Sampul Novel Istri Lugu Presdir Dingin

Istri Lugu Presdir Dingin

9.4 / 10.0
Kehidupan Nia hancur saat kehamilannya terbongkar. Di tengah keputusasaan, seorang wanita yang pernah ia tolong menawarkan jalan keluar: menikahi putranya, Dion, dan merawat cucunya. Tanpa diduga, Dion adalah duda dingin beranak satu. Pernikahan pun terjadi, namun Nia segera menyadari kenyataan pahit bahwa penolongnya ternyata berkerabat dengan pria yang menghamilinya. Kini, ia harus menghadapi dilema besar apakah sang suami sanggup menerima dirinya dan janin di rahimnya.

Istri Lugu Presdir Dingin Bab 1

"Aku hamil anakmu, Reza."

Nia datang menemui pria ini setelah menemukan ada kehidupan baru dalam rahimnya. Tanpa sadar, Nia menunduk. Bahkan, tangannya bergetar menanti reaksi dari sahabat sejak SMA, sekaligus pria yang dicintainya ini.

"Apa kau yakin itu anakku? Kita hanya melakukan sekali dan aku dalam keadaan mabuk," kata Reza datar.

Deg!

"Lagi pula ... jika pun memang benar anakku, tidak mungkin aku bertanggung jawab," ucap Reza sebelum kembali berkata," kau tahu kan aku begitu mencintai Raya? Sebentar lagi, kami juga akan menikah."

Rententan kalimat dari pria itu membuat hati Nia berdenyut nyeri. Pria itu benar-benar menolaknya tanpa berpikir dua kali. Bahkan, Reza seakan meragukan dirinya, seakan dia wanita murahan.

Sungguh, Nia begitu kecewa. Namun, dia tidak dapat berbuat apa-apa. Ini semua karena kebodohannya! Begitu mudah dirinya menemani Reza yang sedang hancur saat dicampakkan Raya, hingga merenggut kesucian, bahkan menghadirkan janin tak bersalah ini.

"Ta--tapi--" ucap Nia terbata-bata, berusaha untuk membela diri.

Namun, belum sempat berbicara, ucapannya telah dipotong Reza dengan cepat, "--Gugurkan saja dan kita lupakan semuanya. Kamu tetap dapat menjadi temanku dan Raya."

"Tapi, ini anakmu. Apa kau tega membunuhnya?" Setelah mengumpulkan keberaniannya, Nia akhirnya bisa mengeluarkan isi pikirannya. Namun, tanpa dia sadari lelehan air mata telah luruh di pipinya.

Sayangnya, Reza tidak tersentuh sama sekali. Pria itu justru memutar bola matanya malas melihat Nia yang bersikukuh. "Terserah, kau. Yang jelas, dia bukan anakku! Sekarang, keluar atau kupanggil satpam!"

Tangan Nia mengepal. Namun, dia tahu bahwa dia tidak bisa apa-apa. Dengan lesu, Nia keluar dari ruangan Reza dan kembali ke rumahnya. Sungguh! Dia bingung bagaimana kelanjutan janin dan hidupnya nanti. Sayangnya, sesampainya di rumah, ada hal yang lebih mengerikan.

Nia begitu terkejut melihat laporan kehamilannya ada di tangan Anwar, Bapaknya. Belum sempat memproses semuanya, Anwar kini telah datang menghampiri Nia.

Plak!

Tamparan keras dilayangkan Anwar pada Nia. Wajah pria itu mengerut merah. "Apa ini, Nia? Siapa Ayah anak di kandunganmu?"

Tubuh Nia bergetar hebat. Seumur hidupnya, Anwar tidak pernah memarahinya. Dia adalah Bapak yang benar-benar penyayang dan selalu memberikan yang terbaik untuk Nia. Kali ini, Nia tersadar bahwa dia sudah sangat mengecewakan Bapaknya.

"Siapa Ayahnya?" tanya Anwar lagi.

Nia pun menggeleng. Dia tidak ingin menyebutkan nama laki-laki brengsek yang tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri. Mengenang wajah Reza sungguh membuat dada begitu sesak, hingga matanya memerah karena hampir menangis.

"Jawab! Siapa laki-laki itu?" Anwar menjadi tidak sabar melihat respons dari putrinya itu.

Sayangnya, meski sudah ditanya berulang kali, Nia masih memilih untuk bungkam seribu bahasa.

Melihat itu, Anwar hilang kesabaran. Pria itu benar-benar hancur mengetahui perbuatan memalukan yang sudah dilakukan oleh putrinya sampai harus mengandung diluar nikah.

Kini, bahkan putrinya itu tidak berani memberikan satu nama yang harus bertanggung jawab? Suara Anwar seketika berubah menjadi datar, "Jawab atau kau bukan anakku lagi."

Mendengar ancaman Anwar, Nia menangis. Dia tidak ingin dibenci oleh Bapaknya, apalagi sampai tidak dianggap anak lagi. Namun, Nia tidak bisa mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.

Sungguh, Nia tidak pernah menyerahkan diri pada Reza begitu saja! Lelaki itulah yang mabuk dan merenggut kesuciannya secara paksa sampai dia bisa hamil saat ini. Kejadian itu benar-benar di luar dugaannya. Nia sudah menolak, tetapi kekuatan pria itu lebih besar. Tapi, siapa yang akan percaya padanya? Semua orang pasti akan langsung menyalahkan dirinya.

Hanya saja, wajah kecewa Anwar begitu menusuk hati Nia. Akhirnya, dengan bibir bergetar dan air mata berlinang, Nia menyebutkan nama Ayah dari janinnya, "Reza...."

Anwar terdiam mendengar nama yang disebutkan oleh Nia. Pria itu lalu memegang dadanya yang terasa nyeri dan sesak. Anwar tahu benar bahwa Reza adalah orang berada yang tidak sebanding dengan mereka.

"Nia, kenapa harus dia? Berapa kali bapak katakan padamu? Jangan berhubungan dengan orang kaya! Kita ini orang miskin. Bapakmu ini hanya pedagang ikan di pasar!"

Air mata Nia semakin membanjir pipi, rasa sakit ini sungguh begitu luar biasa.

"Dia harus bertanggung jawab!" Dengan cepat, Anwar menyeret Nia ke rumah Reza untuk menemui kedua orang tua Reza dan meminta pertanggungjawaban atas janin di rahim putrinya.

*****

Di depan pintu gerbang tinggi ini, keduanya berdiri. Bapaknya menghadap rumah besar di hadapannya dengan tatapan sulit diartikan.

Kemudian, pria itu melihat Nia yang berdiri di sampingnya. Hatinya begitu gundah memikirkan nasib anaknya setelah ini.

Sesaat kemudian, dia pun menarik paksa tangan anaknya untuk masuk ke sana dan disambut oleh tatapan meremehkan dari Liana, Ibu Reza.

"Siapa kalian?" Liana menatap penampilan dua orang asing yang memasuki rumahnya.

Seiring dengan itu, Reza yang kembali dari kantor juga berdiri di ambang pintu dan mendapati Nia dan Bapaknya berada di rumahnya.

"Saya, ingin meminta pertanggungjawaban. Anak saya hamil. Dan, Reza adalah Ayahnya," papar Anwar dengan perasaan penuh luka.

Anwar yang miskin harta, tetapi tidak dengan harga diri. Namun, kali ini harga dirinya sudah diinjak-injak karena kelakuan putri yang disayanginya. Namun, tidak apa. Saat ini, mengesampingkan perasaan hancurnya, Anwar rela ke sini demi anaknya mendapatkan pertanggungjawaban.

Liana terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh pria asing di hadapannya, kemudian melihat seorang wanita yang tidak lain adalah putri dari pria itu.

"Reza?" Liana seakan membutuhkan jawaban dari putranya, "apa mungkin kamu mau tidur dengan gembel ini?"

Menatap Nia saja, dirinya jijik. Apalagi masuk ke dalam keluarganya? Rasanya sangat mustahil sekali! Belum lagi, Liana sudah memiliki calon menantu yang luar biasa dan dari kalangan berada. Mungkinkah harus berganti dengan wanita miskin di hadapannya ini?

Tidak!

Liana tidak akan mau menikahkan putranya dengan Nia.

Untungnya, jawaban putranya sesuai dengan harapan. "Tidak! Aku bukan Ayahnya. Lagi pula, kau siapa?"

Reza benar-benar terlihat tidak pernah mengenali Nia, sehingga Nia pun tersentak.

"Nia, katakan! Apa benar lelaki ini Ayahnya?" Anwar pun kembali bertanya pada Nia, dan dijawab dengan anggukan kepala oleh Nia.

"Heh! Kalau bicara, jangan asal! Kami bisa melaporkan ini pada polisi, ya. Kalian ini orang miskin, tapi berani-beraninya memfitnah anak saya!" sergah Liana penuh kemarahan.

"Reza, katakan pada Ibumu bahwa ini benar anakmu." Kini, Nia yang sedari tadi diam saja, akhirnya berbicara dan memohon pada lelaki yang sudah menabur benih di rahimnya itu.

"Nyonya, ini memang anak Reza," terang Nia lagi sebab Reza hanya diam, seakan tidak mengakui.

Liana pun maju selangkah dan melayangkan tangannya pada wajah mulus Nia, hingga tubuh kecilnya terlempar ke samping seiring dengan layangan tangan yang begitu kuat tepat mendarat di pipinya.

"Lancang sekali kau berbicara!" seru Liana semakin bertambah emosi.

"Reza?" Nia menatap Reza berharap memberinya sedikit saja bekas kasih.

"Aku, sudah mempunyai calon istri. Raya adalah wanita yang aku cintai. Kau ini siapa?" Reza mengangkat bahunya seakan tidak perduli sama sekali.

Nia mengusap wajahnya mendengar jawaban Reza yang lagi-lagi membuatnya terluka.

"Kau itu siapa?" tanya Reza lagi. Kini, pria itu tersenyum miring menatap penampilan Nia.

Sendal jepit, dengan rok span berpadu kaos oblong. Satu lagi yang ingin membuat Reza tertawa, rambutnya yang dikepang. Memang ini zaman apa?

"Kau itu bukan levelku!" Reza tertawa terbahak-bahak meremehkan Nia.

Nia kehabisan kata-kata untuk berbicara lebih jauh lagi. Semua begitu mengejutkan. Hari ini, dia benar-benar melihat wajah asli pria yang dicintainya.

Jangankan untuk bertanggung jawab, mengakui saja tidak. Yang ada, hanya hinaan yang diterima oleh Nia. Gadis lugu itu tidak menyangka bisa menjadi korban kebejatan seorang pria yang tidak bertanggung jawab.

Kini Bapaknya sendiri mungkin sudah menganggapnya sebagai wanita murahan.

Ini begitu menyakitkan. Nia begitu terluka, tertusuk dalam jantung tanpa darah itu jauh lebih menyakitkan. Sakit di wajahnya tidak sebanding dengan sakit di hatinya.

Tak lama, Reza bahkan segera berlalu pergi meninggalkan ketiganya, sebelum berkata, "Usir saja mereka, Ma."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Istri Lugu Presdir Dingin

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4 Ch. 5 Ch. 6 Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Anisa Rahma memulai hidup baru sebagai istri Seno Bagaskara, pria kaya raya yang membawanya tinggal di kediaman besar keluarga. Namun, situasi menjadi rumit karena mereka harus berbagi atap dengan saudara ipar lainnya. Di balik kemewahan tersebut, Anisa tidak menyadari bahwa adik laki-laki Seno dan suami dari iparnya menyimpan hasrat terlarang kepadanya. Kini, Anisa terjebak dalam ancaman nafsu mereka di rumah itu. Sanggupkah ia bertahan?
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berubah drastis saat ia mengetahui fakta mengejutkan di kampusnya. Ezza, pria yang dijodohkan orang tuanya dan kini telah resmi menjadi suaminya, tiba-tiba muncul sebagai dosen baru di sana. Kehadiran Ezza yang tak terduga di lingkungan akademisnya memicu tanda tanya besar bagi Bunga. Ia pun mulai meragukan alasan di balik keputusan suaminya tersebut. Apakah Ezza memiliki motif tersembunyi atau ini hanyalah sebuah kebetulan belaka?
Sampul Novel En-PD153
8.9
Mantan kekasihku yang kukira telah tiada tiba-tiba muncul membawa wanita hamil yang disebut penyelamatnya. Dia secara tak masuk akal memintaku tinggal bersama mereka dan menawarkan upacara pernikahan sebagai kompensasi sementara ia menikahi wanita itu. Sebagai putri bangsawan dan menantu keluarga konglomerat, aku tak sudi dijadikan selingkuhan. Jika dia menolak hidup mewah, aku akan memastikan dia kehilangan segalanya hingga menjadi pengemis.
Sampul Novel En-PD154
9.0
Setelah memenangkan sepuluh laga beruntun di arena, aku justru dikhianati Roderick. Tunanganku itu malah bermesraan dengan cinta pertamanya dan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar yang tak berkelas. Kelembutannya kemarin sirna, berganti pengakuan cinta untuk wanita lain di hadapanku. Dengan hati yang mendingin, aku menghubungi ayahku sang bos mafia. Aku meminta pernikahan dibatalkan karena aku ingin mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel En-PD158
8.7
Tiga tahun menikah, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai dari istrinya demi menyelamatkan putra kandungnya bersama Lin Yanran yang menderita leukemia. Ia memohon izin untuk memiliki anak lagi dengan sang mantan agar sel bayi baru lahir itu bisa menjadi obat, sambil berjanji akan kembali setelah misi medis itu selesai. Namun, di tengah tangis kepedihan suaminya, sang istri menemukan pesan provokatif dari Yanran yang sudah menanti Yu'an untuk segera menghamilinya malam ini juga.
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan mobil, punggungku hancur oleh luka bakar. Selama empat tahun masa komanya, aku setia merawatnya. Namun setelah sadar, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat aku diserang preman. Baginya, aku hanyalah beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi dan meninggalkan segalanya menuju bandara.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan