
Membuatmu Takluk Padaku
Bab 2
Cemburu? Tidak. Raya tidak cemburu. Dia hanya berat di posisi ini. Andai saja bukan karena permintaan terakhir ayahnya, dia enggan menikah dengan Kai. Seorang pria, anak tunggal Pak Hartawan Prabaswara, seorang menteri yang kepadanyalah ayah Raya mengabdi selama puluhan tahun lamanya, bahkan sebelum pria itu terjun di dunia politik.
Raya dan Kai sudah saling mengenal sejak kecil. Bahkan saat SD mereka terbilang akrab karena sering bertemu di sekolah. Ketika lulus SD, Kai pindah ke Singapura bersama ayah dan ibunya karena urusan bisnis di sana. Ayah Raya yang menjabat sebagai asisten pribadi Pak Hartawan tentu saja ikut bosnya dan meninggalkan anak dan istrinya di Indonesia dan hanya dikunjungi tiga kali dalam satu tahun.
Setelah itu Raya dan Kai pernah beberapa kali bertemu saat Pak Hartawan dan keluarganya pulang ke Indonesia, namun tidak seakrab dulu tentunya. Hingga akhirnya delapan tahun yang lalu, mertuanya itu pulang ke negara ini karena mendapat panggilan dari presiden untuk diangkat menjadi menteri di kabinetnya.
Pak Hartawan orang yang baik. Kehidupannya nyaris sempurna andai anak tunggalnya, Kai, adalah anak penurut yang bisa membanggakan ke dua orang tuanya. Namun, bukan kehidupan namanya kalau tidak memiliki dua sisi.
Nyatanya kehidupan sempurna Pak Hartawan itu diimbangi pula dengan anaknya yang pembangkang. Kai dikuliahkan oleh Pak Hartawan hingga ke Inggris agar bisa melanjutkan bisnis tekstil miliknya. Namun harapannya musnah saat Kai di sana hanya bermain-main saja hingga ia berhenti kuliah dan akhirnya pulang ke Indonesia dan memilih berkarir menjadi seorang aktor dan kebetulan Kai sangat cocok di bidang ini. Namanya cepat populer, entah karena ketampanannya atau memang bakat aktingnya yang luar biasa.
Profesi itu memang diinginkan oleh banyak orang karena menghasilkan banyak uang, tetapi tidak dengan Pak Hartawan yang tidak suka dengan bidang entertainment. Menurutnya profesi Kai itu hanya profesi tidak bermartabat dan sangat mempertaruhkan harga diri sendiri dan keluarga.
Berkali-kali Pak Hartawan meminta Kai berhenti dari pekerjaannya, namun bukannya memenuhinya Kai makin menjadi-jadi. Beberapa kali ia membuat skandal yang mati-matian berusaha ditutupi ayahnya agar tidak mencuat ke publik.
Hingga akhirnya terbersit ide Pak Hartawan untuk mencarikan isteri untuk anaknya yang sekiranya mungkin bisa membuat anaknya berubah menjadi lebih baik.
Rayalah gadis pilihannya. Anak perempuan dari asisten pribadinya itu telah ia kenal dari sejak kecil, pribadinya baik, cantik, dan bisa mengimbangi keluarga mereka dari tata krama dan sopan santun. Tidak ada yang lebih pantas dari Raya untuk bisa dijadikannya menantu.
Permintaan itu tak kuasa ditolak oleh Pak Aswin, ayahnya Raya. Meski tahu kelakuan buruk anak laki-laki bosnya itu, namun Pak Hartawan menjamin kalau Raya akan diperlakukan dengan baik di keluarganya. Pria itu berkata hanya Rayalah yang mungkin bisa mengubah Kai, hanya anak perempuannyalah yang paling pantas menjadi menantu Pak Hartawan.
"Tolong, Aswin. Aku percaya padamu, kesetiaanmu, ketulusanmu, aku tahu semua itu kau turunkan juga pada putrimu. Biarkan Raya jadi menantuku. Aku akan menganggap dia seperti putriku sendiri. Tolong!" begitu kata Pak Hartawan pada Aswin.
Sama dengan ayahnya yang tidak mampu menolak permintaan Pak Hartawan, Raya pun sama tidak mampu menolak permintaan ayahnya kepadanya.
"Ayah meminta tolong padamu, meski nanti mungkin kau mendapat kesulitan mendampingi Kai, tapi ayah tahu sebenarnya Kai anak yang baik. Kau pasti bisa membuatnya berubah dan jatuh cinta padamu. Pak Hartawan juga akan menjagamu dan menganggap kamu seperti anak perempuannya sendiri. Ini permintaan terakhir ayah padamu, tidak akan ada lagi permintaan apa pun dari ayahmu ini," kata Pak Aswin waktu itu.
Raya adalah orang yang tegas pada apa yang dia inginkan dan apa yang tidak dia inginkan. Jika dia ingin ya, dia akan berkata ya, dan jika tidak maka dia akan tegas berkata tidak. Tetapi itu tidak berlaku jika orang tuanya yang memintanya.
Permintaan itu berat untuk Raya penuhi, tetapi bukan berarti dia tidak bisa meski harus memaksakan diri. Hingga dua tahun lalu terjadilah pernikahan antara dia dan Kai.
Bak sebuah firasat, apa yang dikatakan oleh ayahnya, bahwa itu adalah permintaan terakhir sang ayah Raya, tepat satu minggu setelah pernikahan megahnya dengan Kai, Pak Aswin meninggal dunia dalam kecelakaan mobil saat perjalanan pulang dari rumah Pak Hartawan menuju rumahnya.
Raya menghela napas dalam saat mengingat semua itu. Hanya itu yang membuat dia bertahan dalam pernikahan ini.
Permintaan terakhir sang ayah ini mungkin tak bisa ia penuhi hingga seumur hidupnya, tapi tunggu setidaknya dua tahun lagi hingga masa jabatan Pak Hartawan selesai, Raya akan menyelesaikan pernikahan ini.
Dia yakin ayahnya di alam baka sana akan mengerti keputusannya, bahwa dia tidak bisa berlama-lama dalam pernikahan yang menyiksa ini, tapi Raya tahu kalau ayahnya akan sedih jika karir Pak Hartawan hancur hanya karena skandal yang dilakukan oleh putranya sendiri. Itu sebab Raya harus menjaga reputasi suami dan mertuanya itu saat ini.
Hanya sementara, sebentar lagi, Ray ... Bersabarlah!
***
"Itu Kai! Itu Kai! Ayo kita ke sana!"
Begitu keluar dari lobby apartemen, beberapa wartawan segera menyongsong kedatangan Raya dan Kai. Nampak Kai yang sedang merangkul istrinya terlihat begitu terkejut didatangi secara bergerombol oleh para wartawan itu.
Sepintar itu memang dia berakting. Padahal dia sudah tahu dari Raya kalau banyak wartawan di bawah sedang menunggunya.
"Eits!! Ada apa ini? Kenapa ramai-ramai begini, Kawan-kawan? Santai, Bro! Santai!" ucapnya ketika para wartawan itu mulai menjejalinya dengan banyak microphone maupun recorder.
"Kai! Apa benar kamu berselingkuh dengan Veronica Castaro, lawan main anda sendiri?" tanya seorang wartawan wanita.
"Apa benar gosip yang beredar itu bahwa pernikahanmu dengan Raya Baskara hanya pernikahan terpaksa?"
"Istri anda menjemput anda ke sini, apa kemungkinan dia sudah tahu tentang hubungan anda dengan Veronica Castaro? Tolong dijawab Kai!"
Kai menatap Raya yang dibalas tatap kembali oleh istrinya itu.
"Pernikahan terpaksa?" gumam Kai sembari menyunggingkan sebelah sudut bibirnya.
"Ya, banyak gosip beredar yang mengatakan kalau kamu dan Raya Baskara sebenarnya hanya menikah karena terpaksa, apa tanggapan kamu terhadap berita ini, Kai?" tanya salah seorang wartawan itu lagi.
Kai manggut-manggut sembari melihat ke arah Raya lagi dengan pandangan menelisik.
"Ya, itu benar," jawab Kai singkat.
"Haaa?!!"
Seketika semua orang yang ada di sana menganga dan tak menyangka akan mendapat jawaban itu dari Kai.
"Benarkah? Kai? Jadi gosip tentang pernikahan kalian yang didasari keterpaksaan itu benar?" tanya wartawan lainnya lagi masih tak percaya setelah sempat beberapa detik terlihat shock mendengar jawaban Kai.
"Siapa di antara kalian yang merasa terpaksa menjalani pernikahan ini?"
Kini semakin banyak wartawan yang menyodorkan alat perekam mereka ke arah Kai dan Raya.
***
Bersambung...
Anda Mungkin Juga Suka





