Sampul Novel Kursi Panas di Kantor

Kursi Panas di Kantor

8.9 / 10.0
Dalam Kursi Panas di Kantor, Giselle bersaing sengit demi posisi partner di The Converge. Namun, rivalnya adalah Akira, mantan cinta satu malamnya. Temukan kelanjutan persaingan profesional dan gairah mereka dalam romance novel ini di platform web novel modern terbaik.
Ringkasan Kursi Panas di Kantor
Giselle Putri Natapradja adalah konsultan senior ambisius di The Converge yang mengincar posisi partner. Namun, jabatan itu justru jatuh ke tangan Akira Hangga Aryanto, pria berpengalaman dari perusahaan ternama. Situasi menjadi rumit karena Akira adalah pria dari masa lalu Giselle saat mereka terlibat cinta satu malam. Kini, di tengah persaingan profesional yang sengit untuk membuktikan siapa yang terbaik, keduanya harus berjuang meredam gairah lama yang kembali membara.
Baca Selengkapnya

Kursi Panas di Kantor Bab 1

Royal Ruby Luxury Hotel, Jakarta

Tiga bulan lalu... 

“Ugh!” Kepala Giselle berdenyut begitu hebat. Mulutnya rasanya seperti habis mengunyah kapas puluhan kilo. Terasa tidak nyaman. Matanya mengerjap beberapa kali untuk mencapai fokus dan mencari waktu agar otaknya bisa berfungsi dengan normal.

Di mana ini?

Ruangan ini masih gelap karena tirai jendela masih tertutup. Namun secara intuitif Giselle tahu jika sekarang sudah pagi, atau mungkin siang hari. Suara derung pendingin ruangan yang stabil pun menjadikan satu-satunya sumber suara ruangan yang sunyi ini.

Ah, dan tentu saja suara nafas Giselle dan pria asing yang tidur memeluknya kini. 

Pinggangnya terasa berat, dan ketika pandangannya jatuh menuju sumber yang memberatkan pinggangnya, dia melihat lengan kekar melingkari tubuhnya. Pun akhirnya Giselle menyadari punggungnya terasa hangat karena pelukan dari pria yang Giselle masih belum menyadari dan mengingat siapa gerangan orang ini. 

Astaga! Apa yang terjadi?! 

Dengan sedikit panik, Giselle mencoba mengingat apa yang sebenarnya terjadi tadi malam. Perlahan dia mencoba mengangkat lengan yang memenjarakan dirinya. 

Pria di belakangnya tidak bergerak ketika dirinya berhasil beranjak dari ranjang yang berantakan. Matanya membelalak melihat‘kerusakan’ yang terjadi akibat ulah mereka semalam. 

Giselle mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan, mencari potongan bajunya yang berceceran di karpet lantai ruang hotel ini. 

Astaga Giselle! Kau sungguh-sungguh bertindak gila semalam!

Gadis itu berhasil mengambil bra, celana dalam dengan warna dan motif senada, serta blus hitam dan rok span hitamnya ke dalam rengkuhannya. Tak lama setelahnya, dia segera bergegas ke toilet untuk mencuci muka dan segera kabur dari hotel ini. 

Di kamar mandi pun Giselle memekik kaget melihat pantulan wajah dan tubuhnya yang polos telanjang. Bekas tanda cinta tersebar sepanjang leher dan dada Giselle. Bekas kemerahan yang timbul dari gesekan brewok tipis dan halus yang menghiasi dagu milik partnernya yang sukses membuat kulitnya berubah kemerahan pun terpampang di dada serta selangkangannya. 

Seberapa liar mereka melakukan sesi percintaan semalam? Giselle benar-benar tidak mengenali dirinya yang sekarang ini. Dasar alkohol sialan! Bisa-bisanya Giselle melakukan salah satu kebodohan seperti ini? 

Dengan tergesa-gesa Giselle memakai bajunya setelah dia mencuci mukanya dan menggosok giginya dengan kecepatan cahaya. Rambutnya lurus hitam dan panjangnya dia cepol asal untuk menutupi betapa berantakan dan kusutnya rambut tersebut. 

“Kau benar-benar terlihat seperti pecundang, Giselle!” Dia merutuki dirinya sendiri. Setelah berhasil melakukan semuanya dalam kecepatan kilat, Giselle kemudian keluar dari kamar mandi dan mencari tote bag serta stiletto Monolo Blahnik miliknya. Tasnya berada di dipan, sedangkan sepatunya berada di dekat pintu masuk. 

Mengendap seperti maling, Giselle berhasil meraih seluruh barang-barangnya dan kemudian bergegas membuka pintu agar jangan sampai membangunkan pria asing tersebut dan keluar dari hotel Royal Ruby ini. 

Dahulu Giselle hanya tahu istilah walk of shame dari produk pop kultur seperti novel atau film-film Hollywood. 

Pulang kembali ke rumah keesokan harinya dengan pakaian yang sama, disertai dengan penampilan yang meneriakkan kepada khalayak ramai, 'hey! Aku baru saja melakukan percintaan paling hebat sepanjang hidupku!'

Dan dia tak menyangka kalau hari ini, dia benar-benar melakukannya!

Benar-benar memalukan, Giselle!

***

Akira Hangga Aryanto membuka matanya dari sergapan sinar matahari yang menelusup masuk lewat celah gorden.  Tak lama setelah sadar, dia langsung bangkit dan melihat sekeliling ruang hotel. 

Kosong.

“Ah, sial!” Rutuk Akira. 

Dia meraih celana pendek Hugo Boss yang tercecer di lantai dan mengecek kamar mandi, siapa tahu gadis cantik yang menemaninya melewati malam kemarin masih ada di sana.  Benar dugaannya, kamar hotel ini kosong dan kini hanya dirinya sendiri berada di dalamnya. 

“Aku bahkan belum menyimpan nomor teleponnya!” Akira mengusap wajahnya dan menghela nafas panjang. 

“Ck … begini toh rasanya kena ghosting sama perempuan,” ucapnya sambil misuh-misuh. 

Ternyata rasanya tak karuan. Dengan berat hati dia beranjak dan mulai menata hatinya yang sempat terhantam perasaan gengsi setelah ‘ditelantarkan seperti ini di pagi hari.  Akira akhirnya membasuh wajahnya dan membersihkan diri sebelum pergi keluar dari kamar hotel ini. 

Lain kali, dia akan menolak ajakan one night stand dari para perempuan yang menggodanya. Segiat apapun mereka menggodanya, dan secantik apapun wajah sang perempuan. Akira telah mendapatkan pelajaran yang cukup berharga hari ini. 

Untuk pertama kalinya dia dicampakkan! Dia tersenyum kecut mendapati keadaannya pagi ini yang cukup mengenaskan. 

Usai memakai kembali pakaiannya, dia berkeliling untuk memastikan tak ada yang tertinggal di dalam ruangan ini. 

Tapi tak disangka, dia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya. Dia menemukan syal sutra bermotif bunga yang tersembunyi di bawah ranjang tempat tidur. Dia menarik syal sutra tersebut, mengamati motif dan menemukan emboss kecil di ujung syal. 

Giselle. 

“Giselle … itukah namamu, gadis cantik?” Akira tersenyum masam sambil meraba tekstur halus syal tersebut. 

“Sampai berjumpa lagi Giselle, lihat saja apa yang akan kulakukan nanti jika kita kelak bertemu lagi.” Ujar Akira sambil menghirup sisa aroma parfum sang gadis yang melekat di helaian syal tersebut.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kursi Panas di Kantor

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Gadis buta Milik CEO
8.8
Dunia Laras mendadak gelap setelah insiden tragis merenggut penglihatannya. Mantan mahasiswi ceria ini kini hidup menderita akibat perundungan penggemar fanatik Damar, CEO yang dulu ia cintai. Damar sempat menjauh demi kebaikan Laras, namun keputusannya justru berujung kehancuran bagi sang gadis. Kini, Damar kembali dengan penyesalan mendalam. Ia bertekad menebus kesalahan masa lalu dan berharap Laras mampu melihat ketulusan hatinya di balik kegelapan abadi.
Sampul Novel Istriku Janda Kaya
8.4
Dicampakkan sang istri karena kemiskinan, Dimas terpuruk dalam kesulitan ekonomi hingga ditinggalkan tanpa belas kasihan. Di tengah keputusasaan, ia bertemu Luna di kelab malam yang menawarkan pernikahan kontrak dengan tiga syarat khusus. Namun, saat Dimas mulai menata hidup barunya, sang mantan istri mendadak muncul kembali untuk mengusik kebahagiaannya. Akankah kehadiran masa lalu tersebut berhasil menghancurkan rumah tangga barunya bersama Luna?
Sampul Novel Ke(m)bali Mengejar Cinta Pelangi
8.3
Meski terus ditolak, sebuah insiden tak terduga justru menjalin benang merah antara Laskar dan Pelangi. Namun, Pelangi menyadari cintanya tak mungkin dipaksakan karena Laskar telah bertunangan dengan Natalia. Akankah ikatan misterius ini mampu menyatukan mereka, atau justru membuat keduanya kembali menjadi orang asing? Pelangi memahami bahwa meski mulutnya berkata rela, hatinya tetap merasa berat untuk benar-benar melepaskan sosok Laskar dari hidupnya.
Sampul Novel Pelabuhan Akhir Sang Pewaris
7.8
Sean Axel William merupakan pewaris tunggal Grup William yang disegani karena ketegasannya di dunia bisnis. Meski dikelilingi banyak wanita dari kalangan selebriti yang haus akan kekayaannya, Sean merasa jenuh dengan segala kepalsuan tersebut. Namun, segalanya berubah saat ia bertemu sosok perempuan unik yang memikat hatinya. Kini sang miliarder justru berbalik mengejar cintanya demi menjadikan wanita itu sebagai pelabuhan terakhir dalam hidupnya.
Sampul Novel Rebirth Second Chance: Back to 80's
8.4
Di masa lalu, Ming Yue mengabaikan Ding Xi, kakak iparnya sendiri. Namun, hanya Ding Xi yang meratapi kematian Ming Yue dan menyesali kebutaannya terhadap pengkhianatan suami serta sepupunya. Saat takdir memberikan kesempatan kedua untuk kembali ke masa lalu, akankah mereka memilih jalan balas dendam atau justru mengutamakan kebahagiaan bersama? Kali ini, Ming Yue dan Ding Xi bertekad untuk tidak menyia-nyiakan hidup baru mereka demi cinta yang tulus.
Sampul Novel Seriusin Aja, Nikahnya
8.9
Kara merasa bimbang saat Soni menyatakan perasaannya. Meski sangat berutang budi atas kebaikan Soni, ia tetap tak bisa membalas cinta pria tersebut. Masalah semakin rumit ketika Hendra muncul dan membongkar rahasia Kara hingga Soni memutuskan untuk mundur. Tak disangka, Hendra justru bertekad untuk menikahi Kara. Akankah pernikahan mereka nantinya hanya sekadar perjanjian kontrak belaka, atau justru menjadi awal kebahagiaan sejati bagi Kara?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan