Sampul Novel Menjadi Madu Sahabatku

Menjadi Madu Sahabatku

8.3 / 10.0
Dalam Menjadi Madu Sahabatku, Silla menghadapi dilema saat Elsa memintanya menjadi istri kedua demi keturunan. Terjebak dalam modern novel ini, Silla harus berhadapan dengan perasaan lamanya pada Nathan. Simak kisah romance novel ini tentang pengorbanan dan kesetiaan di web novel kami.
Ringkasan Menjadi Madu Sahabatku
Silla sangat terkejut saat Elsa, sahabat yang sudah dianggap saudara, memintanya menjadi istri kedua bagi suaminya, Nathan. Elsa yang divonis mandul mendesak Silla agar mau memberikan keturunan bagi keluarga mereka. Meski sempat menolak, tekanan yang ada membuat Silla akhirnya setuju. Namun, situasi menjadi rumit karena Silla ternyata masih mencintai Nathan secara rahasia. Akankah ia sanggup melepaskan Nathan setelah tujuannya tercapai atau malah terjebak?
Baca Selengkapnya

Menjadi Madu Sahabatku Bab 1

"Silla, kamu mau 'kan jadi maduku?"

Silla yang tengah mencuci piring di dapur sontak terhenyak, mendapatkan permintaan secara tiba-tiba oleh sahabatnya itu. Bahkan hampir saja, piring yang ada ditangannya jatuh.

"Elsa, apa yang kamu katakan??" Silla menganggap dia salah dengar, atau, perempuan itu hanya bercanda.

"Apa belum jelas, aku memintamu untuk menjadi maduku, Silla." Elsa langsung memeluk Silla dari belakang, kedua matanya tampak berkaca-kaca.

"Jangan bercanda tentang hal seperti ini, Elsa. Nggak lucu."

"Siapa juga yang bercanda? Aku serius, Sil."

Dengan lembut, Elsa mematikan kran air pada wastafel lalu menarik Silla untuk duduk bersamanya di kursi yang letaknya tak jauh dari sana.

"Aku belum selesai mencuci piring tau, Sa."

"Udah biarin aja. Ada yang jauh lebih penting, lihatlah." Elsa menyodorkan selembar kertas ke arah sahabatnya. Perempuan itu langsung mengambilnya dengan raut bingung.

"Ini apa?"

"Itu hasil pemeriksaan dari Dokter, Sil. Dia mengatakan kalau aku nggak subur. Aku mandul." Air mata Elsa tak kuasa berlinang, mengalir pada kedua pipi mulusnya.

"Lalu, apa hubungannya denganku, Sa? Kenapa juga aku harus menjadi madumu?" Silla bertanya dengan hati-hati, sambil menyeka air mata Elsa.

Perempuan itu perlahan meraih tangan Silla, lalu mengenggamnya erat. "Karena aku yakin, kamu subur. Kamu bisa memberikan keturunan kepada Mas Nathan."

Silla yang merasa terkejut langsung menarik tangannya. Lalu menggelengkan kepala. "Enggak! Aku nggak mau, Sa!"

"Kenapa nggak mau? Kamu nggak sayang ya, sama aku?"

"Aku menolak karena aku sayang padamu, aku nggak mau menyakitimu, Sa."

"Kamu sama sekali nggak menyakitiku kok, Sil. Kamu nggak perlu khawatir." Elsa menatap dengan raut memohon. "Ini hanya sementara saja kok, hanya sampai kamu melahirkan anak Mas Nathan. Selanjutnya kamu bisa berpisah dengannya."

"Apa kamu gila??" Silla kembali terkejut mendengar permintaan sahabatnya yang menurutnya konyol. Dan bukankah ini sama saja seperti mempermainkan pernikahan?

"Maksudmu, aku hanya diminta untuk mengandung dan melahirkan, begitu?"

"Iya." Elsa mengangguk cepat. "Keluarga Mas Nathan ingin sekali punya cucu, Sil. Apalagi Mas Nathan itu anak tunggal."

"Tapi kenapa harus menikah lagi? Kenapa nggak coba bayi tabung dulu, Sa?"

"Aku dan Mas Nathan udah mencobanya dua kali, dan itu gagal. Aku selalu keguguran, Sil."

"Kapan itu? Kok aku nggak tau, Sa? Kamu belum pernah cerita padaku."

"Aku malu untuk bercerita, Sil. Bahkan orang tuaku saja tidak tau."

"Ngapain malu, itu 'kan bukan aib. Lagian namanya manusia itu hanya bisa berusaha dan berdoa. Sepenuhnya hanya Allah yang berkehendak, jadi kamu sabar aja. Nanti juga kalau udah waktunya ... pasti dikasih kok, Sa." Silla mencoba menasehati, sembari mencari jalan keluar untuk masalah sahabatnya.

"Enggak, Sil. Aku udah nggak bisa sabar lagi. Usia pernikahanku dan Mas Nathan sudah memasuki 7 tahun, kedua orang tua Mas Nathan pun terus menerus mendesak kami."

"Kalau begitu adopsi anak saja di panti asuhan."

Elsa menggeleng. Usulan dari Silla sama sekali tak ada yang membantu. "Enggak bisa, yang mereka inginkan hanya keturunan dari Mas Nathan. Kamu mengerti maksudku, kan? Jadi ayolah, Silla, aku mohon padamu ... tolong jadilah maduku untuk sebentar saja. Aku benar-benar nggak mau berpisah dengan Mas Nathan, karena bisa saja kedua orang tuanya meminta Mas Nathan untuk menceraikan aku dan menikahi perempuan lain."

"Adduuhh, Sa. Gimana, ya? Aku bingung." Kepala Silla mendadak gatal karena bingung dan pusing dengan permintaan konyol itu.

"Kenapa harus bingung? Apa kamu begitu keberatan? Bukankah selama ini kamu selalu bilang akan melakukan hal apapun untukku, yang penting aku bahagia? Dan yang aku inginkan sekarang hanya itu, Sil."

Ya, Silla memang dulu pernah mengatakan hal itu. Semuanya karena dia merasa sangat berhutang budi kepada Elsa dan kedua orang tuanya.

Silla terlahir dari keluarga miskin, sedari kecil dia ditinggal oleh Papanya yang kabur entah kemana. Sementara Mama Silla, hanya bekerja sebagai pemulung rongsokan.

Dengan keterbatasan ekonomi yang dimiliki, Mama Silla hanya bisa menyekolahkannya sampai SD.

Saat itu, keluarga Elsa menjadi keluarga yang baru pindah ke desanya. Dan menjadi keluarga yang paling kaya dan dermawan.

Karena merasa simpati pada keadaan Silla, Haikal—Papa dari Elsa dengan berbaik hati menyekolahkannya, bersama Elsa yang saat itu juga sudah begitu akrab dengan Silla.

Saat baru dimasukkan sekolah SMP, Mama Silla mengalami kecelakaan hingga dirinya dinyatakan meninggal.

Haikal yang kembali merasa simpati pada keadaan Silla, hidup seorang diri, akhirnya memutuskan untuk membawa Silla ke rumahnya, menganggapnya sebagai anak hingga sekarang.

Silla berhasil sekolah sampai lulus SMA. Haikal sempat menawarkannya untuk melanjutkan kuliah bersama Elsa, hanya saja Silla menolak. Karena baginya, ini semua sudah lebih dari cukup.

"Tapi, bagaimana dengan kedua orang tuamu, Sa? Pasti mereka nggak setuju." Silla kembali mencari celah, supaya Elsa mampu berpikir ulang.

"Soal mereka gampang, Sil. Yang penting kamunya dulu setuju apa enggak."

"Kalau tentang Kak Nathannya sendiri gimana? Kan kamu tau dia sangat membenciku."

"Aku bisa membujuknya, asal kamu setuju dulu."

"Baiklah ...." Meskipun berat, akhirnya Silla setuju. Karena memang sesungguhnya dia tak pernah bisa menolak permintaan dari sahabatnya itu. Silla tak tega. "Tapi kamu harus janji padaku, Sa."

"Janji apa?"

"Jangan pernah cemburu, atau menganggapku sebagai sainganmu. Karena semua yang terjadi karena keinginanmu."

"Iya, aku janji." Elsa mengangguk cepat, lalu mengangkat jari kelingkingnya ke arah sang sahabat. "Tapi kamu juga harus janji padaku."

"Janji apa?" Silla hendak menautkan jarinya ke jari Elsa, tapi terhenti karena dia merasa penasaran dengan ucapan yang belum selesai dari Elsa.

"Jangan pernah merebut Mas Nathan dariku, apalagi kembali mencintainya seperti dulu. Kamu hanya cukup mengandung anaknya saja, lalu melahirkannya. Setuju?"

"Iya, aku setuju." Silla mengangguk dan langsung menautkan jarinya.

"Terima kasih banyak ya, Silla." Elsa langsung berdiri dan memeluk tubuh Silla dengan erat. Mengusap punggungnya dengan penuh kasih sayang. "Aku sangat menyayangimu. Tolong tetaplah menjadi sahabatku."

"Iya, Sa. Aku juga sangat menyayangimu. Semoga keputusanmu sudah benar, ya? Aku sama sekali nggak mau menyakitimu."

"Iya, keputusanku sudah benar kok, Sil."

***

"Saya terima nikah dan kawinnya Asilla Farzana binti Aiman Hamza dengan mas kawin kalung emas 12 gram dibayar tunaaaiii!!"

Sebuah kalimat ijab kabul diucapkan dengan satu tarikan napas, membuat semua mata tertuju pada Nathan.

Elsa, yang duduk tak jauh dari Silla tampak tersenyum bahagia. Karena akhirnya, keinginannya bisa terwujud. Dia bahkan sudah merasa tak sabar ingin segera mengendong bayi yang dilahirkan oleh Silla nanti.

"Bagaimana para saksi?" tanya Pak Penghulu, menatap beberapa orang yang menjadi saksi di sana.

"Sah!" sahut Elsa, kemudian diikuti oleh yang lain.

"Saaaahhhhh!!"

Hari ini, Silla telah resmi menjadi istri kedua Nathan. Setelah seminggu yang lalu Elsa memohon padanya.

Silla tahu, ini adalah keputusan yang sangat berat dalam hidupnya, tapi dia tidak bisa menolak.

Silla juga tahu, pastinya Nathan pun sangat berat menikahinya. Karena terlihat dari ekspresi wajahnya saja, pria itu sama sekali tak terlihat bahagia. Bahkan, ada rasa kebencian yang terlihat dalam matanya.

Proses ijab kabul itu dilakukan secara sederhana di rumah Nathan, dan hanya disaksikan oleh sanak keluarga.

"Mas ... kok diem?" tanya Elsa yang merasa heran dengan suaminya yang diam saja, karena seharusnya dia dan Silla bertukar untuk memasangkan cincin kawin yang sudah ada di atas meja. "Ayok pasangkan cincin kawin untuk Silla."

'Nggak sudi!' Nathan menyeru dalam hati. Dan tanpa mengatakan apa pun, dia langsung berdiri dan berlari meninggalkan acara itu.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Menjadi Madu Sahabatku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Ditolak oleh Alpha-ku, Diklaim oleh Mahkota-ku
9.2
Alpha Damian mengkhianati pasangannya demi Lyra, serigala liar yang membawa anak haram. Saat upacara pewaris, Damian justru menyerang pasangannya yang hamil dan menuduhnya melukai anak Lyra. Ia membiarkan pewaris aslinya sekarat demi menyelamatkan anak simpanannya. Namun, Damian tidak sadar bahwa wanita yang ia buang adalah putri dari kawanan terkuat di dunia. Kini, pasukan keluarganya telah tiba di perbatasan untuk menjemput sang putri pulang.
Sampul Novel Ganjaran Nafsu
9.5
Terperangkap dalam kondisi antara hidup dan mati, aku mengalami eksistensi yang mengerikan. Tubuhku lumpuh total dan tidak lagi membutuhkan makanan maupun tidur, namun kesadaranku tetap terjaga sepenuhnya. Di tengah kegelapan pekat tanpa jiwa lain untuk diajak bicara, kewarasanku perlahan terkikis oleh kesunyian yang tanpa batas waktu. Namun, saat keputusasaan hampir merenggut segalanya, keheningan abadi itu mendadak pecah oleh suara ketukan misterius yang tidak terduga dari luar.
Sampul Novel Guru Cantik dan Tetangganya Murid Macho
9.7
Menjadi dosen muda dengan penampilan menarik membuat wanita ini selalu menjadi pusat perhatian para mahasiswa di kampusnya. Ketegangan profesionalnya diuji ketika ia mengetahui bahwa salah satu murid laki-lakinya yang paling energik ternyata tinggal tepat di seberang rumahnya. Saat suaminya sedang pergi, sebuah insiden pipa air bocor membuat sang dosen basah kuyup dan tak berdaya. Di tengah kekacauan itu, sang murid datang menawarkan bantuan dengan penuh gairah yang sulit disembunyikan. Kisah romansa modern remaja yang penuh debaran ini menyoroti batas tipis antara etika guru dan godaan tetangga.
Sampul Novel Kembalinya Istriku
8.0
Akibat krisis ekonomi dan musibah suami, Maharani terpaksa menjadi tulang punggung keluarga sebagai TKW di luar negeri. Namun, pengorbanannya dibalas pengkhianatan keji oleh Rudi yang menipunya. Penderitaan Rani kian memuncak saat putra tunggalnya meninggal dunia akibat kelalaian keluarga suaminya. Kini, didorong rasa sakit hati yang mendalam, Rani menyusun rencana besar untuk membalas dendam kepada mereka yang telah menghancurkan hidupnya.
Sampul Novel Mencari Cinta Sejati
8.7
Anggita Anggraini mendambakan sosok yang mampu mencintai dirinya apa adanya tanpa syarat. Namun, rentetan kegagalan dalam asmara justru membuat Gita kian menutup diri dan membangun tembok perlindungan demi menghindari luka baru. Di tengah rasa trauma yang mendalam, ia harus berjuang menghadapi keraguan hatinya sendiri. Akankah Gita berhasil meruntuhkan benteng tersebut dan menemukan seseorang yang tulus? Ikuti perjalanan emosional Gita dalam menjemput cinta sejati.
Sampul Novel Silver Eyes
8.0
Ciu San, putra Bun San yang lemah dari keluarga Luk San, menderita luka parah hingga urat nadinya nyaris putus setelah kalah bertarung. Nyawanya terselamatkan secara tidak sengaja oleh mata Dewa Tata Surya yang jatuh ke bumi. Kini, para kultivator memburunya demi meminum darahnya yang berkhasiat meningkatkan kekuatan secara instan. Mampukah Ciu San bertahan hidup dari kejaran musuh sekaligus menuntaskan dendam atas kematian orang tuanya dengan kekuatan baru ini?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan