Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Not a Stuntman!

Not a Stuntman!

Alin Arshavina terpaksa menggantikan kakak tirinya, Friska, untuk menikahi Evano Xander yang dikenal kasar. Pernikahan mendadak ini terjadi karena Friska kecelakaan tepat di hari sakral tersebut. Evano, asisten pribadi CEO yang sinis, menganggap semua wanita hanya mengejar harta. Saat Friska pulih dan menuntut posisinya kembali, Alin terjebak dilema. Meski ingin setia pada komitmen sekali seumur hidup, sikap buruk Evano dan gangguan Friska terus menguji keteguhan hatinya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Dua minggu berlalu, hari ini merupakan pernikahan Friska dan Evano. Riga sudah mempersiap pesta mewah untuk sang Anak. Meskipun ditentang keras oleh Evano, tapi Riga tetap kekeh dengan keputusannya. Ia juga mengundang reporter untuk meliput hari penting tersebut.

Riga sengaja membuat acara besar-besaran untuk membuktikan pada Tisya—mantan isterinya, bahwa ia kini sudah menjadi orang sukses dan terkenal. Tisya merupakan ibu Evano Xander yang meninggalkan suami dan putranya demi lelaki yang lebih kaya. Saat itu Riga belum sesukses sekarang, ia baru mulai merintis karir. Namun, Tisya tidak bisa hidup sederhana. Ia memilih berselingkuh dan meninggalkan sang putra yang baru menginjak usia 10 tahun.

“Vano, apa calon isterimu sudah datang?” tanya Riga dengan wajah panik.

Hanya tinggal beberapa saat lagi menjelang ijab, tapi tak satu pun dari pihak calon mempelai wanita yang tiba.

“Tidak tahu, Pa!” jawab Evano cuek.

Ia tidak peduli dengan pernikahan tersebut, Evano menerimanya hanya untuk membuat sang papa senang. Selama ini, Riga sudah banyak berkorban untuk Evano. Anggaplah ini sebagai bentuk bakti Evano pada Riga.

Di waktu yang sama, Friska masih disibukkan perihal riasan wajah yang terlalu natural. Padahal ia sudah terlihat cantik, tapi Friska menginginkan make up yang glamour. Akhirnya, ia menjadi terlambat datang ke pernikahan.

“Mau ngapain kamu?” Friska mencekal tangan Alin kuat.

“Mau masuk, Kak.”

“Heh. Saya tidak sudi berangkat satu mobil dengan kamu!” ketus Friska menghempas tangan Alin.

“Terus aku berangkat dengan apa, Kak?” Alin berusaha tetap bersikap baik.

“Bukan urusanku!” Friska masuk dan menutup pintu mobil kencang.

Alin hanya bisa mengehela nafas berat menghadapi sikap Friska. Ingin rasanya Alin tidak datang saja, tapi bagaimanapun Friska adalah kakaknya. Darah yang sama mengalir dalam tubuh mereka.

Alin memutuskan tetap berangkat dengan mobil yang biasa dipakai sang ayah. Sesaat rasa rindu menyusup dalam hati Alin. Kenangan bersama Firman menari-nari dalam pikiran Alin.

“Aku rindu, Pa!” lirih Alin. Setetes air mata jatuh tanpa bisa dielakkan.

Alin telah tiba di depan rumah megah bak istana. Meskipun rumah Alin juga terbilang mewah, tapi tak sebanding dengan yang ada di hadapannya ini.

“Alin?” sapa Riga.

“Iya, Om?”

“Friska mana? Orang-orang sudah menunggu sejak tadi, loh.”

“Kak Friska sudah berangkat duluan dengan tante Heera, Om. Apa mereka belum tiba?” tanya Alin bingung.

Riga menggeleng. Saat ia ingin buka suara, seorang pelayan datang tergopoh-gopoh menghampiri mereka.

“Maaf, Tuan! hosh, hosh.”

“Ada apa?”

“Itu, Tuan! Nona Friska, Hosh.” Wajah pelayan itu terlihat berkeringat.

“Ada apa dengan Friska? Bicara yang jelas,” tukas Riga mulai tak sabar.

“Nona Friska mengalami kecelakaan, Tuan.”

“Apa?” pekik Alin menutup mulut.

“Mbak, tahu dari mana? Lalu, bagaimana keadaan kakak dan tante saya?” tanya Alin. Air mata Alin meluncur begitu saja.

“Nyonya Heera baik-baik saja, tapi nona Friska dilarikan ke rumah sakit.” Pelayan itu berbicara sedikit berbisik.

“Aku harus ke rumah sakit, Om!” Alin kontan berlari ke mobil. Ia sangat khawatir dengan kondisi sang kakak. Kendati Friska sering berbuat tidak baik, tapi Alin sangat menyayangi sang kakak.

“Alin, tunggu!” Riga menahan tangan kanan Alin.

Sontak Alin berbalik, “Kamu harus bantu, Om!” pinta Riga.

“Bantu apa, Om?”

Riga tampak berpikir sejenak, “Kamu harus menggantikan Friska menikah dengan Evano!”

Seketika Alin membeku, permintaan Riga terdengar tidak masuk akal bagi Alin. Tidak mungkin ia menikah dengan calom suami kakaknya, sedangkan Friska tengah berbaring lemah di rumah sakit.

“Tidak mungkin, Om!” tolak Alin.

Ia menarik nafas dalam sebelum berkata, “Evano calon suami kakakku. Bagaimana bisa aku menikah dengannya?”

“Tidak ada yang salah, Alin. Kamu juga merupakan putri Firman, bukan?

“Om, mohon! Kamu gantikan Friska, ya?” Riga memegang kedua bahu Alin dengan raut wajah memelas.

“Aku tidak bisa, Om!” tolak Alin sembari menggeleng-gelengkan kepala.

Ia melepaskan tangan Riga yang masih berada di bahunya, kemudian melangkah pergi.

Lagi-lagi Riga mencekal tangan Alin, “Tunggu!”

Riga tidak akan melepaskan Alin begitu saja. Selain tidak ingin menanggung malu, ia lebih menyukai Alin untuk menjadi menantunya.

“Om akan menghubungi, Heera. Jika dia memberikan izin kamu menggantikan Friska, maka kamu tidak bisa menolak, Alin!” tegas Riga.

“Tapi—” ucapan Alin terhenti, saat ia mendengar suara Heera dari ponsel Riga.

“Halo, Tuan!”

“Anda di mana, Nyonya?”

“Saya di rumah sakit, Tuan. Kami mengalami kecelakaan saat menuju ke sana. Fris–ka, Tuan. Dia koma,” ujar Heera mulai terisak.

Mendengar penuturan Heera, Alin kembali menjatuhkan air mata. Rasa takut kehilangan menguasai diri Alin. Baru 14 hari yang lalu ia kehilangan sang papa, sekarang saudara satu-satunya juga berjuang antara hidup dan mati.

“Kalau begitu, izinkan Alin yang menggantikan Friska menikah dengan Evano!”

Seketika tangis Heera berubah menjadi Amarah, “Apa maksud anda, Tuan? Seharusnya anda bersimpati pada putri saya, tapi dengan mudahnya anda meminta Alin menggantikan posisi Friska. Anda jangan main-main dengan saya, Tuan!” bentak Heera.

“Tenang, Nyonya! Kenapa anda sangat marah? Alin juga putri Firman, jadi tidak ada yang salah.” Riga berucap tanpa beban.

“Tapi, Friska yang menjadi calon isteri Evano.”

“Firman tidak pernah mengatakan putri mana yang akan dinikahkan dengan putra saya, Nyonya.”

“Saya tidak akan mengizinkan Alin mengantikan posisi Friska,” tegas Heera.

Menikahkan Friska dengan Evano merupakan jembatan untuk menjadi orang kaya. Heera tidak akan melepaskan kesempatan yang sudah di depan mata begitu saja. Terlebih bukan hanya harta yang akan didapatkan, tapi juga status sosial.

“Tidak masalah! Asal anda mampu mengganti biaya yang saya keluarkan untuk acara pernikahan hari ini,” lontar Riga menantang.

“Berapa biayanya?”

“1 Triliun”

Heera terpaku, dari mana ia akan mendapatkan uang sebanyak itu. Semasa Firman masih hidup saja, ia tidak pernah memegang uang lebih dari 100 juta. Sekarang Riga meminta ganti rugi dengan angka fantastis itu. Mustahil!

“Bagaimna, Nyonya?” tanya Riga.

“Saya tidak punya uang sebanyak itu,” cicit Heera.

“Oke! Berarti anda setuju Alin yang menikah dengan Evano.” Riga mematikan telepon tanpa menunggu respon dari Heera.

“Kamu dengar sendiri ‘kan? Heera sudah menyetujuinya,” Riga tersenyum ke arah Alin.

“Tante tidak setuju. Om yang memutuskan secara sepihak,” sungut Alin.

“Ayo kita masuk! Pernikahan Akan segera dimulai.”

“Aku harus melihat kondisi kak Friska, Om.”

“Om akan mengizinkan kamu pergi setelah pesta selesai,” tutur Riga tetap menarik tangan Alin.

Selama Alin didandani, ia terus saja menangis. Perasaannya campur aduk; antara takut, khawatir, dan rasa bersalah menjadi padu dalam hati. Andai masih ada pilihan lain, mungkin Alin akan memilih jalan itu.

“Apakah sudah siap?”

Bersambung ...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Api Cemburu Ladyboy
7.9
Apa jadinya saat Diandra, gadis tomboy pecinta motor, dipaksa bertunangan dengan Handoko? Di balik kekayaannya, Handoko menyimpan obsesi unik untuk tampil anggun menyerupai ibunya. Meski ia berniat berubah, kehadiran Diandra justru memicu konflik besar yang mengancam hubungan mereka hingga di ambang kehancuran. Di tengah gejolak emosi dan rintangan yang ada, mampukah benih cinta yang mulai tumbuh menyatukan dua kepribadian yang sangat bertolak belakang ini?
Sampul Novel Gairah Liar Sang Mantan
8.2
Kejadian tak terduga menimpaku saat kakek melakukan tindakan nekat di dalam kamar. Di bawah ancaman agar tidak membangunkan adik, aku terjebak dalam situasi yang membingungkan sekaligus menggelisahkan. Sentuhan dan bisikannya membuatku kehilangan kendali hingga tubuhku terasa lemas tak berdaya. Saat kakek melancarkan aksinya lebih jauh dengan melucuti pakaianku, tiba-tiba lampu kamar menyala. Sebuah rahasia besar terancam terbongkar dalam keheningan malam itu.
Sampul Novel Hancur Karena Cinta yang Berkhianat
9.5
Tiga tahun menikah, Aluna siap membangun keluarga saat kariernya di puncak. Namun, kejutan kehamilan yang ia bawa justru berujung pilu. Di kantor, ia mendapati Raka bersama wanita lain dan seorang anak kecil. Tanpa rasa bersalah, Raka justru meminta cerai dengan dingin. Aluna hancur melihat suaminya lebih memilih anak orang lain. Akankah Raka menyesal saat menyadari bahwa ia telah membuang darah dagingnya sendiri demi mereka yang tak sedarah?
Sampul Novel HASRAT NAKAL ISTERI KECIL
9.5
Naura tumbuh besar di bawah asuhan Gilbert Louise Tom, asisten ayahnya yang telah ia panggil Daddy sejak balita. Seiring berjalannya waktu, sosok duda tampan berusia empat puluh tahun dengan perawakan kekar itu justru terlihat semakin memikat di mata Naura. Kedekatan yang terjalin sejak kecil kini berubah menjadi ketertarikan yang mendalam. Naura pun mulai merasa sulit untuk melepaskan diri dari pesona laki-laki matang yang sangat menggoda tersebut.
Sampul Novel Mereka Menyesal Setelah Aku Menikah
8.4
Kirana mengira hari pernikahannya dengan Donny akan menjadi momen bahagia. Namun, ia justru dipermalukan di altar tanpa pengantin pria. Donny rupanya menggelar sandiwara kejam ini bersama sahabat masa kecil Kirana hanya demi menghibur adik tirinya yang depresi. Setelah disiram air dan ditantang menikahi salah satu tamu undangan yang hadir, Kirana memutuskan mengambil langkah nekat. Ia benar-benar menggandeng seorang pria di sana menuju pelaminan, membuat Donny dan yang lainnya seketika panik.
Sampul Novel Noda Darimu
8.5
Violetta Gilda terjebak dalam masalah besar setelah satu malam tak terduga bersama kekasih sahabatnya, Biantara Edzhar Martinez. Kejadian di pesta itu membuat Gilda hamil, hingga kakek Edzhar memaksanya menikah untuk menutupi aib. Carla yang murka bekerja sama dengan ibu Edzhar guna menghancurkan Gilda lewat skema pernikahan kontrak. Kini Gilda harus berjuang demi sang anak sambil memendam rasa cinta yang kian tumbuh pada Edzhar. Akankah cinta itu terbalas?