Sampul Novel MISSION COMPLETED

MISSION COMPLETED

7.9 / 10.0
Dalam novel modern MISSION COMPLETED, Alona Eriska berencana hamil tanpa suami demi menghindari trauma pernikahan. Ia menjebak Wickley Watson, billionaire duda misterius, dalam satu malam. Namun, pelariannya terhambat saat Wickley mulai mengejarnya. Baca kisah seru ini di web novel kami.
Ringkasan MISSION COMPLETED
Alona Eriska, wanita berusia 25 tahun, merasa trauma dengan pernikahan dan bertekad menjadi ibu tunggal tanpa suami. Ia pun pergi ke kelab malam demi menjebak pria berkualitas demi mendapatkan keturunan. Targetnya adalah Wickley Watson, duda kaya asal Las Vegas yang dirumorkan membunuh istrinya. Wickley menyadari niat Alona dan tersenyum licik saat wanita itu menghilang usai malam mereka. Akankah misi Alona untuk hamil secara mandiri berhasil?
Baca Selengkapnya

MISSION COMPLETED Bab 1

One

Wanita itu menatap sekali lagi cermin di hadapannya.

Rambut? ceklis.

Wajah? ceklis.

Lipstik? ceklis.

Dress? ceklis.

Wangi? ceklis.

Okay, cantik dan sexy.

Alona Erisca, gadis berumur dua puluh empat tahun itu sengaja berdandan mencolok malam ini. Jika biasanya dia terlihat natural dengan make up tipis, maka lain untuk kali ini. Wajahnya kini dipoles tebal bedak padat, ada pula perona pipi yang membuat auranya semakin berwarna, serta tak lupa riasan mata indah , dan terakhir bibir tipisnya dipoles lipstik merah menggoda.

Gadis itu menyambar clutch beserta kunci mobil dan bergegas untuk menjalankan misinya. Hingar bingar suara dentuman musik begitu kental di ruangan penuh gemerlap ini. Yeah, club malam adalah surga dunia bagi penikmat kebebasan. Namun, tidak bagi Alona, gadis itu bahkan baru kali ini memasuki tempat yang disebut-sebut sebagai rajanya hiburan ini.

Alona mengedarkan pandangan untuk beradaptasi dengan tempat ini, ternyata banyak sekali pemandangan yang mengotori matanya. Tetapi Alona tidak mempedulikan itu, misinya malam ini harus tuntas.

Dengan melenggok anggun, Alona berjalan menuju meja bartender. Baju merah darah yang melekat pas di tubuh membuat banyak mata lelaki menyorot ke arahnya, belum lagi belahan dada rendah serta dress pendek yang hanya melewati beberapa senti di bawah bokong, sudah barang tentu membuat para pria di sana meneguk ludah susah payah. Akan tetapi, Alona mengacuhkan mereka semua, belum ada seorang pun pria yang masuk standar kualifikasinya.

Gadis itu duduk dengan gerakan anggun serta memesan minuman tanpa alkohol, dia tidak boleh mabuk malam ini. Mata tajamnya kembali berpetualang mencari mangsa, dan mata Alona tertuju pada dua pasangan mesum di ujung ruangan. Tempatnya memang tidak terlalu padat seperti di sini, tapi bukan pasangan itu yang menarik perhatian Alona, melainkan pria yang malah tampak sibuk memainkan ponsel saat tubuh kokohnya ditempeli tiga wanita seksi sekaligus.

Tiba-tiba saja pria itu bangkit dan tampak meninggalkan ketiga wanita merana itu seraya mengumpat kepada dua temannya yang tengah asik bercumbu. Jantung Alona rasanya mulai bergerak liar saat pria itu berjalan ke arahnya. Yeah, inilah pria yang dicarinya, mangsanya. Detak itu semakin menggila ketika pria itu duduk di kursi sebelahnya. Oh, apa yang harus Alona lakukan di saat jalang profesional saja ditolak olehnya?

"Seperti biasa." Suara beratnya seakan mampu menyesatkan jiwa Alona ke alam bawah sadar, aroma maskulin pria tersebut membuat bulu kuduk gadis itu meremang, ia ingin tahu bagaimana rasanya memeluk dada bidang milik pria di sebelahnya ini?

Tiba-tiba pria itu menoleh, Alona tertegun sesaat, ia mengira-ngira kebaikan apa yang sudah diperbuatnya di masa lalu sehingga Tuhan mempertemukan dia dengan pria yang ... ehm, apa ya? Tampan? Bukan-bukan, kata tampan saja tidak mampu mendeskripsikan seperti apa pria itu, ia terlihat mengangumkan dengan garis wajah yang pas di parasnya.

"Kau memandangku seperti kucing kelaparan, Nona." Alona terkejut bukan main karena ketahuan mengagumi wajah tampan pria itu.

"Tidak, hanya saja kau berbeda." Gadis itu nyaris memukul bibirnya yang hampir meneruskan kalimat 'dan tampan'.

Pria itu mengangkat sebelah alisnya dan Alona bersumpah ingin sekali menyentuh alis tebal tersebut. "Kau juga berbeda," ucapnya seraya menarik sebelah sudut bibir.

Seorang bartender datang membawa pesanan pria itu sehingga obrolan mereka terhenti, padahal Alona berharap lebih.

Sang Pria tampan itu menyesap minumannya perlahan, gilanya bagi Alona hal itu sangat mempesona, bahkan ia harus menelan ludah susah payah saat melihat jakun pria itu bergerak naik turun saat meneguk minumannya. Oh, sungguh ini benar-benar pemandangan yang menggoda.

"Jangan terlalu berharap aku akan mabuk." Lagi-lagi Alona tersentak karena ucapan pria ini selalu benar bahkan tanpa menoleh ke arahnya. Gadis itu memang berharap pria itu mabuk agar lebih mudah menjalankan misinya.

"Kau terlalu mudah dibaca," ucapnya datar seraya meneguk kembali minumannya. "Kau ingin tidur denganku?" tanyanya blak-blakan.

Jika tidak sedang dalam keadaan begini, Alona pasti akan langsung menampar wajah pria yang menanyakan hal seperti itu padanya, tapi kali ini berbeda, Alona butuh benih pria itu agar dia bisa hamil. Gadis itu berdehem sejenak, dia tidak ingin melewatkan kesempatan ini, juga tidak ingin terlihat seperti wanita murahan pada umumnya.

"Aku lihat kau menolak tiga wanita cantik sebelumnya," ujarAlona seraya menunjuk tempat duduk pria itu tadi.

Pria itu menyeringai. "Memperhatikanku, eh?"

"Tidak," bantah Alona gelagapan.

Sambil tersenyum miring pria itu berbisik, "Kalau kau tentu tak akan kutolak."

Alona meremang karena hembusan napas pria itu di tengkuknya, entah sejak kapan posisi mereka jadi seintim ini.

Pria itu semakin membuai Alona lewat kecupan-kecupan kecil di dekat telinga, "Siapa namamu?" bisiknya. Perlahan bibir pria itu merayap menuju pipi dan berhenti tepat di sudut bibir gadis itu, mata gelapnya menatap lurus ke manik cokelat Alona.

"A ... alona," jawab gadis itu gugup. Sungguh ini adalah pengalaman pertamanya dengan seorang pria.

Dengan gerakan lambat pria itu mengulum bibir Alona, awalnya hanya sekedar menempel. Namun lama kelamaan semakin keras dan tak beraturan. Alona terengah-engah kehabisan napas, dan seperti angin segar baginya saat pria itu melepaskan ciumannya. Akan tetapi Alona segera memekik kaget saat pria itu tiba-tiba menariknya menjauh dari keramaian.

***

Alona tersenyum tanpa mampu menyembunyikan rasa kikukannya, padahal pria di hadapannya terlihat santai dan terkendali. Tiba-tiba pria itu menggeram dan menatap Alona lebih lekat. "Kau akan mendapatkan apa yang kau dambakan, Alona," bisiknya rendah.

Setelahnya, Alona tak mampu mendeskripsikan perasaannya seperti apa saat tangan keras pria itu mulai membelai kulit putihnya.Gadis itu mencoba untuk rileks, tidak ingin sang pria curiga bahwa ini adalah pengalaman pertamanya.

Segala sentuhan itu mampu membuat Alona mengerang tak terkendali, tapi sekuat tenaga dirinya menahan agar tetap sadar. Mewujudkannya impiannya sedari tadi, Alona menyentuh lembut dada bidang pria itu dan membuat empunya kembali menggeram di sela-sela aktifitasnya memuja tubuh Alona.

Gadis itu menahan pria itu ketika ingin menggunakan pengaman, "No, aku sudah pakai alat kontrasepsi," cegahnya, berharap sang pria akan percaya.

Alona berinisiatif mencumbu pria itu mengikuti teori yang sering ia baca untuk menghilangkan keraguan sang pria. Gadis itu merasa berhasil saat pria itu merespon dan kembali menyerangnya dengan keras. Masih tetap mencumbu Alona, pria itu menjejalkan miliknya, meski merasa sesak dan sakit tapi Alona menahannya sekuat tenaga.

Seketika mata hazel itu terbuka saat merasa pergerakan pria itu terhenti dan menatapnya nyalang. "Kau menjebakku?" desisnya.

Alona mengerang. "No, cepat selesaikan, ini sakit."

Namun sang pria tidak menggubris dan tetap menatap Alona tajam. Tidak ada cara lain, dengan sekuat tenaga gadis itu membalik posisi sehingga dirinya bisa bebas mengendalikan. Alona bergerak dengan lembut dan menggoda. "Tidak ada rencana apa pun, aku hanya bosan menyandang status perawan," ucapnya terengah. "Just one night stand, i promise."

****

TBC

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi MISSION COMPLETED

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dignity ( Demi Harga Diri)
9.4
Delapan tahun menikah, Suri Hidayah menghadapi kehancuran rumah tangga karena Prasetyo, suaminya, berubah angkuh sejak menjadi direktur. Pras kerap merendahkan Suri dan membandingkannya dengan Murni, atasan yang dianggapnya sempurna. Di tengah luka, Suri bangkit memperbaiki diri dan merintis usaha rajut. Takdir mempertemukannya dengan Damar Adhiyatna, pengusaha benang sekaligus mantan suami Murni. Lewat kerja sama barter, Suri berjuang memulihkan harga dirinya di tengah konflik cinta yang rumit.
Sampul Novel Hasrat Liar Polwan
7.9
Setiap manusia memiliki kebutuhan biologis yang sangat wajar dan tidak bisa diabaikan begitu saja. Terlepas dari jabatan atau profesi yang ditekuni dalam kehidupan sosial, kepuasan batin merupakan aspek yang tidak memandang status, kasta, maupun kekayaan seseorang. Kisah ini menyoroti sisi kemanusiaan yang paling mendasar, di mana hasrat dan nafsu tetap hadir di balik seragam, membuktikan bahwa kebutuhan batiniah tidak dapat dibatasi oleh hierarki duniawi.
Sampul Novel Kursi Panas di Kantor
8.9
Giselle Putri Natapradja adalah konsultan senior ambisius di The Converge yang mengincar posisi partner. Namun, jabatan itu justru jatuh ke tangan Akira Hangga Aryanto, pria berpengalaman dari perusahaan ternama. Situasi menjadi rumit karena Akira adalah pria dari masa lalu Giselle saat mereka terlibat cinta satu malam. Kini, di tengah persaingan profesional yang sengit untuk membuktikan siapa yang terbaik, keduanya harus berjuang meredam gairah lama yang kembali membara.
Sampul Novel Melisa (Cinta Pertama)
9.7
Melisa Aurelie terjebak dalam kenangan cinta pertamanya. Saat Dion harus pindah demi merawat ibunya, Melisa tetap setia meski hubungan jarak jauh terasa berat. Namun, Dion menghilang tanpa kabar hingga hati Melisa hancur. Di tengah ketidakpastian, Bagas yang merupakan teman masa kecilnya hadir menawarkan kesembuhan. Ketika Melisa mulai membuka hati untuk Bagas, Dion tiba-tiba kembali. Kini, Melisa terjebak dilema besar antara masa lalu dan cinta yang baru.
Sampul Novel My Moonlight
9.8
Cassiopeia Arsy dikenal sebagai Devil Girl karena gaya Baratnya yang angkuh dan provokatif. Di sekolah baru, ia justru terpikat pada Zein Damar Priyambada, ketua OSIS dingin yang ditakuti semua orang meski pertemuan awal mereka sangat buruk. Di balik ketegangan itu, keduanya ternyata menyimpan trauma masa lalu yang kelam. Melalui perjalanan panjang penuh emosi, mampukah mereka saling menyembuhkan luka lama dan menghadapi rahasia yang mulai terungkap?
Sampul Novel The Bastard CEO
8.0
Adam Ford, CEO berhati dingin, menjebak Angelina Wilson dalam kontrak dua tahun demi mendapatkan pewaris. Karena tak kunjung hamil, Angelina diusir dan dicap mandul oleh keluarga Ford. Namun, takdir berkata lain saat mereka bertemu kembali tujuh tahun kemudian. Angelina kini tidak sendirian, ia membawa seorang putra yang wajahnya sangat mirip dengan Adam. Akankah rahasia besar mengenai identitas bocah tersebut akhirnya terbongkar di depan Adam?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan