Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Miliki Mu

Miliki Mu

Terdesak krisis finansial perusahaan ayah dan biaya medis ibu, Cherly terpaksa menerima tawaran Hartono. Ia harus menjerat Edward, cucu Hartono yang dingin, demi memberikan pewaris. Edward yang berusia 33 tahun masih terjebak duka atas kematian tunangannya, Yuni, lima tahun silam. Ia sangat membenci Cherly yang dianggapnya wanita rendah karena masuk ke ranjangnya dengan licik. Mampukah Cherly meluluhkan hati Edward yang beku di tengah kebencian yang mendalam?
Bab
Bagikan

Bab 2

Hartono membelalak terkejut melihat Edward tampak melakukan hal tak senonoh di atas ranjangnya dengan seorang wanita. Raut wajahnya kemudian berubah menakutkan dengan kedua alis yang terkatup. Namun, terselip senyum di bibir yang di sembunyikannya. 

"Apa-apaan ini Edward!! Jika tak mau menikah bukan berarti kau boleh seenaknya membawa wanita naik ke ranjangmu!!" ucap marah Hartono, seolah-olah ini sungguh kelakuan cucunya yang sangat keterlaluan. 

"Kau harus mempertanggung jawabkan tindakanmu ini. Nikahi wanita itu dan jangan bertindak tak senonoh seperti ini lagi!!" perintah lantang Hartono.

Rahang Edward mengeras, amarahnya memuncak. Dia tak habis pikir kakeknya dengan mudah percaya bahwa dia melakukan tindakan sekeji ini. 

Edward lantas melepaskan cengkeraman nya dari leher wanita di kasurnya itu. Dia pula bangun dari posisi yang berada di atas wanita itu. Posisi yang membuat siapapun akan salah paham. 

Edward berdiri tegap dengan menyibak kasar rambutnya. 

"Kenapa kakek tiba-tiba berada di kediaman ku?!" tanya Edward. 

"Mengunjungi cucuku bukan lah kesalahan." jawab Hartono. "Namun, kau malah memperlihatkan pemandangan semacam ini. Kau telah dewasa. Maka, tunjukan kewibawaan mu. Bukan bermain-main seperti ini!!"

"Masalah semacam ini rasanya tak etis kau ikut mencampurinya." jawab dingin Edward. 

Edward dan Hartono saling menatap tajam, bak tengah perang dingin. 

Cherly menelan ludah. Dia bergidik berada di tengah pertengkaran cucu dan kakek yang dingin nan ketus ini. 

Cherly bahkan tak mengira Edward pria yang akan sangat sulit di hadapi. Penolakannya ini sangat di luar dugaan. Jarang sekali pria menolak wanita yang naik ke atas ranjangnya dengan suka rela. 

"Kakek memerintah, nikahi wanita itu secara terhormat!!"

Kemudian Edward menatap Hartono tajam. "Aku tak mengenal wanita sialan itu!! Dan Kakek berharap aku menikahi nya?! Jangan bermimpi!!" 

"Sejelas ini dan kau mengelak?! Sikapmu ini tak layak sebagai lelaki!!" suara mengelagar Hartono memenuhi ruangan. 

Cherly tak berani bersuara atas perseteruan yang di timbulkannya. Jemarinya tanpa sadar menggenggam kuat selimut yang menutupi tubuhnya. 

"Kakek tak mau tau dalam waktu dekat nikahi wanita yang kau tiduri itu!! Jangan membuat nama keluarga tercoreng!!" perintah Hartono tegas. 

"Dia lah yang tak sopan naik keatas ranjangku bak wanita murah!!"

"Seujung kukunya aku tak tertarik menyentuh atau bahkan berbagi selimut dengannya."

"Aku bahkan tak sudi menyentuhnya. Huh!! sialan, ketidak beruntungan macam apa ini?!" Edward sangat kesal. 

Cherly tertunduk. Dia bahkan tak bisa mengelak atas pernyataan tentangnya yang baru saja Edward katakan.  

"Penawaran apa yang telah ku terima?!" benak Cherly jantungnya berdegup tak karuan. 

Edward mengusap kasar wajahnya. "Katakan sesuatu sialan!!" dia menatap marah wanita yang memilih menutup rapat mulutnya itu. 

Cherly tak berani menatap mata Edward, dia membuang muka. Namun, hatinya terasa amat pedih. Pria seperti Edward harus terjebak permainan semacam ini dengannya. Sejujurnya Edward pria yang kasihan. 

"Kalimat penghinaanmu tak mencerminkan bahwa kau terdidik!! Bagaimana bisa kau menghina wanita yang kau tiduri huh?!" secara tersirat Hartono membela Cherly. 

"Berapa kali aku katakan aku tak menyentuhnya!! Aku tak melakukan hal yang kau pikirkan kakek!!" Edward menatap serius kakeknya. 

"Apapun yang kau katakan tak mengubah kenyataan yang terlihat sekarang. Nikahi wanita itu." Hartono tetap kekeh meminta agar Edward menikahi Cherly. 

"Menikah dengan wanita itu, tak akan terjadi!! Tidak akan pernah!!" jawab tegas Edward, dia menolak menikahi wanita sembarang yang naik keranjangnya dengan cara kotor. 

Cherly menelungkup dengan selimut yang menutupi tubuhnya. Dia tak tahu bertindak apa atau bereaksi seperti apa. 

Ragu-ragu Cherly melirik Hartono yang kemudian memberikannya isyarat untuk tetap tenang dan mengikuti alur yang di rencanakan.

"Kau siapa namamu?!" tanya Hartono seolah tak mengenal Cherly. 

Ragu-ragu dia menjawab. "Cherly." 

Kemudian perhatian Hartono kembali pada Edward. "Untuk kali ini kau tak bisa menolak perintah kakek. Wanita yang kau bawa masuk ke dalam rumah, harus kau nikahi." ucap Hartono dia tak menerima penolakan dari Edward lagi. Setelah berkata seperti itu Hartono keluar dari kamar itu begitu saja. Dia membiarkan Cherly menyelesaikan bagiannya.

Edward mengepal kuat jemarinya, sorot matanya tajam, rasanya siap membunuh. 

"Kau pikir aku akan menurut kakek." gumam Edward, rasanya dia tak sudi untuk menikah. Terlebih dengan wanita bernama Cherly yang dengan hina naik ke atas ranjangnya. 

"Ha! siapa yang merencanakan ini?!" Edward menatap tajam wanita yang seolah-olah korban itu. 

Amarah Edward memuncak, dia mendekati Cherly yang seakan tampak menyedihkan di kasurnya. Dia lantas mencengkeram kuat dagu Cherly. "Kau sangat berani. Siapa orang yang menyuruh mu?! katakan dengan jujur!!"

Cherly meringis sakit. Cengkeraman Edward terlalu kuat.

Cherly mengepal kuat jemarinya. "Aku tak akan mundur. Pria ini menganggapku wanita buruk, itu bukan hal yang perlu ku khawatir kan. Dari awal aku tau konsekuensi nya." benaknya. 

Cherly menatap berani mata Edward yang di penuhi emosi. Meski dia gemetar, dari dia berpura tak tampak gentar. 

"Kau membawa ku kemari dengan paksa. Tidakkah kau mengingatnya?!" Cherly mengarang, segala kalimat yang dia katakan barusan adalah kebohongan. 

"Ah!!" rintih Cherly. 

Edward mencengkeram kedua pundak Cherly kuat-kuat.

"Kau pikir aku bodoh?! Aku tak mungkin membawa wanita murahan ke atas ranjangku!! Kita tak saling mengenal sialan!!" 

"Bagaimana bisa kau berkata demikian, Edward kau bajingan sialan!!" lirih Cherly terdengar pilu. Kemudian dia berpura-pura menangis. 

Edward mengeratkan giginya. Dia menahan amarahnya. Kemudian dia memukul kuat tembok tepat di sebelah Cherly. 

Cherly terkejut sampai memejamkan matanya. Dia pikir pukulan itu akan di layangkan padanya.  

Edward resah, pikirannya kacau. "Sialan!! sungguhkah aku membawanya masuk ke atas ranjangku dengan tanganku?! Mengingat aku tiba-tiba kehilangan kesadaran. Terlebih pakaian wanita sialan itu berantakan, pakaianku juga berantakan. " benaknya. 

Saat Edward terpengaruh obat tidur. Hartono meminta seseorang untuk membuka baju Edward agar seolah berantakan. Semuanya telah di perhitungkan oleh Hartono dengan baik. 

Cherly meraih pakaiannya yang tak jauh darinya dengan hati-hati. Edward yang tengah sibuk dengan pikirannya, membuat Cherly menggunakan itu sebagai kesempatan untuk mengenakan pakaiannya. 

Cherly memasang kancing bajunya, dia termenung sejenak. "Tujuanku adalah merayu Edward. Sejak awal agar Edward menyentuhku. Aku terlanjur di cap wanita buruk oleh pria ini, maka aku tak perlu menjaga image wanita baik." 

Setelah selesai mengenakan pakaiannya Cherly bangkit dari kasurnya berdiri tegap didepan Edward. 

Edward terkejut dengan tindakan tiba-tiba Cherly. "Apa lagi yang akan kau lakukan sialan!!" ucapnya ketus.

Cherly menarik kerah baju Edward.  

Wajah mereka menjadi dekat.

Dengan berani Cherly mengecup bibir Edward. 

Edward membelalak, kemudian dia mendorong Cherly menjauh darinya. Dia juga mengelap bibirnya yang di cumbu sembarang.  

"Kau wanita murahan, pergi dari kamarku sekarang!!" teriak Edward marah. 

"aku tak peduli dengan hinaan mu." Benak Cherly, meski seolah dia tampak baik-baik saja. Nyatanya hatinya luar biasa ricuh, tangannya bahkan gemetar. Dia yang tak pernah melakukan hal ini, berpura-pura sebagai wanita nakal. Bukanlah hal mudah. 

Edward dengan murka menarik lengan Cherly, dia mengusirnya dengan kasar keluar dari kamarnya. 

Tatapannya pada Cherly penuh hina. Dia merasa sangat jijik atas sentuhan dari wanita itu padanya. 

Seketika detik itu juga Edward semakin membenci wanita sialan yang berani menganggu ketenangannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BLIND HEART
9.7
Silvana, mahasiswi tingkat akhir yang terdesak biaya wisuda, terpaksa mencari pekerjaan sampingan demi membantu ayahnya. Alih-alih menjaga anak kecil, ia justru harus mengasuh Max Elgort, miliarder buta yang sangat temperamental. Di tengah bentakan Max, benih cinta mulai tumbuh di hati Silvana. Namun, Max masih terbelenggu bayang-bayang mendiang kekasihnya yang tewas dalam kecelakaan pemicu kebutaannya. Akankah Silvana bertahan saat Max masih setia pada janji masa lalunya?
Sampul Novel Istri Lugu Presdir Dingin
9.4
Kehidupan Nia hancur saat kehamilannya terbongkar. Di tengah keputusasaan, seorang wanita yang pernah ia tolong menawarkan jalan keluar: menikahi putranya, Dion, dan merawat cucunya. Tanpa diduga, Dion adalah duda dingin beranak satu. Pernikahan pun terjadi, namun Nia segera menyadari kenyataan pahit bahwa penolongnya ternyata berkerabat dengan pria yang menghamilinya. Kini, ia harus menghadapi dilema besar apakah sang suami sanggup menerima dirinya dan janin di rahimnya.
Sampul Novel Istri Palsu Miliarder
8.7
Vivienne mengkhianati Soren Blackwood dengan berselingkuh dan mencoba membunuhnya. Namun, bawahan Soren justru salah menangkap Kira, saudara kembar Vivienne. Kini Kira terjebak menjadi istri palsu sang CEO kejam yang lumpuh akibat insiden tersebut. Di tengah pusaran kebohongan dan dendam, Soren mulai menaruh hati pada sosok Kira yang berbeda. Akankah rahasia ini bertahan saat Vivienne asli kembali? Sebuah kisah romansa penuh misteri dalam lingkaran pengkhianatan.
Sampul Novel RAHASIA SANG PLAYBOY
9.1
Seorang miliarder ternama yang dikenal sebagai playboy kelas atas tidak pernah memercayai kekuatan cinta. Namun, segalanya berubah saat ia bertemu wanita unik yang mampu mengguncang dunianya. Di tengah jalinan asmara yang begitu membara, pria ini terjebak dalam dilema besar. Ia dipaksa memilih antara mempertahankan kebebasan hidup masa lalunya yang liar atau menyerahkan seluruh hatinya demi menyambut kehadiran cinta sejati yang nyata.
Sampul Novel SUAMI LANSIAKU TERNYATA CEO
8.8
Sova terpuruk saat ibu tirinya menjualnya demi uang satu juta untuk menikahi pria yang ia kira sudah renta. Di tengah keputusasaan karena mimpinya kandas, Sova mencoba ikhlas menerima takdirnya. Namun, sosok suaminya ternyata jauh dari bayangan kakek-kakek lemah. Pria itu adalah CEO tampan nan perkasa yang mencari istri tulus sebagai ahli waris tunggal kekayaannya. Terpikat pesona matang sang suami, mampukah Sova menahan debaran di hatinya?
Sampul Novel Terpaksa Berpisah
9.4
Akibat kesalahpahaman sepele, Sara harus menghadapi pengucilan dari keluarga suaminya hingga pernikahan mereka berakhir tragis. Tak ingin terus terpuruk, ia bangkit untuk membalas dendam dengan memimpin perusahaan kakeknya dan bertekad mengungkap kebusukan keluarga Atkinson. Namun, ambisinya tidak akan berjalan mudah. Apakah Sara mampu menjatuhkan mereka, ataukah Rion sebagai mantan suami akan turun tangan untuk menghentikan seluruh rencana besarnya?