Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menceraikan Suamiku yang Kejam

Menceraikan Suamiku yang Kejam

Tragedi tabrak maut yang menewaskan orang tua Yulia berujung petaka mengerikan. Alih-alih mendapatkan keadilan, Yulia justru disekap oleh suaminya sendiri di ruang bawah tanah yang gelap gulita demi melindungi sang pelaku yang merupakan teman masa kecil suaminya. Selama tiga tahun penuh siksaan fisik dan mental, dia terus dipaksa untuk memaafkan pelaku. Setelah akhirnya menyerah dan berpura-pura tidak lagi menaruh dendam, Yulia dibebaskan. Namun, saat dia menolak pelukan dan menuntut perceraian, suaminya justru kehilangan kendali.
Bab
Bagikan

Bab 1

Teman masa kecil suamiku berkemudi saat mabuk dan menabrak orang tuaku hingga mati.

Aku ingin melapor polisi, tetapi suamiku malah menutup mataku dan membawaku ke ruang bawah tanah.

Selama tiga tahun, aku mengalami berbagai macam siksaan di tengah kegelapan. Setiap kali setelah disiksa, akan terdengar suara dingin seorang pria. "Yulia, kamu masih membencinya?"

Hingga suatu hari, aku berbaring di lantai yang dingin dan memohon ampun dengan orang di ujung telepon, "Nggak! Aku nggak membencinya lagi!"

Seketika, terdengar tawa bahagia suamiku di telepon.

Setelah aku keluar, aku menghindari pelukan suamiku. Saat aku mengusulkan perceraian, dia malah menggila.

Di ruang bawah tanah yang lembap dan gelap, aku duduk di sudut sambil menyeret kakiku yang terluka. Dinding yang basah menodai bajuku.

Pintu terbuka, memancarkan cahaya yang menyilaukan. Aku menutup mataku secara naluriah.

Ketika mendengar suara langkah kaki, aku tanpa sadar merangkak lebih dalam untuk bersembunyi. Saat berikutnya, terdengar suara seseorang. "Bu, Pak Jovan menyuruhku menjemputmu."

Aku mendongak dan melirik orang yang menghampiriku. Itu adalah pengawal yang sudah bekerja untuk Jovan selama bertahun-tahun.

"Ya." Aku menunduk dan mengangguk. Dengan susah payah, aku bangkit dan berjalan dengan satu kaki yang pincang.

Pengawal itu tampak terkejut. "Bu, kakimu kenapa?"

Tanganku mencengkeram erat lipatan celanaku. Dengan kepala tertunduk, aku menyahut, "Tadi terbentur lemari. Sepertinya ada patah tulang."

Pengawal itu menatapku dengan heran. "Kenapa nggak kasih tahu Pak Jovan?"

Aku hanya tersenyum pahit tanpa menjawab. Apa yang mau dibilang? Memangnya Jovan akan membiarkanku pergi berobat? Atau memanggil dokter untukku?

"Biar kupapah ya." Pengawal itu maju untuk membantuku. Ekspresinya terlihat agak rumit.

Tidak lama setelah keluar dari ruangan gelap itu, aku melihat Jovan dan Hanum turun dari mobil.

"Jovan, sudah kubilang dia cuma pura-pura supaya kamu kasihan padanya. Lihat, dia sampai minta orang memapahnya," ujar Hanum.

Jovan lantas memandang ke arahku. Dia tidak mengatakan apa pun, tetapi tatapannya terlihat bangga. Kemudian, dia bergegas menghampiriku. Ketika sudah dekat, dia tiba-tiba merentangkan kedua tangannya.

Aku sontak terkejut dan buru-buru menghindar dari pelukannya. Aku membungkukkan tubuhku, seolah-olah tidak merasakan rasa sakit pada kakiku.

"Jangan pukul aku lagi! Tolong jangan! Aku sudah salah!" seruku.

Jovan masih merentangkan tangannya. Ekspresinya dipenuhi ketidakpercayaan. Dia perlahan-lahan menurunkan tangannya, lalu bertanya kepada pengawal di samping, "Ada apa ini?"

Pengawal juga terkejut dengan reaksiku yang mendadak. Begitu mendengar pertanyaan Jovan, dia baru tersadar. "Bu Yulia ..."

"Jovan!" panggil Hanum tiba-tiba. Jovan tanpa sadar menoleh ke arah sumber suara. Pengawal pun tidak jadi berbicara.

"Yulia, jangan-jangan kamu dendam sama Jovan karena dia mengurungmu di sini untuk introspeksi diri? Kamu berakting seperti ini supaya dia merasa bersalah?"

"Sudahlah, jangan berpura-pura lagi. Karena kamu sudah mengakui kesalahanmu, aku dan Jovan juga nggak akan mempermasalahkan hal itu lagi." Hanum menekankan ucapannya.

Saat berikutnya, tubuhku bergetar tanpa henti. Hanum terkekeh-kekeh. "Lihat, apa yang kubilang tadi, Jovan?"

Aku tidak bangkit dan tetap berjongkok. Suara Jovan yang dingin tiba-tiba terdengar dari atas kepalaku. "Yulia, sudah 3 tahun. Kamu masih belum introspeksi diri?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DENDAM CINTA
9.8
Fanila tewas mengenaskan akibat pengkhianatan kekasihnya dalam sebuah misi berbahaya. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua melalui reinkarnasi ke tubuh Ziana, gadis yang dibenci keluarganya sendiri. Di kehidupan baru ini, Fanila kembali bertemu sang mantan yang ingin ia hancurkan. Masalah rumit muncul karena pria itu adalah kakak dari kekasihnya saat ini. Kini ia terjebak pilihan sulit: menuntaskan dendam lama atau menjaga cinta barunya.
Sampul Novel Devil Beside Me (21+)
9.2
Renata hancur setelah dicampakkan Dinar karena menolak berhubungan intim. Rasa frustasi membawanya mabuk di bar hingga tak sadarkan diri. Ayah Rena kemudian mengutus Ervin, teman masa kecil sekaligus musuh bebuyutannya, untuk menjadi bodyguard pribadi. Meski awalnya Rena membenci pengawasan ketat Ervin dan berusaha mengusirnya, sebuah ciuman tak terduga mengubah segalanya. Hubungan benci mereka pun bergeser menjadi gairah panas yang tak terkendali.
Sampul Novel Dikorbankan Demi Keselamatan Cintanya
9.1
Saat penculikan melanda diriku dan Elowyn—mantan kekasih suamiku—harapan muncul ketika suamiku yang berprofesi sebagai ahli negosiasi tiba di lokasi. Namun, saat penculik hanya mengizinkan satu sandera bebas, suamiku justru memilih menyelamatkan Elowyn. Dia berdalih Elowyn yang masih suci tidak akan kuat menghadapi trauma, sementara aku yang sudah berstatus istrinya dianggap sanggup bertahan. Meski aku memohon, dia tega menyerahkanku pada penculik, tanpa tahu aku sedang hamil tiga bulan.
Sampul Novel Harga Diri Seorang Suami
9.0
Kehidupan Gunawan hancur seketika saat ia kehilangan jabatan kepala pengawas di pabrik. Penderitaannya kian memuncak ketika sang istri melayangkan gugatan cerai dan mengusirnya tanpa belas kasihan. Terpuruk dan terhina, harga diri Gunawan sebagai pria terusik hebat. Ia menolak untuk menyerah pada keadaan yang pahit ini. Kini, ia bertekad bangkit demi membuktikan kekuatannya dan membalas dendam pada semua orang yang pernah memandang rendah dirinya.
Sampul Novel Putri delapan tahun: Feniks terlahir kembali
8.6
Yun Shang terbangun dalam raga dirinya yang berusia delapan tahun dengan ingatan masa depan yang kelam. Pernah menjadi istri yang dikhianati dan ibu yang kehilangan anaknya secara tragis, ia menyimpan dendam mendalam atas kekejaman kakak serta suaminya. Kini, sang putri kerajaan memiliki kesempatan kedua untuk mengubah takdir. Berbekal trauma dan pengetahuan masa lalu, Yun Shang mulai menyusun rencana balas dendam demi membalas setiap penghinaan yang pernah ia derita.
Sampul Novel Setelah Perceraian, Suami Saya Sangat Menyesal
9.5
Tujuh tahun menikah, Alan Begum merahasiakan dunia balapnya dari saya dengan dalih keselamatan. Namun, unggahan Danna Ahmed mengungkap kenyataan pahit: dialah yang selalu ada di sisi Alan, bukan saya. Saat pertengkaran soal anak memuncak, saya sadar cinta monyetnya jauh lebih berharga. Tanpa drama, saya meminta cerai dan melepas cincin pernikahan. Kini, saya kembali mengenakan sarung tangan balap lama saya. Ternyata, lintasan sirkuit tidak pernah semenakutkan itu.