Sampul Novel Di Antara Tangis Anakku dan Diam Suamiku

Di Antara Tangis Anakku dan Diam Suamiku

8.6 / 10.0
Setelah dipaksa mendonorkan jantungnya demi cinta pertama suaminya, seorang ibu sekarat di koridor rumah sakit. Putranya yang berusia enam tahun memohon pertolongan sang ayah hingga tiga kali, namun hanya menerima penolakan dingin dan kekerasan. Demi menyelamatkan ibunya, bocah itu rela menggadaikan kalung pelindung umurnya kepada perawat. Namun, saat kamar perawatan disiapkan, cinta pertama suaminya justru memblokade ruangan tersebut untuk anjing peliharaannya atas perintah sang suami.

Di Antara Tangis Anakku dan Diam Suamiku Bab 1

Setelah dipaksa menukar jantung untuk cinta pertama suamiku, aku mati di koridor rumah sakit swasta yang didirikannya sendiri.

Saat menjelang ajal, anak lelakiku yang berusia enam tahun menangis dan memohon padanya tiga kali.

Pertama, anakku menggandeng tangan ayahnya dan berkata bahwa aku muntah darah.

Ayahnya menyeringai dingin dan berkata, "Kali ini akhirnya ada kemajuan, sampai mengajarkan anak untuk berbohong."

Lalu menyuruh pengawal mengusir anakku dari kamar.

Kedua, anakku menarik lengan bajunya dan berkata bahwa aku sudah mulai mengoceh tak karuan karena menahan sakit.

Ayahnya mengerutkan kening dan berkata, "Bukannya hanya mengganti jantung? Kata dokter, tidak akan mati."

Pengawal maju dan kembali menyeret anakku keluar dari kamar.

Ketiga, anakku merangkak di lantai, menggenggam erat ujung celananya sambil menangis, berkata bahwa aku sudah tidak sadarkan diri.

Ayahnya akhirnya marah, mencekik leher anakku dan melemparkannya keluar dari kamar.

"Sudah kukatakan, Kiyano tidak akan mati. Jika kamu masih berani mengganggu istirahat Sheilla, pasti akan kulempar kalian berdua keluar dari rumah sakit."

Untuk menyelamatkanku, anakku menggadaikan Kalung Penjaga Umur yang paling berharga kepada perawat.

"Bibi, aku tidak ingin panjang umur lagi, aku hanya ingin ibuku hidup."

Perawat menerima Kalung Penjaga Umur dan bersiap mengatur kamar terakhir untukku.

Namun Sheilla, cinta pertama suamiku, menyuruh orang menggendong anjing peliharaannya dan menghalangi depan kamar, lalu berkata, "Maaf ya nak, ayahmu khawatir aku akan bosan tidak bertemu anjing, kamar ini disediakan untuk anjingku."

Setelah dipaksa menukar jantung untuk cinta pertama suamiku, aku mati di koridor rumah sakit swasta yang didirikannya sendiri.

Saat menjelang ajal, anak lelakiku yang berusia enam tahun menangis dan memohon padanya tiga kali.

Pertama, anakku menggandeng tangan ayahnya dan berkata bahwa aku muntah darah.

Ayahnya menyeringai dingin dan berkata, "Kali ini akhirnya ada kemajuan, sampai mengajarkan anak untuk berbohong."

Lalu menyuruh pengawal mengusir anakku dari kamar.

Kedua, anakku menarik lengan bajunya dan berkata bahwa aku sudah mulai mengoceh tak karuan karena menahan sakit.

Ayahnya mengerutkan kening dan berkata, "Bukannya hanya mengganti jantung? Kata dokter, tidak akan mati."

Pengawal maju dan kembali menyeret anakku keluar dari kamar.

Ketiga, anakku merangkak di lantai, menggenggam erat ujung celananya sambil menangis, berkata bahwa aku sudah tidak sadarkan diri.

Ayahnya akhirnya marah, mencekik leher anakku dan melemparkannya keluar dari kamar.

"Sudah kukatakan, Kiyano tidak akan mati. Jika kamu masih berani mengganggu istirahat Sheilla, pasti akan kulempar kalian berdua keluar dari rumah sakit."

Untuk menyelamatkanku, anakku menggadaikan Kalung Penjaga Umur yang paling berharga kepada perawat.

"Bibi, aku tidak ingin panjang umur lagi, aku hanya ingin ibuku hidup."

Perawat menerima Kalung Penjaga Umur dan bersiap mengatur kamar terakhir untukku.

Namun Sheilla, cinta pertama suamiku, menyuruh orang menggendong anjing peliharaannya dan menghalangi depan kamar, lalu berkata, "Maaf ya Nak, ayahmu khawatir aku akan bosan tidak bertemu anjing, kamar ini disediakan untuk anjingku."

Demi mengosongkan ruang rawat terakhir untuk anjing milik Sheilla Yasmin, tempat tidurku dipindahkan ke koridor.

Saat pintu kamar rawat tertutup.

Anakku masih menggenggam erat Kalung Penjaga Umur yang baru saja dilepaskannya.

Dia mengepalkan tinjunya yang sudah membiru, lalu berkali-kali memukul pintu kamar dengan sekuat tenaga.

"Tante, boleh tidak kembalikan kamar ini untuk ibuku?"

"Tante, Martin mohon, tolong buka pintunya!"

Suara Martin yang masih polos menggema di sepanjang koridor, tapi tetap tak mampu menggoyahkan Sheilla yang sedang asyik bermain dengan anjing di dalam.

Semakin keras tangisan dan teriakan Martin, semakin bersemangat Sheilla mengelus dan bermain dengan anjingnya.

"Anjing sayang, jangan pedulikan makhluk kotor seperti itu."

Suara Martin perlahan serak.

Anak kecil yang dulunya sedikit luka saja saat terjatuh sudah langsung menangis minta dipeluk.

Kini hanya bisa menyeka darah yang merembes dari tangannya dengan ujung baju secara asal.

Dengan mata berlinang, dia berkata penuh kebencian, "Perempuan jahat! Ini kamar rawat yang Martin tukar dengan Kalung Penjaga Umur! Kenapa kamu pakai buat pelihara anjing?!"

"Kamu perempuan jahat!"

Suara Martin semakin serak sampai-sampai tak terdengar jelas, bahkan setiap pertanyaannya terdengar rapuh dan menyayat hati.

Aku terbaring di tempat tidur di koridor, air mataku bercampur darah mengalir tanpa henti.

'Maaf, Martin.'

'Ibu tidak bisa melindungimu, maaf.'

'Maaf.'

Pintu kamar itu tetap tak terbuka.

Martin kembali ke ranjangku dengan langkah linglung, matanya membengkak sampai terlihat menyeramkan.

"Ibu, maaf, Martin tidak berguna, kamar rawatnya direbut oleh orang jahat."

"Ibu, maaf."

Aku bisa merasakan nyawaku perlahan menghilang.

Aku tahu, aku sudah tak punya banyak waktu.

Tapi aku takut membuat Martin ketakutan.

Dengan sisa tenaga terakhir, aku paksa bibirku tersenyum dan berkata dengan suara lemah, "Martin, Ibu agak kedinginan, bisakah kamu ambilkan selimut untuk Ibu?"

Martin tertegun dua detik, lalu buru-buru menyeka air matanya, mengangguk cepat dan berkata, "Baik, Martin ambilin sekarang juga buat Ibu!"

"Ibu, Ibu harus tunggu Martin kembali! Harus tunggu Martin!"

Menatap punggung kecilnya yang semakin menjauh, aku pun perlahan menutup mata.

"Martin, maaf ya, Ibu mungkin nggak sempat nunggu."

Ketika aku membuka mata lagi, aku sudah menjadi arwah yang mengikuti anakku.

Anakku sangat pintar, dia tahu jarak pulang rumah terlalu jauh, jadi saat melihat kamar rawat yang terbuka, dia langsung masuk tanpa ragu.

Di tempat tidur itu terbaring seorang wanita muda.

Suami dari wanita muda itu sedang membetulkan selimutnya dengan hati-hati, tidak melewatkan satu sudut pun.

Di samping, ada seorang anak laki-laki berusia lima tahun, memegang secangkir air hangat sambil manja memanggil ibunya.

Entah kenapa, mata Martin tiba-tiba berkaca-kaca.

Tapi Martin tidak boleh menangis, dia masih harus meminjamkan selimut untuk ibunya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Di Antara Tangis Anakku dan Diam Suamiku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Tak Punya Siapapun Lagi
8.3
Menghadapi sisa hidup tiga hari akibat gagal hati akut, seorang istri harus menelan pil pahit saat suaminya, David, memberikan kuota pengobatan terakhir kepada adik angkatnya, Emma. Dianggap lebih pantas hidup, ia pun dipaksa mengalah. Demi menutupi ajal yang mendekat, ia menandatangani surat cerai, menyerahkan perusahaan perhiasan, bahkan membiarkan putrinya memanggil Emma sebagai ibu. Di balik pujian keluarga yang menganggapnya kakak yang baik, sebuah misteri kematian yang tragis siap mengejutkan mereka semua.
Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya mengira pernikahannya dengan Adnan akan membawa kebahagiaan abadi, namun realitanya justru menjadi neraka penuh kekerasan. Adnan melampiaskan dendamnya terhadap mertua dengan menyiksa istrinya secara keji setiap hari. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang mendalam, sosok dari masa lalu Saschya tiba-tiba muncul kembali. Akankah kehadiran mereka membantu Saschya lepas dari belenggu Adnan, atau justru menambah konflik baru dalam hidupnya yang hancur?
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menyelamatkan adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar senilai 100 juta rupiah. Namun, takdir mempertemukannya dengan Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket secara tidak sengaja. Kini, Daiva terjebak dalam dilema cinta ketika kedua pria tersebut mulai mengejar hatinya. Siapakah yang akhirnya akan dipilih Daiva sebagai pendamping hidup di tengah bayang-bayang masa lalunya?
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Amber Lim, sosialita cantik dengan reputasi buruk sebagai perusak hubungan, memutuskan untuk bertobat. Demi berguru pada desainer legendaris Adam Smith, ia nekat menembus musim dingin utara yang mematikan. Namun, Amber dirampok dan terdampar di hutan beku. Satu-satunya harapan hidupnya adalah pria misterius bernama Tuan Dingin. Duda yang membenci wanita ini dicap kanibal oleh warga sekitar. Akankah Amber mampu meluluhkan hatinya atau justru menjadi korban kebencian sang pria?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan