Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menikah Dengan Keponakan

Menikah Dengan Keponakan

Akibat satu kesalahan fatal, Aeris dan Leon terjebak dalam pernikahan tanpa landasan cinta. Perbedaan usia serta kepribadian yang kontras memicu konflik terus-menerus di antara mereka. Sanggupkah Leon yang berhati dingin menghadapi tingkah abnormal Aeris setiap hari? Tantangan semakin berat saat cinta pertama Leon muncul kembali di hidupnya. Akankah ia tetap setia menjaga komitmen rumah tangga ini atau justru memilih berpaling demi masa lalunya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Leon berdecak kesal melihat kemeja putihnya yang berubah warna menjadi kecoklatan. Padahal kemeja tersebut hadiah terakhir dari mantan kekasihnya saat dia berulang tahun yang ke dua puluh. Semua karena Aeris, adik mamanya yang sangat ceroboh.

Leon benar-benar tidak habis pikir, padahal umur Aeris hampir kepala tiga, tapi tingkahnya masih seperti gadis berusia belasan. Kekanakan. Sifat Aeris sangat berbeda dengan sang ibu yang begitu lembut dan anggun.

Apa benar Aeris adik kandung mamanya?

Suasana rumah keluarga Yasodana yang begitu ramai membuat Leon merasa kurang nyaman. Si kembar sedari tadi tidak pernah bisa diam. Mereka terus berlarian ke sana ke mari membuat kepalanya terasa pusing. Leon tidak betah berada di tengah keramaian seperti ini.

"Kamu mau pergi ke mana, Sayang?" tanya Aerin yang melihat Leon beranjak.

"Leon ada janji, Ma."

"Tapi acara reuni keluarga kita belum selesai."

"Tapi, Ma ...." Leon menatap Aerin dengan penuh harap. Semoga saja Aerin memberinya izin untuk kabur dari acara reuni yang sangat membosankan ini.

Aerin mengembuskan napas panjang. "Baiklah, hati-hati."

"Terima kasih, Ma." Leon tersenyum senang lantas menuju range rovernya yang terparkir bersebelahan dengan mini cooper Aeris.

***

Hari Minggu waktunya bagi Aeris untuk bermalas-malasan. Gadis itu sedang asyik berbaring di kasurnya yang empuk sambil menonton drama Korea. Bungkus makanan ringan berserakan mengotori lantai kamarnya, mengundang semut dan kecoa untuk berdatangan, tapi Aeris tidak peduli. Dia akan membersihkan kamarnya jika sudah selesai menonton drama Korea.

Ponsel Aeris yang berada di atas meja tiba-tiba saja bergetar. Gadis itu pun segera mengambil ponselnya. Nama Anne terpampang jelas di layar.

"Iya, Ne, ada apa?"

"Aku ada di depan apartemenmu, nih. Bukain pintunya, dong?"

"Kamu nggak mencet bel?" tanya Aeris sambil beranjak membuka pintu.

"Aku udah mencet bel dari tadi, kamunya aja yang nggak denger."

Aeris malah terkekeh. Wajah cemberut Anne seketika menyambut ketika pintu di hadapannya terbuka. "Sorry, aku tadi nggak denger suara bel sama sekali."

Anne segera memutus sambungan teleponnya lalu menerobos masuk ke apartemen Aeris. "Kamu pasti keasyikan nonton drama Korea," sungutnya terdengar kesal.

"Tuh, kamu tahu." Aeris beranjak ke dapur, mengambil beberapa kaleng minuman bersoda dan camilan untuk Anne.

"Astaga, ini kamar apa kamar pecah?" Mulut Anne menganga lebar melihat kamar Aeris yang berantakan.

"Nggak usah kaget gitu, kamu kayak baru pertama kali masuk ke kamarku aja." Aeris meletakkan nampan yang dibawanya di nakas samping tempat tidur.

"Tapi nggak gini juga kali, Aeris. Kamu itu jorok banget."

Aeris memutar bola mata malas. "Tumben sekali kamu datang ke apartemenku. Kamu pasti ada maunya, kan?"

Anne tersenyum. "Kamu memang sahabatku yang paling pengertian."

Aeris menyilangkan kedua tangannya di depan dada sambil menatap Anne dengan alis terangkat sebelah.

"Jadi gini, aku punya kenalan baru. Dia ngajak ketemuan di Aero kelab, aku nggak berani pergi sendirian."

"Kenapa nggak berani, kamu udah biasa pergi ke tempat seperti itu, kan?"

Anne membasahi bibir bawahnya sebelum bicara. "Iya juga sih, tapi malam ini aku lagi malas pergi sendiri."

"Lalu?"

"Kamu mau nggak nemenin aku?"

"Ogah," jawab Aeris langsung. Seumur hidup gadis itu tidak pernah menginjakkan kedua kakinya ke tempat hiburan malam.

"Please, dong, Ai. Temenin aku, malam ini aja."

Aeris menghela napas panjang. "Berhentilah berkencan dengan lelaki yang tidak jelas, Ne. Carilah lelaki yang benar-benar tulus mencintaimu dan mau menerima statusmu saat ini."

Anne menunduk dalam mendengar ucapan Aeris barusan. Pernah gagal menikah dua kali ternyata tidak bisa membuat Anne berhenti dari kebiasaannya yang suka bergonta-ganti pacar. Anne sangat bertolak belakang dengan Aeris yang tidak pernah pacaran. Tetapi ajaibnya mereka bisa bersahabat dari kecil sampai sekarang.

"Kali ini aku serius. Sepertinya dia lelaki baik." Anne berusaha meyakinkan.

"Sungguh?"

Anne mengangguk mantap.

Aeris menarik napas panjang. "Baiklah, aku temani kamu malam ini."

"Asyik!" Anne bersorak senang karena Aeris mau menemaninya pergi ke kelab malam.

"Eits, tapi ada syaratnya."

Bahu Anne seketika merosot. "Apa?"

"Bersihin kamarku dulu."

***

Mini dress tanpa lengan berwarna merah maroon dengan potongan dada yang sedikit rendah membuat Aeris terlihat sangat sexy malam ini. Gadis itu sebenarnya merasa kurang nyaman memakai gaun pilihan Anne karena membuat tubuh bagian atasnya sedikit terlihat. Namun, Anne terus memaksanya agar memakai gaun tersebut.

Aeris tanpa sadar meremas kedua tangannya dengan erat karena tidak sedikit lelaki hidung belang yang menatapnya lapar.

"Anak SMA tidak boleh masuk," ucap penjaga Aero kelab saat melihat Aeris.

Kedua mata Aeris sontak membulat. "SMA?" tanyanya terdengar penuh penekanan.

Anne malah terkikik Tidak heran jika penjaga tersebut menganggap Aeris masih SMA karena gadis itu memiliki postur tubuh yang tidak terlalu tinggi dan wajahnya masih terlihat imut.

"Mana kartu pengenal kamu?"

Aeris pun memberikan kartu pengenalnya. Anne segera menunjukkan kartu pengenal mereka ke penjaga kelab.

"Apa benar umurmu hampir tiga puluh tahun?" tanya penjaga Aero kelab untuk memastikan.

"Benar lah, Pak. Saya tidak mungkin berbohong," jawab Aeris sedikit kesal.

"Baiklah, kalian berdua boleh masuk."

Anne langsung menarik Aeris menuju meja bartender dan memesan minuman. Segelas brandy untuk dirinya sendiri dan segelas jus strowberry untuk Aeris.

"Temanmu mana, Ne?" tanya Aeris sedikit keras karena suaranya teredam musik.

"Aku nggak tahu, mungkin dia sebentar lagi datang." Anne meneguk segelas brandy di tangannya sambil bergoyang menikmati musik yang dimainkan DJ.

Aeris mengedarkan pandang ke sekitar. Banyak lelaki dan perempuan yang sedang menari di atas lantai dansa. Mereka menari seperti orang kehilangan akal. Bahkan di antara mereka ada yang berciuman.

Aeris refleks mengalihkan pandang ke arah lain. Apa mereka tidak malu?

"Ne!"

"Ada apa?"

"Temanmu masih lama?" Aeris meremas kesepuluh jemari tangannya yang terasa dingin karena mulai merasa tidak nyaman. Dia ingin pulang.

Anne melihat benda mungil bertali yang melingkari pergelangan tangan kirinya. "Tunggu sebentar lagi."

Aeris mengembuskan napas panjang. Mau tidak mau dia harus menunggu teman Anne datang karena tidak tahu jalan pulang.

Tidak lama kemudian ada dua orang laki-laki datang menghampiri mereka. Kedua mata Anne seketika berbinar melihat lelaki yang berdiri di depannya.

"Liam?"

"Yes, I'm Liam." Lelaki bernama Liam itu mengulurkan tangan kanannya yang disambut ramah oleh Anne. "Aku membawa seorang teman untuk menemaniku datang ke sini."

"Aku, Daniel." Teman Liam tersebut memperkenalkan diri.

"Who is she?" tanya Liam saat melihat Aeris.

"Dia temanku, Aeris." Anne pun memperkenalkan Aeris pada Liam dan Daniel.

"She is so pretty," puji Liam.

Aeris tersenyum kaku mendengar pujian Liam untuknya.

"And sexy," imbuh Daniel menatap Aeris seperti singa kelaparan yang bertemu dengan mangsanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Cinta Yang Kandas
8.7
Tiga tahun Aveline mengabdi dalam pernikahan tanpa cinta demi Damian, bahkan rela menyerahkan bakat arsitekturnya agar suaminya bersinar. Namun, pengkhianatan Damian di depan publik menyadarkannya. Aveline memilih bercerai dan bangkit membangun firma de la Fontaine miliknya sendiri. Kini, ia kembali sebagai arsitek kelas dunia yang sukses mengalahkan dominasi perusahaan Blackwood. Di tengah puncak kejayaan, akankah ia membiarkan cinta masuk kembali ke hatinya?
Sampul Novel Dewi Mayapada
8.0
Fina, gadis remaja kesayangan keluarga, selalu terlindungi berkat kasih sayang ibunya yang luar biasa. Namun, saat menginjak usia dewasa, ia menghadapi dilema besar dalam memilih pasangan hidup yang tepat. Di tengah keraguan dan rasa kecewa yang berulang kali menghantamnya, sang ibu tetap setia menjadi tameng pelindung. Melalui berbagi kisah perjuangan dan menghadapi sindiran sekitar, sang ibu membimbing Fina hingga ia menemukan keyakinan penuh atas masa depannya.
Sampul Novel Fulfi
8.6
Fulfi, model cerdas berusia 20 tahun yang hidup sebatang kara, mendirikan yayasan wanita demi mencegah penderitaan serupa menimpa orang lain. Namun, hidupnya hancur setelah menjadi korban pemerkosaan hingga hamil. Saat berjuang menata ulang karier di tengah sabotase pihak yang membencinya, Fulfi justru berhadapan dengan ancaman besar yang menyeretnya bertemu dalang di balik tragedi masa lalunya. Mampukah ia bertahan dan kembali meraih kesuksesan di dunia modeling?
Sampul Novel Gairah panas sang presdir
8.0
Joshua berubah menjadi pria dengan gairah seksual berlebih yang tak terkendali setelah dikhianati oleh kekasih masa lalunya. Luka perselingkuhan itu mengubah kepribadiannya secara drastis tanpa ia sadari sepenuhnya. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang mahasiswi muda dalam sebuah pertemuan yang tidak terduga. Akankah kehadiran gadis ini mampu menyembuhkan trauma Joshua dan mengembalikannya menjadi sosok pria yang dulu, atau justru memperumit keadaan?
Sampul Novel Insafnya Seorang Gigolo
9.7
Dalam industri jasa yang penuh godaan, ia memegang teguh sebuah prinsip profesionalitas yang tak tergoyahkan. Baginya, memastikan kepuasan setiap pelanggan adalah prioritas utama yang harus selalu diutamakan di atas segalanya. Kisah ini mengikuti perjalanan hidup seorang pria yang mendedikasikan dirinya untuk memberikan layanan terbaik, di mana setiap pertemuan adalah pembuktian atas komitmennya dalam menjaga standar kualitas layanan yang maksimal.
Sampul Novel Kurebut Istri Mandul Milikmu
8.2
Tekanan orang tua karena belum hadirnya buah hati membuat Morgan kehilangan kesabaran terhadap istrinya, Fla. Ia berencana menceraikan Fla demi menikahi Ara, adik iparnya sendiri. Fla menolak keras ide tersebut karena enggan berbagi suami dengan adiknya. Meski begitu, Morgan tetap nekat menjalin hubungan gelap dengan Ara di belakang istrinya. Akankah ikatan pernikahan mereka mampu bertahan di tengah pengkhianatan dan konflik keluarga yang pelik ini?