Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Nasib Seorang Wanita Proyek

Nasib Seorang Wanita Proyek

Kehidupan di lokasi proyek ternyata jauh dari bayangan privasi yang biasa bagi protagonis Nasib Seorang Wanita Proyek. Tinggal di mes dengan sekat yang sangat minim membuat setiap suara terdengar jelas. Ketika sepasang suami istri di ranjang sebelah—yang jaraknya bahkan kurang dari dua meter—mulai melakukan hubungan intim tanpa henti, keheningan malamnya terusik. Suara yang terus terdengar itu memicu ketegangan dan membangkitkan hasrat tersembunyi yang sulit ia kendalikan sendirian di tengah malam.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku nggak tahu persis kapan akhirnya tertidur, tapi saat bangun, langit masih agak gelap.

Karena kurang tidur, kepalaku terasa berat dan sedikit pusing.

Para pekerja proyek sudah mulai bangun dan bersiap-siap untuk bekerja.

Aku melihat Kak Nia, dan dia masih sempat menyapaku dengan santai.

Suaminya juga ada di dekatnya, mereka berdua ngobrol sambil tertawa-tawa, terlihat begitu akrab. Sikapnya benar-benar seperti biasa saja, seolah kejadian tadi malam sama sekali nggak pernah terjadi.

Harus kuakui, Kak Nia benar-benar wanita yang punya mental baja.

Aku pun terus tinggal dan bekerja di proyek ini untuk beberapa waktu. Selama itu, aku mulai menyadari kalau hubungan Kak Nia dengan banyak pria di proyek ini sepertinya tidak sesederhana kelihatannya.

Bukan cuma dengan anak muda yang kulihat, sepertinya masih banyak lagi…

Bisa dibilang, kepala suaminya sudah jadi padang rumput luas hijau sejauh mata memandang.

Tapi anehnya, dia tetap tenang-tenang saja, seolah nggak pernah menyadari apa pun yang terjadi.

Beberapa waktu kemudian, aku malah mengetahui sesuatu yang lebih mengejutkan. Ternyata suaminya juga main belakang dengan wanita lain.

Dalam hati, aku nggak bisa menerima hubungan seperti itu. Kalau begitu, apa masih pantas disebut suami istri?

Saling selingkuh?

Apa suami Kak Nia memang nggak tahu istrinya begitu, atau pura-pura nggak tahu?

Tapi, di balik rasa heranku, aku juga merasa sedikit iri pada Kak Nia. Dia bisa dengan bebas menikmati tubuh-tubuh pria di sini, menikmati kepuasan yang datang dari kenikmatan fisik.

Sedangkan aku? Aku hanya bisa menahan diri tiap malam, memendam sepi yang sulit diungkapkan.

Setiap kali melihat pria-pria yang bertelanjang dada, hanya mengenakan celana dalam sambil mondar-mandir di kamar setelah mandi, napasku selalu jadi tak beraturan.

Tonjolan kecil itu... entah kenapa selalu berhasil menarik perhatianku. Mataku tak bisa menahan diri untuk melirik dua kali, lalu buru-buru berpaling dengan wajah memerah.

Apalagi kalau malam tiba, suara ranjang besi yang berderit-derit itu membuatku semakin tersiksa. Sementara suamiku, dia memang lemah dalam urusan itu.

Aku takut, suatu hari nanti aku akan kehilangan kendali dan melakukan sesuatu yang tak bisa dimaafkan terhadap suamiku.

Sudah lebih dari sebulan aku berada di proyek ini.

Hari itu, pekerjaan tahap pertama akhirnya selesai. Mandor membagikan sebagian gaji, dan semua orang memutuskan untuk merayakannya, bersenang-senang sebentar.

Nia mengusulkan untuk karaokean. Semua setuju. Tapi suamiku bilang badannya nggak enak, jadi dia tidak ikut. Dia menyuruhku menikmati malam dan bersantai.

Malam itu, aku pun ikut rombongan teman-teman proyek pergi ke KTV.

Di proyek, sebagian besar adalah pria. Hanya ada empat perempuan: aku, Nia, dan dua gadis lainnya.

Awalnya suasananya masih agak canggung. Kami hanya minum sedikit, menyanyi untuk mencairkan suasana.

Tapi setelah beberapa putaran minuman, mungkin karena pengaruh alkohol, suasana mulai panas. Beberapa pria mulai melontarkan lelucon mesum ke arah Kak Nia, bahkan ada yang iseng menepuk pantatnya.

Tapi Kak Nia sama sekali tak marah. Ia hanya tersenyum tipis, paling banter melirik tajam sambil mendengus pelan.

Setelah menyelesaikan satu lagu, aku menjatuhkan diri di sofa, berniat meneguk sedikit minuman untuk membasahi tenggorokan.

Namun tiba-tiba, pandanganku tertuju pada Nia, entah sejak kapan ada seorang pria duduk di sebelahnya. Dan kedua tangan pria itu sangat nakal, dengan bebasnya meraba tubuh Kak Nia.

Yang membuatku terkejut, Kak Nia sama sekali tidak menolak. Ia hanya membiarkan pria itu menyentuhnya, wajahnya bahkan tampak rileks, seolah menikmati semua itu.

Sepertinya dia menyadari kalau aku sedang menatapnya. Ia pun menoleh dan menatap balik ke arahku.

Aku buru-buru mengalihkan pandangan.

Tapi tak kusangka, dia justru memanggil namaku, sama sekali tak merasa sungkan, dan memintaku duduk di sampingnya.

Mau tak mau, aku pun memberanikan diri dan duduk di sebelah Nia, lalu mengangkat gelas untuk bersulang dengannya.

Namun bahkan sampai sekarang, pria di sampingnya masih tak berhenti menyentuh-nyentuh tubuhnya, seolah-olah aku ini tak ada di sana.

“Yumi, santailah, kita di sini buat senang-senang!” katanya sambil tertawa genit.

“Yang penting tuh bahagia, kan?”

“Kalau kamu naksir cowok yang mana, bilang aja ke aku. Nanti malam langsung aku atur biar dia nemenin kamu.”

Begitu kalimat itu keluar dari mulut Kak Nia, hampir semua mata pria di ruangan itu langsung menoleh dan tertuju padaku.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B89095" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B89095
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Pernikahan Kontrak Satu Bulan
9.2
Kayana adalah wanita karier yang sangat menghindari komitmen asmara. Namun, desakan sang ayah memaksanya menyewa Dirza, seorang pria miskin, untuk menjadi suami bayaran. Kayana merancang kesepakatan pernikahan singkat yang hanya berlangsung satu minggu hingga satu bulan saja. Meski Dirza merasa bersalah karena mempermainkan kesakralan janji suci, Kayana tetap teguh pada rencananya. Mengapa ia lebih memilih pria sederhana dibandingkan pria kaya sebagai pasangannya?
Sampul Novel Cinta Datang Terlambat
8.0
Saat hamil enam bulan, seorang wanita dipaksa mendonorkan darah untuk adiknya, Hanna, yang mengalami kecelakaan. Meski fisiknya lemah akibat mual kehamilan, keluarganya tetap memaksanya. Sang suami yang diharapkan membantu justru diam saja karena menganggap masa depan Hanna lebih penting. Setelah pingsan akibat prosedur paksa tersebut, sang istri yang terbangun dalam kekecewaan mendalam langsung membuat janji untuk melakukan aborsi.
Sampul Novel Cool vs Cold
8.4
Kehadiran Jay yang tak terduga membawa perubahan besar dalam kehidupan Avril, membangkitkan kembali perasaan yang telah lama terkubur. Melalui perhatian tulus dan kasih sayang yang nyata, Jay perlahan berhasil meruntuhkan dinding es yang menyelimuti hati Avril. Kini, Avril menyadari bahwa cinta sejati memang membutuhkan keberanian besar untuk melangkah maju. Ini adalah kisah tentang bagaimana kehangatan mampu meluluhkan hati yang selama ini membeku rapat.
Sampul Novel Istri Keempat
9.2
Airin dikenal sebagai putri penurut yang tak pernah membantah titah orang tuanya. Namun, kepatuhannya diuji saat ia dipaksa menikahi Saka Januar Pradipta, pengusaha kaya yang telah memiliki tiga istri. Menjadi istri keempat bukanlah akhir bagi Airin. Di balik wajah polosnya, tersimpan sisi manipulatif dan licik yang selama ini ia sembunyikan rapat-rapat. Meski mampu mengelabui dunia, Airin tak berkutik di hadapan Saka yang sanggup melihat jati diri aslinya.
Sampul Novel Kebahagiaan Menanti
8.8
Setelah berkorban melunasi rumah dan membesarkan anak-anaknya, seorang wanita justru dikhianati. Suaminya membawa selingkuhan kaya, sementara anak-anaknya malah mendesaknya bercerai dan menikah lagi demi kebahagiaan sang pelakor. Demi kedamaian, ia pun setuju membina rumah tangga baru yang ia kira sederhana. Namun, ia tidak menyangka bahwa suami barunya ternyata adalah seorang CEO kaya raya. Kenyataan ini seketika membuat anak-anak yang egois itu didera penyesalan mendalam.
Sampul Novel Lelah ku mencintaimu
8.2
Maya telah lama memendam perasaan cinta sendirian kepada Dimas. Keajaiban seolah datang saat orang tuanya menjodohkannya dengan putra rekan sang ayah, yang ternyata adalah Dimas sendiri. Maya merasa sangat bahagia karena impiannya menjadi nyata tanpa usaha keras. Namun, kenyataan pahit muncul karena Dimas sudah memiliki kekasih pilihan sendiri. Akankah perjodohan ini tetap berjalan, dan mampukah Maya memenangkan hati Dimas agar mereka bisa bersatu?