Sampul Novel Istri Muda Untuk Suamiku

Istri Muda Untuk Suamiku

9.6 / 10.0
Dalam Istri Muda Untuk Suamiku, Nayla harus menghadapi dilema poligami setelah delapan tahun tanpa keturunan. Ia merelakan Burhan menikahi Bella demi anak. Temukan rahasia di balik perjuangan mereka dalam romance novel ini, sebuah modern novel yang penuh pengorbanan di platform web novel kami.
Ringkasan Istri Muda Untuk Suamiku
Delapan tahun membina rumah tangga, Nayla Rahmawati belum juga dikaruniai buah hati. Demi mendapatkan keturunan, ia mengambil keputusan berat untuk menikahkan suaminya, Burhan, dengan gadis saleha bernama Bella. Akankah Nayla sanggup berbagi cinta dengan madunya? Di balik air mata dan perjuangan, tersimpan rahasia besar mengenai kondisi Nayla. Simak kisah poligami unik yang penuh kekompakan dan haru dalam menjalani biduk rumah tangga yang tak biasa.
Baca Selengkapnya

Istri Muda Untuk Suamiku Bab 1

“Saya terima nikah dan kawinnya Bella Ariyanti binti alm. Muhammad Nuh dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.” Dalam satu tarikan nafas Burhan berhasil menghalalkan gadis muda disampingnya.

Gadis belia yang mengenakan gamis dan khimar putih, wajahnya ditutupi niqab menunjukkan betapa dirinya gadis sholehah. Sedang Burhan mengenakan setelan kemeja senada menambah kesan serasi.

Semua didominasi warna putih yang melambangkan kesucian. Menunjukkan acara ini sangat sakral serta lambang sebuah ketulusan dan kemurnian.

“Bagaimana saksi, sah.” Penghulu bertanya pada wanita yang duduk tepat belakang mempelai pria. Wanita itu pun mengangguk dan disambut tepuk tangan meriah dari para undangan.

“Sah.”

“Sah.”

“Sah.”

Kata itu menggema di seluruh penjuru ruangan. Semua yang hadir turut merasa bahagia atas momen paling berharga ini. Namun, tidak bagi wanita yang menjadi saksi.

Semburat kesedihan terpancar jelas di wajah tirusnya. Ia tetap memaksakan untuk tersenyum pada siapa saja yang menatapnya. Menyembunyikan kesedihan yang membuncah karena ini semua terjadi atas kehendaknya.

Berdiam diri mematung menatap punggung pengantin pria, yang tengah sibuk menandatangani berkas. Pertanda bahwa pernikahan itu sah dimata hukum dan agama.

Ia terus meremas ujung kebaya jingga yang melekat pada tubuh langsingnya, dipadukan dengan rok batik khas Jambi. Rambut lurus sebahu dibiarkan tergerai hanya dijepit bagian samping membuatnya semakin mempesona.

Wanita itu bernama Nayla Rahmawati, merupakan istri pertama pria yang baru saja mengikrarkan janji suci pada wanita bercadar di sampingnya.

Remasan di ujung kebayanya kian erat lalu mendadak berdiri hingga kursi plastik yang didudukinya terjatuh kebelakang. Setengah berlari keluar dari gedung untuk pergi sejauh-jauhnya.

Ia sudah tidak sanggup lagi menyaksikan rentetan acara yang akan merubah dunianya setelah ini. Entah berapa kali menabrak tamu undangan hingga tersungkur. Terdengar cacian dan makian untuknya.

Ia kembali berlari dan terus berlari keluar dari tempat itu dan pergi menjauh. Keadaanya benar-benar kacau saat ini. Entah berapa kali dia jatuh bangun tetapi, tetap tidak menyerah untuk menjauh dari sana.

Hatinya hancur tak beraturan, luluh lantak dan takkan pernah bisa pulih sekalipun ia yang menginginkannya. Apalagi saat menyaksikan suami yang teramat dicintai mengecup dahi wanita yang beberapa menit lalu resmi menjadi madunya.

Selama ini ialah yang selalu berada di posisi wanita itu. Mendapatkan ribuan kecupan dari si pria setiap harinya kala mereka bersama. Dan kini? Ah, membayangkannya saja tak sanggup. Sungguh tak mampu membayangkan harus berbagi kasih sayang dan juga ranjang dengan wanita lain.

Berlari dan terus berlari tanpa tujuan. Air matanya tak henti mengalir deras. Jika itu sungai mungkin akan terjadi banjir bandang. Memang pernikahan ini ia yang menginginkannya, tetapi tidak terbayang akan sesakit ini.

Ternyata kenyataan jauh lebih menyakitkan dari yang dikhayalkan. Hidup berdampingan bersama adik madu tanpa cemburu. Bersama mengarungi lautan dengan satu kapal dan nahkoda yang sama.

Dari jauh hari ia telah menyiapkan mental untuk hari ini sayangnya tetap tergores perih dan berdarah. Teringat seminggu yang lalu Burhan memohon untuk membatalkan pernikahan yang sama sekali tidak harus terjadi.

“Tidak bisakah dibatalkan saja, dik. Abang tidak bisa, abang tidak bisa melihatmu sakit hati,” ujar Burhan memelas berharap Nana merubah keinginan gilanya.

Mereka duduk di balkon menunggu waktu magrib. Ditemani secangkir teh hangat dan nastar buatan Nana sebagai cemilan.

“Tidak Bang, Abang harus menikahi Bella,” balas Nana penuh penekanan diikuti tatapan tajam yang kerap membuat Burhan tak mampu membantah lagi

.

“Lupakan Abang yang tidak menyukai Bella. Abang takut kau terluka, Dik,” bujuk Burhan mengusap pucuk kepala wanita yang telah mendampinginya hampir sewindu. Jantungnya berdegup sangat kencang.

“Tidak,” bentak Nana menepis tangan Burhan yang terus mengusap rambut hitam tebalnya.

“Sayang … Kamu berani meninggikan suara pada suamimu ini, Dik. Atas ambisi gilamu itu.” Burhan sedikit menaikan nada suaranya.

“Aku ingin anak, Bang." Nana menundukan wajahnya netranya menatap lantai. Matanya mulai berembun, tidak pernah mendengar nada suara Burhan meninggi membuat hatinya iba.

“Tapi tidak seperti ini caranya, Dik," ujar Burhan pelan tahu istrinya tengah ketakutan karna bentakannya.

“Tidak ada jalan lain. Aku tidak bisa hamil, Bang. Aku tak memiliki rahim dan sampai kapan pun tak akan pernah ada janin yang tumbuh dalam diri ini.” Nana mulai terisak.

“Tapi Abang tidak butuh anak. Kita bisa terus bersama itu sudah cukup, Dik." kedua tangannya mengusap bahu sang istri.

“Aku selalu memimpikan tangis bayi di rumah ini, Bang. Rumah ini terlalu sunyi" Nana berhambur dalam dekapan Burhan tangisnya semakin terdengar.

“Kita adopsi anak saja." Burhan mengusap punggung nana. Ia juga bersedih tetapi, tidak bisa untuk meneteskan air mata.

“Aku mau anak itu dari benihmu. Dia akan jadi anak yang paling beruntung karena memiliki dua orang ibu." Nana mendongakan wajahnya menatap tajam mata elang milik sang suami.

“Kamu wanita, ini sangat tidak mudah. Abang takut menjadi bumerang untuk rumah tangga kita." Burhan mengalihkan pandangan sungguh dia tidak sanggup terlalu lama beradu pandang dengan wanita yang rela menerimanya yang miskin.

Wanita yang mengangkatnya dari kubangan lumpur lalu menjadikannya permata. Burhan tidak lupa siapa dirinya dulu, walau kini bergelimangan harga. Ia tetaplah Burhan yang hanya buruh panen di kebun milik mendiang orang tua Nana.

“Kita sudah membahas hal ini jauh hari. Dan, Abang setuju. Lalu sekarang mengapa berubah pikiran. Lakukan demi cintamu padaku, Bang,” tukas Nana berlalu masuk ke kamar melemparkan tubuh langsingnya keranjang.

“Aku laki-laki, Dik. Cepat atau lambat meski tanpa cinta pasti akan terbiasa dengan hadirnya wanita lain diantara kita. Tapi Aku tidak yakin dengan hatimu. Selama ini saja kau selalu cemburu melihat aku dekat dengan wanita lain. Padahal hanya sebatas teman,” batin Burhan menggelengkan kepala.

Bagi Burhan permintaan Nana sangat konyol. Saat wanita diluar sana membenci poligami, Nana justru menginginkan.

Setahun terakhir Nana terus menodong untuk menikah lagi, tetapi selalu ditolaknya dengan berbagai alasan, mengulur waktu dan secara halus menghindar. Rasa cinta yang begitu besar sama sekali tidak mempermasalahkan kondisi Nana yang tak memiliki rahim.

Sengaja mendirikan panti asuhan sebagai pelarian saat Nana kesepian. Berharap dengan berada diantara anak panti akan melupakan keinginan memiliki anak. Sayangnya Nana tetaplah Nana, yang keras kepala, setiap kehendaknya harus terwujud.

Berbagai upaya Burhan menggagalkan ambisi Nana sia-sia belaka dan hari ini puncaknya. Keinginan Nana menjadi kenyataan.

Ck, Nana berdecak lalu mengusap kasar wajahnya. Duduk di halte menjadi pilihan karena lelah berlari. Ia tidak dapat lagi menangis meski masih ingin menangis untuk mengurangi beban yang menghimpit.

Jemari lentiknya meraih gawai dalam tas selempang kesayangan. yang dibeli seharga seratus lima puluh ribu. Meski kaya raya ia bukanlah pecinta barang-barang branded.

Baginya sangat tidak bermanfaat, lebih baik uangnya disedekahkan kepada orang yang membutuhkan. Menjadi bermanfaat untuk orang lain adalah kebiasaannya.

Diusapnya layar lima koma lima inci itu yang bagian belakangnya terpampang tulisan yang seperti orang Jawa bertanya. Jam menunjukan pukul setengah dua artinya sudah dua jam meninggalkan tempat itu.

Hatinya bertanya-tanya apakah suaminya menyadari keberadaannya atau justru sibuk dengan Bella sang istri muda. Nana memukul kepala yang berpikir bodoh. Sudah pasti suaminya sangat mengkhawatir terbukti ada puluhan chat dan panggilan dari nomor sang suami.

Dengan menekan tombol off, sementara gawainya dipensiunkan. Masih belum siap untuk berbicara dengan siapapun.

“Aku hanya butuh waktu untuk mengobati luka hati ini dan saat luka ini sembuh dan mengering maka aku akan kembali ke tengah-tengah kalian.” Monolognya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Istri Muda Untuk Suamiku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel BTB (Berpisah Tanpa Bercerai)
9.2
Airra, wanita yatim piatu, harus menelan pil pahit saat pernikahannya dengan miliarder Arief hancur akibat fitnah Garna dan Binar. Diusir tanpa kejelasan status, Airra bertahan hidup sebagai pembersih hotel demi dua anak kembarnya. Tiga tahun berselang, takdir mempertemukan mereka kembali saat kondisi Airra sangat lemah. Luka lama memicu dendam besar dalam diri Airra. Mampukah hubungan yang retak ini bertahan di tengah badai masa lalu yang belum usai?
Sampul Novel CINTA GILA KENAN
9.7
Kenan dikenal sebagai pebisnis yang kejam dan berhati dingin. Namun, ketenangannya terusik saat bertemu kembali dengan Yezi, wanita keturunan Jepang-Indonesia yang terlibat dalam masa lalunya. Merasa diabaikan, Kenan menuntut ganti rugi tak masuk akal kepada ayah Yezi. Tak tinggal diam, Yezi membalas ancaman itu dengan rekaman rahasia dari kejadian tiga tahun silam. Di tengah persaingan bisnis dan arogansi, rahasia besar apa yang sebenarnya menyatukan mereka?
Sampul Novel Cinta Sangkarku, Bukan Keselamatan
8.6
Kirana Adiwijaya mengira hidupnya sempurna sebagai pewaris agribisnis dengan suami idaman, Bima. Namun, sebuah rahasia kelam terungkap: Bima memiliki keluarga tersembunyi bersama Rania yang selama ini dianggap tewas. Orang tua Kirana ternyata mendanai kebohongan ini dan berencana menyingkirkannya dengan obat penenang dosis tinggi. Menyadari cinta mereka hanyalah sangkar mematikan, Kirana berhenti menjadi korban. Ia kini siap membalas dendam lewat permainan yang jauh lebih berbahaya.
Sampul Novel Direktur Iblis Takut Kehilangan
8.4
Hidup Lia Adelia hancur seketika saat ia kehilangan suami dan diusir dari rumahnya sendiri. Sebagai janda dengan dua anak, ia berjuang mencari kerja meski terus diremehkan karena status dan fisiknya. Takdir mempertemukannya dengan Bagas Samudra, direktur bank yang dingin dan menyebalkan. Meski Lia bersumpah tidak akan menikah lagi demi mendiang suaminya, sikap Bagas perlahan berubah menjadi penuh perhatian. Apa sebenarnya rencana sang direktur terhadap Lia?
Sampul Novel Ratapan Kekasih: Kembalilah padaku
8.2
Tiga tahun menikah tak membuat Karin dicintai Arya. Di titik terendah hidupnya, ia memilih menyerah dan meminta cerai. Pasca berpisah, Karin bangkit menjadi desainer ternama dan mengungkap identitas aslinya sebagai pewaris takhta bisnis perhiasan. Sambil membesarkan anak kembarnya, ia kini dikelilingi banyak pria. Hal ini membuat Arya dirundung penyesalan mendalam. Ia kini memohon dimaafkan demi bisa menemui anak-anak mereka dan kembali ke pelukan Karin.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan