Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kutemukan Cinta-Nya dan Dia di Tokyo

Kutemukan Cinta-Nya dan Dia di Tokyo

Akankah pernikahan impian terwujud di tengah keindahan kota Tokyo? Perjalanan ini membawa harapan besar bagi seorang wanita yang mendambakan kehadiran sosok pria idaman sebagai pemimpin dalam hidupnya. Di bawah langit Jepang yang romantis, ia mencari cinta sejati yang tidak hanya menyentuh hati, namun juga mampu membimbingnya menuju rida Sang Pencipta. Sebuah kisah pencarian imam yang penuh makna di tengah hiruk pikuk modernitas kota metropolitan.
Bab
Bagikan

Bab 3

***

"Di mana ya ijazah dan dokumen penting lainnya!" gerutu Gadis pada diri sendiri.

"Cari apa?" tanya Putri.

"Ijazah S1-ku, Bu. Gadis mau lanjutin magister. Dokumen penting lainnya juga kenapa enggak ada ya. Ibu simpan enggak?"

"Lho, bukannya waktu kamu nikah semuanya di bawa ya? Belum kamu ambil?"

Gadis langsung menepuk jidatnya. "Astaghfirullah... Iya, Bu. Ada di sana. Harus Gadis ambil sekarang, takutnya mereka buang sembarangan."

"Mau Ibu atau Mas-mu antar?" tawar Putri.

Gadis menggelengkan kepalanya. "Enggak usah, Bu. Gadis kan sudah dewasa, bisa ambil sendirian ke sana."

"Tapi Dhea katanya sudah tinggal di sana. Tadi Ibu lihat status whataspp-nya. Kamu beneran enggak mau Ibu temani. Takutnya Dhea macam-macam sama kamu."

"Bu mana bisa si gatal itu bikin perhitungan dengan Gadis. Yang ada Gadis yang sudah bikin dia kayak krupuk! Dia enggak berani, dia itu pencuri. Maling suami orang, maling kebahagiaan orang dan juga maling dosa orang," celetuk Gadis.

"Maling dosa orang? Maksudmu apa, Nak?"

"Maling dosanya Gadis lah, Bu. Kan si gatal sama si siput Devano sudah nyakitin Gadis, mereka sudah mempermainankan pernikahan. Janji di hadapan Allah. Gadis itu tersakiti, biasanya doa orang yang teraniaya kan naik ke langit. Dosanya Gadis mereka curi, lumayankan ngurangin dosa Gadis," balas Gadis menerangkan.

Putri menghela napas, ia tahu bahwa sebenarnya anak gadisnya itu terluka dalam. Gadis tak pernah sedikitpun memperlihatkan lukanya pada semua orang. Pernikahan yang hanya bertahan dalam hitungan hari pun pasti membuat jiwanya sedikit terguncang. Air mata menetes tanpa sadar di kedua pipi Putri.

"Bu, kenapa nangis?" tanya Gadis khawatir.

"Ibu tahu pasti saat ini duniamu sudah retak, mimpimu hancur dan harapanmu terhapus. Hatimu pasti sangat terluka karena pernikahanmu harus berakhir seperti ini. Maafkan kami ya, Nak. Gara-gara kami memaksa kalian cepat menikah, kamu yang pada akhirnya harus terluka," jawab Putri dengan lirih.

Gadis tersenyum dan memeluk erat ibunya sejenak. "Bu, jangan menyesal dan menangis karena luka yang orang-orang goreskan pada hidup kita. Jika kita terus mengeluh sakit, mereka yang bahagia nantinya. Jangan biarkan mereka tertawa di atas luka kita. Gadis memang sangat terluka dan mengutuk hidup, kenapa jalan ini yang harus Gadis lalui, kenapa takdir menyedihkan ini yang harus Gadis terima. Semakin Gadis berpikir lebih dalam lagi, rasanya percuma juga kalau kita harus menyesal dan mengutuk takdir. Kita harus bahagia, jangan sampai mereka berhasil mengubah bahagia kita jadi kesedihan."

"Kamu mau memaafkan kami karena dulu memaksa kalian segera menikah, kan?"

"Bu, kenapa Ibu dan ayah yang harus meminta maaf? Mereka harusnya yang meminta maaf karena memberi luka pada Gadis. Enggak ada salahnya orang tua meminta anaknya untuk menikah, zaman sekarang pacaran itu memang dalam tanda kutip kok. Gadis tahu kalau Ibu dan ayah hanya ingin Gadis selamat dan enggak kebobolan."

"Bagaimana kamu menata hatimu, Nak? Apa yang bisa kami bantu untuk mengembalikan duniamu?" tanya Putri lirih.

"Satu hal yang harus Ibu dan ayah harus lakukan."

"Apa itu?"

Gadis tersenyum. "Jangan menangis untuk mereka! Jangan pernah setetes pun mengeluarkan air mata karena memikirkan duniaku saat ini. Dunia Gadis memang sudah mereka tenggelamkan, tapi kebahagiaan Gadis tak mampu mereka padamkan. Percaya dengan Gadis, Bu. Setelah dunia Gadis mereka hancurkan, mereka nanti akan menuai kehancuran untuk dunia yang mereka ciptakan dengan mengorbankan air mata banyak orang."

"Iya, Gadis. Ibu tidak akan menangis lagi untuk luka yang mereka berikan padamu. Air mata ini hanya akan turun untuk melihat kebahagiaanmu," balas Putri berjanji.

***

Gadis menatap pintu rumah yang dulu adalah mimpi dan doanya yang panjang. Di rumah inilah ia sematkan segala doa dan mimpi. Di rumah yang baru ia tempati beberapa hari ini, ia berharap hidup rukun dengan suami dan anak-anaknya kelak. Gadis menghela napas dalam-dalam, ia memencet bel rumah. Tak butuh waktu lama, pintu terbuka dan mereka terkejut melihat kedatangan Gadis.

"Ga–Gadis!" Seru Desi terkejut.

"Assalamualaikum, Ma. Apa kabar?" tanya Gadis dengan sopan dan mencium tangan mantan mama mertuanya.

"Baik, Gadis. Gadis ada keperluan apa datang ke sini?" tanya Desi dengan mengulas senyum.

"Gadis mau bawa dokumen milik Gadis yang belum di ambil di rumah Gadis ini," jawab Gadis. "Eh, lupa... Ini kan bukan jadi rumah Gadis ya!" tambahnya dengan sengaja.

Desi tersenyum tipis. "Masuk saja ya. Cari di mana dokumen milik kamu. Mama mau ke dapur dulu."

Gadis tersenyum dan ia melangkahkan kakinya ke kamar yang dulu ia tempati bersama Devano dan membuka pintu kamarnya dan terkejut ternyata sudah ada nyonya baru yang menghuni sedang terlelap tidur.

BRUG!

Gadis sengaja menjatuhkan tumpukan buku milik Devano agar Dhea terbangun. Caranya sukses besar dan Dhea terkejut karena melihat Gadis ada di kamarnya.

"Kamu kenapa ada di kamarku?" tanya Dhea sinis.

"Kamarmu? Oh... Iya, ini kamar yang kamu curi ya!" sindir Gadis tertawa. Ia langsung membuka nakas dan merapikan dokumen miliknya yang masih utuh.

Setelah merapikan dokumen dan berkas penting miliknya, ia melihat sekeliling kamarnya. Tidak ada perubahan, hanya salah satu penghuninya yang berubah. "Dhea, kamu sepertinya satu selera denganku ya dari kecil. Apapun pilihanku, pasti kamu juga suka. Termasuk mantan suamiku. Kamu sukses merebut bekasku dari dulu," ucapnya sambil tertawa mengejek.

"Kalau sudah selesai, lebih baik kamu cepat pergi dari sini!" usir Dhea.

Gadis tertawa mendengar ucapan Dhea.

"Kamu kenapa datang ke rumahku lagi? Bukankah kita sudah sah bercerai secara agama dan hukum?" Devano tiba-tiba masuk ke kamar dan menatap curiga pada Gadis.

"Rumahmu? Rumah yang uangnya sebagian dariku? Kamu mau mengaku ini rumahmu?" sindir Gadis dan ia pun tertawa. "Kalau begitu, kembalikan uangku yang kamu gunakan untuk membeli rumahmu ini. Sekarang aku bukan pemiliknya, jadi aku meminta hakku! Kapan kamu mau mengembalikannya?"

Devano termenung, ia tak berkutik memang sebagian uang untuk membeli rumah ini adalah uang yang Gadis berikan padanya.

Melihat Devano yang tidak berkutik membuat Gadis tersenyum mengejek. "Oke, aku itu bukan monster, aku masih punya hati. Aku masih manusia dan masih punya rasa iba. Aku tahu kamu butuh banyak biaya untuk menggelar pesta pernikahan kalian dan menyambut jabang bayi yang saat ini ada dalam rahim si gatal itu," tunjuk Gadis pada Dhea dengan sengaja. "Aku mengizinkan kamu membayarnya dengan cara mencicilnya, kalau kamu tak mencicil hutangmu. Siap-siap ada surat cinta yang kukirim untukmu." Senyum Gadis terasa menyebalkan di mata keduanya.

***

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95LGH" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95LGH
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tak Butuh Suami, Aku Butuh Keadilan
8.9
Lina terjebak dalam kemiskinan bersama Randi, kuli bangunan yang memberinya uang belanja minim. Di tengah kesulitan ekonomi dan sifat keras kepala suaminya, Lina mulai berpaling pada Damar, tetangga mapan yang memberikan perhatian serta materi lebih. Meski kini kebutuhan hidupnya tercukupi secara sembunyi-sembunyi, perasaan bersalah mulai menghantui Lina saat melihat pengorbanan Randi. Ia pun bimbang antara memilih keadilan hidup atau kesetiaan pada pernikahan.
Sampul Novel Anak Rahasia Sang Kepala Mafia
9.5
Lima tahun mengabdi sebagai istri pewaris dinasti mafia Aropa, Dario Mahardika, wanita ini akhirnya menyerah karena suaminya selalu memprioritaskan Arisa. Ia pun pergi membawa koper, surat cerai bertanda tangan, dan kehamilan tiga bulan yang dirahasiakan. Saat Dario menyadari kehilangan ini, sang istri telah lenyap. Sang kepala mafia kini mengerahkan segala kekuasaan untuk mencarinya. Namun, wanita itu telah berubah menjadi ibu dan seniman tangguh yang tidak akan mudah memaafkan pria yang menghancurkan hidupnya.
Sampul Novel Bangkitnya Istri yang Terbuang
8.2
Dian terhenyak saat Radit mengusirnya dengan kasar dan melemparkan tas pakaian ke arahnya. Perubahan sikap suaminya yang mendadak terasa menyakitkan, apalagi ada wanita lain yang menatapnya sinis di sana. Meski tengah mengandung delapan bulan, Dian harus menghadapi kenyataan pahit dibuang begitu saja. Ia mencoba memohon belas kasihan demi janin di rahimnya, namun Radit tetap tega mengusir istrinya sendiri tanpa memikirkan nasib calon anak mereka.
Sampul Novel Cahaya yang Tertunda
9.5
Usai masa nifas, Winda Baskoro berniat mendaftarkan nama bayinya, Alex Harto, ke Dinas Kependudukan. Namun, dunia Winda runtuh saat petugas mengungkap bahwa nama tersebut sudah tercatat dalam kartu keluarga suaminya, Tama Harto. Kebingungannya terjawab seketika lewat pesan foto dari Sania Marsudi, asisten suaminya. Di sana, Tama tampak bahagia merangkul Sania dan menggendong seorang anak laki-laki berusia lima tahun yang juga bernama Alex Harto di depan sebuah TK.
Sampul Novel Cinta Palsu Namun Penuh Gairah
9.7
Ryan, sang idola sekolah saat SMA, kini kehilangan pesonanya akibat masalah jerawat yang parah di masa kuliah. Perubahan fisik ini membuat kekasihnya, Lala, menjauh hingga hubungan mereka berakhir karena sifat posesif Ryan. Di tengah patah hati, Ryan bertemu Ify, gadis polos yang belum pernah berpacaran. Meski tanpa rasa cinta, Ryan memanfaatkan Ify sebagai pelarian demi melupakan bayang-bayang Lala dengan mengajaknya masuk ke dunia romansa yang lebih berani.
Sampul Novel Istri Muda Untuk Suamiku
9.6
Delapan tahun membina rumah tangga, Nayla Rahmawati belum juga dikaruniai buah hati. Demi mendapatkan keturunan, ia mengambil keputusan berat untuk menikahkan suaminya, Burhan, dengan gadis saleha bernama Bella. Akankah Nayla sanggup berbagi cinta dengan madunya? Di balik air mata dan perjuangan, tersimpan rahasia besar mengenai kondisi Nayla. Simak kisah poligami unik yang penuh kekompakan dan haru dalam menjalani biduk rumah tangga yang tak biasa.