Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Masa Puber Naldo

Masa Puber Naldo

Naldo, putra konglomerat yang kesepian, tumbuh dewasa tanpa kasih sayang ibu. Meski ayahnya, Tuan Anggoro, sangat baik, kesibukan bisnis membuatnya jarang di rumah. Naldo hanya memiliki asisten rumah tangga yang merawatnya sejak bayi. Saat diminta memilih ibu baru, Naldo teringat sosok wanita misterius yang terus muncul dalam mimpinya. Ketika akhirnya bertemu wanita itu di dunia nyata, Naldo bertekad mengejar cintanya meski perbedaan usia menghalangi mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Di dalam kamarnya, Mbak Ana begitu gelisah, telah berbuat jauh dengan Naldo anak majikannya, walau hanya mendekapnya dengan pelukan kasih sayang seorang Ibu, tetapi usia Naldo sudah memasuki usia Puber, pelukan dan belaian darinya membuat Naldo bergairah, dan Mbak Ana pun merasakan Hal yang sama.

Apa yang akan terjadi besok, dan apa yang terjadi jika Tuan Anggoro mengetahui, resah dan gelisah dirasakan Mbak Ana, bagaiman jika Bi’ Onah dan Yani tahu.

Sudah beberapa jam dia berguling tak menentu di atas ranjang kamarnya, setelah berpikir lama, Ana memutuskan untuk pulang kampung, jika tidak Mas Naldo pasti menginginkan lagi, karena usia pubernya yang baru kenal hal semacam begitu, aku juga ikut merusaknya, pikir Mbak Ana di dalam hati, padahal semua adalah kesalahan Naldo, Mbak Ana hanya mencoba mengurangi kesepian dalam hidupnya untuk tumbuh menjadi remaja yang kuat.

Mbak Ana mengemas barang-barang dan pakaiannya, siap untuk pulang ke kampung halaman, waktu terasa, dan pagi menyapa.

“Bi' saya pamit pulang, semalam mendapat kabar, dikeluarga ada masalah yang harus di selesaikan segera, nanti saya telpon langsung Tuan Anggoro” ucap Mbak Ana ..

“Mendadak sekali Ana, apa gak bisa tunggu Tuan Anggoro pulang, atau pamitan sama Mas Naldo" pinta Bi' Onah yang juga merasa kasihan mendapatkan kabar dari Ana tentang keluarganya dikampung, walau itu cuma alasan Ana saja.

“Gak usah Bi' saya pamit ke Bi' Onah dan Yani saja” ucap Ana, sembari menjelaskan akan menelpon sendiri Pak Anggoro.

Setelah proses mengharu biru, Mbak Ana pun pergi ke terminal Bis, dan segera pulang ke kampung halamannya.

Di kamar Naldo, terlihat tuan muda masih tertidur pulas, karena memang sekolah lagi libur.

Mbak Yani dan Bi' Onah tinggal berdua didalam rumah, dan pak Satpam hanya sebatas pagar depan.

Jam 10.00 wib, Naldo terbangun dan segera mandi, masih teringat kejadian semalam, dan ingin lagi mengulanginya.

Usai Mandi dan berpakaian, Naldo turun kebawah, menyantap makanan yang tersedia, “Mas Naldo, Ana pulang kampung, katanya ada urusan keluarga yang penting dan mendadak”ucap Bi' Onah sembari menambah lauk dan sayuran ke meja makan.

Naldo terdiam sesaat dan memikirkan, mungkin kejadian semalam, membuat Mbak Ana pergi, dia malu atas yang terjadi dan semua itu pasti salahku.

Naldo terdiam, hatinya merasa menyesal melakukan rencana yang membuat asisten rumah tangga yang baik pulang kampung dan berhenti bekerja, kesedihan terlihat di wajahnya.

Tanpa menjawab atau membahas tentang Ana, Naldo menelpon papinya dan meminta papinya memberikan hadiah, karena Mbak Ana sudah banyak membantu dirumah dan sangat baik padanya.

Naldo pun menelpon Papinya“Halo, Papi lagi sibuk?" ucap Naldo di ponselnya.

“Enggak, ada papa sayang?" jawab Papinya.

“Mbak Ana ada urusan keluarga penting, dia pulang kampung, kata Bi" Onah kemungkinan menetap di kampung, berikan hadiah ya Pi, karena Mbak Ana baik banget sama Naldo dan sudah lama kerja sama kita”pinta anak kesayangan Anggoro itu.

“Iya, setelah ini Papi hubungi Ana dan Papi kasih pesangon yang cukup, terus kamu mau papi cariin pembantu baru nak?" tanya Papinya

“Gak usah Pi, ya sudah Naldo lanjut mainnya ya Pi, terimakasih”Naldo mengakhiri panggilan telponnya, Mbak Yani dan Bi' Onah yang berdiri didekat tuan mudanya, merasakan kasihan dengan Naldo yang kehilangan Mbak Ana yang sangat menyayanginya.

“Bi" Onah, Mbak Yani jangan pergi ya, Naldo gak ada temannya lagi nanti”lalu tuan muda yang masih bersedih itu berjalan menuju kamarnya.

Naldo duduk menatap jendela, dimana dia sering melihat Mbak Ana dari situ, dia menyesal tetapi sudah terjadi, dan kenapa mbak Ana memutuskan untuk langsung pergi.

Bi' Onah tak tahu apapun alasan Ana sebenarnya pergi, biar lah itu jadi rahasianya bersama Tuan muda yang disayanginya.

“Yani, tolong kamu antarkan buah-buahan ke kamar Mas Naldo”pinta Bi' Onah ke Yani.

Yani mengetuk pintu tuan Mudanya, dan dipersilahkan masuk. “Mas Naldo, kalau butuh apa-apa bilang saya ya, jangan sedih, walaupun Mbak Ana pulang, saya dan Bi’ Onah masih tetap disini buat jagaian Mas Naldo”ucap Yani memberikan semangat ke tuan muda.

“Iya Mbak, terimakasih ya”

Yani pun mengusap kepala Tuan mudanya penuh kasih sayang, dan segera meninggalkan kamar tuan mudanya yang sedang bersedih.

Bap..bap..bap suara dering ponsel Naldo terdengar.

Naldo melihat layar ponsel, panggilan dari Erju

“Hallo Ju”

“Do, main kerumah ku gak?”tanya Erju

“Aku lagi males keluar Ju, besok aja ya”jawab Naldo yang hilang semangatnya hari itu.

Sore hari, Naldo berenang sebentar di kolam renang miliknya, Yani melihat Naldo yang masih sedih ditinggal satu asisten rumah tangganya. lalu menghampiri dan bertanya.

“Mau di buatin apa Mas? Roti tawar atau apa?”tanya Yani kepada Naldo.

“Es Jeruk sama cemilan.”

Yani segera membuatkan dan mengantarkan pesanan Naldo disamping kursi duduk setelah Naldo selesai berenang.

Naldo berpikiran, kenapa ya Mbak Ana, apa merasa malu, atau apa, pikiran anak ini tak sampai memikirkan hal yang jauh, hanya berpikiran sebatas usianya saja.

Duduk di kursi santai dekat kolam sambil menyantap cemilan yang tersedia dimeja.

“Mas Naldo, ada paket dari Papi nya”Bi' Onah mengantarkan paket kiriman dari Papinya.

Naldo mengambilnya dan tak sabar membuka hadiah yang dikirimkan Papi untuk dirinya, "Wow, thanks Pap”Naldo terlihat bahagia melihat hadiah yang diberikan papinya.

Beberapa miniatur yang memang Naldo hobi mengoleksi miniatur tokoh-tokoh game.

Yang dikirimkan Papinya tadi, miniature Franco, Tigreal, dan Jhonson. dari tokoh game mobile legend, yang memang Naldo terkenal sangat pro memakai hero Tank.

Wajah yang tadi bersedih, seketika berubah menjadi senang, dan berbegas menuju kamar.

Mengirimkan pesan gambar ke Papinya, "Terima kasih Papi, hadiahnya sudah sampai”

Dua hari berlalu, tanpa ulah kenakalan pubernya, dan hari ini kesedihannya telah sedikit berkurang, namanya juga bocah.

Duduk di kursi tepat didepan jendelanya. Mbak Yani sedang menyiram bunga, dengan baju tanpa lengan, baju yang sedikit tipis berwarna hitam, Rok mini di atas paha.

Mbak Yani memang sering tampil sedikit seksi, karena terbiasa memakai pakaian begitu, yang dirasa lebih simple dan sejuk baginya.

Baju tanpa lengan yang tidak terlalu ketat, jika membungkuk maka terlihat lah payudaranya.

Naldo semangat memperhatikan dari atas, beberapa kali Yani bergerak seperti membungkuk, dan terlihat dua gunung kembar nya oleh Naldo dari atas.

Lebih besar dari miliknya Mbak Ana ya, pikir di otak mesumnya, usai menyiram bunga, Yani menyapu daun-daun disekitanya dan sesekali duduk dan membungkuk, Naldo sangat menyukai pemandangan itu.

Dari atas, kaca yang tak terlihat dari luar, membuat Yani tak sadar diperhatikan, Banyak momen pemandangan indah buat Naldo dari atas.

Naldo turun, dan melihat Mbak Yani masih sibuk membereskan taman belakang, Naldo yang melihat dari samping kolam renang, memanggilnya.

“Mbak sini, belajar berenang sekarang, biar bisa”ucap tuan mudanya.

“Nanti kelelep lagi Mas”jawabnya.

“Saya bantuin kalau kelelep”ucap Naldo meyakinkan, Mbak Yani pun menuruti.

“Jangan terjun seperti kemaren, pelan-pelan dari tangga.”ujarnya mengintruksi kan dari kursi duduknya. Naldo hanya ingin menonton.

Yani turun dari tangga, dan berdiri, ternyata kolamnya tidak telalu dalam dibawah lehernya.

“Gak dalam ya Mas, kemaren kok saya kelelep ya?”tanyanya sambil tersenyum malu.

“Kemaren itu panik, coba tangan nya taruh di pinggir atas kolam, terus kakinya digerakan pelan-pelan.”

Yani melakukan arahan tuan mudanya, terlihat lah payudaranya, karena menghadap ke Naldo.

“Terus pelan pelan, kalau sudah coba berjalan ketengah, terus berenang menuju tepian kolam”

Yani melakukannya dan terkadang kelelep dan Naldo tertawa melihatnya, Bi' Onah yang melihat Naldo tertawa, hatinya merasa senang dan kembali kedalam, melanjutkan kerjaannya.

“Tenang, jangan panik, berdiri aja kan gak begitu dalam, ulangi berkali-kali”intruksi dari Naldo.

Kali ini Naldo tidak senekat waktu bersama Mbak Ana, dia hanya ingin melihat saja, belum mau menjamah, takut, Mbak Yani juga pulang.

Berulang-ulang kali, Yani lakukan sesuai arahan Naldo dan akhirnya berhasil, lalu bolak balik dengan gaya bebas yang penting sampai kepinggiran kolam, Yani sudah terlihat lelah, dan naik kepermukaan kolam, terlihat baju yang menempel di dadanya, begitu besar dan roknya telihat lengket ke pantatnya memperlihatkan kemolekan tubuhnya., Naldo yang menyaksikan itu, gerakan didalam celananya terlihat sedikit demi sedikit pedang Naldo ereksi.

“Sudah ya Mas, saya capek, saya masuk dulu ya, ganti pakaian”ucap Yani ke tuan mudanya itu.

“Iya Mbak” jawab Naldo sambil terus menyaksikan tubuh basah sang pembantu rumah tangganya itu lewat didepan matanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bangkit Dari Luka: Istri Yang Terbuang
8.1
Tiga tahun mencintai Elton hancur seketika saat ia mencampakkan Jilly ke laut demi menyelamatkan Rachel. Di tengah pengkhianatan itu, Jilly menyembunyikan kehamilannya dan merancang pelarian dari pernikahan beracun mereka. Saat Elton akhirnya menemukan persembunyian Jilly dalam kondisi hancur, ia memohon pengampunan demi sang buah hati. Namun, bagi Jilly, sosok ayah dari bayinya telah mati sejak hari suaminya lebih memilih wanita lain daripada nyawanya sendiri.
Sampul Novel Pengantin Sempurna Sang CEO: Kesepakatan dengan Iblis yang Menyamar
8.1
Leyla sering dicap sebagai wanita licik yang pandai menggoda pria demi ambisinya. Namun, publik terkejut saat ia mendadak dinikahi oleh Colton, sang miliarder playboy, setelah pertemuan singkat. Meski awalnya dianggap sebagai kesepakatan bisnis tanpa rasa, dinamika mereka berubah drastis saat Colton menunjukkan kerapuhannya di sebuah pesta. Leyla akhirnya menyadari bahwa seluruh pertemuan dan pernikahan mereka adalah rencana matang yang telah disusun Colton sejak awal.
Sampul Novel CEO YANG MENKUJGKIRBALIKKAN DUNIAKU
8.3
Delia, mahasiswi sederhana, terjerat asmara dengan Arkan, sang pewaris konglomerat. Namun, kebahagiaan itu sirna saat tunangan Arkan muncul dan mempermalukan Delia. Sikap Arkan yang diam membisu meninggalkan luka dalam. Empat tahun berselang, takdir membawa Arkan kembali sebagai CEO di kantor baru Delia. Di tengah bayang masa lalu, Delia harus memilih antara mengundurkan diri, bertahan, atau menuntut balas atas rasa sakitnya yang belum usai.
Sampul Novel Cinta Rahasia Berakhir Api Dendam
8.3
Hidupku hancur setelah menyadari bahwa Raja, CEO yang kucintai, hanya memanfaatkanku sebagai pion balas dendam. Pria dingin itu menjebakku ke penjara, merekam momen intim kami, dan membiarkan kekasihnya merusak warisan ayahku. Setelah menderita siksaan kejam di balik jeruji besi atas perintahnya, aku kini telah bebas. Aku kembali ke hadapannya bukan untuk mengemis cinta, melainkan membawa amarah membara demi menghancurkan hidup sang iblis yang telah memusnahkan segalanya.
Sampul Novel Dua Titik (Dilamar CEO Dinikahi Dosen)
8.2
Tanpa perkenalan mendalam, Asoka nekat melamar Riri meski restu orang tua menjadi penghalang besar. Di tengah perjuangannya, Asoka terpaksa pergi ke London dalam waktu lama. Saat ia kembali untuk meraih cinta Riri, kenyataan pahit menantinya: Riri telah resmi dipersunting oleh Kris. Kini, Asoka terjebak dalam dilema asmara yang rumit, sementara kehadiran Kris menjadi penengah tak terduga dalam drama cinta yang penuh rintangan dan pengorbanan ini.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Demi melindungi nyawa buah hati yang tidak berdosa, Neva Zetrix terjebak dalam situasi yang sangat memilukan. Ia terpaksa menekan harga dirinya dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson setiap hari. Perjuangan hidup Neva ini didorong oleh kasih sayang seorang ibu yang rela melakukan apa pun demi sang anak. Di tengah tekanan dari sosok Brian yang dominan, Neva harus bertahan dalam dinamika hubungan yang penuh dengan pengorbanan batin.