
KUMPULAN KISAH ROMANTIS
Bab 3
Begitu Pak Amran, ayah Ratu mengetahui hal tersebut sudah tentu beliau marah besar. Namun ia mengingatkan Ratu bahwa dulu ia lah yang sangat mengagumi Indra yang tinggi, macho, body six pack dan juga jago silat sehingga putrinya itu mau saja ketika Indra menjadikannya kekasih . Padahal waktu itu dia sudah mengingatkan Ratu untuk berpikir ulang menerima Indra karena belum bekerja tetap dan masih suka menghabiskan waktu nongkrong di warmindo dengan teman sebayanya. Pak Amran tak ingin putrinya menyesal di kemudian hari.
Diceramahi ayahnya, Ratu memekik spontan hingga pak Amran dan istrinya serempak terlonjak kaget mereka tak menyangka ada sisi lain sifat Ratu yang selama ini manja dan tak banyak bicara"aku curhat disini bukannya untuk diceramahi ayahhhh,,,,!! aku mau biar pengkhianat itu diberikan hukuman setimpal,,, ayah suruh ganti modal tambak ikan kek,,, atau sekalian putuskan saja pertunangan, Ratu juga sudah nggak mau pake cincinya lagi"
"Iya lho Ayah ini, anaknya sedang bersedih malah makin dibuat terpukul. Cari jalan keluar terbaik gitu lho. Biar masalahnya nggak berlarut-larut". Bela Bu Murni.
'Oke sekarang juga ayah telepon anak kurang ajar itu supaya besok ke rumah meminta maaf dan membatalkan pertunangan ini"
Setelah Pak Amran mengambil handphonenya , beliau segera menghubungi mantan calon menantunya itu. Panggilan yang lama sekali tak terjawab membuat darahnya kembali naik.
"Bah ,,,apa jangan-jangan anak itu sengaja tidak mengangkat teleponku atau masih berasyik masyuk dengan perempuan itu"?
Ketika akhirnya Indra menjawab teleponnya Pak Amran berkata tanpa basa -basi untuk meminta Indra ke rumah bersama kedua orang tuanya. Indra tampak terkejut namun ia menjawab bahwa besok hari Jum'at , orang tuanya pasti sibuk di ladang dan setelahnya ke masjid untuk sholat Jum'at.
"Aku tak mau tahu, kalau begitu besok sore bawa kedua orang tuamu ke rumah ini untuk membicarakan hubunganmu dengan anakku atau sesuai perjanjian kalau kau mengecewakan Ratu, aku akan meminta kembali uang seratus juta yang dulu kuberi untuk modal membuat tambak ikan" Pak Amran.
Diseberang sana Indra nampak pucat dan pias, tak disangka amarah pak Amran begitu berkobar karena perbuatan mesumnya yang terciduk Ratu. Ia menyesali kelalaiannya yang terlambat membaca pesan whatupp dan berujung habisnya kesabaran tunangannya sehingga nekat menyusulnya ke Fakultas Teknik dimana ia menjadi pelatih silat. Sekarang apa yang harus ia lakukan? kalau ayah Ratu benar-benar meminta kembali modal seratus juta maka habislah ia karena tabungannya dari panen ikan mujaer, nila, dan gurami di tambak bahkan belum mencapai lima puluh juta karena ia sendiri juga baru memulai usaha tambak tujuh bulan lalu.
Karena tak kunjung menemui jalan keluar, ia lantas menuju lesehan langganannya dimana ia biasa menyesap segelas teh hangat dan lalapan ayam bakar. Tak dinyana disana Indra bertemu Adi kawan karibnya seangkatan di universitas dulu. Indra berbisik pada Adi untuk mencari tempat sepi karena ia hendak curhat mengenai masalahnya.
"Lu masih jalan sama Ratu, In? atau malah udah nikah. Kalau belum ,, embat saja mana anaknya kalem bokapnya tajir lagi. Tunggu apa lagi?"
Kata-kata Adi ibarat tamparan keras bagi Indra karena justru ia mengajak Adi curhat mengenai hubungannya dengan Ratu yang di berada ujung tanduk.
"Awalnya hubungan gue dan Ratu adem ayem aja, tapi sejak sore yang naas gue lupa jemput dia pulang kuliah. Lu tau gue keciduk dia lagi cipokan sama Trisya di secretariat bela diri fakultas, dia marah. Sekarang guee puyeeeng karena bokapnya ngancem mau narik modal usaha kalo gue dan Ratu bubaran. Gue kudu bagaimana?" Indra mendesah frustasi.
Anda Mungkin Juga Suka





