Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kisah Yuna

Kisah Yuna

Yuna adalah mahasiswi biasa yang tengah berjuang keras meraih impian masa depannya. Dunianya seketika berubah penuh warna saat idola kampus menyatakan perasaan kepadanya. Namun, perjalanan asmara ini tidaklah mudah. Yuna terjebak dalam dilema besar ketika situasi memaksanya memilih antara pacar pertamanya saat ini atau sosok cinta pertama dari masa lalu. Siapakah yang akan memenangkan hati Yuna pada akhirnya di tengah persimpangan emosi ini?
Bab
Bagikan

Bab 1

Dengan cepat aku merapikan alat tulisku, agar Ulfa tidak terus merengek.

"Yuna, ih ... lelet amat, sih! Buruaan ... gue laper!" teriak Ulfa di depan pintu kelas. Aku berdiri, lalu setengah berlari menghampiri temanku yang mungil ini.

"Sabar, Fa! Gue 'kan tadi harus ngumpulin tugas temen-temen dulu. Elo lupa, gue itu kordinator di kelas Pak Ibra?"

"Makanya, elo itu nggak usah pinter-pinter, jadi aja dikerjain dosen. Kapan elo punya cowok coba kalo sibuk ngurusin kuliah melulu," cerocos Ulfa. Kepalanya miring setelah ditoyor Rika.

"Yee ... emangnya elo, yang hobinya ngumpulin tugas paling akhir! Udah bagus punya temen rajin dan pinter kayak Yuna. Elo bisa ikutan nyontek tugas," omel Rika. Ulfa cengengesan mendengar omelan Rika. Aku cuma geleng-geleng melihat kelakuan mereka berdua.

Ulfa dan Rika adalah sahabatku. Kami berteman dari awal perkuliahan. Awalnya aku ragu berteman dengan mereka, melihat penampilan mereka yang modis. Berbanding terbalik dengan penampilanku yang sederhana khas anak perantauan. Namun, keraguanku langsung hilang ketika mereka merangkulku alih-alih menjauh.

Sebenarnya ada satu lagi selain kami bertiga, yaitu Widi. Sama-sama anak perantauan sepertiku, bedanya Widi anak juragan bebek di kampungnya. Kuliah di luar kota pun dia dibelikan rumah dan mobil oleh orangtuanya. Sedangkan aku cuma ngekost di tempat sederhana. Pulang pergi ke kampus pun cukup naik angkot atau jalan kaki. Tempat kostku dekat dengan kampus, saking dekatnya sampai dijadikan tempat singgah para sahabatku. Widi sekarang sudah pindah keluar kota ikut suaminya yang seorang dokter. Jadi sekarang tinggal kami bertiga, aku, Ulfa dan Rika.

Karakter kami berbeda, malah dalam beberapa hal kami bertolak belakang. Anehnya justru itu yang membuat kami semakin solid, saling melengkapi dan membutuhkan. Aku perkenalkan satu persatu, ya, seperti apa sih, aku dan kedua sahabatku ini.

Ulfa adalah anak Bandung asli. Tubuhnya mungil, hidung dan mulutnya kecil, tapi matanya bulat dengan bulu mata yang lentik. Dengan wajah imut itu dia menjadi primadona di kampus. Ditambah dengan karakternya yang easy going, lucu dan ramah. Tidak terhitung lagi berapa banyak lelaki yang naksir dia. Dari kating yang pintar, tampan, tajir sampai teman-teman seangkatan yang cupu, hampir semua naksir dia. Sayangnya, dia tipe gadis setia. Dia tidak tergoda, dia tetap setia dengan pacarnya. Namanya Dani, pacar Ulfa dari SMA. Tidak ada yang tahu kalau Ulfa sudah punya pacar, kecuali kami sahabatnya. Karena Dani memang tak pernah nongol di kampus. Kalau jemput pun pasti di kost'anku.

Rika sama seperti Ulfa, anak Bandung asli. Bodinya tinggi langsing seperti model. Awalnya aku pikir dia model, ternyata bukan. Dia tidak tertarik dengan dunia modelling, padahal punya modal untuk jadi model. Selain tinggi dan langsing, kulitnya juga putih. Ada sedikit campuran darah Belanda dari neneknya. Rika bilang, sih, dia cuma dapat sisanya aja, cuma kebagian warna kulit. Padahal, hidung mancungnya mirip-mirip bule Belanda. Kalau Ulfa ramah, sedangkan Rika judes. Raut wajahnya terkesan dia perempuan galak, padahal memang iya, sih ... Galak tapi baik. Penggemarnya juga banyak, walau tidak sebanyak Ulfa. Namun, koleksi alumni hatinya lebih banyak dari pada Ulfa. Hampir setiap semester ganti pacar.

Sedangkan aku, cuma gadis biasa. Tinggi badanku tidak setinggi Rika, tetapi juga tidak semungil Ulfa. Standarlah untuk ukuran perempuan Indonesia. Tidak hanya tinggi badan, warna kulit dan kecantikanku juga standar-standar saja.

Pesonaku kalah jika dibandingkan dengan kedua sahabatku itu.

Aku tipe orang yang kaku di awal perkenalan. Nanti setelah kenal dekat dan nyaman, baru terlihat kalau aku ini cerewet. Bukan cerewet, lebih tepatnya perfeksionis. Sampai-sampai aku dipanggil ibu oleh kedua sahabatku ini. Itu karena diri inilah yang paling bawel mengingatkan mereka. Terutama Ulfa yang kelewat santai hidupnya. Sekedar informasi agar kalian tahu, aku ini jomlo dari lahir. No, bukan jomlo, tapi single.

Jika kalian bertanya, kenapa aku menyebut diriku sendiri dengan 'aku' sedangkan berinteraksi dengan teman-teman pakai sapaan 'gue-lo' ? Jawabannya adalah aku sebenarnya lebih nyaman dengan sapaan 'aku-kamu'. Pakai sapaan 'gue-lo' cuma untuk pergaulan saja.

"Jadi 'kan kita ke HokBen? Gue pengen makan beef teriyaki." Ulfa terus merengek sambil memeluk tanganku. Rika yang jalan lebih dulu menengok ke belakang.

"Jangan HokBen atuhlah ...."

"Napa elo? Keingetan mantan? Gara-gara elo pernah dilamar di HokBen terus ujungnya elo dikhianatin?" cibir Ulfa. Kebiasaan anak dua ini, berantem melulu. Kucubit tangan Ulfa agar tidak terus meledek Rika.

"Ya, mendingan gue lah, seenggaknya pernah dilamar. Daripada eloo ... pacaran udah lama kayak kredit rumah, kok nggak dilamar-lamar?!" balas Rika. Apa kubilang, mereka berdua itu tidak pernah akur. Heran, ada saja penyebab yang bikin mereka ribut. Aku dorong badan Rika agar terus jalan, dan tidak tersulut omongan Ulfa.

"Yee ... biar yang penting punya pacar. Nggak kayak Yuna, pacaran sama buku akuntansi!" balas Ulfa.

"Lah, kok, jadi gue yang kena?" tanyaku sambil menunjuk diri sendiri. Rika dan Ulfa tertawa, kompak meledekku.

Rika merangkul pundakku, dan Ulfa tetep menggandeng tanganku.

"Yun, elo itu aslinya cantik, pinter lagi. Banyak, loh, yang suka curi-curi pandang, tapi elonya lempeeeeng bangeet," ujar Rika. Ulfa mengangguk menyetujui omongan Rika. Aku meringis, entah kenapa aku tidak percaya dengan ucapan Rika. Setahuku tidak ada lelaki yang melakukan pendekatan. Apa memang diri ini terlalu cuek dan kurang peka?

"Emang siapa?" tanyaku. Ulfa tertawa nyaring, Rika tetep bertahan dengan raut wajah serius. Walau aku tahu, dia juga pasti sedang mengerjaiku.

"Kepo nih, ye?" Lagi-lagi Ulfa meledekku. Aku berdecak, melepas rangkulan Rika dan gandengan Ulfa. Berjalan mendahului mereka.

"Udahlah, nggak usah bahas begituan. Gue mau fokus kuliah, sambil cari-cari beasiswa S2," ujarku. Rika dan Ulfa mendesah bersamaan melihat reaksiku. Entahlah, mungkin terdengar kekanak-kanakan, tetapi aku memang tidak suka kalau mereka meledek status jomloku. Memangnya kenapa kalau aku jomlo? Heran, deh!

"Sorry, jangan marah dong, Yun. Gitu aja ngambek, gue traktir, deh," rayu Rika.

"Iya Yun. Maaf, ya." Ulfa menggelayut lagi di tanganku. Aku mendesah, selalu tidak bisa marah berlama-lama pada mereka.

"Ya udah, sekarang kita makan dimana?" tanyaku.

"HokBen!"

"Solaria!"

Teriak Ulfa dan Rika bersamaan. Kemudian mereka saling melotot. Aku mendesah pelan melihat kelakuan kedua sahabatku ini.

"Karena kalian udah bikin gue kesel, jadi gue yang nentuin, ya. Dan elo, tetep harus tetep traktir gue!" Rika cemberut mendengar titahku.

"Kita makan di Heritage aja, gue mau makan sop iga bakar." Keduanya mengangguk setuju.

Sekarang kami berada di Heritage, cafe nuansa kolonial tidak jauh dari kampus. Walau terlihat 'wah' tetapi harga menu di sini terbilang ramah di kantong. Makanannya juga enak, dari cemilan sampai makanan berat, semua ada. Sekali lagi, rasanya enak dan harganya murah!

Aku memesan nasi sop iga bakar dan ice cappucino. Rika memesan steak dan orange juice. Ulfa memesan beef teriyaki, katanya dia ngidam beef teriyaki dari semalam. Karenanya tadi merengek minta ke HokBen. Ada-ada saja ulah anak itu, mudah-mudahan dia tidak benar-benar ngidam.

Sembari mendengar ocehan Rika dan Ulfa, mataku menjelajah isi cafe. Karena ini waktu makan siang tentu saja cafe terlihat ramai. Eh, orang itu sepertinya aku kenal, deh. Kok, dia gandeng perempuan hamil, ya? Siapa perempuan itu? Istrinya kah?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dosenku Suami Posesif
9.6
Belinda Zevaya, mahasiswi tingkat akhir yang tengah kesulitan finansial, didera malang saat laptop untuk skripsinya rusak total. Masalahnya kian pelik karena ia harus menghadapi Arez Bernando, dosen pembimbing yang dikenal sangat kejam dan ditakuti. Di luar dugaan, Arez justru menawarkan sebuah solusi provokatif. Sang dosen meminta Belinda bekerja di kediaman pribadinya sebagai syarat agar laptop tersebut diperbaiki dan studinya bisa segera tuntas.
Sampul Novel Kasus 21+
9.3
Konten ini khusus pembaca dewasa 21 tahun ke atas. Eva Avalon, seorang petugas kepolisian elit, kini mengemban tanggung jawab besar sebagai ketua tim khusus. Misinya adalah memberantas tuntas berbagai tindak kejahatan serta eksploitasi seksual yang merajalela. Di tengah kemajuan teknologi yang memicu beragam modus operandi baru yang licin, ikuti perjuangan hebat Eva dalam menyelidiki dan mengungkap setiap kasus rumit demi menegakkan keadilan.
Sampul Novel MAHLIGAI: Istana yang Kujaga
8.0
Kehidupan harmonis Dara Kahiyang bersama Adam dan anak kembar mereka kini terancam bahaya besar. Ibu serta kakaknya datang membawa dendam membara untuk menghancurkan kebahagiaan tersebut. Sebagai mantan putri terbuang yang pernah diabaikan keluarganya, Dara menyimpan rahasia masa lalu yang sangat kelam. Kini, ia harus berjuang sekuat tenaga melindungi istana cintanya dari serangan kerabatnya sendiri. Sanggupkah Dara bertahan menghadapi teror itu?
Sampul Novel My Asshole boyfriend= Destined love
9.2
Reece Andromeda, pewaris konglomerat otomotif, terjerat taruhan konyol untuk memacari Airysh Merylia, gadis yang baru saja dikhianati. Meski awalnya demi pembuktian diri, hubungan mereka guncang saat konflik Reece dan sahabatnya mencuat. Seiring waktu, rahasia kelam pun terkuak. Reece ternyata berjuang melawan trauma masa lalu di balik popularitasnya, sementara Airysh terjebak dalam misteri keluarganya yang belum terpecahkan. Akankah cinta muncul di tengah luka?
Sampul Novel Pemersatu Bangsa 21+
8.9
Kisah ini merupakan antologi cerita pendek khusus dewasa dengan kategori 21+. Seluruh rangkaian peristiwa, karakter, serta latar tempat yang digambarkan dalam narasi ini murni hasil imajinasi fiktif penulis. Pembaca diharapkan bijak dalam menyikapi konten romansa modern yang eksplisit ini. Karya ini ditujukan sebagai hiburan bagi audiens matang yang mencari dinamika hubungan dewasa. Harap perhatikan batasan usia sebelum mulai membaca seluruh bab yang tersedia.
Sampul Novel Selamat Tinggal, Cintaku yang Ceroboh
8.5
Verena terjebak dalam hubungan tanpa status dengan Jeffrey, saudara dari mantan kekasihnya, setelah sebuah pertemuan tak terduga. Meski awalnya sepakat tanpa ikatan, Jeffrey mulai menunjukkan rasa posesif yang kuat. Namun, kemunculan cinta pertama Jeffrey menghancurkan segalanya hingga hubungan mereka berakhir. Saat Verena bangkit dan hendak bertunangan dengan pria lain, Jeffrey datang mengklaim kepemilikannya. Verena menolak, namun Jeffrey bersikeras tidak akan melepaskannya.