkan Reno selamanya?
Sampul Novel Bagaikan Debu Bertemu Mercusuar
8.6
Memasuki tahun kedua pernikahan, Velia harus menghadapi kelakuan kejam suaminya, Chris Dirja, yang membawa pulang seorang wanita muda. Chris sengaja memprovokasi Velia agar mencari pemuda lain sebagai bentuk siksaan mental yang biasa ia lakukan. Namun, permainan manipulatif ini berubah arah ketika Velia benar-benar membuka hatinya untuk pria muda lain. Saat Chris menemukan bekas cakaran baru di pinggang selingkuhan muda Velia, kemarahan dan kecemburuan sang miliarder akhirnya meledak tak terkendali.
Sampul Novel Mahkota Murka
8.3
Pasca diselamatkan Amelia Hopewell, Edmund Nash justru membalas budi dengan menghancurkan bisnis keluarga penyelamatnya itu. Saat ayah Amelia kritis, Edmund yang ternyata bos kriminal kejam sengaja menutup akses dana demi menuruti kemauan Rosalyn. Amelia terkejut mendapati tunangan tercintanya adalah dalang di balik penderitaannya selama tiga tahun. Dipenuhi amarah atas pengkhianatan keji ini, Amelia segera mengerahkan pasukannya untuk menghancurkan Edmund dalam waktu tiga hari saja.
Sampul Novel Sang Pelindung (Dewa Perang)
7.8
Enam tahun silam, sosok petarung elite ini dijebak hingga lumpuh dan mendekam di penjara, meninggalkan istrinya dalam penderitaan mendalam. Kini, ia telah bangkit kembali sebagai Dewa Perang yang memiliki kekuasaan serta kekayaan tak terbatas. Setelah mencapai puncak tertinggi dalam dunia seni bela diri, ia bertekad melindungi sang istri. Dengan menggenggam tangan wanita itu, ia kini siap mendominasi seluruh dunia dan membalaskan segala ketidakadilan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan