Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel MENGEJAR CINTA GADIS BERCADAR

MENGEJAR CINTA GADIS BERCADAR

Dhafa Akmarul Dzauri pulang dari Arab Saudi untuk memimpin perusahaan travel milik ayahnya. Namun, semangatnya luntur saat bertemu Salma Azzahra, mantan teman SMA yang dahulu sering merundungnya hingga menangis. Meski Salma kini tampil sangat berbeda dan bercadar, bara dendam di hati Dhafa belum padam. Ia bertekad membalas semua rasa sakit masa lalunya kepada gadis yang pernah menjadi mimpi buruknya tersebut. Akankah kebencian itu berubah menjadi cinta?
Bab
Bagikan

Bab 1

Dhafa bangkit dari pembaringan, kemudian menonaktifkan mode silent pada pengaturan ponselnya. Tubuhnya mulai terasa segar kembali setelah beristirahat seharian. Sejak pagi ia terus saja membenamkan tubuhnya di pembaringan. Ia bangun hanya untuk sholat dan makan. Perjalanan Jeddah-Jakarta-Lombok kemarin, benar-benar menguras energy-nya. Beruntung, sore ini jetleg-nya telah hilang tuntas.

Drrrt...drrtt... drrttt....

Ponsel Dhafa langsung bergetar beberapa kali, ia bergegas membuka pesan masuk.

Amar telah memasukkan anda ke dalam grup "Alumni SMA Negeri 1 Gondang 2018". Dhafa membaca sebuah notifikasi seraya tersenyum senang. 'Gercep benar sohibku yang satu ini. Hmm..., tolak atau terima?' Dhafa masih tertegun dalam keraguan.

'Gadis kejam itu sudah pasti ada di Grup, karena dia selalu haus popularitas.' Dhafa membatin. Ia meletakkan ponselnya di atas nakas, belum menentukan pilihan apapun. Luka lama masih mengganjal di hatinya, membuatnya ragu untuk masuk Grup Alumni.

Dhafa bersandar resah di pembaringan. Sepertinya luka itu belum sembuh dan masih berdarah, menyisakan trauma yang mendalam di ruang batinnya. Ia sudah lama menghapus semua perasaan bodoh itu, iya bodoh! Bisa-bisanya Ia jatuh cinta pada si gadis pembully, gadis yang juga sangat ia benci di masa lalu. Seiring berjalannya waktu dan tumbuhnya kedewasaan, Dhafa telah memutuskan untuk membuang jauh-jauh perasaan yang bertentangan dengan akal pikirannya tersebut. Tapi kenapa ketakutannya pada sosok Salma Azzahra masih terpatri di sisi-sisi hatinya.

'Akh, kenangan itu terlalu buruk! Namun, bukankah aku telah berjanji untuk kembali sebagai sosok yang baru. Aku yang sekarang bukan lagi diriku yang dulu. Tak kan ada lagi Dhafa yang bisa ditindas semena-mena atau Dhafa yang mereka bilang cupu. Aku telah membuat perubahan besar pada diriku. Buktinya para gadis kini memandangku dengan terpana dan terkagum-kagum.'

Dhafa bangkit meraih ponselnya, lalu ia menekan tulisan "terima". Rasa percaya dirinya telah tumbuh lagi. Seketika ponselnya kembali bergetar berulang-ulang, notifikasi pesan masuk dari Grup Alumni mulai menyita perhatiannya.

Dhafa membaca pesan masuk itu satu persatu, ada secercah kerinduan di hatinya akan kebersamaan dengan beberapa teman yang cukup dekat dengannya di masa SMA dulu.

Selamat datang di Grup, Bro Dhafa. Teman-teman, ada Dhafa Akramul Dzauri kelas Dua Belas IPA-E baru masuk Grup, sambut yang meriah dong! (Amar)

Terimakasih, telah mengizinkan saya bergabung di sini. (Dhafa)

Wah, Dhafa ini yang langganan Juara Satu Umum Sekolah, kan? Bagaimana kabar kamu sekarang? (Intan)

Dhafa, masih ingat aku, kan? Kamu enggak amnesia kan? Wayan nih, teman sekelas kamu yang paling ganteng. Kapan kita ngumpul-ngumpul, bro?

Hai Dhafa, Selamat bergabung di Grup, ya. Aku ingat dong sama cowok paling pintar di sekolah. (Naya)

Hmmm..., ini Dhafa yang dulu pernah nembak Salma, tapi ditolak di depan kelas itu, kan? Kok baru nongol di Grup sih, selama ini kemana aja masbro? Eh, maaf jadi kepo, hehehehe.... (Chikka)

Deg! jantung Dhafa berpacu lebih cepat. Ada emosi yang meledak-ledak di kepalanya. Bahkan setelah bertahun-tahun, teman-temannya masih mengingat salah satu momen yang paling Dhafa benci dari masa SMA-nya. Momen dimana ia difitnah dan dipermalukan oleh seorang gadis pembully, Salma Azzahra, hanya sebagai bahan lelucon dan untuk memuaskan rasa iseng gadis bengal itu semata. Peristiwa itu masih begitu melekat dibenak Dhafa, tak pernah ia mampu untuk menghapusnya, begitu juga rasa sakitnya.

''Hi..., Class! Kalian mau tahu rahasia terbesar abad ini? Mau dong, ya!'' pekik Salma membuka pidato konyolnya di depan kelas. Salma Azzahra yang cantik dan kharismatik selalu bisa membuat semua orang tertarik dengan apapun yang dia katakan dan apapun yang dia kerjakan.

"Mau doooong...!'' seru hampir semua siswa yang ada di kelas Dua Belas IPA-E. Dhafa sendiri hanya melempar senyum dikulum melihat tingkah gadis bengal yang akhir-akhir ini semakin intens membully-nya. Semakin di bully, ia semakin sakit hati. Semakin ia sakit hati, wajah Salma semakin tak mau pergi dari ingatannya.

Dhafa sungguh tidak mengerti, dan entah apa lagi yang akan terjadi hari ini, batinnya.

''Gini, Guys. Ada cowok yang imejnya di mata kalian sok paling anti sama cewek, enggak sudi berdekatan sama cewek, tapi diam-diam cowok ini nembak aku kemarin, iya kan Dhafa? Ngaku saja, be gentleman dong! Tapi, maaf ya bocil, aku enggak bisa menerimanya karena kamu belum cukup umur,'' tukas Salma dengan gaya centil yang khas sehingga semua mata tertuju padanya.

''Gyaaahahahahahahahaahahaha....!!" Seisi kelas penuh dengan suara tawa para siswa yang merasa geli, mereka percaya begitu saja dengan semua cerita Salma. Bagi mereka ini adalah hal yang sangat janggal dan lucu, ketika seorang cowok cupu, anti cewek dan kutu buku, begitu beraninya menyukai Salma Azzahra yang sedang menjalin hubungan dengan siswa paling populer, paling ganteng, paling tajir di sekolah, Gading Putra Bagaskara.

Dhafa mematung bagai terhipnotis, tak ada sepatah katapun yang bisa keluar dari bibirnya. Wajahnya memerah, lebih merah dari biasanya. Ingin ia berkata ''tidak", tapi lidahnya seakan kelu. Ia justru merasa seperti sorang pencuri yang sedang tertangkap basah, ia menyerah kalah dan bertekuk lutut di bawah tekanan perasaannya sendiri. Bagaimanapun, memang benar ia telah menyukai gadis kejam di depan kelas itu diam-diam. Meski ia tak pernah mengungkapkannya dan ia tak akan pernah punya nyali untuk itu.

''Gila elo, Dhafa. Muka kaya' keset begitu, beraninya nembak Salma. Wow dah, Hahahaha!"

''Si bocil sudah baligh sekarang, guys!''

''Hahahahahhaha!''

''Kalau udah baligh berarti sudah tahu mimpi basah dong ya, hahahahhaha....!''

''Hahahahahhhaaa....!''

''Duh, kasiannya bagai pungguk merindukan bulan. Makanya kalau mimpi jangan ketinggian, cari cewek yang selevel kamu dong, hihihi.....''

Teriakan demi teriakan mengarah kepada Dhafa, menghina dan menertawakannya! Semua dilakukan oleh teman sekelasnya yang dipicu oleh kisah bohong dari Salma. Dimana Salma melakukannya hanya karena iseng dan demi lelucon semata. Salma tak pernah berfikir hal itu akan menjadi salah satu luka terdalam yang terus membayangi kehidupan seorang Dhafa Akramul Dzauri.

Dhafa menghentikan semua ingatannya akan masa SMA-nya yang kelam itu, ia tak ingin berdarah lagi. Sudah bagus ia sekarang lebih kuat dan berhasil menyembuhkan lukanya sendiri.

***

Sementara itu wajah Salma Azzahra cemberut berat, ia melempar bantalnya dengan keras ke pembaringan. "Kenapa mereka tak juga melupakan semua kelakuan burukku di masa lalu? Itu sudah lama sekali. Huuuh..., lagipula apa tidak ada hal lain yang bisa di bahas!?" Bibirnya mengerucut menahan kesal.

Salma mengetuk-ngetuk pipi kenyalnya dengan jari telunjuk, otaknya berpikir keras.

"Hmm..., sebaiknya aku keluar saja dari grup alumni ini, tapi...., Aaaargghh!!" Salma benar-benar kesal dan bingung. Ia mengacak-acak ramburnya sendiri, menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

#Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Boss Lady: Mantan Suamiku Ingin Aku Kembali
8.9
Selena dianggap parasit oleh suaminya, Kenneth. Setelah lelah disakiti, ia menuntut cerai dan pembagian harta. Kenneth setuju karena ingin bebas, namun Selena justru bangkit menjadi pengusaha sukses yang dikelilingi pria. Terkejut melihat transformasi mantan istrinya yang mandiri, Kenneth mulai mengejarnya kembali. Saat Selena meluapkan kemarahannya, Kenneth justru mengakui kegilaannya dan memohon untuk rujuk demi menyatukan kekayaan serta masa depan mereka.
Sampul Novel Dusta dan Kenikmatan
8.5
Seorang gadis lugu terjebak dalam dilema karena merasa belum siap menjadi ibu. Namun, kekasihnya terus melancarkan bujuk rayu manis hingga sang gadis akhirnya menyerahkan kesuciannya untuk pertama kali. Malang tak dapat ditolak, setelah berhasil merenggut kehormatan gadis itu, sang pria justru menghilang tanpa jejak. Kini, ia hanya bisa meratapi nasibnya yang malang dan merasakan kepedihan mendalam akibat pengkhianatan kekasih bajingannya tersebut.
Sampul Novel Luka Lara
9.6
Setahun menikah, Larasati tak menyangka dirinya hanyalah istri kedua. Kebaikan Abimana dan mertuanya ternyata semu. Kebenaran pahit terungkap tepat setelah putranya lahir; Bima mengaku hanya memanfaatkannya demi keturunan. Pengkhianatan ini menghancurkan hati Larasati hingga mereka akhirnya berpisah. Di tengah luka batin yang begitu mendalam, mampukah Larasati bangkit dan kembali membuka pintu hatinya untuk pria baru yang ingin menyembuhkan lara tersebut?
Sampul Novel Pembalasan Sang Istri Tertindas
9.3
Amara bangkit dari kematian tragis untuk menuntut balas atas pengkhianatan Rafael dan kekejaman selingkuhannya, Isabella. Kembali ke masa lalu, ia bertekad menghancurkan mereka yang merampas harta serta nyawa anaknya. Di tengah misi balas dendam untuk membuat Rafael berlutut memohon ampun, Amara justru menemukan sosok pria masa lalu yang menawarkan perlindungan tulus. Kini ia harus memilih antara menuntaskan kebenciannya atau membuka hati bagi cinta yang baru.
Sampul Novel Perjanjian 100 Hari Menikah Dengan Om CEO
9.5
Insiden salah masuk mobil menyeret Tiffania Almora ke dalam kehidupan Elnathan Devandra, sang CEO terpandang. Pertemuan yang intens membuat Devan nekat melamar Fania demi menghindari perjodohan dari keluarganya. Fania menyetujui ajakan tersebut, namun dengan syarat pernikahan kontrak selama seratus hari saja. Akankah Devan sepakat? Bagaimana nasib hubungan mereka saat perasaan cinta mulai tumbuh dan rahasia kontrak tersebut terancam terbongkar?
Sampul Novel RAHASIA AYAH ANAKKU
9.1
Kehidupan Kania yang penuh tekanan berubah drastis saat Nick Sebastian mendadak mengakuinya sebagai kekasih. Meski harus menghadapi badai hujatan publik, Kania memilih pasrah mengikuti skenario CEO tampan tersebut. Namun, sandiwara yang mereka bangun justru berujung pada sebuah malam penuh gairah di apartemen Nick. Peristiwa magis itu seketika mengubah garis takdir hidup Kania selamanya, menyeretnya ke dalam romansa dewasa yang intens dan tak terduga.