Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel MENGEJAR CINTA GADIS BERCADAR

MENGEJAR CINTA GADIS BERCADAR

Dhafa Akmarul Dzauri pulang dari Arab Saudi untuk memimpin perusahaan travel milik ayahnya. Namun, semangatnya luntur saat bertemu Salma Azzahra, mantan teman SMA yang dahulu sering merundungnya hingga menangis. Meski Salma kini tampil sangat berbeda dan bercadar, bara dendam di hati Dhafa belum padam. Ia bertekad membalas semua rasa sakit masa lalunya kepada gadis yang pernah menjadi mimpi buruknya tersebut. Akankah kebencian itu berubah menjadi cinta?
Bab
Bagikan

Bab 2

Sang mentari kembali menyapa bumi, cahayanya begitu cerah menerangi kehidupan. Namun, kontras dengan suasana hati Salma, pagi ini ia masih resah dan gundah. Biasanya ia berangkat ke kantor dengan riang gembira, kali ini ia diliputi rasa khawatir, bahkan jantungnya berdebar sedikit kencang.

"Aduuh...! Haaaaahhh...!!!" Salma melempar ponselnya ke atas pembaringan, berkacak pinggang seraya menggigit-gigit bibir bawahnya, lalu berjalan mondar-mandir di dalam kamar pribadinya yang tak begitu luas itu.

"Memalukan!!" pekiknya. Benar-benar memalukan jika ia mengingat kembali semua tingkah absurdnya di masa lalu. Terlebih lagi pada seorang Dhafa Akramul Dzauri yang tak punya secuilpun kesalahan kepadanya. Kini, Dhafa telah pulang kembali ke Indonesia, setelah hampir lima tahun menempuh Pendidikan di Universitas King Abdul Azis, Jeddah.

Yang membuat resah Salma, saat ini ia baru saja memperoleh pekerjaan yang bagus di 'Dzauri International Tour and Travel' milik orang tua Dhafa. Jika Dhafa masih menyimpan dendam padanya maka sudah pasti nanti ia akan mempengaruhi Pak Fachri papanya untuk memecat Salma. Beragam pikiran buruk berkecamuk di benak Salma.

'Oh, No! Aku  butuh pekerjaan ini. Sangat sulit mendapatkan pekerjaan dan tempat kerja yang cocok bagi gadis berpakaian syar’i yang dilengkapi cadar seperti diriku.' Pekiknya dalam hati.

Pada masa SMA dulu, Dhafa adalah seorang bintang sekolah, selalu menduduki juara umum ke-satu. Namun, ia terkenal sangat pelit saat dimintai contekan jawaban oleh teman-temannya. Itulah yang membuat Salma mulai membuli dan mengerjai Dhafa. Ia tak akan berhenti sampai mendapatkan semua jawaban soal yang diinginkannya dan pada akhirnya Salma selalu sukses membuat Dhafa menyerahkan semua lembar jawabannya kepadanya. Sekilas peristiwa di Kelas dua belas itu berputar kembali di benak Salma.

‘’Dhafa ganteng..., kamu sudah selesai mengerjakan PR Mata Pelajaran Kimia, kan?’’ tanya Salma lirih. Suaranya dibuat seimut mungkin disertai sedikit desahan, tepat dibelakang telinga Dhafa. Sementara teman-teman sekelasnya hanya bisa geleng-geleng kepala.

Seperti biasa wajah Dhafa langsung memerah bagai udang rebus, tubuhnya bergetar dan bibirnya seakan tak mampu digerakkan, “Iya, sudah,’’ jawabnya pendek. Hembusan nafas Salma di telinganya terasa seperti merontokkan seluruh kekuatan otot dan persendiannya, hingga ia menjadi begitu lemah. Di bibir Dhafa sedikit tersungging senyum senang, walaupun ia tahu seorang Salma Azzahra pastilah sedang membual dengan kata 'ganteng' yang terlontar dari bibir indahnya.

‘’Mana dong jawabannya? Buku Kimianya mana sih?’’ tanya Salma sembari melingkarkan tangannya di sandaran kursi tempat Dhafa duduk, itu membuat posisi mereka semakin dekat. Dhafa kian menegang tak berkutik, ‘’Bisakah kamu tidak memperlakukan saya seperti ini setiap hari? Kenapa ada cewek begitu bandel seperti kamu?’’ Protes Dhafa dengan suaranya yang terlalu lembut bahkan nyaris berbisik. Salma hanya menyunggingkan senyum kecut.

‘’Hmm, beneran kamu tidak mau memberikan lembar jawaban itu padaku? Kalau begitu aku umumkan sekarang juga di kelas ini bahwa kita sudah jadian, kamu yang nembak aku ya sayang,’’ ancam Salma sambil meraih jemari Dhafa dan menggenggamnya tanpa canggung.

Hanya beberapa detik saja tangan mereka menyatu, karena Dhafa kemudian menariknya dengan segera. Bagaimana ia mampu bertahan..., jantungnya terasa meledak saja manakala jemarinya bersentuhan dengan kulit putih dan lembut jemari Salma.

Salma dapat merasakan debar jantung yang menggelegar, tubuh yang bergetar, bahkan garis nadi pada leher Dhafa yang menegang, sebab wajah Salma masih tak beranjak dari samping telinga kiri Dhafa.

‘’Pasti baru pertamakali disentuh cewek, ya?” ledek Salma lagi, nafasnya yang hangat berhembus menyapu telinga Dhafa, memberikan sensasi aneh yang tak pernah Dhafa alami sebelumnya, sangat memabukkan. Namun, Dhafa berupaya untuk tetap terlihat datar dan dingin.

‘’Ambil sendiri, bukunya ada di dalam tasku!’’ ketus Dhafa lemah, ia lelah menahan ledakan-ledakan dahsyat yang tercipta setiap kali gadis bengal ini mendekatinya. Salma tersenyum penuh kemenangan mendengar kalimat pasrah Dhafa, ia kemudian bergegas melakukan apa yang diperintahkan Dhafa.

Setelah buku ada di tangannya, tak lupa Salma mendekati Dhafa kembali dan berbisik, “thank you, adek bayi lucu, mmuah!” Itu hanya ucapan bibirnya saja. Ia sama sekali tak menyentuh pipi Dhafa. Dan kata-kata "adek bayi lucu'' benar-benar menghempas kesadaran Dhafa kembali ke tempat semula.

Ingatan Salma terputus, ia sangat malu mengingat kelakuan gilanya. Itu adalah bagian paling buruk dari semua yang pernah ia lakukan kepada Dhafa yang pada saat itu bisa dibilang masih sangat lugu.

"Kacau, kacau...! Hiiiisshhh....Memalukan!" Salma mengacak-acak rambut panjangnya sembari duduk berselonjor di atas pembaringan. Ia meraih kembali ponsel yang tadi sempat dihempaskannya. Membuka dan membaca ulang pesan-pesan yang masuk di Grup Alumni. Iya, dari grup Alumni-lah ia tahu kepulangan Dhafa. Meski Salma tak begitu aktif di grup, ia tetap memantau sesekali.

"Hmm, memang bukan gosip lagi. Si cupu itu sudah kembali. Eh, Astagfirullah! maksudku Dhafa sudah kembali," gumamnya meralat ucapannya sendiri. Begitulah, meskipun ia sudah mantap untuk berhijrah dengan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruknya di masa lalu, ada saja hal-hal yang masih sulit untuk ia rubah. Perubahan total tak bisa diperoleh dalam waktu yang singkat.

Perlahan-lahan Salma memperbaiki sifat-sifat buruknya, satu-persatu. Dulu saat peristiwa itu terjadi, saat ia setiap hari mempermalukan Dhafa dengan semena-mena di depan kelas, hatinya begitu bebas tanpa rasa bersalah sama sekali. Baginya itu adalah salah satu cara bersenang-senang  dan menghibur diri yang paling murah.

'Lalu, mengapa sekarang ada ketakutan yang muncul di dalam diriiku? Be cool, calm and confident Salma, itu hanya pikiranmu saja.'  pekiknya dalam hati untuk menyamankan diri. 'Ah, tak mungkin juga si Dhafa langsung menggantikan Papanya begitu pulang dari Arab Saudi, tentunya dia butuh istirahat.' Salma terus menenangkan diri.

Salma sudah siap untuk berangkat ke kantor sekarang. Abaya polos warna hitam bersanding dengan khimar (jilbab besar) warna hijau pupus nan lembut dan cantik, tak ketinggalan secarik kain kecil dengan warna senada bertengger menutupi sebagaian besar wajahnya, hingga yang tersisa hanya bagian mata saja yang terlihat.

Penampilannya begitu tertutup, tapi semua kain itu seolah-olah tak mampu memudarkan aura seorang Salma Azzahra yang kharismatik dan mempesona. "Papa, Kak Firman, aku berangkat kerja," pamitnya sembari mencium tangan kedua pria yang sangat disayangi dan dihormatinya. "Hati-hati di jalan ya," ucap mereka melepas kepergian Salma.

''Assalamualaykum,'' tutup Salma dengan salam.

''Waalaykumussalam warohmatullah.''

Salma menghilang bersama sepeda motor kesayangannya. Papa dan kakaknya tersenyum haru memandangi kepergiannya yang selalu membuat kedua pria itu merindukannya.

'' Alhamdulillah ya, adik bandelmu itu akhirnya mau hijrah dan istiqomah. Papa sangat bahagia sekali dengan perubahan besarnya. Semoga dia selalu istiqomah seperti ini, Aamiiin."

''Iya Pa,  Aamiin. Sudah sepatutnya kita bersyukur, terlebih lagi mengingat bagaimana bandelnya dia dahulu. Oya Pa, sepertinya sudah saatnya Salma untuk ta'aruf dengan seorang pria yang bagus agamanya.'' tukas Firman.

''Hmmmm..., carikanlah pria baik-baik untuk adikmu. Papa percayakan semuanya padamu."

''Insyaa Allah, Pa. Aku sudah ada kandidat yang tepat."

#Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Boss Lady: Mantan Suamiku Ingin Aku Kembali
8.9
Selena dianggap parasit oleh suaminya, Kenneth. Setelah lelah disakiti, ia menuntut cerai dan pembagian harta. Kenneth setuju karena ingin bebas, namun Selena justru bangkit menjadi pengusaha sukses yang dikelilingi pria. Terkejut melihat transformasi mantan istrinya yang mandiri, Kenneth mulai mengejarnya kembali. Saat Selena meluapkan kemarahannya, Kenneth justru mengakui kegilaannya dan memohon untuk rujuk demi menyatukan kekayaan serta masa depan mereka.
Sampul Novel Dusta dan Kenikmatan
8.5
Seorang gadis lugu terjebak dalam dilema karena merasa belum siap menjadi ibu. Namun, kekasihnya terus melancarkan bujuk rayu manis hingga sang gadis akhirnya menyerahkan kesuciannya untuk pertama kali. Malang tak dapat ditolak, setelah berhasil merenggut kehormatan gadis itu, sang pria justru menghilang tanpa jejak. Kini, ia hanya bisa meratapi nasibnya yang malang dan merasakan kepedihan mendalam akibat pengkhianatan kekasih bajingannya tersebut.
Sampul Novel Luka Lara
9.6
Setahun menikah, Larasati tak menyangka dirinya hanyalah istri kedua. Kebaikan Abimana dan mertuanya ternyata semu. Kebenaran pahit terungkap tepat setelah putranya lahir; Bima mengaku hanya memanfaatkannya demi keturunan. Pengkhianatan ini menghancurkan hati Larasati hingga mereka akhirnya berpisah. Di tengah luka batin yang begitu mendalam, mampukah Larasati bangkit dan kembali membuka pintu hatinya untuk pria baru yang ingin menyembuhkan lara tersebut?
Sampul Novel Pembalasan Sang Istri Tertindas
9.3
Amara bangkit dari kematian tragis untuk menuntut balas atas pengkhianatan Rafael dan kekejaman selingkuhannya, Isabella. Kembali ke masa lalu, ia bertekad menghancurkan mereka yang merampas harta serta nyawa anaknya. Di tengah misi balas dendam untuk membuat Rafael berlutut memohon ampun, Amara justru menemukan sosok pria masa lalu yang menawarkan perlindungan tulus. Kini ia harus memilih antara menuntaskan kebenciannya atau membuka hati bagi cinta yang baru.
Sampul Novel Perjanjian 100 Hari Menikah Dengan Om CEO
9.5
Insiden salah masuk mobil menyeret Tiffania Almora ke dalam kehidupan Elnathan Devandra, sang CEO terpandang. Pertemuan yang intens membuat Devan nekat melamar Fania demi menghindari perjodohan dari keluarganya. Fania menyetujui ajakan tersebut, namun dengan syarat pernikahan kontrak selama seratus hari saja. Akankah Devan sepakat? Bagaimana nasib hubungan mereka saat perasaan cinta mulai tumbuh dan rahasia kontrak tersebut terancam terbongkar?
Sampul Novel RAHASIA AYAH ANAKKU
9.1
Kehidupan Kania yang penuh tekanan berubah drastis saat Nick Sebastian mendadak mengakuinya sebagai kekasih. Meski harus menghadapi badai hujatan publik, Kania memilih pasrah mengikuti skenario CEO tampan tersebut. Namun, sandiwara yang mereka bangun justru berujung pada sebuah malam penuh gairah di apartemen Nick. Peristiwa magis itu seketika mengubah garis takdir hidup Kania selamanya, menyeretnya ke dalam romansa dewasa yang intens dan tak terduga.