Sampul Novel Keturunan Terakhir!

Keturunan Terakhir!

9.5 / 10.0
Zha, ketua mafia di Keturunan Terakhir!, memburu pembunuh ayahnya melalui tanda tato. Namun, penemuan chip misterius dalam tubuhnya mengungkap rahasia mengejutkan. Baca mystery story penuh intrik ini dalam mafia novel yang menyajikan aksi dan teka-teki identitas yang tak terduga.
Ringkasan Keturunan Terakhir!
Zha, ketua mafia Legion Of Death yang dijuluki Gadis Pecinta Asap, berambisi memburu keturunan terakhir Klan Jangkar Perak demi membalas dendam kematian ayahnya. Pencariannya hanya berbekal petunjuk tato jangkar misterius. Namun, sebuah insiden peluru mengungkap keberadaan chip manipulasi yang tertanam di tubuhnya sejak bayi. Saat chip itu diangkat, tato jangkar justru muncul di kulit Zha sendiri. Siapakah pewaris sejati yang ia cari? Zha kini harus menghadapi kenyataan pahit.
Baca Selengkapnya

Keturunan Terakhir! Bab 1

Di sebuah ruangan besar yang berdinding kaca, seorang gadis berpenampilan tomboi berdiri menatap sekeliling dengan tatapan mata yang sulit ditebak. Seorang pria tampan memasuki ruangan dan nampak menghampirinya.

"Apa ada masalah.?" tatapan tajam mematikan milik sang gadis tertuju pada pria itu.

"Nona Zha, Mr. Espargaro mempunyai masalah. Beliau ingin kau membantunya." pria itu menaruh sebuah foto dan amplop coklat di atas meja kaca yang tepat di samping sang gadis. Tangan bersarung hitam itu langsung menyambar foto dan amplop tersebut.

Senyum miring yang tak mampu diartikan oleh siapapun itu tertarik disudut bibirnya.

"Kalian tau peraturan main ku.?" meremas foto seorang warga asing yang langsung terekam di otak nya itu.

"Tentu."

"Baiklah, lulus atau tidak keinginan bos mu, uang ini tetap menjadi milikku." Gadis yang tak lain bernama Zha itu melangkahkan kakinya meninggalkan Pria tampan yang tak mampu bersuara lagi. Aura ke misteriusnya Zha dan senyum miring miliknya mampu membuat bulu kudu Pria tampan yang mempunyai nama Ed itu berdiri.

Matanya terus menatap derap langkah Gadis pecinta Asap itu sampai menghilang dibalik pintu yang juga terbuat dari kaca itu.

Sampai di luar sana, tiba tiba saja.

Sling..... Tap.!!!!

Desing peluru secepat kilat melesat namun terelakkan dengan indah oleh Zha, dengan keterampilan yang menawan tangan lembut nya begitu cepat dan tepat menangkap nya.

"Perbuatan tidak berguna!" gerutu lirihnya sambil meremas timah panas ditangannya itu membuat sang sopir menelan ludah kasar. Namun tangan gemetaran sang sopir masih mampu membukakan pintu untuk Nonanya.

Dengan duduk bersandar di jok belakang lalu muka yang di miringkan ke kiri, Zha sengaja seperti ingin mengetahui sesuatu yang mencoba bermain dengannya tadi.

"Nona Zha mencurigai sesuatu.?" tanya Elang, sang sopir setianya.

"Manusia pengecut, hanya sampah masyarakat. Apa kau takut.?"

"Yang membuat aku gemetar bukan peluru itu, tapi kelihaian Nona dalam menangani timah panas tadi. Apa Nona wanita setengah Dewi..?" Elang sempat melirik wajah Zha yang tetap saja datar tanpa ekspresi itu.

"Wanita setengah iblis...Mungkin.!"

"Hahaha... Kau benar Nona, Jika sang Dewi kau tidak mungkin terlibat dengan kami." Elang terkekeh sesaat sebelum akhirnya harus merasakan bogem mentah milik Zha yang mendarat bebas di kepalanya.

"Jalan! Kau mau mati di sini??"

Elang langsung menginjak pedal gasnya ketika melirik sang wanita iblisnya sudah menarik ketapel kematiannya.

"Belok kanan. Masuk taman di depan itu."

Elang menurut saja. " Tepi kan mobil mu dalam lima langkah ke depan."

Wuushhh...!!!! Zha melepaskan sesuatu dari ketapel miliknya ke arah salah satu kerumunan orang yang sedang bersantai di taman.

Tanpa aba aba Elang kembali menginjak pedal gasnya setelah Zha menutup kembali kaca mobil yang sempat di bukanya tadi.

"Bagaimana nasib nya.?" suara Elang memecah kesunyian.

"Kau bisa melayatnya jika kau mau..!"

"Huh, sudah ku duga sebelumnya." Elang terdengar mendengus.

Begitu hal yang sering terjadi ketika Zha melakukan pertemuan penting dengan seseorang. Entah sengaja atau tidak pasti ada saja lawan yang tak mau menampakkan wujudnya. Sekedar hanya ingin menguji kehebatannya atau sengaja ingin menghabisinya. Hanya mereka dan Tuhan lah yang tau. Padahal mereka sudah yakin jika hanya akan mengantar nyawa mereka sia sia, karena yang pastinya jarum beracun milik Zha tidak akan pernah meleset sedikit pun.

Zha nampak membuka jaket kulit berwarna hitam yang ia kenakan itu, menggantinya dengan hoody hitam miliknya. Membuat Elang sempat melirik leher mulus bagian bawah Zha dari kaca kecil di depannya.

"Jaga matamu atau aku akan mencongkel nya!" ucap Zha sesaat setelah menepuk tengkuk Elang dengan kasar.

"Maaf, aku tidak sengaja. Sungguh!" Elang segera menundukkan wajahnya.

"Turunkan aku disini, dan kau tidak perlu menjemputku." Elang langsung memahami keinginan Zha dan segera menepikan mobil nya ,kemudian kembali melaju setelah Zha turun.

Zha melangkahkan kaki nya memasuki sebuah halaman Mall, namun ia mengurungkan niatnya. Menatap lurus kearah parkiran ketika sebuah adegan yang menurut nya cukup menarik untuk di simak.

"Jika mau makan.. Bekerja..!! Bukan meminta. Kau pikir aku Ibumu. Enak saja.! Dasar pengemis.!! Pergi..!!!" bentak congkak seorang wanita kaya itu pada seorang ibu pengemis yang berusaha meminta belas kasihnya.

Zha menatap sinis seraya merogoh sakunya.

"Ahhhrg...!!!" Wanita kaya itu jatuh terjerembab ke depan sehingga barang barang mahal di tangannya berhamburan ke lantai.

"Lain kali hati hati Nyonya." Zha meraih lengan Wanita kaya itu ,membantunya berdiri dan membantu membenahi barang barang wanita itu.

"Terimakasih Nak atas bantuanmu. Kau baik sekali." ucap sang wanita itu menerima barang barangnya dari uluran tangan Zha.

"Apa ada yang sakit.?"

"Ah, tidak tidak. Mungkin sepatuku terlalu tinggi makanya aku terjatuh." jawab wanita itu.

"Baiklah, kalau begitu silahkan. Lain kali hati hati.!" Zha memberi jalan.

Wanita itu segera menghampiri mobilnya dan memasukinya.

"Dompetku..!!!" wanita itu menoleh cepat, namun gadis itu telah menghilang tanpa bekas.

"Sial..!" umpatnya menyandarkan punggungnya di jok mobilnya. Wanita itu baru menyadari jika Gadis yang menolongnya tadi adalah seorang pencopet.

Di persimpangan jalan, Zha nampak melempar sebuah dompet berwarna keemasan itu ke tong sampah setelah menguras habis isinya. Lalu melangkah menghampiri seseorang yang sengaja di ikutinya tadi. Zha menepuk ringan bahu seorang wanita pengemis itu.

"Bu." Wanita itu menoleh dengan menggenggam sebuah kertas nasi yang di pungut nya dari tong sampah.

Zha merampas kertas nasi itu dan melemparnya sembarangan.

"Belilah makanan sepuasmu, sisanya kau boleh gunakan untuk modal hidupmu. Jangan lagi mengemis. Ku rasa ini cukup." ucap Zha merogoh kantongnya , mengeluarkan lembaran merah untuk menambah lembaran lain yang ia peroleh dari dompet berwarna keemasan tadi.

Sesaat wanita itu tertegun , keringat dingin mengalir ke rahangnya yang nampak mulai keriput, tangannya pun gemetaran hebat menggenggam lembaran uang merah yang hampir tidak muat di telapak tangannya itu.

"Nak..! Apa maksud nya ini.?.. Nak...!!" wanita itu celingukan.

"Apakah dia seorang Dewi..?" wanita itu mengusap berkali kali wajahnya. Menepuk pipinya ,meyakinkan jika ia hanyalah bermimpi.

"Tidak! ini nyata!" setelah meyakinkan diri jika itu nyata, wanita itu mengedarkan pandangannya. "Tidak ada siapa siapa."

Wanita itu melangkah setelah menyimpan apa yang membuat jantung nya tak berhenti berdegup kencang itu ke dalam kantong plastik hitam yang ia rogoh dari saku baju compang camping yang melekat di badannya itu.

&&&&&&

"Bagaimana pertemuan Nona dengan Mr.Ed tadi. Apa sudah ada keputusan.?" tanya Elang sesaat setelah Zha sudah menyandarkan punggungnya di sofa dengan sebatang rokok berfilter kuning terselip di jari kirinya.

Dengan mengepulkan asap rokok dari hidung dan bibirnya , Zha melirik wajah gelap Elang.

"Aku memang seorang pembunuh, tapi setidak nya membunuh yang bukan penjahat adalah hal yang harus ku hindari."

"Apa anda perlu bantuan.?"

"Jika aku kelelahan, aku akan menghubungi mu." ucap datar Zha semakin membuat Elang kagum.

Gadis itu melangkah meninggalkan elang yang masih berdiri untuk memasuki kamar khusus untuknya.

Di dalam kamar di lantai lima yang terletak di Mansion mewah berlantai dua belas itu, Zha melepas semua yang ada di tubuhnya dan melangkah menuju kamar mandi. Setelah puas mengguyur tubuhnya , Zha lalu berganti. Meraih sesuatu dari saku Hoodynya yang tergeletak di ranjang lalu mendekati sebuah komputer di meja sana.

"Frankyn.. Kau memang pantas menerima nya." ucap Zha setelah menemukan identitas dan riwayat gelap seseorang yang akan menjadi targetnya kali ini.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Keturunan Terakhir!

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel About Alana's life
7.8
Alana Septiani Putri, gadis 18 tahun, tumbuh di tengah keluarga yang membencinya. Sebagai anak kedua, ia selalu dibanding-bandingkan dengan kakaknya yang dipuja karena prestasi akademik. Meski sebenarnya lebih cerdas, kemampuan Alana sengaja diredam oleh saudaranya sendiri. Di balik penderitaannya, Alana hanya mendambakan satu hal yang tak pernah ia rasakan: kasih sayang tulus. Akankah ia mendapatkan kehangatan keluarga itu sebelum dunianya benar-benar terhenti?
Sampul Novel Akibat Salah Pergaulan
9.4
Kehidupan sempurna bak putri milik Arabella Raveen hancur seketika akibat ulah keji Oscar. Setelah melewati masa-masa kelam yang menyakitkan, kehadiran Louise Saveero perlahan membawa kembali tawa dan kebahagiaan bagi Arabella. Namun, ketenangan itu terancam saat Oscar muncul kembali di hadapannya. Akankah Arabella mampu mempertahankan cintanya pada Louise, atau justru kembali terpuruk? Simak perjuangan mereka dalam mempertahankan kebahagiaan.
Sampul Novel Kukira Dia Cinta, Ternyata Pemberi Luka
8.0
Saat keluarga Riko Fosa sibuk menjaga persalinan Erni Lousa demi menghalangi Nisa, sang istri justru memilih tidak hadir. Riko mengira Nisa hanya kekanak-kanakan dan berniat memaafkannya jika Nisa bersedia mengasuh anak tersebut. Riko tidak tahu bahwa Nisa telah mengajukan keberangkatan ke PBB untuk menjadi dokter lintas batas. Dalam seminggu, Nisa akan mencabut kewarganegaraannya dan pergi selamanya, memutus semua hubungan dengan Riko tanpa ada kesempatan bertemu lagi.
Sampul Novel Not Seen
8.4
Demi membalas budi, seorang pria menikahi wanita yang telah menyelamatkan nyawanya. Pernikahan ini dipicu oleh desakan sang ibu yang justru membenci putri kandungnya sendiri dan memperlakukannya layaknya orang asing yang terjerat utang. Berharap menemukan kebahagiaan di kota, wanita malang ini malah menghadapi kenyataan pahit. Alih-alih lepas dari penderitaan masa lalu di desa, ia justru terjebak dalam kesepian dan dinginnya penolakan keluarga baru.
Sampul Novel Obsession Or Love
9.2
Kehidupan Alexa berubah drastis setelah neneknya memperkenalkan Erlangga untuk dijodohkan dengannya. Kini, Alexa harus menghadapi berbagai sikap dan perlakuan Erlangga yang mewarnai hari-harinya. Namun, di balik ikatan paksa ini, muncul sebuah tanya besar mengenai perasaan sang lelaki. Apakah kasih sayang yang ditunjukkan Erlangga adalah bentuk cinta yang tulus, atau sekadar obsesi semata? Simak perjalanan pelik hubungan mereka dalam kisah ini.
Sampul Novel Pembalasan Janda Talak Tiga
7.8
Hanya beberapa menit usai ijab kabul, seorang pengantin wanita harus menelan pil pahit saat suaminya menjatuhkan talak tiga secara mendadak. Di tengah riuh tamu dan hidangan yang belum tersentuh, riasan serta henna di tangannya seolah menjadi saksi bisu kehancuran martabatnya. Rasa sakit yang mendalam seketika berubah menjadi api dendam kesumat. Tak mau terus terpuruk, sang janda kini bangkit dan bertekad membalas perbuatan keji yang telah menghancurkan hidupnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan