Sampul Novel Pengobatan Khusus Tabib Desa

Pengobatan Khusus Tabib Desa

7.9 / 10.0
Dalam Novel Web Pengobatan Khusus Tabib Desa, seorang wanita yang sakit perut di desa terpencil terpaksa berobat ke tabib tua. Namun, sesi pijat biasa berubah menjadi teror saat sang tabib memanfaatkan situasi. Baca novel online gratis bergenre cerita misteri yang menegangkan ini.
Ringkasan Pengobatan Khusus Tabib Desa
Saat merayakan Hari Raya di sebuah desa terpencil, seorang wanita mengalami sakit perut parah akibat salah makan. Karena rumah sakit sangat jauh, ia terpaksa mendatangi tabib tua setempat untuk mendapatkan pengobatan pijat. Namun, situasi berubah mencekam ketika tabib tersebut memaksanya melepas celana dengan dalih membuang hawa jahat. Begitu menyadari kondisi sensitif tubuh pasiennya yang basah kuyup, hasrat liar sang tabib memuncak hingga ia nekat melancarkan aksi bejatnya.
Baca Selengkapnya

Pengobatan Khusus Tabib Desa Bab 1

"Paman, apa pijat itu memang harus melepas celana juga?"

Saat merayakan Hari Raya di desa, aku tidak sengaja salah makan hingga perutku sakit. Di daerah pelosok yang jauh dari rumah sakit ini, aku tidak punya pilihan selain mencari tabib tua di desa untuk memijatku.

Siapa sangka, tiba-tiba dia menanggalkan celanaku dan berkata, "Kamu nggak mengerti, hanya dengan cara inilah hawa jahat di tubuhmu bisa dikeluarkan!"

Padahal, tubuh bagian bawahku sudah basah kuyup. Saat celana itu terlepas, dia menyadari segalanya.

Nafsu binatangnya memuncak, dan dalam sekejap, dia menerjangku.

Namaku Soraya Maria, seorang istri yang kesepian.

Aku tipe wanita yang akan merasa tidak nyaman di sekujur tubuh jika tidak melakukan hal “itu” sehari saja.

Sudah tujuh tahun aku menikah dengan suamiku, tapi dia seperti daun layu yang sama sekali tidak bisa memuaskanku.

Tubuhku terasa kian kering, sangat membutuhkan badai hebat untuk melembapkannya.

Menjelang akhir tahun, suamiku membawaku pulang ke kampung halamannya untuk merayakan tahun baru.

Tak kusangka, ibu mertuaku sangat jorok. Air yang digunakan untuk mencuci piring saja sampai berbau busuk.

Makanan pun sudah hampir basi.

Baru makan beberapa suap, aku langsung merasa tidak enak badan.

Perutku melilit hebat, rasanya seperti sedang diaduk-aduk.

Aku pun bergegas lari ke toilet.

Toilet di desa sangat sederhana, bahkan tidak ada pintunya. Jika melepas celana, bokong yang polos bisa terlihat jelas oleh orang lain.

Karena terburu-buru, aku lupa membawa tisu, sehingga terpaksa meminta adik iparku untuk mengantarkannya.

Adik iparku masih mahasiswa jurusan olahraga. Tubuhnya kekar berotot dengan kulit gelap.

Saat dia membawakan tisu, matanya langsung terbelalak menatapku.

Aku baru sadar bahwa bagian bawahku telah terlihat sepenuhnya olehnya.

Perasaan saat area pribadiku diperhatikan dengan lekat itu, justru membuatku merasa bergairah sekaligus malu.

Tubuhku mulai terasa panas, ada rasa gatal yang membuatku sangat menginginkannya.

Setelah keluar dari toilet, perutku masih saja terasa sakit.

Aku bertanya pada suamiku, "Rumah sakit di sekitar sini ada nggak? Aku pasti salah makan, sudah sakit banget!"

Suamiku menggelengkan kepala dengan raut wajah tidak sabar.

"Kenapa cuma kamu yang sakit perut padahal kita makan makanan yang sama? Di desa mana ada rumah sakit. Jangan cari-cari masalah, bisa nggak?"

Di saat aku merasa kecewa, ibu mertuaku memberi tahu, "Di desa kita ada tabib tua. Kami biasanya berobat ke sana kalau sakit, lebih manjur daripada dokter-dokter itu."

"Dia tinggal di ujung barat desa. Sesampainya di sana, panggil saja Paman Tobi, katakan kalau aku yang merekomendasikannya."

Aku mengangguk. Untuk saat ini, hanya Paman Tobi satu-satunya harapanku.

Tak lama kemudian, aku tiba di rumah Paman Tobi. Dia berusia sekitar lima puluh tahunan awal, tetapi tubuhnya tampak sangat bugar.

Benar-benar tabib tua yang pandai merawat diri. Aku jadi penasaran bagaimana kemampuannya di "bidang itu".

Aku menjelaskan maksud kedatanganku dan betapa sakit perutku ini.

Setelah mendengar penjelasanku, dia mengangguk pelan dan menunjuk ke arah tempat tidur di kamar.

"Ini gampang, aku hanya perlu mengeluarkan hawa jahat dari perutmu."

"Berbaringlah di tempat tidur, aku akan memijatmu sebentar."

Hanya ada satu tempat tidur di kamar itu, jelas sekali itu adalah tempat tidurnya.

Saat aku berbaring di sana, ada rasa kegembiraan yang samar dalam hatiku.

Ini pertama kalinya aku berbaring di tempat tidur pria lain.

Di desa memang kondisinya seperti ini, jadi terpaksa dipakai seadanya dulu.

Meski tempatnya sederhana, tetapi peralatan Paman Tobi cukup lengkap.

Dia menyeduhkan secangkir ramuan obat untukku dan menyuruhku meminumnya.

"Ini obat herbal untuk sakit perutmu. Minumlah, lalu aku akan memijatmu."

Setelah meminumnya, sekujur tubuhku mendadak terasa panas membara.

Kemudian dia mengeluarkan sebuah kotak peralatan yang berisi berbagai macam alat pijat.

Sekilas, aku melihat ada mainan "seperti itu" di dalamnya!

Ini benar-benar tidak beres. Ternyata layanan Paman Tobi cukup luas jangkauannya.

Detik berikutnya, dia menyingkap bajuku, memperlihatkan perutku yang mulus.

Tubuhku menegang. Sensasi saat seorang pria menyingkap bajuku terasa cukup merangsang, hingga aku mulai menantikan apa yang akan dilakukan Paman Tobi padaku.

Dia mengambil sebotol minyak esensial dan meneteskannya ke perutku.

Rasanya dingin, mengalir perlahan mengikuti lekuk pinggangku.

Paman Tobi menjulurkan kedua tangannya, lalu mulai memijat perutku dengan lembut dan perlahan.

Tangan besarnya yang kasar dan kapalan itu, justru memberikan rangsangan aneh saat menyentuh kulitku.

Tak butuh waktu lama, minyak esensial telah merata di perutku.

Sensasi licin berpadu dengan telapak tangan Paman Tobi yang hangat, membuat suhu tubuhku meningkat, bahkan area di antara kedua kakiku mulai bergejolak.

Paman Tobi memegang kedua sisi pinggangku, sementara kedua jempolnya yang besar menekan lembut di sekitar pusar.

Harus diakui, teknik Paman Tobi memang hebat, rasa sakit di perutku jauh berkurang.

Namun di detik berikutnya, telapak tangannya menyelinap ke balik bajuku dan perlahan bergerak ke atas.

Aku terkejut dan bertanya dengan panik, "Pa-Paman Tobi, apa yang Paman sentuh? Yang sakit itu perutku, bukan dadaku."

Tangan Paman Tobi sama sekali tidak berhenti. Dia justru menyingkap bajuku sepenuhnya, memperlihatkan sepasang "bukit" yang bulat sempurna.

Matanya sampai terbelalak, lalu dia memuji, "Tak kusangka, ternyata milikmu besar juga."

Aku sangat malu hingga rasanya "cairanku" hampir mengalir keluar. Melihat diriku dalam kondisi seperti ini di hadapannya membuat wajahku terasa panas.

"Paman Tobi, apa yang sedang Paman lakukan?"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pengobatan Khusus Tabib Desa

Ch. 1 Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel DI ANTARA NODA DAN CINTA PRASASTI
8.4
Nasib malang Prasasti kian pelik saat terlibat dengan tiga putra keluarga Adisurya yang kaya raya. Cintanya pada si bungsu, Prasetya, harus kandas setelah sulung keluarga itu, Pramudya, nyaris menodainya hingga Sasti dicap buruk. Demi nama baik, Prahara sang putra kedua justru menikahinya. Namun, pernikahan ini mengundang amarah wanita lain yang nekat mencelakainya. Di tengah ancaman maut dan kembalinya Pras, mampukah Sasti bertahan dalam rumah tangganya?
Sampul Novel Dosa Terindah Bersama Sang Primadona
9.6
Setiap malam, Lucy menyamar sebagai Rose, primadona klub malam yang menggoda namun tetap menjaga kesuciannya meski ditawar mahal. Reputasinya menarik perhatian Rookie, seorang playboy yang terobsesi menaklukkan wanita yang belum pernah menolaknya itu. Namun, pertemuan mereka justru mengungkap rahasia masa lalu yang rumit. Kini, keduanya terjebak antara pilihan untuk merajut kembali cinta lama yang tertunda atau merelakan perasaan demi menjalani hidup masing-masing.
Sampul Novel Hilangnya Masa Muda
9.7
Safira Ayu Andini terpaksa merelakan masa mudanya demi pernikahan yang tidak diinginkan. Ia dipersunting oleh Danu Pratama, duda satu anak berumur tiga puluh tahun yang memiliki sifat dingin dan ketus. Pernikahan ini terjadi murni karena Danu harus menuruti desakan sang ibu, Bu Rina. Tanpa landasan cinta, Safira kini harus menjalani kehidupan rumah tangga yang penuh tekanan bersama pria yang sama sekali tidak menaruh hati padanya.
Sampul Novel Istri Simpanan Itu Akan Menyesal
8.7
Nayla Azzura dan Rafka Dirgantara terlihat seperti pasangan sempurna dengan rumah tangga tanpa cela. Namun, kenyataan pahit terungkap saat Rafka diketahui memiliki istri simpanan. Bukannya menyerah, Nayla justru menyusun taktik balas dendam yang cerdas dan penuh kejutan unik. Di tengah rencana liciknya, kehadiran pria lain justru memicu percikan tak terduga dalam hubungan mereka. Siapakah yang akhirnya memenangkan permainan penuh rahasia dan pengkhianatan ini?
Sampul Novel Pengabaian Luna terhadap Alpha
8.5
Alpha Nikolas Morrison menderita keracunan merkuri yang fatal. Sebagai kekasihnya, aku memutuskan hubungan kami dengan menghancurkan cincin pernikahan sakral dan menyerahkan surat pemutusan ikatan. Meski sang pemimpin terhormat itu berlutut memohon di kakiku sambil menawarkan segala hartanya agar aku menetap, aku tetap bergeming. Aku justru menyeretnya ke hadapan patung Dewi Bulan dan mengancam akan mencabut berkah dewi jika dia menolak melepaskan ikatan kami selamanya.
Sampul Novel Terjerat Kontrak Cassanova
9.7
Javas Wira Sastro yang bosan dengan hidupnya menjerat Zehra Deris dalam sebuah kontrak saat gadis itu terdesak masalah. Meski masa berlaku kesepakatan mereka berakhir, Javas menolak melepaskan Zehra dan justru menuntut pertunangan. Hubungan penuh gairah dan dominasi ini menyeret keduanya ke dalam konflik perbedaan status yang rumit. Kini, mereka harus menentukan pilihan sulit: tetap tenggelam dalam drama cinta dewasa yang membara atau kembali menghadapi realita.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan