Sampul Novel Cinta Palsu Namun Penuh Gairah

Cinta Palsu Namun Penuh Gairah

9.7 / 10.0
Ryan, sang idola sekolah saat SMA, kini kehilangan pesonanya akibat masalah jerawat yang parah di masa kuliah. Perubahan fisik ini membuat kekasihnya, Lala, menjauh hingga hubungan mereka berakhir karena sifat posesif Ryan. Di tengah patah hati, Ryan bertemu Ify, gadis polos yang belum pernah berpacaran. Meski tanpa rasa cinta, Ryan memanfaatkan Ify sebagai pelarian demi melupakan bayang-bayang Lala dengan mengajaknya masuk ke dunia romansa yang lebih berani.

Cinta Palsu Namun Penuh Gairah Bab 1

Hari Minggu di pagi hari yang lumayan dingin, membuat cowok yang bernama Ryan Pamungkas kini malas untuk beranjak dari tempat tidurnya. Dengan kasur lipat yang sempit berukuran 90x200 itu, ia berbaring dengan menggunakan selimutnya yang berwarna hitam. Tidurnya pulas sekali, sampai bunyi alarm pun tidak ia dengar. Bahkan bunyi telepon masuk dari pacarnya pun tidak juga diangkat.

“Tililit…tililit…!!” handphone Ryan berbunyi dan bergetar di samping tempat tidurnya. Sudah pukul 09.00 Ryan pun baru sadar, kalau pacarnya sudah menelepon hingga 10 kali. Pukul 07.00 5 kali, pukul 08.00 4 kali, dan terakhir pukul 09.00, yang membuatnya terbangun. Saat menelepon ke-10 kali, teleponnya tidak terangkat. Ryan pun bergegas untuk meneleponnya balik.

“Hallo, sayang,” ucap pacar Ryan, yang bernama Lala.

“Aduh, sayang, maaf ya, aku baru bangun,” ucap Ryan yang masih dengan suara seraknya, karena baru terbangun dari tidurnya.

“Iya, nggak papa, kok. Tapi kamu hari ini bisa nganterin aku kan, jalan-jalan ke mal?”

“Iya, pasti bisa dong, sayang.”

“Ya, udah, aku tunggu ya, di kosan aku, jam 10 an!”

“Oke.”

Ryan pun bergegas untuk pergi ke kamar mandi. Namun, saat itu kamar mandi sedang terisi oleh teman satu kontrakannya, Aldo.

Aldo dan Ryan adalah teman satu kuliahan di jurusan Tekhnik Sipil. Mereka memutuskan tinggal satu kontrakan sejak mereka saling mengenal di semester 1.

“Do, masih lama nggak?” teriak Ryan sambil menggedor pintu kamar mandi.

“Gue baru masuk, Yan!” teriak Aldo dari dalam kamar mandi. Dengan terpaksa Ryan pun menunggu Aldo yang sedang mandi, di depan ruang TV.

Tak terasa ia melihat jam sudah menunjukkan pukul 09.30. Ia tidak sadar sudah menunggu Aldo selama itu. Ryan segera menuju kamar mandi dan menggedor pintunya lagi.

“Do, loe ngapain,sih? Main sabun?” sindir Ryan.

Tiba-tiba Aldo pun keluar dengan tampang rasa tidak bersalah. “Berisik!” katanya.

“Lama banget loe, Do!” gerutu Ryan. Saat Ryan masuk, tiba-tiba ia melihat cairan putih berceceran di lantai kamar mandi. “Astaga, Aldo…Aldo… saking jomblonya loe, ya!” gumam Ryan dan menghentakkan kakinya kesal. Segera ia mengguyur dengan air sampai tersiram bersih masuk ke lubang pembuangan air.

Aldo teman kuliahnya itu, memang sudah jomblo akut lama. Dia tidak pernah berpacaran sama sekali dalam hidupnya. Ia memiliki postur tubuh yang tidak terlalu tinggi, kulitnya sawo matang, dan agak sedikit gemuk. Sebenarnya ia sudah cukup lama memendam perasaan dengan adik kelasnya, namun berada di fakultas dan jurusan yang berbeda darinya. Ia tidak berani mengungkapkannya, karena ia tahu diri.

Kemudian setelah Ryan membersihkannya , ia pun segera melucuti baju dan celananya dan menyiram air ke seluruh badannya untuk memulai mandi.

~~

Setelah Ryan selesai mandi, ia pun bergegas menyisir rambutnya dan melihat wajahnya di cermin. Ketika ia melihat dirinya sekarang, benar-benar membuatnya kecewa. Kenapa ia sekarang mempunyai begitu banyak jerawat di pipinya?

Dulu semasa SMA, dia adalah idola cewek-cewek di sekolah. Banyak cewek-cewek yang mengincarnya, bahkan menyatakan perasaan kepadanya. Namun setelah kuliah, wajahnya pun berubah pada saat menjelang semester 2. Wajahnya tiba-tiba dipenuhi dengan jerawat, sampai menimbulkan bekas jerawat di sebagian pipinya, membuatnya tidak setampan waktu ia SMA dulu.

Ia juga berpikir pacarnya, Alula Marisha, yang dipanggil Lala itu tidak menyukainya lagi, karena wajahnya sekarang tidak setampan dulu. Karena, dipikir-dipikir, setiap ia jalan dengan Ryan, ia selalu melirik cowok-cowok tampan di sekitarnya saat jalan dan mengomentarinya.

Lala adalah teman Ryan sewaktu SMA. Mereka berpacaran semenjak kelas XII sampai mereka semester 6 di kuliahan dan sama-sama mengambil jurusan Tekhnik Sipil di Universitas yang sama. Sudah 4 tahun mereka menjalin hubungan.

Sewaktu SMA, Lala lah yang menyatakan perasaan duluan kepadanya. Dari semua banyak cewek, di mata Ryan, ia adalah cewek yang cantik dan mempunyai kepribadian yang lembut. Maka dari itu, Ryan menerima menjadi pacarnya, karena Ryan pun menyukainya.

Tetapi, semenjak wajahnya berubah, Lala tidak seperti dulu. Walaupun Lala masih setia menjadi pacar dan sering jalan dengannya, sikap dan kepercayaan diri Lala saat berjalan dengannya berubah. Ia tidak lagi menggandeng tangan Ryan. Saat makan bersama pun, ia hanya melihat handphone. Sesekali ia kadang mencuri pandang cowok tampan yang berada disana. Apakah Lala akan setia sama gue dengan wajah gue yang seperti ini? Apa gue harus ke dokter kulit buat nanganin jerawat gue? Pikirnya.

Ryan pun pasrah dengan semua itu. Ia kadang memarahi Lala yang terkadang mengabaikannya waktu ia sedang berjalan bersama. Dan itu semua membuatnya over thingking sampai Ryan pernah cemburu saat Lala melakukan tugas dengan salah satu teman cowoknya di kampus. Ryan juga sering ribut dengan Lala karena masalah itu.

Untung Lala adalah cewek penyabar. Tetapi dalam benak Ryan tersimpan penyesalan, saat ia sering memarahi Lala. Ia takut kalau suatu saat, ia akan ditinggalkan oleh pacar yang disayanginya itu, karena sekarang Ryan menjadi sering over thinking.

Selesai dari berkaca di cermin, ia langsung mengambil kunci motor yang berada di laci belajarnya. Ia juga nggak lupa pamit sama teman satu kontrakannya tersebut, Aldo.

“Gue keluar dulu, Do, sama cewek gue!”

“Oke, take care Bro!” ucap Aldo dengan melambaikan tangan ke arah Ryan.

Ryan pun segera menancap gas motor gedenya yang ia parkir di halaman kontrakannya tersebut. Ia menyetir motornya dengan agak cepat, karena takut kalau pacar kesayangannya itu sudah menunggunya. Karena jam sudah menunjukkan pukul 09.55.

Ryan akhirnya sampai ke kos Lala. Lala tampak sudah siap dengan baju crop top berwarna putih yang hampir memperlihatkan pusarnya dan sebagian dadanya, serta jaket jeans berwarna biru denim untuk menutupi sebagian keseksian ceweknya tersebut. Ia juga tampak cantik dengan rambutnya yang digulung sedikit ke atas dengan sedikit menyisakan rambutnya ke depan di kanan dan kirinya. Lala juga tampil senatural mungkin. Ia tidak suka berdandan berlebihan seperti cewek-cewek pada umumnya. Ia hanya memakai lip balm, agar bibirnya tidak tampak kering. Itulah mengapa, Ryan suka terhadapnya.

Saat Ryan datang, Lala segera menghampirinya. Tidak salah lagi, kalau ceweknya tersebut on time dan tidak suka mengulur waktu.

“Yuk, jalan!” ujarnya sambil membonceng naik ke atas motor Ryan.

“Pegangan yang kenceng, ya!”

Ryan pun melaju dengan kecepatan sedang. Ia tidak ingin Lala ketakutan, jika ia menyetir motornya dengan cepat.

Seperti biasa, Lala bersikap aneh. Ia tidak lagi memeluknya saat berjalan di motor. Ia hanya memegang sedikit bajunya, supaya tidak terjatuh. Namun, Ryan tetap ingin berpikir positif, supaya mereka tidak ribut karena masalah sepele tersebut. Walaupun, dalam pikirannya, sangat ingin mengomel.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Cinta Palsu Namun Penuh Gairah

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Terlahir dengan keterbatasan fisik, Jasmine Bintang tumbuh di bawah bayang-bayang kekecewaan ibunya. Ia berharap menemukan kebahagiaan saat menikahi Ardan Mahendra yang sukses. Namun, keluarga Ardan justru menghina keterbatasannya. Luka Jasmine kian dalam saat Anindya, mantan kekasih Ardan, kembali dan mengungkap kebohongan cinta mereka. Meski Jasmine mantap meminta cerai demi martabatnya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya begitu saja.
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berubah drastis saat ia mengetahui fakta mengejutkan di kampusnya. Ezza, pria yang dijodohkan orang tuanya dan kini telah resmi menjadi suaminya, tiba-tiba muncul sebagai dosen baru di sana. Kehadiran Ezza yang tak terduga di lingkungan akademisnya memicu tanda tanya besar bagi Bunga. Ia pun mulai meragukan alasan di balik keputusan suaminya tersebut. Apakah Ezza memiliki motif tersembunyi atau ini hanyalah sebuah kebetulan belaka?
Sampul Novel Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
9.2
Rheina, gadis lugu yang terjebak dalam lingkungan beracun, awalnya berniat membebaskan sahabatnya dari cengkeraman tuan tanah. Namun, situasi memburuk saat ayahnya justru menikahi sahabatnya itu sebagai istri keempat. Konflik keluarga yang kelam ini akhirnya menyeret Rheina ke dalam lembah kenistaan. Ikuti liku perjalanan hidup Rheina saat ia terjerat dalam cinta segitiga rumit bersama dua pria di tengah tekanan hidup yang penuh kata kasar dan adegan dewasa.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota adalah pemuda dua puluh tahun yang sangat malas dan pengangguran. Meski cerdas dalam kelicikan, ia hanya menghabiskan waktu dengan gawainya. Hal ini memicu kekhawatiran mendalam bagi ibunya, Artisa. Sebagai wanita pekerja keras yang juga memiliki sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat buruk putranya secara total. Ia menempuh metode ekstrem dengan mentransformasi fisik Sota. Berhasilkah rencana Artisa mengubah jati diri Sota melalui perubahan tubuh tersebut?
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Nada menyadari bahwa menjerat Ivander ke dalam pernikahan paksa adalah langkah yang keliru. Namun, baginya ini satu-satunya jalan untuk tetap berada di sisi pria yang hidupnya pernah ia hancurkan. Didorong rasa bersalah yang mendalam, Nada bertekad menebus dosa masa lalunya melalui pengabdian ini. Akankah segala pengorbanan Nada mampu mencairkan kebencian di hati Ivander, ataukah usahanya untuk mendapatkan maaf justru akan berakhir sia-sia?
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Hubungan asmara Raka kini berada di ambang kehancuran akibat kehadiran Nadia. Sebagai kekasih, Raka merasa diabaikan karena Cherry selalu memprioritaskan sahabatnya yang berkacamata tebal itu. Amarahnya meledak saat ia menyadari posisinya hanya menjadi yang kedua bagi Cherry. Namun, kecemburuan buta ini justru membawa Raka menuju sebuah titik balik yang tak terduga dalam hidupnya. Akankah perasaan mereka bertahan saat prioritas Cherry terbagi?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan