Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku

Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku

Sebagai seniman forensik kepolisian yang andal, ibu Janice sangat membenci kejahatan. Namun, saat Janice menelepon dalam keadaan darurat, sang ibu mengira itu hanya trik kotor untuk merusak hari ulang tahun adiknya. Penolakan ibu untuk membantu membuat sketsa berujung pada kematian tragis Janice akibat siksaan penculik. Ketika hasil tes DNA keluar, sang ibu yang hancur mencoba menggambar wajah korban dari sisa tulang yang ditemukan. Berulang kali ia mencoba, hasil sketsanya selalu menunjukkan wajah Janice.
Bab
Bagikan

Bab 2

Setelah merasakan kebencian Ibu terhadapku, Jessica pun tersenyum. Setelah itu, dia mengangkat kepalanya dan bertanya dengan sok polos, “Ibu, kalau aku yang diculik. Apa yang akan kamu lakukan?”

Begitu mendengar pertanyaan itu, Ibu segera menghentikan apa yang sedang dilakukannya dan berjalan ke hadapan Jessica. Dia menjawab dengan ekspresi serius, “Ibu nggak akan biarkan hal seperti itu terjadi padamu. Kalau benar terjadi, percayalah pada Ibu. Ibu pasti akan langsung gambar wajah penculiknya dan menyelamatkanmu.”

Jessica merangkul lengan Ibu, lalu berkata dengan manja, “Ibu paling baik! Tapi, gimanapun juga, Kakak itu juga putrimu. Kita maafkan saja kebohongan dia kali ini. Oke?”

Ekspresinya terlihat sangat tulus, seperti 3 tahun yang lalu. Aku akan berkompetisi di sebuah lomba piano yang sangat penting dan ingin Ibu menemaniku. Sebab, aku ingin menunjukkan padanya keunggulanku dan membuktikan bahwa aku juga bisa membuatnya bangga. Aku bukanlah orang pembawa sial.

Aku berulang kali menyusun kata, lalu menelepon ke rumah dan mengajukan permintaan ini dengan hati-hati. Ibu menyetujuinya. Aku pun menggenggam ponselku sambil melompat gembira.

Namun, pagi hari itu, Ibu tiba-tiba menelepon dan mengatakan tidak bisa hadir.

“Jessica lagi sakit. Aku khawatir sama dia. Kamu pergi saja sendiri ke lomba apa itu.”

Di dalam panggilan video, Jessica yang berwajah pucat menatapku dengan dan berkata dengan perasaan bersalah, “Kak, maaf. Aku nggak enak badan .... Kamu sudah terbiasa mandiri, tapi aku nggak bisa tanpa Ibu. Kak, semangat ya lombanya!”

Aku menatap anak lain yang ditemani orang tua mereka, lalu tiba-tiba meneteskan air mata. Mereka memegang sebuket bunga dan tersenyum gembira. Itu adalah harapan dan dukungan terhadap anak mereka.

Namun, ibuku bahkan tidak ingat lomba apa yang akan kuhadiri. Di hatinya, aku tidaklah penting. Setelah lomba berakhir, aku mengeluarkan ponsel dan kebetulan melihat postingan yang diunggah Jessica ke media sosialnya.

[ Sebenarnya, aku cuma flu ringan, tapi Ibu sangat khawatir padaku dan menjagaku dengan baik. Aku benar-benar gembira! ]

Foto yang diunggahnya itu adalah punggung Ibu yang sedang memasakkan sup untuknya.

Rasa sakit mulai menyelimuti hatiku. Jessica sepertinya selalu bisa mendapatkan kasih sayang “ibu” yang kudambakan dengan mudah. Sementara itu, meskipun sudah berusaha seumur hidup, aku tetap tidak mampu mendapatkan sedikit pun kasih sayang itu. Aku selalu menjadi orang yang tidak dicintai.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Dianggap Pembunuh Cinta Sejati Suamiku
9.8
Setelah tewas mengenaskan akibat tusukan pisau bedah suaminya sendiri yang mendendam atas kematian Charlene, sang protagonis mendapatkan kesempatan kedua. Ia kembali ke hari di mana ia menderita pankreatitis akut akibat alkohol. Kali ini, suaminya yang berprofesi sebagai dokter UGD memilih mengabaikannya demi menyelamatkan cinta sejatinya tanpa ragu. Namun, keputusan sang suami untuk meninggalkannya justru memicu penyesalan mendalam, hingga akhirnya pria itu berlutut memohon pengampunannya.
Sampul Novel Istri Tetanggaku Kuntilanak
8.1
Alif kembali ke Kampung Menyan dan langsung terjebak di antara Lisa dan Ning. Namun, desa itu dicekam teror hilangnya bayi serta janin secara misterius. Perhatian Alif teralihkan oleh Kumara, istri tetangga yang cantik namun dituduh sebagai kuntilanak karena tabiat anehnya. Kumara mengaku memiliki masa lalu dengan Alif yang telah ia lupakan. Di tengah misteri dan pesona mistis tersebut, Alif harus mengungkap kebenaran di balik sosok Kumara dan anomali di desanya.
Sampul Novel Kanjeng Ratu Minta Mantu
9.5
Menjadi sekuel dari Tante, Mau kan jadi Mamaku?, kisah ini mengeksplorasi dilema horor yang tak biasa. Mana yang lebih menakutkan: teror makhluk halus atau desakan menikah setiap hari? Bagi sang protagonis yang baru saja menyandang status sarjana, tekanan sang ibu yang sangat ambisius mencari menantu jauh lebih mencekam daripada gangguan gaib. Ikuti perjuangannya menghadapi tuntutan keluarga di tengah situasi yang penuh komedi dan nuansa misteri.
Sampul Novel Misteri Mata Air Kembar Yang Tak Pernah Kering
9.2
Kampung Serigi memiliki mata air kembar ajaib yang terus mengalir meski kemarau melanda. Aliran air dari bambu sederhana ini menjadi tumpuan warga, namun menyimpan rahasia kelam. Ada banyak pantangan ketat yang wajib dipatuhi siapa pun. Jika dilanggar, sosok gaib penghuni tempat keramat itu akan mendatangi rumah pelaku. Rentetan kejadian mistis terus menghantui penduduk dan pendatang, menciptakan teror nyata di balik ketenangan sumber air yang tak pernah kering tersebut.
Sampul Novel Pengobatan Khusus Tabib Desa
7.9
Saat merayakan Hari Raya di sebuah desa terpencil, seorang wanita mengalami sakit perut parah akibat salah makan. Karena rumah sakit sangat jauh, ia terpaksa mendatangi tabib tua setempat untuk mendapatkan pengobatan pijat. Namun, situasi berubah mencekam ketika tabib tersebut memaksanya melepas celana dengan dalih membuang hawa jahat. Begitu menyadari kondisi sensitif tubuh pasiennya yang basah kuyup, hasrat liar sang tabib memuncak hingga ia nekat melancarkan aksi bejatnya.
Sampul Novel SUAMI GHAIB
8.3
Kebiasaan buruk Sinta setiap malam memicu ketertarikan sesosok genderuwo. Saat Aldo bekerja di luar kota, makhluk tersebut menyamar menjadi sang suami untuk menjebak Sinta dalam hubungan terlarang. Teror mulai menghantui kediaman mereka dengan berbagai kejadian ganjil yang mengancam keselamatan keluarga. Sinta kini terjebak dalam dilema antara kenyataan dan tipu daya mistis. Mampukah mereka lepas dari jerat gaib ini, ataukah Sinta akan kian tenggelam dalam kegelapan?