Sampul Novel Ketua Jurusan vs Cewek Kampungan

Ketua Jurusan vs Cewek Kampungan

8.2 / 10.0
Dalam Ketua Jurusan vs Cewek Kampungan, Embun bertekad memenangkan ajang Queen of School demi membuktikan harga dirinya pada Leon. Ikuti kisah romance modern ini saat si gadis desa menghadapi tantangan di Jakarta. Baca romance novel seru ini sebagai salah satu fiction books pilihan.
Ringkasan Ketua Jurusan vs Cewek Kampungan
Mutiara Embun Pagi terpaksa pindah ke Jakarta demi memenuhi wasiat mendiang ayahnya. Di sana, ia terusik oleh Leon Bhaskara Granada, pemenang King of School yang arogan dan gemar meremehkannya sebagai gadis kampungan. Tak terima dihina, Embun bertekad memenangkan ajang Queen of School untuk membuktikan kemampuannya. Di tengah persaingan dan intimidasi Leon, mampukah Embun bertahan, meraih takhta sekolah, sekaligus menaklukkan hati sang playboy kaya tersebut?
Baca Selengkapnya

Ketua Jurusan vs Cewek Kampungan Bab 1

Semenjak kepergian ayahnya. Gadis berusia tujuh belas tahun yang mempunyai nama lengkap "Mutiara Embun Pagi" mau tidak mau harus menjalankan wasiat yang ditinggalkan oleh almarhum ayahnya.

------------------------

Untukmu anakku tersayang : Mutiara Embun Pagi

Surat ini adalah permohonan maaf sekaligus harapan ayah padamu.

Embun...

Ketika kecil, kamu bernaung di dalam pelukan ayah.

Membiarkan ayah melindungi, mengarahkan, mengajarkanmu hal-hal yang perlu kamu tahu dalam menghadapi dunia ini.

Ayah berusaha memberikan cinta dan perhatian kepadamu, meski terkadang kamu tidak dapat mengerti cara ayah melakukannya.

Pada akhirnya, kamu percaya bahwa kamu akan aman selama ayah ada bersamamu, karena ayah yang memberi kehidupan kepadamu.

Bahkan, kamu menganggap ayah superhero-mu.

Maafkan ayah, Nak.

Jika kamu membaca ini, berarti ayah sudah tidak lagi berada disampingmu.

Ayah harap kamu bisa meraih cita-cita yang kamu impikan, Nak.

"Rumah nomor 01. Jl. Johar Baru Utara 01, Jakarta Pusat."

Setelah membaca surat ini, ayah harap kamu dapat secepatnya datang kesana.

Ada sedikit uang yang ayah tinggalkan didalam guci di meja dapur.

Sekali lagi, maafkan ayah. Nak.

-------------------

Embun membaca surat itu dengan tangan yang bergetar dan hati yang menangis. Ia tidak menyangka, secepat itu ayahnya akan meninggalkannya. Ibunya telah meninggal disaat ia masih kecil, mungkin saat itu ia masih berusia dua tahun. Akhirnya ia hanya dirawat oleh nenek dan ayahnya. Akan tetapi tahun lalu, neneknya juga meninggal. Dan tahun ini ayahnya yang meninggalkannya.

***

Pagi- pagi buta, Embun sudah bersiap untuk pergi ke Jakarta. Dari Demak, ia menaiki biss untu pergi ke Jakarta. Embun membawa beberapa lembar uang seratus ribuan yang ditinggalkan ayahnya di dalam guci dapur.

Suasana pagi itu tak seramai biasanya. Kursi- kursi di dalam bis banyak yang kosong. Embun duduk di kursi tengah, di dekat jendela. Barang- barang yang dibawanya sudah dikemas rapi didalam koper yang ia taruh di bagasi bawah bus. Embun membawa beberapa bekal makanan, ada roti, permen, pisang, dan air putih untuk ia minum di dalam bis. Embun harus berhemat, ia harus segera sampai di alamat yang ditulis oleh ayahnya di surat itu.

Setelah menempuh kurang lebih sepuluh jam perjalanan, akhirnya Embun telah sampai di Jakarta Pusat. Jam tangannya telah menunjukkan pukul empat sore. Ia turun di Terminal Senen, Jakarta Pusat. Tak lupa, Embun mengambil koper yang ditaruhnya di bagasi bis. Dan Embun segera berjalan keluar dari Terminal Senen. Ia mencari kendaraan yang bisa mengantarkannya ke alamat yang tertera di surat wasiat ayahnya. Embun tampak menoleh ke kanan dan ke kiri. Ia berpikir keras.

"Duh, naik apa ya. Ojek? Ah, tapi aku takut kalo naik ojek. Naik taxi? Mahal. Naik bajaj?" batinnya dalam hati.

Akhirnya ia terus saja berjalan. Sampai ia lihat ada Halte Bus.

"Sepertinya itu halte bus dalam kota, coba aja kesana lah," pikirnya sambil berjalan menyeret kopernya.

Awalnya ia tidak tahu, akan tetapi di halte bus ada penjaganya. Tanpa malu- malu, Embun segera bertanya pada perempuan muda penjaga halte.

"Permisi, Mbak. Maaf, saya mau bertanya. Kalo mau ke Jalan Johar Baru Nomor 01 bisa naik Busway Trans Jakarta ini?" tanya Embun.

"Bisa, dek. Silakan beli tiket busway dulu ya, harganya tiga ribu lima ratus, dek." jelas mbak penjaga halte.

"Oh, iya. Ini uangnya, Mbak." Embun menyerahkan selembar uang lima ribuan ke penjaga halte.

"Iya, tunggu sebentar ya." Tampak perempuan muda penjaga halte itu memencet mesin tiket, dan selembar struk tiket pun keluar dari mesin itu.

"Ini, struknya, ini kembaliannya. Silakan tunggung di koridor tiga ya!" perintah penjaga halte itu.

Embun menerima kembalian uang dan struknya. Lalu mengangguk dan berucap kearah penjaga itu, "terimakasih."

Embun duduk di kursi tunggu penumpang busway. Hingga terdengar seruan dari penjaga perempuan tadi.

"Dek, masuk bis itu," kata penjaga itu sambil menujuk bis yang berhenti.

Dengan cepat, Embun segera menaiki Busway Trans Jakarta itu.

"Wuah, bagus banget bis ini. Andai aja di Demak ada Trans Demak ya, pasti berangkat sekolah akan lebih nyaman. Gak perlu naik sepeda," pekiknya dalam hati.

Embun memejamkan matanya. Menikmati suasana menaiki Busway Trans Jakarta. Ada lagu- lagu yang diputar lembut dan AC bus yang dingin. Membuat Embun sangat betah berada di dalam busway.

Entah berapa menit lamanya ia berada di dalam busway. Penjaga bus menuju ke arahnya dan bertanya, "Mau turun dimana, dek?"

"Di jalan Johar Baru No.1, Kak." Embun menjawabnya,

"Oh, berarti habis ini turun ya," kata Mas laki-laki yang bertugas membukakan pintu busway.

"Iya Mas." Embun hanya mengangguk mengikuti arahannya.

Ting Tong!

Bel busway telah berbunyi. Setelah pintu terbuka, Embun segera turun dari bus dengan menyeret kopernya. Ia membuka ponselnya. Dilihatnya google maps. Embun berjalan kaki mengikuti peta. Memang benar ia sudah berada di Jalan Johar Baru No. 1 sekarang. Ia hanya perlu mencari rumah dengan nomor 01. Embun berjalan melihar satu persatu deretan ruko dan rumah mewah yang berada di jalan itu. Hingga dilihatnya ada pagar tinggi bernomor 01 diatasnya. Rumahnya gedongan dari luar tampak luas dan sangat mewah. Ada pak satpam yang berjaga di pintu gerbang rumah itu.

"Ini, pasti ini. Nomor 01," batinnya dalam hati.

Sebelum memasukinya. Embun membaca kembali suratnya. Jikalau saja ia salah alamat.

"Udah bener kok. Tapi apa ini? Aku disuruh ayah mendatangi rumah artis atau bagaimana? Luas banget!" pekiknya dalam hati.

"Huuuhh. Semoga ada banyak hal baik untukku di dalam sana."

Embun menyempatkan diri untuk berharap sebelum ia memasuki rumah itu. Dan akhirnya, ia melangkahkan kaki mendekati pintu gerbang yang dijaga oleh beberapa satpam.

"Permisi, Pak. Saya Embun. Saya mendapatkan pesan jika saya harus datang ke rumah ini," jelasnya pada pak satpam.

Pak Satpam yang melihat kedatangan Embun itu tampak saling pandang dengan rekannya.

"Joko! Mungkin ini gadis yang dimaksud Nyonya? Yang dsatang dari desa itu, disuruh menjadi pembatu di rumah ini?" Pak Satpam yang bernama Kris itu tampak bertanya- tanya.

"Iya, mungkin. Suruh masuk aja, jangan sampai Nyonya marah kembali dengan kita nanti," sahut Pak Satpam yang bernama Joko.

Ingin sekali Embun menjelaskan dengan Pak Satpam jika saja ia bukan pembantu. Tapi lebih tepatnya disebut tamu. Yang datang dari desa untuk memenuhi wasiat ayahnya. Akan tetapi, ia takut jika menjelaskannya pada Pak Satpam, ia tidak akan diizinkan masuk ke rumah itu.

"Bodo amat lah. Pak satpam mau nyebut aku calon pembantu atau apa! Yang penting aku bisa masuk ke rumah ini dan menunjukkan surat wasiat bapak pada pemilik rumah ini," pekiknya dalam hati.

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Ketua Jurusan vs Cewek Kampungan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Bukan Salesman Biasa
9.0
Hidup Ardhan Aji Pradiptio berubah total setelah menolong kakek misterius dan menerima benda ajaib sebagai imbalan. Sebelumnya, ia selalu dirundung malang, mulai dari karier yang mandek, hinaan atasan, hingga batalnya pernikahan. Kini, ia memiliki kemampuan unik untuk melihat kadar kebaikan atau kejahatan seseorang melalui matanya. Namun, sebuah pertemuan dengan pria bermata ganjil membuatnya bimbang. Mampukah Ardhan mengungkap identitas sosok misterius tersebut?
Sampul Novel Dikejar Cinta Sang Billionaire Muda
9.5
Claire terjebak dalam obsesi Nathan, bos muda yang terus mengejarnya meski ia mengaku sudah bersuami. Ironisnya, Claire tidak sadar bahwa Nathan sebenarnya adalah Jonathan, suaminya sendiri yang sengaja mendekatinya demi memicu perceraian agar bisa kembali ke sang mantan. Namun, keteguhan hati Claire justru membuat rencana Jonathan berantakan. Saat bencana besar melanda dan Claire memilih pergi, akankah Jonathan sanggup merelakan wanita yang kini ia cintai?
Sampul Novel Kesemptan Kedua Juna
8.9
Penyesalan mendalam menghantui Juna tepat setelah sidang perceraiannya selesai. Dalam sebuah insiden tragis, Dara justru mengorbankan diri demi menyelamatkan nyawa Juna dari maut. Peristiwa memilukan ini menjadi awal terungkapnya berbagai rahasia besar yang selama ini tersembunyi rapat. Juna akhirnya mengetahui identitas asli di balik nama pena D'SecretAdmirer, sosok misterius yang selalu mengiriminya puisi cinta selama ini. Kini, kebenaran mulai terkuak.
Sampul Novel Pernah Membenci dan Mencintaimu
9.0
Saat gempa melanda, seorang kapten penyelamat memilih mengabaikan istrinya demi menyelamatkan cinta pertamanya. Di kehidupan sebelumnya, keputusan menyelamatkan sang istri yang hamil justru berujung pada kematian tragis cinta pertamanya, memicu dendam sang suami yang menyiksa istrinya hingga tewas saat melahirkan. Setelah terbangun kembali di hari bencana itu terjadi, sang istri memutuskan untuk merelakan suaminya pergi. Ia bertekad melindungi dirinya dan sang calon bayi tanpa mengharapkan pria itu lagi.
Sampul Novel Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder
8.3
Riani dikhianati oleh kekasih yang selama ini ia nafkahi demi sahabatnya sendiri. Di tengah luka, ia nekat menikahi Rizky, pria asing yang berjanji menanggung segala kebutuhannya. Meski awalnya ragu, Riani justru menemukan sosok suami idaman yang protektif dan suportif hingga kariernya melejit. Namun, misteri menyelimuti identitas Rizky yang selalu punya solusi ajaib. Kejutannya muncul saat ia melihat wajah suaminya di sampul majalah bisnis dunia sebagai miliarder.
Sampul Novel Sentuhan Memabukkan Shifa
8.1
Karim Zahid tidak pernah menyangka bahwa mahasiswi baru bernama Shifa Sakinah akan menjeratnya dalam permainan gairah yang berbahaya. Meski Shifa sempat ingin mengubur masa kelamnya, desakan keadaan memaksanya menunjukkan sisi gelap di depan sang asisten praktikum. Kini, Karim terjebak dalam pesona bidadari terlarang yang mengusik prinsip hidupnya. Sentuhan menggoda Shifa tidak hanya menguji iman Karim, tetapi juga mengubah seluruh alur kehidupannya selamanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan