Sampul Novel Marriage Agreement

Marriage Agreement

9.2 / 10.0
Aileen Benyamin terpaksa menerima perjodohan dengan Samuel Manasye demi melunasi utang besar ayahnya kepada Ruben Manasye. Meski baru sekali bertemu, keduanya sepakat menikah dengan rencana rahasia: pura-pura hamil, adopsi anak, lalu cerai. James, kekasih Aileen, merestui pernikahan ini namun mengajukan syarat yang sangat berat. Akankah sandiwara mereka berjalan mulus, atau justru syarat sulit dari James menghancurkan segalanya?

Marriage Agreement Bab 1

“Aku nggak mau nikah sama kamu. Gila apa. Ketemu aja baru sekali ini!” tandas Aileen emosional. Ditatapnya Samuel garang. Muka dan penampilan sih ok, puji gadis itu dalam hati. Tapi menjadi suami istri itu kan komitmen seumur hidup. Harus pengenalan lebih dulu. Mendalami karakter masing-masing. Lagipula kalau aku nikah sama dia, James mau dikemanakan? Kami sudah satu tahun pacaran. Dia pasti sedih sekali kalau kutinggal menikah dengan orang lain!

Samuel menghela napas panjang. Dia tak menyalahkan sikap gadis itu. Mereka tak pernah saling mengenal sebelumnya. Gadis mana yang mau begitu saja dijodohkan dengan laki-laki yang sangat asing baginya. Apalagi kalau dia tahu bahwa aku…, batin Samuel perih. Dia mendesah.

“Aku tahu papamu sudah membantu papaku melunasi hutangnya di bank. Terima kasih banyak. Tapi kalau papamu orang yang baik, dia pasti takkan meminta imbalan. Itu pamrih namanya!”

Hati Samuel sakit sekali bagaikan tertusuk sembilu. Bagaimanapun juga Papa hanya bermaksud membahagiakanku, anak semata wayangnya, pikir pemuda itu berusaha memaklumi. Orang tua mana yang tidak kuatir melihat putranya yang sudah cukup umur tetap melajang dan tak sedikitpun nampak tanda-tanda dekat dengan lawan jenis?!

“Begini saja,” kata pemuda itu kemudian. “Kita mengadakan perjanjian.”

Aileen mengerutkan kening. Gadis berambut panjang lurus berwarna kecoklatan tersebut tak mengerti maksud ucapan lawan bicaranya.

“Perjanjian apa maksudmu?” tanyanya menuntut penjelasan.

“Kamu sudah punya pacar belum?” balas Samuel balik bertanya.

Ekspresi wajah Aileen berubah. Gadis itu tampak terkejut. “Apa urusanmu aku punya pacar atau nggak?” sindirnya ketus. “Yang penting aku nggak mau menikah denganmu. Titik!”

“Dengar baik-baik, Gadis Manja!” seru Samuel penuh wibawa.

Ia tak sabar lagi menghadapi si nona rumah. Pemuda itu bangkit dari sofa ruang tamu dan berjalan maju mendekati lawan bicaranya. “Jangan besar kepala. Seolah-olah akulah yang menginginkan dirimu menjadi istriku. Ketahuilah, aku pun tak sudi memperistri perempuan yang tak pernah berarti apapun dalam hidupku. Tahu tidak, nasibku sebenarnya tak lebih baik darimu. Terpaksa memenuhi kehendak orang tua untuk menikah. Dengar itu? Aku terpaksa!”

Aileen kaget setengah mati. Dia tak menyangka Samuel yang sejak tadi pembawaannya tenang ternyata sanggup bersikap setegas itu. Gadis itu sampai mundur ketakuan hingga menabrak tembok di belakangnya.

Melihat paras lawab bicaranya yang berubah menjadi pucat pasi, Samuel akhirnya menurunkan nada bicaranya. “Ketahuilah, aku sendiri juga baru diberitahu tentang perjodohan kita kemarin sore. Aku tak kuasa mengelak. Karena kondisi kesehatan papaku kurang baik akhir-akhir ini. Sebagai anak tunggal, aku tak sanggup mengecewakan orang tuaku. Mengerti?”

Gadis di hadapannya mengangguk gugup. Mati aku, belum menikah dengannya saja sudah mati kutu begini, pikirnya panik. Gimana kalau tinggal serumah nanti? Bisa-bisa aku diatur-atur, disuruh-suruh, apapun itu demi menyenangan hati orang ini!

Tiba-tiba air mata mengalir membasahi pipi mulus Aileen. Semakin lama semakin deras. Dirinya merana membayangkan masa depannya yang terlihat suram.

Samuel terperangah. Dirinya paling tak tahan melihat orang menangis. Barangkali aku terlalu keras terhadap gadis ini, sesalnya dalam hati. Padahal kedatanganku kemari bertujuan untuk membicarakan solusi dari perjodohan ini. Agar masing-masing pihak tidak terlalu menderita….

“Maafkan aku,” ucap pemuda itu lirih. Sorot matanya menunjukkan penyesalan yang mendalam. “Sebenarnya aku tak bermaksud menyakitimu. Cuma emosi saja mendengar kata-katamu tadi yang seolah-olah menyalahkan diriku atas perjodohan ini. Padahal…aku juga merasa menjadi korban. Sama sepertimu.”

Samuel lalu membalikkan badannya. Lalu berjalan menuju soda dan duduk kembali. Diam-diam pemuda itu nyengir sendiri. Kok orang yang datang bertamu malah lebih galak daripada si nona rumah! Hehehe….

Aileen mengambil sehelai tisu lalu menghapus air matanya. Selanjutnya gadis itu duduk di sofa yang letaknya serong dengan yang diduduki Samuel.

“Maafkan aku juga,” ucapnya lirih. Perasaannya melunak. Hati kecilnya mengatakan bahwa tamunya ini bukan orang jahat. “Aku panik sekali mau dinikahkan dengan orang yang seratus persen asing bagiku. Itulah yang membuat sikapku jadi menjengkelkan seperti tadi. Sori, ya.”

Tatapan memohon gadis itu membuat hati Samuel semakin luluh. Pemuda itu mengangguk mengiyakan. “Ngomong-ngomong, umur berapa kamu sebenarnya?” tanyanya rileks. “Kata Papa sih, dua puluhan.”

Aileen membenarkan. “Iya. Umurku sekarang dua puluh dua tahun tepatnya. Baru lulus kuliah S1 Sastra Inggris. Kamu sendiri umur berapa?” balas gadis itu balik bertanya. Hatinya sudah semakin tenang sekarang.

“Dua puluh enam tahun,” jawab lawan bicaranya singkat. “Aku lulusan S1 Business Management di Ohio, Amerika. Sudah hampir tiga tahun ini bekerja membantu Papa di perusahaan. Aku anak tunggal.”

Aileen manggut-manggut. Kemarin ayahnya sudah memberitahunya bahwa orang tua Samuel adalah pemilik pabrik peralatan dapur terbesar di pulau Jawa. Panci, wajan, piring, mangkok, gelas, dan berbagai macam peralatan makan diproduksi secara massal lalu didistribusikan ke seluruh penjuru negeri ini.

Rupanya itu adalah perusahaan turun-temurun warisan keluarga. Reputasinya sangat baik dan kondisi finansialnya kuat sekali. Oleh karena itulah, ayah Samuel tak mengalami kesulitan melunasi hutang-hutang ayah Aileen pada bank yang jumlah nolnya fantastis!

Kedua orang tua itu saling mengenal sejak masih duduk di bangku SMA. Mereka berteman dekat kala itu. Keduanya lalu bertemu kembali sewaktu menghadiri reuni sekolah beberapa bulan yang lalu. Hubungan baik yang sempat terputus pun terjalin kembali.

Akhirnya Harris, ayah Aileen, memberanikan diri untuk mengutarakan kesulitan keuangan yang dihadapi bengkel mobilnya saat ini. Ruben, ayah Samuel, kemudian menawarinya jalan keluar dengan timbal-balik perjodohan di antara anak-anak mereka.

Harris yang semula merasa keberatan akhirnya berubah pikiran tatkala bertemu muka dengan Samuel. Pria yang telah banyak makan asam garam kehidupan itu tertarik pada kecerdasan, kesupelan, dan kebaikan hati yang terpancan pada diri pemuda itu. Dengan senang hati disetujuinya usul Ruben untuk menikahkan anak-anak mereka dalam waktu dekat.

“Aku juga anak tunggal,” cetus Aileen kemudian. “Tapi tak seperti dirimu, kemarin aku menolak habis-habisan permintaan Papa untuk dinikahkan denganmu. Kami sampai bertengkar hebat. Mama tak berdaya melerai kami berdua. Aku dan Papa baru berhenti setelah melihat Mama menangis tersedu-sedu….”

Samuel terkekeh. “Karaktermu keras sekali rupanya,” celetuknya spontan. “Pantas papamu buru-buru mau menikahkanmu. Hahaha….”

Suasana tegang mencair seketika. Aileen tersenyum. Dia mulai menyukai kepribadian pemuda di hadapannya.

“Kamu mau kupanggil apa? Mas atau langsung sebut nama aja?” tanyanya sopan.

“Langsung nama aja. Orang-orang biasa memanggilku Sam,” jawab sang pemuda ramah. “Jadi sudah jelas ya sekarang, Nona Aileen. Kita ini sama-sama korban. Bukan musuh.”

Si gadis mengangguk setuju. Dia lalu berkata, “Sesama korban harus saling support, Sam.”

Lawan bicaranya mengangguk setuju. “Sure!” jawab pemuda itu tangkas. “Begini rencanaku….”

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Marriage Agreement

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan yang hancur karena dikhianati calon istrinya nekat memaksa Zahra menikahinya demi melampiaskan rasa kecewa. Zahra pun terkejut dan menolak mentah-mentah tawaran gila tersebut. Namun, Rayhan tak menyerah dan menjanjikan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra mau menggantikan posisi mempelai wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima kesepakatan ini dan sanggup menjalani kehidupan sebagai istri pengganti bagi pria dingin seperti Rayhan?
Sampul Novel Istri Untuk Suamiku
8.6
Fatma menghadapi cobaan berat saat divonis menderita kanker rahim stadium lanjut yang memupus harapannya memiliki anak. Demi kebahagiaan Satria, ia rela meminta suaminya menikah lagi. Namun, kenyataan pahit terungkap bahwa Satria selama ini tidak pernah mencintainya. Meski Satria sempat menolak karena enggan menyakiti hatinya, Fatma tetap memohon dengan penuh air mata agar permintaan terakhirnya dipenuhi sebagai bentuk pengorbanan cinta yang tulus.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Nada menyadari bahwa menjerat Ivander ke dalam pernikahan paksa adalah langkah yang keliru. Namun, baginya ini satu-satunya jalan untuk tetap berada di sisi pria yang hidupnya pernah ia hancurkan. Didorong rasa bersalah yang mendalam, Nada bertekad menebus dosa masa lalunya melalui pengabdian ini. Akankah segala pengorbanan Nada mampu mencairkan kebencian di hati Ivander, ataukah usahanya untuk mendapatkan maaf justru akan berakhir sia-sia?
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
9.7
Disiksa kejam oleh penculik demi melindungi sang ayah, seorang gadis meregang nyawa dalam kesendirian. Di momen terakhirnya, panggilan teleponnya justru ditolak dengan penuh kebencian oleh ayahnya yang sedang merayakan ulang tahun putri adopsinya. Sang ayah mengutuk kelahirannya yang merenggut nyawa ibunya. Jasadnya kemudian ditemukan tragis di depan kantor polisi. Ironisnya, sang ayah yang bekerja sebagai ahli otopsi memimpin penyelidikan tanpa menyadari bahwa korban mutilasi keji tersebut adalah putri kandung yang sangat ia benci.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Penyesalan mendalam menghantui setelah perpisahan yang tak terelakkan terjadi. Kesadaran yang datang terlambat hanya menyisakan duka, karena tangisan tak mampu mengubah kenyataan. Kehadiran sosokmu sebelumnya telah memberi warna dan mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski mengenalmu membawa rasa sakit dan kesedihan, di sana pula kutemukan kebahagiaan sejati. Kini, andai waktu bisa diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik bersamamu.
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Hidup Alena Adriani Quensyah hancur seketika saat orang tuanya tega menjadikannya jaminan utang kepada seorang mafia kejam. Kini, Alena terjebak dalam kehidupan yang terasa seperti penjara, sembari terus dibayangi trauma masa lalu yang kelam. Di tengah penderitaan itu, ia bertekad mencari jawaban atas alasan kedua orang tuanya pergi meninggalkan dirinya dalam bahaya. Mampukah Alena bertahan dan menemukan kembali keluarganya yang hilang?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan