Sampul Novel Bos Posesifku

Bos Posesifku

9.5 / 10.0
Richard Lewis awalnya meremehkan Viola, sekretaris barunya yang cantik namun ternyata sangat cerdas dan tangguh. Terpikat oleh pesonanya, Richard berupaya keras memenangkan hati Viola meski sang wanita masih menutup diri akibat trauma pengkhianatan masa lalu. Lewat sikap posesif dan aturan ketat, Richard mencoba membuktikan kesungguhannya. Namun, Viola tetap bergeming. Akankah Richard berhasil meluluhkan Viola di tengah persaingan dengan dua pria lainnya?

Bos Posesifku Bab 1

"Leooooo ... k-kamu!”

Viola membelalakkan matanya tidak percaya akan apa yang sedang dilihatnya saat ini. Kekasih yang ia cintai setahun belakangan sedang bercinta dengan wanita lain.

Leo terkejut bukan main melihat Viola memergoki dirinya sedang bercinta dengan Selly. Ia tidak menduga Vio akan ke apartemennya.

"V-viola, i-ini ...” Leo tergagap. Belum sempat berkata apa-apa, tiba-tiba sebuah

tamparan telah melayang di pipinya.

"Apa-apaan ini, Leo? Kenapa kau menghianatiku?” jerit Vio sambil memukul-mukul dada Leo.

Sementara Selly buru-buru memunguti pakaiannya yang berceceran di lantai.

"Viola, dengarkan dulu penjelasanku!"  jawab

Leo disela-sela pukulan yang dilayangkan Viola di dadanya.

Viola yang sedang emosi, tidak mau mendengarkan penjelasan Leo. Ia terus saja melampiaskan kekesalannya pada kekasihnya itu.

Selly yang telah berhasil memakai pakaiannya kembali, dengan santainya berjalan mendekati

Leo yang sibuk menenangkan Vio.

"Apa-apaan ini, Honey? Siapa dia sebenarnya?” tanya Selly sambil menunjuk Vio yang masih

mengamuk.

Belum sempat Leo menjawab pertanyaan selingkuhannya itu, Viola langsung menarik rambut wanita itu dan menjambaknya dengan keras. Dirinya benar-benar emosi melihat

wanita tidak tahu diri itu.

"Aku kekasih Leo, kalau kamu mau tau? Dasar jalang sialan!”

Vio terus menjambak rambut Selly untuk melampiaskan amarahnya. Sebenarnya ia ingin

menangis, tapi harga dirinya terlalu tinggi, hingga ia melakukan hal impulsif, yaitu memukul jalang tersebut untuk melampiaskan emosinya.

"Lepaskan aku, wanita sialan! Lepaskan rambutku! Honey, tolong aku!" Selly berteriak

histeris karena kesakitan.

Sementara Vio yang sangat marah dan sakit hati, tak menghiraukan teriakan wanita itu lagi. Gadis itu terus saja menarik rambut dan memukul wanita pelakor perebut kekasihnya

itu.

"Lepaskan dia, Vio! Kamu ini apa-apaan, sih? Barbar sekali kamu!"

Leo yang sudah berhasil memakai boxer-nya kembali, berusaha melerai Vio dan teman

kencannya tersebut.

"Apa? Barbar katamu?”

Tangan Vio pun akhirnya kembali mendarat di pipi Leo. Sungguh dirinya tidak percaya, Leo malah membela wanita itu daripada dirinya. Dia bahkan tega menyebut dirinya bar-bar.

Wanita mana yang tidak akan marah jika berada di posisinya sekarang?

"Kamu bilang aku barbar. Lalu ini apa, hah? Kamu tega menghianatiku, Leo. Kamu

sungguh jahat, teganya kamu melakukan ini padaku," mata Vio pun memerah,

sekuat tenaga ia menahan tangisnya agar tidak pecah di hadapan lelaki berengsek

itu.

Sungguh ia tidak menyangka, orang yang ia kasihi dan selalu perhatian serta menyayanginya setahun belakangan, tega-teganya tidur dengan wanita lain. Yang membuatnya tambah emosi adalah melihat raut wajah kekasihnya yang tampaknya sama sekali

tidak merasa bersalah terhadapnya.

Leo yang tersulut emosi karena ditampar Vio, akhirnya menjawab dengan lantangnya. “Tega

katamu? Ya, aku tega, Vio. Apa yang kudapatkan darimu selama setahun ini selain

ciuman dan pelukan, hah? Aku ini lelaki normal, Vio. Kebutuhanku juga harus disalurkan. Kamu tidak pernah mau kuajak tidur selama ini, kan? Jangan salahkan aku mencari pelampiasan!" jawab Leo tak mau kalah.

Vio sungguh panas hati mendengar ucapan Leo. Jadi selama ini, hanya tubuhnya yang diinginkan Leo, bukan cinta suci seperti yang ia rasakan pada Leo selama ini.

"Dasar berengsek!” Viola menampar Leo sekali lagi dengan keras. "Aku

bukannya tidak mau tidur denganmu. Aku hanya ingin mempersembahkan kehormatanku untuk suamiku kelak. Kalau kau menginginkanku, kau bisa menikahiku, bukan tidur

dengan jalang ini,” jawab Vio menahan tangisnya.

"Cih,

mimpi kamu! Aku masih ingin bebas, Vio. Kamu terlalu tinggi menilai dirimu,” ejek Leo sinis sambil berjalan mendekati selingkuhannya, kemudian memeluknya mesra di depan mata Vio.

"Mending

kamu pulang saja sana! Gangguin orang aja,” cibir Selly sinis mengejek Viola sambil bergelayut mesra di pelukan Leo.

Dengan geram Viola berlari mendekati Leo, menendang pangkal pahanya lalu mendorong wanita itu. Sungguh hatinya begitu panas mendengar ucapan Leo dan jalangnya itu.

"Berengsek kamu!” jerit Leo kesakitan sambil memegangi pangkal pahanya.

"Kalian yang berengsek? Mulai sekarang kita putus ....”

Vio bergegas meninggalkan tempat laknat itu. Ia terus berlari meninggalkan apartemen mantan kekasihnya dengan air mata yang sudah tidak dapat dibendung lagi. Ia masuk ke

dalam mobilnya lalu menangis sekencang-kencangnya di sana. Sungguh hari ini terasa bagai mimpi buruk baginya.

Niatnya untuk merayakan anniversary satu tahun hubungannya bersama Leo, kini kandas

tak berbekas. Betapa teganya Leo mengkhianatinya. Apa salahnya selama ini? Ia

sudah berusaha menjadi kekasih yang baik untuk Leo.

“Leo sialan! Leo berengsek!” umpatnya disela-sela isak tangisnya.

"Bahkan

dia tidak mengejarku. Dia lebih memilih jalang itu. Dasar kurang ajar!” tangis

Vio pun semakin deras.

Butuh keberanian besar bagi seorang wanita ketika mendapati kekasihnya selingkuh

untuk terlihat tetap tegar seperti Vio. Setidaknya di depan dua manusia jahat itu, Vio berusaha terlihat tegar, walaupun sebenarnya ia sedih dan sakit hati.

Ia hanya tidak mau terlihat lemah di mata orang lain. Ia akan selalu

menampakkan sisi garangnya untuk melindungi dirinya dan hatinya dari kejamnya manusia di sekelilingnya. Setelah puas meluapkan kesedihannya. Ia pun melajukan kendaraannya menuju kafe Romero milik temannya yang bernama Tommy untuk

melupakan kesedihannya.

"Minta minuman yang dingin dan segar, Tom!" Vio menyeka air matanya sambil memesan minuman pada sahabat karibnya.

"Kenapa lo nangis, Vio? Lo ada masalah?" tanya Tommy mendekati Vio, lalu menepuk-nepuk punggungnya pelan, menenangkan sahabatnya.

Nora yang juga merupakan sahabat Vio, datang membawa minuman dingin menghampiri meja Vio.

"Nih, diminum dulu! Ada apa? Kok nangis, sih? Pagi tadi ceria banget mau ngerayain anniversary sampai gak pamit lagi,” tanya Nora penasaran. Nora heran melihat Vio yang

selalu ceria, tiba-tiba menangis seperti ini. Ada apa gerangan?

"Leo menghianatiku. Dia tidur dengan wanita lain di apartemennya,” ucap Vio sembari

menyeka air matanya. Air mata yang hanya bisa dilihat Tommy dan Nora sahabat

karibnya.

"Berengsek si Leo!” Tommy mengepalkan tangannya geram mendengar curahan hati sahabatnya.

"Jahat banget, sih. Gue nggak nyangka kalo Leo bisa menghianati lo, Vio. Perhatiannya

selama ini begitu besar sama lo. Malah kita aja sebagai sahabat lo, nggak kebagian waktu karena direbut sama pacar lo itu. Dasar buaya kurang ajar!” geram Nora ikutan kesal.

"Iya, gue aja nggak nyangka jadi begini. Tadinya gue pengen ngasih kejutan buat dia, karena

hari ini first anniversary kami. Gue diam-diam ke apartemennya. Namun, akhirnya bukan dia yg terkejut, tapi gue sendiri yang terkejut jadinya,

Ra," lanjut Vio masih menyeka air matanya yang masih terus mengalir.

"Sudah, lupain aja cowok itu, Vio! Sayang banget air mata lo dibuang-buang buat cowok

berengsek macem dia. Lo yang tegar, ya, Vio!" Kedua sahabat Vio berusaha menenangkan.

"Makasih, ya. Kalian selalu ada buat gue saat senang atau pun susah. Jujur, gue benar-benar kecewa. Gue ga nyangka dia bisa tega sama gue. Selama setahun bersamanya, dia selalu memberikan kasih sayang dan perhatiannya hingga gue benar-benar merasa dicintai. Gue malah anggap dia cowok paling sempurna. Ternyata, gue salah. Cinta yang tulus bagi pria itu tidak ada, yang ada cuman nafsu.”

"Suatu saat, lo pasti nemuin cowok lain yang tulus, Vio,” hibur Tommy tulus.

“Nggak, Tom. Gue nggak bakal percaya lagi sama cowok. Cowok semuanya berengsek,” ucap Vio penuh dendam.

Ia bertekad dalam hatinya, tak akan mempercayai laki-laki lagi. Ia tak ingin dikhianati

lagi. Sakit, perihnya ketika kekasih hati bercinta dengan wanita lain akan ia bawa sampai mati. Laki-laki semuanya bajingan.

Tommy dan Nora saling berpandangan dalam diam. Tak ada gunanya menasehati Vio sekarang. Wanita itu sedang terluka. Hanya waktu yang bisa menyembuhkan lukanya.

“Ya, udah, jangan galau-galau lagi! Mendingan kita hang-out aja. Gimana?” ajak Nora

berusaha menghibur Vio.

Sementara di ujung meja sana, seorang lelaki mengamati interaksi Vio dan Tommy sambil

bergumam sendiri.

"Cantik, tapi bodoh. Menangis karena pria, dasar bodoh!" gumamnya dingin.

"Siapa yang bodoh, Bos?” tanya asisten Tio sambil celingak-celinguk melihat sekitar.

Namun Richard hanya berlalu tanpa menjawab apa-apa.

"Tinggal jawab doang apa susahnya, sih, Bos!” gumam Tio merasa kesal tidak ditanggapi bosnya. Tio pun menyusul Richard meninggalkan kafe Romero menuju kantornya.

Bersambung....

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Bos Posesifku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menyelamatkan adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar senilai 100 juta rupiah. Namun, takdir mempertemukannya dengan Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket secara tidak sengaja. Kini, Daiva terjebak dalam dilema cinta ketika kedua pria tersebut mulai mengejar hatinya. Siapakah yang akhirnya akan dipilih Daiva sebagai pendamping hidup di tengah bayang-bayang masa lalunya?
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima terobsesi menyiksaku dengan kehadiran Sandra demi menguji cintaku. Puncaknya, saat kecelakaan terjadi, mereka membiarkan tanganku hancur demi menyelamatkan Sandra. Karier musikku pun sirna. Mereka menantikan amarahku, namun aku hanya diam membisu, bahkan saat liontin ibuku dihancurkan Sandra. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku mati. Ini bukan cinta, melainkan sangkar kejam. Kini aku bersiap melarikan diri dan membalas kehancuran ini.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu demi satu nyawa teman, keluarga, hingga mereka yang pernah menyakitiku terenggut secara brutal. Kematian tragis ini menyisakan kengerian mendalam karena sang pelaku sangat lihai menghapus jejak, membuat identitasnya mustahil terungkap. Di tengah kepungan teka-teki gelap yang penuh misteri, korban terus berjatuhan tanpa henti. Naasnya, aku yang menjadi tokoh utama dalam kisah kelam ini pun tak luput dari incaran maut yang mengintai dari balik bayangan.
Sampul Novel SEPENGGAL KISAH TANPA JUDUL
8.9
Jeany, gadis Minang yang pendiam, terjebak dalam pusaran luka mendalam. Setelah diselingkuhi kekasihnya, ia harus menyaksikan kehancuran keluarganya. Sang papa pergi demi wanita lain, bahkan selingkuhannya tega mengirimkan video asusila yang membuat mama Jeany depresi berat. Trauma pernikahan kini menghantui Jeany. Bersama Jeje, saudara perempuannya, ia berjuang menghadapi teror pelakor dan cobaan hidup yang seolah tak kunjung usai. Sanggupkah Jeany bertahan?
Sampul Novel SETETES DARAH SUCI
8.6
Ramalan kuno mengungkap eksistensi gadis berdarah suci yang mampu memberikan keabadian dan kekuatan luar biasa. Setetes darahnya sanggup mencegah kepunahan klan serta menjamin kemudaan abadi bagi siapa pun yang memilikinya. Kelahirannya disambut pesta pora seluruh makhluk di alam semesta, ditandai awan gelap saat bulan purnama dan hawa dingin yang mencekam. Kini, nyawa dan darah sucinya menjadi incaran utama karena semua entitas mendambakan mukjizat yang ada dalam dirinya.
Sampul Novel She's Mine
9.3
Salju berjuang keras membesarkan She's Mine agar mampu bersaing di industri fesyen. Namun, saat kariernya memuncak, ia justru dihadapkan pada dilema rumit antara dua pria masa lalu. Ada Justin, sang mantan kekasih yang gigih mengejarnya kembali, serta Mars, sosok setia yang selalu membantu bisnisnya. Demi menyelamatkan reputasi perusahaan dari isu miring, Salju harus segera menentukan pilihan hati demi masa depan karier dan kehidupan pribadinya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan