
KUMPULAN KISAH ROMANTIS
Bab 2
"Eh,gembul,, bantet, elu dateng dateng bikin kacau saja. Harusnya lu nyadar dong siapa diri lu. Pulang sendirikan bisa. Ojek online banyak . Atau lu kere?!! Udah wajah pas Pasan, bikin onar lagi di tempat umum'" dengan tidak tau dirinya Trisya merepet menyalahkan Ratu.
" Pengganggu kata lu. Heh, trus kalo gue kagak dateng,lu mau nerusin perbuatan me*s*m lu dengan tunangan gue di lembaga pendidikan lagi. Dasar cewek kagak ngotak!"
Mendengar bullyan Trisya yang bukan hanya melecehkan statusnya sebagai tunangan Indra tapi juga melakukan body shaming, Ratu meradang.
"Lah kan dia nyatanya malah lebih nyaman jalan sama gue, bukannya milih elu yang masih bocil bantet" nyinyir Trisya.
" Eh *ajis,, pere* aku tuh tunangan resmi Bang Indra. Ini buktinya cincin perak ini.. aku memang pendek tapi feminin bukan kayak lu, cewek tapi body lu kekar mirip tukang pukul!!!. harusnya lu tanya dong apa statusnya, jangan main nyosor aja"
"Aaappaaa,,, dasar bocil genit, kegatelan,,beraninya ya menghina atlet bela diri. Eh mending sekarang lu pulang belajar cebok dulu yang bener ya. Baru kenal cowok?' Trsiya merangsek hendak menyerang badan mungil Ratu. Namun cepat ditenangkan dan dibawa ke menjauh oleh Indra.
Ratu hanya terperangah untuk kesekian kalinya dengan peristiwa itu. Ternyata Indra lebih memilih Trisya daripada mengajak Ratu pulang untuk menyelesaikan semua kekacauan yang terjadi.
Ia berlari dan menangis menjauhi area kampus beruntung keadaan sepi sehingga tak mengundang kecurigaan orang lain. Saking terburu-burunya ia menabrak motor yang diparkir samping gerbang masuk kampus.
Dubrakkk,,,, bugh,,, aduuhhh.. Ratu jatuh terduduk setelah menabrak sepeda motor, sontak pemiliknya yang hendak menstarter motornya terkejut dan buru-buru menghampirinya.
"Neng,,neng,,,,kenapa bisa nabrak motor saya, nggak kenapa-napa,, nggak ada yang luka kan?' Pria yang tukang ojek pangkalan itu bertanya khawatir. Ia terkejut ketika menatap mata gadis yang sedang memegang lututnya yang perih-perih.
"Lha ini kan neng Ratu, dari kampus lari-lari sampai jatuh emang ada masalah apa?"
Ratu sedikit lega karena tahu pria di depannya adalah Mang Armin tukang ojek pangkalan yang juga tetangganya. Dengan lirih karena lelah menangis ia berkata "Mang, anterin saya pulang sekarang, nanti saya kasih ongkos dobel"
Mang Armin lantas bersemangat mendengar bahwa ia akan diberikan ongkos dobel.
"Beresss neng,,, hayuk atuh naik"
Sebelum naik ke atas motor, Ratu memandang sekeliling, ternyata taka daa tanda-tanda Indra akan menyusulnya. Benar-benar cari penyakit dia. Ratu kian geram dan berjanji akan memberi pelajaran pada laki-laki tak tahu diuntung itu secepatnya. Ayah harus segera tahu permasalahan ini. Rasakan kalau nanti ayah memintanya mengganti modal pengelolaan tambak ikannya.
"Terima kasih banyak neng Ratu, alhamdulilah rezeki nomplok hari ini. Eh neng kalo perlu tumpangan ojek ke kampus. Call Mamang aja. Mamang biasa anter anak-anak sekolah juga " tawar mang Armin.
Ratu mengangguk lemah, ia segera masuk rumah setelah mengucap salam dan menunaikan kewajiban shalat magrib. Saat berdoa , lagi-lagi luahan kecewanya tak terbendung hingga ia menangis terisak-isak hingga Ibunya menghampiri dan bertanya apakah ia memiliki masalah sampai menangis pasalnya selama ini Ratu nyaris tak pernah terlihat bersedih apalagi mewek.
"Bu, kalau ada waktu sekarang boleh Ratu bicara dengan ibu dan Ayah ada yang harus dibicarakan, ini,,, ini,, mengenai Bang Indra. Diaa selingkuh bu" tangis Ratu pecah kembali hingga ibunya harus menenangkannya dengan cara merengkuh kepala putri tunggalnya.
Duh, putri kecil yang dulu sangat dinanti kehadirannya dan sangat disayanginya kini harus kecewa karena ulah tunangannya. Ia menyayangkan sikap sembrono Indra tentunya.
Anda Mungkin Juga Suka





