Sampul Novel Gairah Terlarang

Gairah Terlarang

9.7 / 10.0
Ringkasan Gairah Terlarang
Baca Selengkapnya

Gairah Terlarang Bab 1

Saat ini, Alan sedang bersiap-siap di dalam kamarnya, karena sebentar lagi, Alan harus secepatnya berangkat ke sekolah.

Di Sekolah, Alan mendapatkan julukan dari gurunya. "Tampang Konglomerat Tingkah Laku Melarat."

Alan tidak tahu kenapa gurunya menjuluki Alan seperti itu, mungkin karena Alan sering bolos dan zonk soal pelajaran Matematika.

Perjalanan dari rumah ke sekolah hanya memakan waktu 10 menit.

Setibanya disekolah, Alan masuk ke ruang kelas lalu duduk di pojok paling belakang.

Alan sangat membenci pelajaran matematika, karena setiap pelajaran matematika, Alan selalu di panggil ke depan oleh gurunya yaitu Bu Elissa.

Tak lama terdengar suara Bell masuk.

Kriiing... Kriiing...! Begitulah kira-kira suara Bell nya.

Mendengar suara Bell, semua murid kembali duduk di kursinya masing-masing, sehingga terlihat sangat rapi.

Beberapa saat kemudian, Bu Elissa masuk keruangan lalu duduk di kursi kebesarannya.

"Selamat pagi ibu guru." Sapa semua murid keroyokan.

"Pagi juga semuanya." Balas Bu Elissa dengan senyum manisnya.

Bu Elissa langsung memulai pelajarannya, lalu menulis soalnya di Papan tulis.

Setelah selesai menulis soalnya, Bu Elissa meminta semua muridnya untuk menyelesaikan tugasnya.

"Baik anak-anakku kalian salin di buku, setelah itu kalian kerjakan soalnya, kalau sudah selesai tolong kumpulkan tugasnya di meja saya." Kata Bu Elissa lalu duduk kembali di kursi kebesarannya.

Bu Elissa, terkenal guru yang paling cantik di sekolah, banyak sekali siswa yang membicarakan Bu Elissa, bukan hanya cantik, Bu Elissa juga memiliki body yang sangat aduhai.

Setiap pelajaran matematika. Semua anak pria otaknya mesum semua, dan tidak pernah fokus dengan pelajarannya, karena yang mereka lihat isi di dalam seragamnya Bu Elissa.

Setelah selesai mengerjakan soalnya, Alan mengumpulkan tugasnya. Walau hasil contekan dari temannya.

Beberapa saat kemudian, terdengar suara Bu Elissa memanggil Alan. Dan Alan sudah langganan di panggil Bu Elissa, karena Alan terkenal sering menyontek setiap pelajarannya.

"Alan, coba kedepan dulu." Pinta Bu Elissa yang sudah siap mengintrogasi Alan.

"Benarkan dugaanku, dia benar-benar sentimen. Masa setiap pelajarannya, aku terus yang dipanggil, siap-siap deh dipermalukan di depan publik." Batin Alan.

"Alan, kamu nggak denger saya ngomong?" Tanya Bu Elissa lalu matanya melotot menatap Alan, karena Alan tidak mengikuti perintahnya.

"Iya bu." Alan bangkit dari kursinya, lalu pergi ke depan menghadap Bu Elissa.

Alan pun sudah pasrah dipermalukan, karena ini bukan pertama kalinya Alan dipanggil ke depan, dan hampir setiap pelajaran matematika, Alan selalu di panggil ke depan.

Setelah di depan, Alan berdiri menghadap semua teman-temannya.

Alan melihat semua teman-temannya terus tersenyum mengejek Alan, karena ia sudah tahu, sebentar lagi Alan akan mendapatkan hukuman dari Bu Elissa.

Bu Elissa kembali bicara.

"Barusan saya lihat jawabannya benar semua, Kamu sekarang sudah banyak kemajuan ya." Kata Bu Elissa lalu tersenyum manis menatap Alan, yang sedang berdiri di dekat papan tulis.

Alan sudah merasakan tanda-tanda bencana sudah mulai mendekat, sedikitpun Alan tidak senang mendengar pujian dari gurunya, Karena Alan merasa, sebentar lagi Bu Elissa akan membombardir nya di depan teman-temannya.

Alan hanya diam saja sambil menundukan kepalanya menatap lantai keramik, karena Alan tidak tahu harus berkata apa kepada gurunya.

Bu Elissa kembali berkata.

"Coba sekarang kamu kerjakan disini, agar teman-teman kamu bisa melihat cara perhitungannya dari mana." Ucap Bu Elissa, sukses membuat Alan jantungan.

Saat ini tubuh Alan terasa panas dingin, bahkan jantungnya sudah hampir lepas dari tempatnya, karena sebentar lagi bom atom akan segera meledak.

Bu Elissa menulis kembali soalnya di Papan tulis, setelah selesai, Bu Elissa mempersilahkan Alan untuk mengisi soalnya.

"Coba kamu kerjakan soal yang ini." Pinta Bu Elissa lalu kembali duduk di kursinya.

"Rasanya ingin secepatnya berakhir pelajaran ini, karena setiap pelajaran Matematika, sangat menguras sekali energiku." Batin Alan.

"Alan, cepat kerjakan." Kata Bu Elissa, karena melihat Alan terus berdiri mematung.

"I_iya Bu." Ucapnya sangat gugup.

Alan tidak tahu harus gimana, karena Alan sama sekali tidak mengerti pelajaran matematika, karena tidak ada cara lain, Alan terpaksa berpura-pura asal menghitung.

"Udah Bu." Ucap Alan, setelah selesai mengisi soalnya.

Bu Elissa langsung melihat hasilnya, namun setelah melihat hasilnya, Bu Elissa menggelengkan kepalanya.

Beberapa saat kemudian, semua murid berbondong-bondong menertawakan Alan. Bahkan saking gelinya, ada yang sampai menumpahkan iler nya ke mejanya.

"Aku sudah menduga hal itu akan terjadi, dan aku tetap tabah menghadapi cobaan ini." Batin Alan frustasi.

Bu Elissa kembali berkata.

"Di buku kamu jawabannya benar semua. Kenapa disini salah?" Tanya Bu Elissa sambil menggelengkan kepalanya, karena kecewa melihat Alan yang hanya dikaruniai memori 2 GB. Sehingga Alan selalu Loading saat pelajaran Matematika.

Mendengar itu, Alan hanya diam saja, karena tidak mungkin Alan mengatakan kalau semua itu ia dapatkan dari hasil google.

Bu Elissa kembali berkata.

"Ya sudah setelah pulang sekolah kamu menghadap keruangan saya, sekarang kamu boleh duduk." Ucap Bu Elissa penuh kecewa.

Alan terpaksa harus mengikuti perintahnya, Karena Bu Elissa sudah mengancam Alan, kalau sampai Alan tidak menuruti keinginannya, Alan tidak akan lulus sekolah.

Alan kembali duduk di kursinya, dan melanjutkan kembali pelajarannya.

4 jam kemudian terdengar suara Bell pulang...

Kriiing.... Kriiing... Suara bell.

Alan pun bersiap-siap, karena Bu Elissa sudah menunggunya diruangannya.

"Asik nih bisa berduaan sama Bu Elissa." Ucap Hendi mengejek Alan.

"Ah elu hen bisanya ngejek doang, bantu gua kek." Sahut Alan frustasi, karena Alan sudah tahu akan mendapatkan hukuman dari Bu Elissa.

"Gimana cara bantunya Lan?" Tanya Hendi sahabat Alan sambil cengengesan, karena merasa lucu melihat sahabatnya selalu di zolimi oleh Bu Elissa.

"Ia juga sih, nyesel gua pas pembagian otak nggak dateng, jadinya gini deh Loading terus." Ucap Alan penuh penyesalan.

"Hahaha... Salah elu sendiri main mulu." Sahut Hendi sambil tertawa.

Tiba-tiba trio macan datang mengejek Alan.

"Wiiiih.... Alan mau berduaan dengan guru terpopuler di sekolah kita nih." Kata Anna sambil berjalan menghampiri Alan.

"Apaan sih datang-datang malah ngejek, bukan nya bantuin kek." Sahut Alan merasa kesal, karena dari dulu Trio macan selalu mengejek Alan.

"Hati-hati loh Lan, dia kan janda." Sekarang Mela yang bicara.

"Gila lu ah, ya udah gua mau keruangan Bu Elissa dulu, takut dia nungguin gua." Ucap Alan lalu pergi menuju ruangannya Bu Elissa.

Saat ini semua murid dan Guru sudah pulang semua, yang tersisa hanya Alan dan Bu Elissa saja di sekolah.

Saat Alan tiba di depan ruangannya Bu Elissa, jantungnya berdetak sangat cepat. Alan pun sangat ragu untuk masuk ke ruangannya.

"Kalau terus-terusan seperti ini, sekolah seperti kayak di neraka." Batin Alan sambil mengatur nafasnya.

Alan terpaksa masuk ke ruangannya, karena ia ingin secepatnya pulang ke rumah.

Tok..tok..tok.. "Permisi Bu." Ucapnya sambil mengetuk pintu.

"Masuk." Teriak Bu Elissa di seberang pintu.

Setelah mendapatkan izin, Alan langsung mendorong pintunya, lalu masuk ke ruangannya Bu Elissa.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Gairah Terlarang

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin
9.1
Pernikahan lima tahun Kyna dan Aldrian hancur saat cinta pertama Aldrian kembali. Menyadari suaminya tak pernah mencintainya, Kyna memilih diam. Alih-alih marah saat Aldrian terus mengutamakan wanita lain, Kyna diam-diam mempersiapkan studinya ke luar negeri. Begitu visanya terbit, ia menyodorkan surat cerai dan pergi ke Yuropiah tanpa memedulikan keraguan Aldrian. Namun, saat video Kyna menari dengan anggun di luar negeri menjadi viral, Aldrian yang menyesal bersumpah untuk memburunya kembali.
Sampul Novel Ibu Mandul Melahirkan Sextuplets Untuk CEO Panas
8.9
Dikhianati Callan karena dianggap mandul, Amy memilih bercerai dan menghabiskan malam panas bersama seorang gigolo sebelum mengasingkan diri. Enam tahun berlalu, ia kembali membawa kejutan: enam anak kembar yang menggemaskan. Namun, Amy terkejut saat mengetahui bos barunya di NorthHill adalah pria dari masa lalunya itu. Di tengah perbedaan status, mampukah Amy menyembunyikan rahasia besar ini dari sang CEO berkuasa yang selama ini juga dikira tidak bisa memiliki keturunan?
Sampul Novel Jangan Salahkan Aku Pergi
9.5
Kehidupan Merrisa Amalia berubah drastis tepat di hari pernikahannya. Setelah melewati malam pertama yang sakral dan menyerahkan segalanya, sebuah rahasia kelam terungkap. Adi, pria yang baru saja resmi menjadi suaminya, ternyata telah membangun keluarga lain di luar sana. Kenyataan pahit bahwa Adi sudah memiliki istri dan anak menghancurkan hati Mer seketika. Akankah Mer bertahan dalam kebohongan ini, atau memilih pergi demi harga dirinya?
Sampul Novel Mencintai Monster yang Kupanggil Suami
9.0
Elara menggunakan kekuasaan keluarganya demi memaksa Julian, cinta pertamanya, ke dalam pernikahan tanpa cinta. Selama tiga tahun, ia menghadapi dinginnya kebencian Julian yang merasa kebebasannya dirampas. Saat menyadari cintanya hanya menjadi racun, Elara memilih menyerah dan menghilang sepenuhnya. Namun, kepergian Elara justru meninggalkan kehampaan tak terduga bagi Julian. Akankah kebebasan ini yang ia cari, ataukah benci itu sebenarnya adalah cinta yang tersembunyi?
Sampul Novel Salahkah Aku Mendua
9.2
Astrid terjebak dalam pernikahan hambar akibat perjodohan. Sikap dingin Tristan yang terus mengabaikan kehadirannya sebagai istri memicu luka mendalam. Kecewa karena tak dianggap, Astrid memutuskan kembali ke pelukan mantan kekasihnya, Deon. Tak sekadar mencari kenyamanan, ia menyusun rencana balas dendam demi memberi pelajaran pada suaminya. Astrid bahkan mengancam akan mencari pria lain jika Deon menolak. Ikuti lika-liku pengkhianatan ini sekarang.
Sampul Novel Wanita Pilihan Mafia
9.2
Demi membiayai pengobatan sang ayah dan kebutuhan adik-adiknya, Salwa rela merantau sebagai pekerja migran. Namun, situasi mendesak memaksanya berutang besar pada majikannya, Sean Arthur. Sean menolak pengabdian seumur hidup dan justru meminta bayaran melalui raga Salwa. Terjepit antara kehormatan dan nyawa ayahnya, Salwa mengajukan syarat pernikahan siri yang bisa diakhiri kapan saja. Kini, ia harus terjebak dalam kesepakatan berbahaya dengan sang mafia.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan