Sampul Novel RAHASIA AYAH ANAKKU

RAHASIA AYAH ANAKKU

9.1 / 10.0
Dalam RAHASIA AYAH ANAKKU, Kania terjebak sandiwara menjadi kekasih Nick Sebastian. Hubungan mereka dengan CEO tampan ini membawa Kania menghadapi hujatan hingga malam tak terduga mengubah hidupnya. Baca romance novel ini sebagai pilihan utama daftar fiction books Anda di platform online novel.
Ringkasan RAHASIA AYAH ANAKKU
Kehidupan Kania yang penuh tekanan berubah drastis saat Nick Sebastian mendadak mengakuinya sebagai kekasih. Meski harus menghadapi badai hujatan publik, Kania memilih pasrah mengikuti skenario CEO tampan tersebut. Namun, sandiwara yang mereka bangun justru berujung pada sebuah malam penuh gairah di apartemen Nick. Peristiwa magis itu seketika mengubah garis takdir hidup Kania selamanya, menyeretnya ke dalam romansa dewasa yang intens dan tak terduga.
Baca Selengkapnya

RAHASIA AYAH ANAKKU Bab 1

"Nia, aku hamil."

Dengan wajah jumawa Sonya mengabarkan berita kehamilannya untuk kakak tirinya, Kania.

"Apa aku harus mengucapkan selamat? kau bahkan belum menikah!" datar suara Kania menanggapi pernyataan adik tirinya.

Dia heran biasa Sonya menemuinya hanya untuk memakinya, menghinanya, memfitnahnya.

Itu yang selalu dilakukannya sejak ibunya menikah dengan ayah Kania.

Tumben hari ini dia berbicara yang tidak ada hubungannya dengan Kania.

"Terserah, kau bisa mengucapkan selamat padaku atau pada Bram." Kini wajah Sonya tersenyum culas.

"Pada BRAM? Bramantyo?" Kania tahu kalau Sonya memang selalu menggoda tunangannya, Bramantyo Ajisaka, tapi selama ini Bram mengabaikannya.

Lalu kalau sampai hamil, diperlukan 2 pihak yang terlibat untuk bisa hamil bukan?

"Memangnya ada berapa Bram yang kamu kenal? ya iyalah Bramantyo Ajisaka!" bentak Sonya.

"Nggak mungkin, Bram tidak mungkin mengkhianati aku, jaga mulutmu Sonya!"

"Heh, kakak tiri, kamu yang jaga mulutmu, kalau nggak, aku bisa melemparmu keluar dari rumah ini!" kembali Sonya membentak Kania.

Kania tidak menghiraukan Sonya.

Sudah kenyang Kania dengan ulah Sonya dan Ibu tirinya yang tidak puas-puasnya berusaha menyiksa Kania.

Kania mengabaikan adik tirinya yang masih berusaha menancapkan taringnya, Kania sedang menelepon tunangannya yang kini satu kantor dengan ayahnya.

Setelah mereka bertunangan, ayah Kania telah memberi Bramantyo Ajisaka kedudukan sebagai salah seorang Wakil Direktur Keuangan di perusahaan milik keluarga mereka.

"Kania, tumben kamu telepon, ada apa?" tanya Bram.

"Apa aku menyela sesuatu yang penting?" Tanya Kania.

Itu memang kebiasaan Kania yang selalu mengesampingkan urusan pribadi.

"Tidak, aku sudah di jalan, ada yang ingin kau beli? Makanan?" Tanya Bram dengan nada seperti biasa.

'Pasti Sonya yang bermulut besar,' batin Kania mendengar nada lembut Bram.

"Ada Sonya di depanku, dia bilang sedang mengandung anakmu, benarkah?" Kania bertanya sambil menatap tajam manik Sonya.

Tidak ada jawaban.

Hening.

"Bram?"

"Masalah ini tidak bisa kita bahas lewat telepon."

Deg!!

Kania mulai merasa gelisah mendengar jawaban Bram.

"Kau hanya tinggal bilang TIDAK, maka semuanya selesai." sergah Kania lembut.

"Tunggu kita bahas bersama, separuh perjalanan lagi aku sampai." Kemudian Bram menutup teleponnya.

"Bagaimana? masih nggak percaya? Oh ya Bram juga bilang kamu terlalu dingin, nggak bisa membangkitkan gairahnya, bahkan banci pun mungkin lebih baik dari kamu, itu kata pria yang jadi tunanganmu lho, bukan kata aku." Sonya semakin mengejek sambil menaikkan alisnya.

"Nggak mungkin itu anak Bram, kamu memang terlalu liar!" Desis Kania.

Tawa Sonya seketika membahana.

"Tahukah kau? Itu yang membuat Bram jatuh dalam pelukanku... LIARRR...itu memang kelebihan ku sekaligus itu adalah kekuranganmu, kau pikir di ranjang pria ingin wanita yang sopan? Tenang? Lemah lembut? Elegan? Kasihannn amat .... nggak becus sampai tunanganmu harus cari kepuasan di ranjang wanita lain!"

Sudah lama Kania tahu mulut Sonya memang jahat, tapi sore ini dia mendapati mulut itu terlalu jahat!

Kania ingin menyangkal tidak mungkin Bram bilang dia di ranjang lembut dan sopan, karena memang mereka belum pernah seranjang, dia berusaha menjaga dirinya, lagian menurutnya selama ini dorongan untuk melepas kesuciannya pun tidak pernah datang, Bram tidak membuatnya kepanasan dan kewalahan seperti yang dia baca dan dengar selama ini.

Kania memandang adik tirinya dengan muak.

"Hamil tanpa suami kok malah bangga, dasar tidak PUNYA MALU!"

"Ada apa ini?" tanya seorang wanita lanjut usia yang masih terlihat segar dengan gaun terbuka di dada.

Sonya langsung memasang tampang memelas.

"Kania bilang Sonya liar, padahal Bram sendiri yang memaksa Sonya, ngejar-ngejar Sonya, sampai Sonya hamil." Sonya berusaha mengambil hati ibunya.

"Kania, kamu yang nggak bisa bahagiakan tunanganmu kalau sampai dia jatuh hati sama Sonya!" Bentak ibu tirinya.

"Bram nggak mungkin tertarik kalau bukan Sonya yang menggoda!" Kania sudah setengah hati membela Bram, 'layakkah pria itu menerima pembelaanku,' batin Kania.

"Nggak usah nuduh ya, kamu sama aja dengan Ibumu, nggak becus jaga suami, nggak bisa memuaskan pasangannya!!"

KURANG AJAR!

Kania meradang mendengar almarhum Ibu kandungnya dihina.

Bisa-bisanya ayahnya membuang ibunya hanya untuk wanita dangkal seperti ini.

"Cukup! TUTUP MULUTMU! menyebut nama ibuku pun kamu nggak layak." Suara Kania bergetar sarat dengan kemarahan.

Gentar juga ibu tirinya melihat raut wajah Kania, tapi dia nggak mau kehilangan muka.

"Awas kalau aku dengar kamu bilang anakku liar lagi!" ancam ibu tirinya, Emmy Damayani, yang sejak masuk rumah tangga mereka selalu berusaha menyingkirkan Kania.

Kania bukan orang yang lemah, dia tidak akan membiarkan mereka menindasnya di rumahnya sendiri, memang ibunya telah meninggal, jadi dia hanya seorang diri melawan mereka berdua tapi dia tidak takut.

"Keluar kalian dari kamarku!" usir Kania.

"Berani kamu berbicara kasar dengan Ibumu!" bentak Emmy Damayani.

"Kau tidak pantas menjadi seorang Ibu!"

"Apa? Kau memang keterlaluan, tidak ada hormat-hormatnya pada orang tua."

"Percuma mengajarkan etika kalau diri sendiri tidak melakukan."

"Apa maksudmu?"

"Wanita yang menghancurkan rumah tangga orang lain pasti bukan orang baik-baik, jadi berhentilah menasehati."

"Dasar anak tak tahu diuntung, lihat aja aku akan membuatmu menderita."

"Itu memang sudah watakmu bukan? Membuat orang lain menderita!" Balas Kania.

"Ada apa ini, Kania kenapa kamu membentak ibumu begitu keras?" tanya Ayah Kania, yang tiba-tiba sudah ada di belakang ibu tirinya.

"Papa, harus tahu cerita seutuhnya, bukan aku yang mengusik mereka duluan."

"Billy, anakmu memang tidak pernah bisa menerimaku, bukan aku yang membuat ibunya meninggal, kenapa dia selalu membenciku?" Emmy mengeluarkan airmata buayanya.

"Kania, minta maaf sama ibumu." Bentak Billy pada anak perempuan dari istri pertama yang sangat disayangnya.

Bibir Kania terlihat bergetar menahan emosinya yang campur aduk.

"Pa, Papa cuma tahu bagian akhirnya, Papa tidak tahu saat mereka memakiku, menghinaku, sekarang aku yang harus minta maaf?"

Billy terdiam, dia mengenal anak perempuannya, tidak mungkin anaknya berdusta.

"Kenapa kalian semua tidak bisa berdamai? selalu bertengkar? tidak bisakah rumah ini tenang?" teriak Billy kesal, selalu ada pertikaian saat dia ingin ketenangan sepulang kantor.

"Kalau kau ingin tenang, suruh Kania keluar dari rumah ini, suruh dia beli rumah sendiri, agar dia tidak menunjukkan kebenciannya yang begitu besar, lama-lama aku nggak tahan Billy!" kembali ibu tirinya bermain drama, mengucapkan tiap kata dengan lemah dan parau seakan sedang menahan tangis.

Luar biasa munafik!

"Papi suruh kakak Kania minta maaf, sudah ngata-ngatain Sonya liar, jalang, ganjen, sudah memaki-maki Mommy." Sonya pun menangis di pelukan ibunya, semakin menguatkan kubu ibunya sebagai pihak yang teraniaya.

"Kania, kau bilang Sonya begitu?"

"Aku hanya bilang Sonya liar karena dia hamil tanpa ada yang bertanggung jawab, apa namanya, Pa?"

"Sonya, kau hamil?" Billy tahu anak tirinya memang bergaul bebas, tapi dia tidak menyangka Sonya sampai begitu bodoh membiarkan dirinya hamil.

Kania melihat Sonya segera memasang tampang yang menyedihkan

'Ibu dan anak sama saja, pemain drama nomor satu,' kata Kania dalam hati.

"Suruh pacarmu datang menghadap Papi, hari ini juga!" Teriak ayah Kania sambil memandang anak tiri bawaan dari istri keduanya.

"Aku yang bertanggungjawab!"

suara dalam seorang pria mengalun di udara, menciptakan keheningan.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi RAHASIA AYAH ANAKKU

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta Semu yang Kukira Abadi
8.9
Pernikahan Richelle dan Dave tertunda untuk ke-33 kalinya setelah Richelle ditabrak mobil di malam sebelum pernikahan. Setelah bertahan dari 19 patah tulang dan tiga kali masuk ICU, Richelle mencoba berjalan di koridor rumah sakit. Di sana, dia tidak sengaja mendengar percakapan Dave yang mengenakan jas dokter putih dengan temannya. Richelle terkejut menyadari bahwa tunangannya sendirilah yang sengaja menabraknya dan hampir menenggelamkannya dulu. Dengan dingin, Dave berujar bahwa kali ini tidak ada penundaan lagi.
Sampul Novel Derai Kasih Syafana
9.1
Syafana Azzahra, wanita cantik berusia 33 tahun, harus menelan pil pahit setelah dua kali gagal menikah. Harapannya kini tertuju pada Arman Alatas, pria pilihan sahabatnya. Namun, tiga hari menjelang hari bahagia, Syafana justru memergoki Arman berselingkuh. Meski hatinya hancur dan terluka dalam akibat pengkhianatan tersebut, ia tetap memberi kesempatan kedua hingga mereka resmi menikah. Mampukah Syafana bertahan dalam rumah tangga yang diawali dengan dusta?
Sampul Novel KAMINI (Wanita Penuh Kasih Sayang)
9.4
Kamini Citra Kirana diusir oleh Dirandra Ekadanta setelah melahirkan anak untuk suami dan istri pertamanya. Dibuang dengan kompensasi agar menjauh, Kamini pergi membawa rahasia besar yang menjadi kekuatannya untuk bangkit. Lima tahun berlalu, takdir membawanya kembali berhadapan dengan masa lalu dan keluarga besar yang pernah mencampakkannya. Bagaimana Kamini menghadapi situasi ini? Akankah rahasia yang ia simpan mengubah segalanya saat pertemuan itu terjadi?
Sampul Novel Ranjang Panas Istri Kedua
8.2
Dalam keheningan kamar yang pengap, Bella terhanyut dalam gelombang gairah saat berada di bawah dekapan Bram. Jemarinya mencengkeram sprei dengan erat seiring deru napas yang kian memburu. Setiap sentuhan intens dari suaminya memicu rintihan penuh kenikmatan yang tak sanggup ia bendung lagi. Bram terus memacu adrenalin sang istri, menikmati setiap reaksi tubuh Bella yang gemetar hebat. Suara ranjang yang berderit menjadi saksi bisu permainan panas mereka malam itu.
Sampul Novel Ternyata Jodoh Selalu di Sampingku
8.3
Tiga tahun setelah malam tak terlupakan bersama seorang penguasa elite Kota Persy, penderitaan dimulai bagi sang protagonis. Ketika ia menyatakan cintanya pada Farel, Nia Candra yang merupakan cinta pertama pria itu kembali. Demi Nia, Farel tega membiarkannya celaka ditabrak mobil, membuang pusaka ibunya, hingga menjebloskannya ke penjara. Putus asa, ia memutuskan pergi ke Kota Appia untuk menikahi pria lain. Namun, Farel justru panik dan mulai mencarinya ke seluruh penjuru Kota Persy.
Sampul Novel Terpaut Cinta Dua Pria
9.6
Setahun menjalin kasih, Mario bertekad menikahi Rhea meski terhalang restu keluarga konglomeratnya yang menolak status Rhea sebagai ibu tunggal. Ayah Mario bahkan menahan identitas putranya agar pernikahan batal. Di tengah kemelut itu, masa lalu Rhea muncul saat Brandon menuntut kejujuran tentang Kaisan, putra mereka yang selama ini dirahasiakan. Rhea akhirnya mengakui kebenaran tersebut, membuat Brandon terkejut menyadari keberadaan darah dagingnya sendiri.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan