Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Om Teman Masa Kecil Ayah

Om Teman Masa Kecil Ayah

Perjalanan pulang menggunakan bus tidur di malam hari berubah menjadi momen yang tak terlupakan. Setelah kembali dari toilet dalam keadaan kabin gelap gulita, petaka manis terjadi saat salah meraba tirai ranjang. Bukannya memeluk boneka silikon yang baru dibeli untuk memuaskan hasrat pribadi, tindakan salah kamar ini justru berujung pada dekapan intim seorang pria. Di balik tirai sempit itu, pergulatan gairah yang panas dan intens pun tidak lagi dapat terhindarkan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Di meja makan, ayahku dan pria itu masing-masing menyantap semangkuk sup torpedo sapi. Selain itu, di atas meja juga tersedia torpedo kambing, kucai, dan minuman penambah stamina...

Aku mendapatkan sup khusus racikan ayah, katanya untuk memperbaiki kualitas tidur.

Setelah meminum sup itu, aku memang tidur nyenyak sepanjang malam, tapi efek sampingnya membuat tubuhku pegal-pegal di siang hari.

Pria itu ingin mencicipi supku, tapi dihentikan oleh ayahku yang mengedipkan mata pada Om Andra.

"Nanti malam aku traktir makan enak. Sup ini harus diminum Elisa sendiri."

Setelah mengatakannya, Om Andra menunjukkan senyum mengejek dan bertukar pandangan dengan ayahku.

Komunikasi antar pria memang aneh, aku sama sekali tidak memahaminya.

Baru setengah mangkuk sup kuteguk, tubuhku sudah dipenuhi keringat seperti berada di ruang sauna. Aku menatap ayahku dengan pandangan meminta pertolongan.

Tidak disangka, dia justru sedang menikmati torpedo sapi itu dengan serius. Akhirnya, aku pergi sendiri ke kamar mandi.

Begitu pintu tertutup, pria bertubuh tinggi besar itu menyusul masuk dan mengunci pintu. Andra merobek kancing bajuku dengan mudah. "Dasar jalang, sudah nggak tahan, ya?"

Sambil mengatakannya, tangannya meraba ke antara pahaku.

Wajahku langsung memerah, pikiranku dipenuhi kejadian semalam di bus.

Hari ini, Andra mengenakan setelan jas khusus yang dibuat tangan. Dia terlihat dingin, tapi sangat menawan. Andai saja dia mengenakan jas itu saat bercinta denganku, itu pasti akan terasa luar biasa.

"Melamun lagi?" Andra tampak tidak senang dan menghukumku dengan penetrasi kasar. Aku buru-buru menutup mulutku, takut ayahku mendengar suaraku.

Aku menggeleng. "Nggak boleh, benaran nggak boleh!"

"Kenapa nggak boleh?" Tatapannya menusuk. "Berpakaian seperti ini di rumah, apa yang masih kamu takutkan? Ayahmu itu mesum, kamu juga sama. Baru diperlakukan seperti ini saja sudah basah kuyup."

Aku menggeleng lebih kencang dan berbisik memohon, "Ayahku akan dengar."

"Kalau begitu mari kita lakukan bersama. Tubuhmu yang sudah terlatih seperti ini, yakin belum pernah dipakainya?" ujarnya dengan suaranya parau. Gerakan Andra makin cepat dan ketika jarinya menarik diri, dia berjongkok dan sensasi hisapan yang basah langsung menyelimutiku.

Gelombang kenikmatan menerjang, aku segera menggigit ujung bajuku untuk menahan erangan.

Pria itu menarik bajuku dari mulutku. "Berteriaklah! Panggil ayahmu ke sini."

"Jangan, kumohon." Tanganku bergerak panik.

Ketegangan karena hampir ketahuan dan gelombang kenikmatan yang menerjang, membuat seluruh perlawananku menghilang tanpa bekas.

Aku menginginkan lebih. Aku menginginkannya, aku sangat menginginkannya!

Melihatku yang tidak lagi melawan, pria itu berdiri sambil menggenggam lenganku. "Ayo keluar seperti ini. Kita nikmati dirimu di meja makan, bagaimana?"

Seluruh tubuhku gemetar. Gelombang kenikmatan membuatku hampir gila, tapi dia sengaja tidak memberikannya padaku. Aku tidak peduli lagi, aku membasahi jariku sendiri dan menyelipkannya ke bawah.

Masih belum cukup!

Rintihan, suara basah, dan napas berat bersahutan. Aku seperti pecandu seks yang sudah kehilangan akal.

Kubuka bibir kecilku sedikit dan mengarahkannya ke ujungnya. Mataku basah oleh hasrat, sudut mata yang kemerahan menambah aura menggairahkan.

"Sialan! Dasar jalang! Hari ini, aku akan mempermalukanmu di depan ayahmu!"

Pria itu menekanku ke wastafel, ujungnya baru saja masuk.

"Kalian sedang apa!"

Ayah membuka pintu toilet dengan wajah suram. Melihat posisi kami yang intim, sorot matanya makin gelap. Dia mengulang ucapannya sekali lagi.

"Ayah sudah bilang, nggak boleh ada pria lain yang menyentuhmu kecuali Ayah. Kalau nggak, kamu akan dihukum!"

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B97105" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B97105
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dari Patah Hati Menjadi Tak Tersentuh
8.6
Delapan tahun membina rumah tangga dengan Elvin Ginanjar, gembong mafia narkoba di Nasara, berakhir tragis tepat di hari jadi pernikahan mereka. Sebuah foto mesra Elvin bersama Lina Malloni, sahabat dekatnya, sambil menggendong putra kandungnya, Owen, menjadi bukti pengkhianatan yang nyata. Alih-alih murka, ia hanya membalas dingin sebelum Elvin dan Owen datang menyudutkannya dengan tuduhan kejam. Tanpa ragu, ia menyodorkan tumpukan dokumen yang telah lama ia siapkan demi mengakhiri segalanya.
Sampul Novel Dendamnya, Cinta Abadinya
9.5
Darma Wijoyo dan Jihan Prameswari menguras harta keluargaku serta menghancurkan karierku lewat jebakan kejam. Demi pengobatan ibu, aku terpaksa menuruti ancaman Darma untuk mengakui kesalahan yang tak kuperbuat. Ternyata, janji manis bosku itu palsu; aku hanya dianggap alat tak berharga. Kini, di tengah puing kehancuran dan pengkhianatan pahit, aku bangkit. Rasa sakit ini berubah menjadi tekad membara untuk membalas dendam pada mereka yang telah merenggut segalanya.
Sampul Novel Derita Gadis Ternoda
8.2
Ana adalah gadis polos yang malang. Hidupnya hancur setelah menjadi korban pemerkosaan hingga hamil, yang membuatnya diusir sang ayah. Di Jakarta, ia bertemu Lukman yang baik hati, namun Ana justru mengalami penyiksaan kejam dari Juju, istri Lukman. Di tengah penderitaan dan benih cinta yang mulai dirasakan Lukman padanya, takdir membawa Ana bertemu kembali dengan sosok pria yang dulu menghancurkan kehormatannya. Akankah luka lama itu membelenggu hidupnya?
Sampul Novel Dunia Mimpi Para Jomblo
8.1
Rino Rahman, seorang pemuda yang baru menyelesaikan studinya di Bandung, mendambakan pengalaman asmara yang selama ini belum pernah ia rasakan. Di tengah kesendiriannya, sosok misterius hadir menawarkan bantuan untuk mewujudkan keinginan Rino melalui alam mimpi. Akankah janji pria tersebut menjadi kenyataan indah bagi Rino, ataukah tawaran itu hanyalah bualan kosong belaka? Ikuti perjalanan unik Rino dalam mencari cinta di antara realita dan imajinasi.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota adalah pemuda dua puluh tahun yang sangat malas dan pengangguran. Meski cerdas dalam kelicikan, ia hanya menghabiskan waktu dengan gawainya. Hal ini memicu kekhawatiran mendalam bagi ibunya, Artisa. Sebagai wanita pekerja keras yang juga memiliki sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat buruk putranya secara total. Ia menempuh metode ekstrem dengan mentransformasi fisik Sota. Berhasilkah rencana Artisa mengubah jati diri Sota melalui perubahan tubuh tersebut?
Sampul Novel Mr. Parasite
9.6
Sherly Violeta Dunn terus dipertemukan dengan Dean Austin J, pria berantakan yang hidup luntang-lantung di jalanan. Setelah berkali-kali menolong Dean dari berbagai masalah, Sherly merasa iba melihat sosok kekar namun memelas itu. Meski menyadari sifatnya yang sulit menolak permintaan orang lain, Sherly nekat membawa Dean ke rumahnya. Kini, Dean resmi masuk ke kehidupan Sherly dan siap memanfaatkan kelemahannya demi bertahan hidup di dekat gadis itu.