Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Miliki Mu

Miliki Mu

Terdesak krisis finansial perusahaan ayah dan biaya medis ibu, Cherly terpaksa menerima tawaran Hartono. Ia harus menjerat Edward, cucu Hartono yang dingin, demi memberikan pewaris. Edward yang berusia 33 tahun masih terjebak duka atas kematian tunangannya, Yuni, lima tahun silam. Ia sangat membenci Cherly yang dianggapnya wanita rendah karena masuk ke ranjangnya dengan licik. Mampukah Cherly meluluhkan hati Edward yang beku di tengah kebencian yang mendalam?
Bab
Bagikan

Bab 1

Seorang kakek tua duduk dengan kaki menyilang, terlihat berwibawa. Dia dengan santai menyisap tehnya.

Kakek itu bernama Hartono Da Mirko pemilik perusahaan Mining Industri yang Cherly lamar beberapa hari lalu, dan hari ini dia mendapat panggilan interview.

Cherly terkejut awalnya, karena dia berhadapan langsung dengan pemiliknya.

Cherly tampak gugup, dia menatap Hartono yang terlihat menikmati tehnya.

Saking gugupnya Cherly tak sadar memainkan jemarinya di hadapan Hartono.

Terlebih sudah 30 menit Hartono tak memulai interview.

"Apa berdiam seperti ini termasuk interview?! Mungkinkah ini bagian dari penilaian?!" benak Cherly resah.

Hartono meletakan cangkir tehnya, kemudian dia menyentuh berkas-berkas milik Cherly. Setelah membaca sekilas, dia lantas  mengamati wanita di hadapannya.

"Cherly Tazkirah, usia 27 tahun dan singel. Cantik dan menarik, jadilah menantuku." tukas Hartono tiba-tiba.

Dahi Cherly mengernyit, dia terkejut bukan main. "Interview macam apa ini?!" benaknya bingung.

"Apa ini pertanyaan jebakan?!" tanya Cherly hati-hati.

"Jadilah menantuku." tukas Hartono lagi.

Hartono menatap Cherly, sorot matanya tajam "Aku tau kau tengah kesulitan. Ekonomi keluarga mu tengah merosot. Perusahaan properti Ayahmu mengalami kebangkrutan dan Ibumu tengah sakit jantung, kau butuh biaya."

"Jadilah istri cucuku aku akan membantu keuanganmu. Usaha Ayahmu dan pengobatan Ibumu mu, semua aku tanggung."  Hartono  tampak serius.

Cherly membelalak, kakek di depannya ini berbicara serius. Dia tak tengah berbual.

Cherly mengepal kuat jemarinya. "Ini bukan bagian dari interview yang aku pikir. Aku tak pernah membayangkan situasi ini." benaknya.

"Bagaimana bisa Anda mengetahui tentang ku sejauh itu?!" tanya Cherly.

"Itu sangat mudah bagi ku. " jawab Hartono.

Cherly berpikir sejenak. Dia menyimpulkan. "Maksud dari Hartono merekrut karyawannya adalah untuk mencari kandidat menantunya. Karena banyak yang mengatakan jika seorang pria yang melamar kerja disini jelas akan di tolak."

Cherly benar-benar butuh uang untuk membantu perekonomian keluarga nya yang tengah merosot. Jikapun dia diterima kerja disini, uang itu tak akan mampu menutup biaya-biaya yang dia butuhkan.

Hartono memecah keheningan. Dia menopang dagunya sembari menatap lurus Cherly. "Tenang saja setelah kau menjadi menantu ku kau akan mendapat tunjangan dan kau tak perlu bekerja. Kau hanya perlu fokus merayu cucuku."

Cherly sedikit menunduk, jemarinya mengepal kuat, pikirannya kacau.

Cherly menjadi gundah. Sangat tak masuk akal jika dia menerima tawaran itu. Namun, disisi lain dia membutuhkannya.

Setelah berpikir panjang. Cherly menatap Hartono serius.

"Anda tidak mungkin sembarangan menawarkan posisi berharga itu. Apa alasan Anda menawarkannya padaku?!" tanya Cherly.

Cherly sadar dia hanya wanita biasa yang rasanya tak pantas bersanding dengan keluarga kaya seperti Da Mirko.

Hartono menjawab. "Kau sehat dan subur. Setelah kau menikah lahirkan cicitku. Setelah itu jika kau mau bercerai maka lakukanlah."

Sebelum menawarkan posisi ini Hartono telah mengecek kesehatan Cherly. Dan menurutnya Cherly pantas untuk mengandung penerusnya.

Mata yang tajam dan bola mata hitam legam. Menurut Hartono, Cherly cantik sangat cocok jika bersanding dengan cucunya, terlebih kepribadian nya cukup baik dari yang dia selidiki. Cherly tak suka bermain dengan sembarang pria. Bahkan dia belum pernah berpacaran. Itu menjadi hal yang dia pertimbangan kan.

"Itu penawaran gila. Bagaimana bisa?!" Cherly merasa penawaran itu aneh dan baginya tak masuk akal.

"Ya atau tidak." tegas Hartono.

"Jika kau menolak itu tak akan merugikan apapun, aku akan mencari wanita lain yang bersedia." ucap Hartono, dia tak suka bertele-tele.

"Tunggu dulu-"

"Cucu mu itu, mungkinkah bermasalah sampai anda sendiri mencarikan nya jodoh. Dia impoten atau?!"

"Tidak dia normal." jawab Hartono cepat. Dia kemudian bangkit dari kursinya, berjalan pelan menuju jendela. Dia menatap ke luar jendela itu. Tampak dia menghela napas berat, bak memiliki permasalahan yang besar. "Dia hanya tak berniat menikah setelah calon istrinya meninggal 5 tahun lalu. Itu sangat menghawatirkan."

"Jadi Masa lalunya belum usai?!" gumam Cherly.

"Sangat merepotkan berhubungan dengan orang yang masa lalunya belum usai. " benak Cherly ragu.

Cherly menutup matanya pelan, membayangkan senyum kedua orang tuanya. Jika dia menolak kesempatan ini, maka tak akan ada lagi kesempatan berikutnya. Dan dia tak akan pernah melihat senyum dari orang tuanya lagi.

Ibunya yang tengah kesakitan di rumah sakit, jika terlambat di tangani nyawanya kapan saja bisa melayang. Ayahnya yang tampak tenang meski di landa depresi yang berusaha disembunyikan atas bangkrutnya perusahaannya.

Pada akhirnya Cherly menerima penawaran gila itu. Dia memilih mengorbankan dirinya dan harga dirinya.

Setelah menyetujui tawaran itu. Hati Cherly terasa pedih, namun dia berusaha terlihat tenang.

Cherly  menandatangani surat perjanjian bahwa dia harus melahirkan anak Edward. Kemudian Cherly di beri kebebasan atas hidupnya setelah melahirkan. Cherly juga mendapat sejumlah uang dan tunjangan lainnya. Biaya rumah sakit penuh di biayai oleh Hartono juga perusahaan Ayahnya yang bangkrut akan di bantu olehnya juga.

Sesuai yang Hartono katakan. Cherly di minta memasuki kediaman cucunya-Edward Da Mirko. Dan di minta tidur di ranjang yang sama dengan Edward.

Itu hal gila yang akan Cherly lakukan. Dalam hidup nya dia tak pernah berpikir untuk naik ke ranjang seorang pria yang tak pernah dia kenal.

Hartono mengatakan bahwa Edward tengah terpengaruh obat tidur yang dia berikan. Karena Edward selalu menolak untuk menikah. Hartono kesal dan pada akhirnya dia memilih jalan ini. Edward cucu satu-satunya harus memberikan nya penerus, bagaimanapun caranya. Meski Edward menolak keras untuk mencari pengantin maka dia yang akan bertindak.

Hartono membuat rencana tragedi seolah-olah Edward membawa wanita ke ranjangnya, maka Hartono akan berpura menciduknya karena berbuat hal tak senonoh. Dan berakhir memaksanya untuk menikahi wanita nya.

Cherly tau ini hal tak bermoral dan jelas tindakannya ini akan di benci oleh Edward. "Aku tak punya pilihan." lirihnya, jantungnya berdegup ricuh.

Ragu-ragu Cherly masuk ke dalam rumah besar itu, Dia masuk dengan mudah karena Hartono memberinya password rumah itu.

Cherly bahkan tak tau seperti apa wajah dari Edward. Hartono hanya mengatakan cucunya baru berusia 33 tahun.

"Lantai 2 kamar 1." Cherly mengingat-ingat letak kamar Edward yang dikatakan kakek itu.

Cherly berdiri tepat di depan pintu kamar. Dia membuka pintu itu dengan pelan, lalu tampak seseorang pria yang tengah tertidur di sana dengan wajah yang tertutup selimut.

Cherly menghela napas berat. Jantung nya berdetak kencang. Hatinya bergejolak untuk tak melakukan tindakan keji ini.

"Tapi aku telah menandatangani perjanjian itu." benaknya. Jantungnya kian berdetak ricuh.

Cherly menggenggam erat gagang pintu, dia memberanikan diri melangkah masuk. Dengan hati-hati dia melepas kemejanya dan rok span nya.

Lantas dia naik keranjang pria itu dan masuk ke dalam selimut pria itu.

"Maaf, maafkan aku. Aku sungguh membutuhkan mu..." gumam Cherly, sungguh dia merasa bersalah.

Cherly memejamkan matanya dan menunggu Hartono menciduk mereka dengan begitu awal dari rencana mereka akan di mulai.

"Siapa?! siapa yang berani masuk ke dalam selimut ku?!" suara berat pria terdengar.

Cherly membeku, pria yang katanya tengah tertidur akibat terpengaruh obat telah terbangun.

"Aku bertanya siapa yang berani naik ke ranjangku?!" teriak pria itu. Rasanya dia tengah mengendalikan diri yang pusing akibat pengaruh dari obat tidur itu.

"Jawab aku!!" pekiknya lantang. Dia mencengkeram erat lengan wanita yang berani naik ke kasurnya itu.

Edward berada di atas Cherly. Pria tampan yang mempesona, suaranya berat yang menarik hati, bibirnya seksi sangat menawan.

Edward mencengkeram erat leher Cherly. Mata mereka berdua saling menatap. "Siapa yang menyuruhmu?!" Edward tampak murka, tatapannya tajam rasanya ingin membunuh.

Sekejap Cherly terpesona dengan ketampanan pria bernama Edward itu hingga melupakan posisinya yang terancam. Sekarang dia benar-benar ketakutan. Pria ini tampak tak akan segan dengannya.

Brak...

Pintu didorong paksa.

Edward dan Cherly bersamaan menoleh kearah pintu dan mendapati kakek masuk dengan wajah terkejutnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BLIND HEART
9.7
Silvana, mahasiswi tingkat akhir yang terdesak biaya wisuda, terpaksa mencari pekerjaan sampingan demi membantu ayahnya. Alih-alih menjaga anak kecil, ia justru harus mengasuh Max Elgort, miliarder buta yang sangat temperamental. Di tengah bentakan Max, benih cinta mulai tumbuh di hati Silvana. Namun, Max masih terbelenggu bayang-bayang mendiang kekasihnya yang tewas dalam kecelakaan pemicu kebutaannya. Akankah Silvana bertahan saat Max masih setia pada janji masa lalunya?
Sampul Novel Istri Lugu Presdir Dingin
9.4
Kehidupan Nia hancur saat kehamilannya terbongkar. Di tengah keputusasaan, seorang wanita yang pernah ia tolong menawarkan jalan keluar: menikahi putranya, Dion, dan merawat cucunya. Tanpa diduga, Dion adalah duda dingin beranak satu. Pernikahan pun terjadi, namun Nia segera menyadari kenyataan pahit bahwa penolongnya ternyata berkerabat dengan pria yang menghamilinya. Kini, ia harus menghadapi dilema besar apakah sang suami sanggup menerima dirinya dan janin di rahimnya.
Sampul Novel Istri Palsu Miliarder
8.7
Vivienne mengkhianati Soren Blackwood dengan berselingkuh dan mencoba membunuhnya. Namun, bawahan Soren justru salah menangkap Kira, saudara kembar Vivienne. Kini Kira terjebak menjadi istri palsu sang CEO kejam yang lumpuh akibat insiden tersebut. Di tengah pusaran kebohongan dan dendam, Soren mulai menaruh hati pada sosok Kira yang berbeda. Akankah rahasia ini bertahan saat Vivienne asli kembali? Sebuah kisah romansa penuh misteri dalam lingkaran pengkhianatan.
Sampul Novel RAHASIA SANG PLAYBOY
9.1
Seorang miliarder ternama yang dikenal sebagai playboy kelas atas tidak pernah memercayai kekuatan cinta. Namun, segalanya berubah saat ia bertemu wanita unik yang mampu mengguncang dunianya. Di tengah jalinan asmara yang begitu membara, pria ini terjebak dalam dilema besar. Ia dipaksa memilih antara mempertahankan kebebasan hidup masa lalunya yang liar atau menyerahkan seluruh hatinya demi menyambut kehadiran cinta sejati yang nyata.
Sampul Novel SUAMI LANSIAKU TERNYATA CEO
8.8
Sova terpuruk saat ibu tirinya menjualnya demi uang satu juta untuk menikahi pria yang ia kira sudah renta. Di tengah keputusasaan karena mimpinya kandas, Sova mencoba ikhlas menerima takdirnya. Namun, sosok suaminya ternyata jauh dari bayangan kakek-kakek lemah. Pria itu adalah CEO tampan nan perkasa yang mencari istri tulus sebagai ahli waris tunggal kekayaannya. Terpikat pesona matang sang suami, mampukah Sova menahan debaran di hatinya?
Sampul Novel Terpaksa Berpisah
9.4
Akibat kesalahpahaman sepele, Sara harus menghadapi pengucilan dari keluarga suaminya hingga pernikahan mereka berakhir tragis. Tak ingin terus terpuruk, ia bangkit untuk membalas dendam dengan memimpin perusahaan kakeknya dan bertekad mengungkap kebusukan keluarga Atkinson. Namun, ambisinya tidak akan berjalan mudah. Apakah Sara mampu menjatuhkan mereka, ataukah Rion sebagai mantan suami akan turun tangan untuk menghentikan seluruh rencana besarnya?