Sampul Novel Malam di Asrama Mahasiswa: Rahasia yang Tak Terucap

Malam di Asrama Mahasiswa: Rahasia yang Tak Terucap

9.7 / 10.0
Malam di Asrama Mahasiswa: Rahasia yang Tak Terucap adalah novel romantis modern tentang seorang ibu yang diam-diam menginap di asrama putranya. Hidupnya menjadi rumit saat teman sekamar sang anak memergokinya menonton film dewasa di tengah malam, memicu ketegangan rahasia di antara mereka.
Ringkasan Malam di Asrama Mahasiswa: Rahasia yang Tak Terucap
Dalam novel Malam di Asrama Mahasiswa: Rahasia yang Tak Terucap, seorang ibu diam-diam tinggal di kamar asrama kampus putranya. Rahasianya terancam terbongkar saat ia tertangkap basah menonton film dewasa di tengah malam oleh teman sekamar anaknya yang bertubuh kekar. Di bawah himpitan tubuh yang panas dan bisikan menggoda di telinganya, ia kini terjebak dalam situasi intim yang tak terduga dan mendebarkan, menguji batas pertahanannya di ruang sempit tersebut.
Baca Selengkapnya

Malam di Asrama Mahasiswa: Rahasia yang Tak Terucap Bab 1

Aku diam-diam tinggal di asrama kampus anakku. Tidak disangka, saat aku diam-diam menonton film dewasa di tengah malam, aku ketahuan oleh teman sekamarnya yang bertubuh kekar.

Tubuhnya yang panas menindihku dengan kuat, dia meniupkan napas hangat ke telingaku. "Tante, ternyata suka hal-hal seperti ini, ya!"

"Ti... tidak... hmm..."

Namaku Dian Ardana, seorang wanita dewasa yang kesepian di usia awal empat puluhan.

Di usia seperti ini, seharusnya aku bisa menikmati hidup dengan penuh gairah, tapi suamiku telah meninggal dunia sejak lama.

Dulu, aku tidak terlalu merasakannya, tapi seiring bertambahnya usia, terutama setelah melewati usia tiga puluhan, aku mulai merasakan kehampaan yang tiba-tiba muncul. Tidak peduli bagaimanapun aku mencoba, rasanya tidak pernah bisa terisi.

Apalagi sejak anakku masuk kuliah, setiap malam aku sendirian di rumah, kesepian yang terus menghantui membuatku tergila-gila pada mainan kecil. Sehari saja tidak menggunakannya, seluruh tubuhku langsung terasa gatal seperti ada semut yang merayap, sampai aku tidak bisa tidur.

Apa aku harus mencari seorang pria untuk memuaskanku?

Selesai mandi, aku mengoleskan losion ke tubuh sambil menatap cermin, aku tidak kuasa menahan desahan panjang.

Mungkin karena melahirkan di usia muda dan tidak sempat dinikmati sepenuhnya oleh suamiku, kulitku di usia empat puluh ini masih kencang dan mulus.

Tubuhku berlekuk dengan sempurna, tanpa sedikit pun lemak berlebih. Pinggangku ramping bak ranting dedalu, payudaraku putih montok, dan pantatku bulat bak buah persik yang ranum.

Di balik pesona wanita dewasa, masih tersimpan sedikit keluguan khas seorang gadis muda, pesona yang membuat setiap pria ingin menaklukkannya dengan kasar.

Tubuh yang sempurna seperti ini seharusnya tidak dibiarkan menganggur di rumah. Tubuh ini pantas untuk dinikmati dan dipuaskan.

Saat aku tengah mempertimbangkan untuk ikut kencan buta, tiba-tiba anakku menelepon, mengajakku berkunjung ke tempatnya.

"Bu, akhir pekan ini, aku berencana mendaki gunung bersama teman-teman sekamar. Ayo ikut."

Kampus anakku berada di kota sebelah, tidak terlalu jauh dari tempatku tinggal. Saat dulu mengantarnya masuk kuliah, aku sempat mentraktir teman-teman sekamarnya beberapa kali, jadi kami sudah saling kenal. Aku merasa senang dan langsung menyanggupi ajakannya.

"Oke, kebetulan Ibu juga lagi nggak ada kegiatan. Ibu pesan kamar sekarang, ya."

"Nggak usah pesan, salah satu teman sekamar lagi ada urusan akhir pekan ini. Nanti Ibu tidur di tempat tidurnya saja."

Hah? Aku disuruh tidur di asrama pria...?

Apa... apa ini tidak masalah?

"Nggak masalah kok, Bu. Sampai ketemu malam nanti."

Sebelum aku sempat bicara lebih jauh, anakku sudah menutup telepon.

Sambil masih ragu, aku mulai membereskan barang-barang. Beberapa jam kemudian, aku tiba di kampus anakku.

Saat aku tiba, hari sudah menjelang sore. Anakku menjemputku bersama dua teman sekamarnya, Ivan Sadana dan Juan Maulana.

Aku mengajak mereka makan di sekitar kampus. Ketika kembali ke asrama, hari sudah gelap.

Saat terakhir kali mengantar anakku ke kampus, itu masih siang hari. Waktu itu semua orang baru datang dan sibuk dengan urusannya masing-masing.

Namun, kali ini, suasananya benar-benar berbeda.

Sekarang, cuaca cukup panas, para pemuda yang energik ini tidak ingin mengenakan pakaian terlalu banyak. Hampir tidak ada yang memakai atasan, semuanya hanya mengenakan celana pendek dan berjalan mondar-mandir di lorong. Bahkan ada beberapa yang telanjang bulat.

Pemandangan itu membuatku merasa sangat tidak nyaman, wajahku memerah dan napasku mulai tidak teratur.

Namun, selain aku, tidak ada yang menganggap ini aneh. Sepertinya hanya aku yang terlalu terkejut.

Sejak suamiku meninggal, aku sudah lama tidak melihat tubuh pria tanpa sehelai kain pun. Tidak kusangka, kali ini aku langsung melihat sebanyak ini.

Anakku kuliah di jurusan olahraga dan seluruh penghuni asrama juga pria-pria bertubuh kekar dari jurusan yang sama. Semuanya tinggi besar dan berotot. Mereka benar-benar seperti sekumpulan anak banteng yang mondar-mandir di sekitarku.

Celana pendek saja tidak cukup menahan aura maskulin mereka yang hampir meluap, apalagi mereka yang berjalan tanpa sehelai kain pun.

Aku menunduk sambil terus berjalan, tapi mataku tidak bisa menahan diri untuk melirik mereka diam-diam.

Luar biasa, mereka semua tampak begitu perkasa.

Kalau aku ingin mencari pria lagi, harus yang seperti mereka.

Rasanya, keinginanku sekarang terlalu kuat. Pria berusia empat puluhan kebanyakan sudah menurun tenaganya. Entah apakah mereka masih sanggup memuaskanku atau tidak.

Mungkinkah aku memang harus mencari yang lebih muda?

Saat aku sedang tenggelam dalam pikiran-pikiran itu, tiba-tiba seorang mahasiswa yang lewat di dekatku bersiul keras ke arahku.

"Arya, pacar baru, ya?"

Aku terkejut dan menoleh. Ternyata yang bicara itu juga tidak mengenakan apa pun di bawah, punyanya berdiri tegak di depanku. Aku langsung menoleh ke arah lain karena malu, telingaku terasa panas.

Arya Ganendra adalah nama anakku. Melihat wajahku yang memerah, dia menepuk orang itu dengan kesal. "Dasar gila, dia ibuku!"

"Ibumu? Nggak mungkin," balas orang itu sambil mendekat, matanya menyusuri tubuhku dari atas ke bawah. Dia berdecak dan berkata, "Wah, dasar bocah, sekarang main peran juga, ya?"

Wajahku makin memerah, tanganku mencengkeram ujung bajuku, aku tidak tahu harus berbuat apa. "Tan... Tante benaran ibunya.”

"Ah!" Orang itu tampak terkejut, lalu buru-buru menutupi tubuhnya. "Maaf, Tante... Anda kelihatan muda sekali."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Malam di Asrama Mahasiswa: Rahasia yang Tak Terucap

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Di Atas Ranjang Tuan Nick
8.7
Akibat tuduhan palsu sebagai perusak hubungan, Keyla menghadapi nasib kelam. Nick, CEO berkuasa, menculiknya tepat di hari pertunangan demi menghancurkan masa depan wanita itu. Setelah dilecehkan secara paksa, Keyla yang putus asa mencoba mengakhiri hidupnya. Namun, Nick justru menyelamatkannya hanya untuk mengikatnya dalam pernikahan yang menyesakkan. Kini, Keyla terjebak sebagai tawanan di kediaman megah pria yang telah menghancurkan martabatnya tersebut.
Sampul Novel IPRIT
7.9
Di Kampung Keris, saat dunia persilatan dan hal mistis masih mendominasi, Wisaka bertekad membongkar misteri kematian tragis para pengantin baru. Para pria tewas usai malam pertama, sementara mempelai wanita diperkosa hingga membisu. Demi mengungkap kebenaran, Wisaka mempelajari ilmu kanuragan. Namun, perjalanannya penuh rintangan dari bandit, makhluk halus, hingga siluman yang menyamar jadi manusia. Mampukah ia menang, atau justru gugur di tangan iblis?
Sampul Novel Ketika Mertua Ikut Campur
8.0
Kehidupan pernikahan Salwa dan Lutfan kini di ambang kehancuran akibat campur tangan ibu mertuanya yang berlebihan. Situasi semakin memanas saat sang mertua sengaja membawa seorang asisten rumah tangga baru ke kediaman mereka. Namun, Salwa merasakan adanya niat terselubung di balik kehadiran wanita tersebut. Misteri besar mulai terungkap saat rencana rahasia mereka dijalankan. Sanggupkah cinta Salwa dan Lutfan bertahan menghadapi konspirasi ini?
Sampul Novel Pelarianku: Pernikahan Kontrak
7.9
Lima tahun mendampingi Adrian membangun kejayaan, aku sadar hanya menjadi bayangan Annika, mantan kekasihnya. Adrian berulang kali mengabaikan nyawaku demi wanita itu, membuktikan bahwa aku hanyalah pengganti yang bisa dibuang. Lelah terjebak dalam sangkar kebohongan, aku memutuskan pergi saat dia kembali memilih Annika di kapal pesiar. Demi kebebasan, aku mengambil alih posisi adiknya untuk menikahi seorang pria misterius yang cacat.
Sampul Novel Pembalasan Dendam Seorang Ayah
9.6
Niat baik seorang putri membantu lansia ke ambulans berujung petaka saat dia diculik ke sebuah desa. Sang ayah yang berhasil melacaknya mendapati putrinya telah tewas mengenaskan akibat dilecehkan. Kecewa karena hukum membebaskan pelaku dengan dalih gangguan jiwa, sang ayah memutuskan untuk ikut berpura-pura gila. Dia sengaja menjadi pasien rumah sakit jiwa demi bisa mendekati dan membalas dendam langsung kepada pembunuh putrinya.
Sampul Novel Semalam Dengan Si Bos (One Night Stand)
9.0
Pasca dikhianati Leon, Reina Patricia menghabiskan malam panas bersama pria asing. Setahun berlalu, ia terkejut saat mengetahui pria itu adalah Brandon El Carro, bos barunya yang humoris namun misterius. Saat benih cinta tumbuh dan Reina mengandung, Brandon justru dijodohkan demi bisnis perusahaan. Di tengah konflik pelik, masa lalu kelam sang CEO mulai terkuak dan mengancam citranya. Reina kini terjepit antara cinta, rahasia, dan masa depan janinnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan