Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Om Teman Masa Kecil Ayah

Om Teman Masa Kecil Ayah

Perjalanan pulang menggunakan bus tidur di malam hari berubah menjadi momen yang tak terlupakan. Setelah kembali dari toilet dalam keadaan kabin gelap gulita, petaka manis terjadi saat salah meraba tirai ranjang. Bukannya memeluk boneka silikon yang baru dibeli untuk memuaskan hasrat pribadi, tindakan salah kamar ini justru berujung pada dekapan intim seorang pria. Di balik tirai sempit itu, pergulatan gairah yang panas dan intens pun tidak lagi dapat terhindarkan.
Bab
Bagikan

Bab 1

Di dalam bus tidur saat perjalanan pulang di hari liburan, aku yang memang memiliki hasrat tinggi tidak tahan ingin memeluk boneka silikon khusus yang baru aku beli untuk memuaskan diri.

Setelah kembali dari toilet, lampu bus sudah dimatikan dan seluruh kabin gelap gulita. Aku meraba-raba masuk ke dalam tirai ranjangku.

"Jangan di sana. Kamu terlalu besar. Nanti rusak."

Tanpa banyak bicara, pria itu mengangkat kakiku di bahunya. Benda panasnya yang besar menekan bagian intimku.

Aku menggelengkan kepala tidak karuan, napasku tersengal-sengal, air mata dan liurku bercampur menjadi satu, menetes ke seluruh lantai.

"Aku salah. Cepat masukkan."

Benda keras itu langsung menusuk ke dalam. Aku sampai memutarkan bola mata karena terlalu nikmat.

"Kalau terus dipegang, ini akan berakhir sampai penetrasi penuh."

Namaku Elisa Ganendra, sejak lahir mengidap kelaparan sentuhan dan kecanduan seks. Karena itu, aku membeli banyak mainan pemuas nafsu.

Namun, itu belum cukup. Akhirnya, aku menghabiskan banyak uang untuk memesan boneka pria seukuran tubuh manusia, lengkap dengan mainan ukuran ekstra besar. Sejak itu, aku tidak bisa lepas darinya, bahkan di perjalanan pulang aku selalu membawanya untuk merasakan sensasi yang menggairahkan.

Tiba-tiba aku mendengar suara napas berat.

Aku terkejut mendengar suara itu, lalu diam-diam merasa senang. "Boneka silikon ini ternyata bisa bicara."

Aku makin bersemangat menggerakkan tubuh di atasnya.

Suhu tubuhku meningkat, bahkan napas boneka silikon itu makin berat.

"Sudah puas menyentuhnya?"

Seketika aku tersadar. Ternyata yang di bawahku adalah manusia sungguhan!

Pria itu mencengkeram pahaku, matanya masih berbinar penuh nafsu.

Dia mencengkeram daguku, lalu memaksakan jari telunjuknya untuk masuk ke mulutku.

"Berani-beraninya naik ke ranjang pria di bus seramai ini. Benar-benar jalang."

Aku langsung mendorongnya kuat-kuat, suara detak jantungku terdengar begitu jelas di ruang sempit itu. "Kenapa kamu ada di tempat tidurku? Cepat pergi!"

Meskipun dirinya memang tidak bisa jauh dari pria, tapi di balik tirai itu ada banyak orang yang sedang pulang kampung. Ini… ini terlalu menegangkan.

Pria itu mengangkat alisnya, lalu langsung memelukku dari belakang, tangannya yang besar meremas dadaku.

"Ini ranjangku. Kamu pergi, atau kita lanjutkan sampai selesai?"

"Jangan, jangan!"

Aku buru-buru melambaikan tangan sambil tersenyum canggung, lalu memeriksa nomor kursi. Ternyata aku yang salah duduk.

Boneka silikon itu terbaring di seberang pria itu.

"Yang palsu nggak akan bisa mengalahkan yang asli."

Suara tawa rendahnya yang menggoda bergema di telingaku. Dia menggenggam tanganku, lalu menuntun tanganku dari dada berototnya turun ke bagian bawah yang terasa panas.

"Kalau nggak diselesaikan, bakal nggak nyaman. Kamu yakin bisa menahannya? Atau mau melakukannya dengan si boneka?"

Hembusan napas khas pria menyapu leherku dan bibirnya yang panasnya membuatku limbung. Tanpa kusadari, dia telah membawaku masuk ke toilet bus.

Saat ujung jaket tudungku tersingkap, kesadaranku kembali sesaat. Aku mencengkeramnya erat dan enggan melepaskannya.

"Nggak mau?"

Setelah mengatakannya, tangan pria itu langsung menyusup ke area sensitifku. Seketika tubuhku tersentak saat dia menekannya pelan.

"Masih bilang nggak suka? Sudah basah begini."

Godaan yang terus menyerang dan perut kotaknya yang terlihat, membuatku kembali kehilangan kendali.

Tangan besar pria itu membelai pinggangku, lalu menggenggam tanganku dan menuntunnya ke ikat pinggangnya.

Benda itu melonjak keluar dan hampir saja menyentuh wajahku. Itu sangat besar.

Bahkan di film-film yang aku tonton tidak ada yang sebesar ini. Bisakah aku mengatasinya?

Tidak ada rasa takut, yang ada hanya gairah untuk segera menyambutnya ke dalam diriku.

Pria itu menekan kepalaku dan mulutku langsung terisi penuh. Namun, aku sama sekali tidak merasa tidak nyaman, aku justru menginginkan lebih... lebih lagi.

Seolah memahami kegelisahanku, pria itu akhirnya mengangkat tubuhku sambil berbisik, "Om akan membantumu melepaskan hasrat."

Ladang bungaku yang sudah lama basah tidak mampu menahan kehadiran benda asing, dua jari itu pun dengan mudah menyusup masuk, membuat seluruh tubuhku terus gemetar.

Hasratku membara, suara desahanku tidak bisa kutahan lagi. Aku hampir sampai!

"Apa ada orang di toilet? Sudah lama sekali, kenapa masih belum keluar?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dari Patah Hati Menjadi Tak Tersentuh
8.6
Delapan tahun membina rumah tangga dengan Elvin Ginanjar, gembong mafia narkoba di Nasara, berakhir tragis tepat di hari jadi pernikahan mereka. Sebuah foto mesra Elvin bersama Lina Malloni, sahabat dekatnya, sambil menggendong putra kandungnya, Owen, menjadi bukti pengkhianatan yang nyata. Alih-alih murka, ia hanya membalas dingin sebelum Elvin dan Owen datang menyudutkannya dengan tuduhan kejam. Tanpa ragu, ia menyodorkan tumpukan dokumen yang telah lama ia siapkan demi mengakhiri segalanya.
Sampul Novel Dendamnya, Cinta Abadinya
9.5
Darma Wijoyo dan Jihan Prameswari menguras harta keluargaku serta menghancurkan karierku lewat jebakan kejam. Demi pengobatan ibu, aku terpaksa menuruti ancaman Darma untuk mengakui kesalahan yang tak kuperbuat. Ternyata, janji manis bosku itu palsu; aku hanya dianggap alat tak berharga. Kini, di tengah puing kehancuran dan pengkhianatan pahit, aku bangkit. Rasa sakit ini berubah menjadi tekad membara untuk membalas dendam pada mereka yang telah merenggut segalanya.
Sampul Novel Derita Gadis Ternoda
8.2
Ana adalah gadis polos yang malang. Hidupnya hancur setelah menjadi korban pemerkosaan hingga hamil, yang membuatnya diusir sang ayah. Di Jakarta, ia bertemu Lukman yang baik hati, namun Ana justru mengalami penyiksaan kejam dari Juju, istri Lukman. Di tengah penderitaan dan benih cinta yang mulai dirasakan Lukman padanya, takdir membawa Ana bertemu kembali dengan sosok pria yang dulu menghancurkan kehormatannya. Akankah luka lama itu membelenggu hidupnya?
Sampul Novel Dunia Mimpi Para Jomblo
8.1
Rino Rahman, seorang pemuda yang baru menyelesaikan studinya di Bandung, mendambakan pengalaman asmara yang selama ini belum pernah ia rasakan. Di tengah kesendiriannya, sosok misterius hadir menawarkan bantuan untuk mewujudkan keinginan Rino melalui alam mimpi. Akankah janji pria tersebut menjadi kenyataan indah bagi Rino, ataukah tawaran itu hanyalah bualan kosong belaka? Ikuti perjalanan unik Rino dalam mencari cinta di antara realita dan imajinasi.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota adalah pemuda dua puluh tahun yang sangat malas dan pengangguran. Meski cerdas dalam kelicikan, ia hanya menghabiskan waktu dengan gawainya. Hal ini memicu kekhawatiran mendalam bagi ibunya, Artisa. Sebagai wanita pekerja keras yang juga memiliki sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat buruk putranya secara total. Ia menempuh metode ekstrem dengan mentransformasi fisik Sota. Berhasilkah rencana Artisa mengubah jati diri Sota melalui perubahan tubuh tersebut?
Sampul Novel Mr. Parasite
9.6
Sherly Violeta Dunn terus dipertemukan dengan Dean Austin J, pria berantakan yang hidup luntang-lantung di jalanan. Setelah berkali-kali menolong Dean dari berbagai masalah, Sherly merasa iba melihat sosok kekar namun memelas itu. Meski menyadari sifatnya yang sulit menolak permintaan orang lain, Sherly nekat membawa Dean ke rumahnya. Kini, Dean resmi masuk ke kehidupan Sherly dan siap memanfaatkan kelemahannya demi bertahan hidup di dekat gadis itu.