Sampul Novel Diary Naya

Diary Naya

9.1 / 10.0
Dalam Diary Naya, sebuah romance novel yang menyentuh, Naya menghadapi tantangan berat saat harus merelakan orang yang dicintainya demi kebahagiaan mereka. Ikuti kisah modern novel ini tentang pengorbanan dan makna cinta sejati dalam salah satu fiction books terbaik minggu ini.
Ringkasan Diary Naya
Bagi banyak orang, makna cinta bersifat subjektif dan beragam, sebagaimana kutipan Marianne Williamson yang menyebutnya sebagai inti eksistensi manusia. Namun, dalam sudut pandangku, definisi sejati dari perasaan ini bukanlah tentang memiliki. Kisah ini mengeksplorasi arti pengorbanan terdalam, di mana mencintai berarti memiliki ketulusan untuk melepaskan sosok yang paling berharga agar ia mampu menemukan kebahagiaan sejatinya sendiri.
Baca Selengkapnya

Diary Naya Bab 1

Pagi ini, hujan mengguyur kotaku. Tidak seperti biasanya, pagi ku kali ini di temani dengan secangkir kopi. Aromanya menguar memenuhi seluruh ruangan di kamarku. Hingga tanpa sadar, ingatanku kembali melesat ke masa dimana aku pertama kali bertemu dengannya 2 tahun lalu.

***

Namaku Anaya Anantara Sabila. Teman-temanku biasa memanggilku dengan sebutan Naya. Aku adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Status ku saat ini, adalah seorang mahasiswi semester 2. Jurusan akuntasi, di salah satu universitas di sebuah kota dengan julukan "Kota Kembang."

Aku merantau ke kota ini seorang diri. Aku tinggal bersama teman-temanku yang lain, yang berasal dari berbagai penjuru kota di Indonesia. Mereka sama sepertiku. Datang ke kota ini, untuk menuntut ilmu sekaligus mencari pengalaman baru.

Aku tinggal di sebuah kost-kostan Putri dengan harga yang lumayan murah untuk ukuran mahasiswi sepertiku.

Siang itu, Ibu meneleponku.

"Neng, uang nya udah Ibu kirim. Jangan lupa! Nanti kalau mau pulang sekalian beli oleh-oleh buat bapak." Ucap Ibu di seberang telepon.

"Iya, Bu. Nanti Neng kabarin ibu sama bapak kalau mau pulang."

"Gimana kuliah kamu, lancar?" Tanya Ibu.

"Alhamdulillah, Bu, lancar. Doain neng, ya. Supaya neng bisa bikin Ibu sama Bapak bangga."

"Ibu sama Bapak selalu doain yang terbaik buat kamu. Tapi ingat! kamu juga harus berusaha sebaik mungkin agar semua cita-cita kamu tercapai. Dan jangan lupa!  Untuk selalu libatkan Allah dalam setiap urusan kamu." Ucap Ibu menasehati.

"Iya, Bu. Neng akan selalu ingat sama semua nasihat Ibu." Ucapku tersenyum.

"Ya sudah, kalau gitu teleponnya ibu tutup. Jaga diri baik-baik di sana. Belajar yang rajin. Satu lagi yang paling penting, jangan pernah tinggalin sholat yang lima waktu."

"Iya, Bu."

Tuuuutttt tuuuutttt...

Ibu pun mematikan teleponnya di seberang sana.

Setelah itu, aku langsung bergegas menuju ke sebuah ATM di seberang jalan raya. Aku memutuskan untuk berjalan kaki. Karena jaraknya yang lumayan dekat, aku hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk sampai di sana.

Saat tiba di sana, aku melihat sekumpulan seniorku di Kampus sedang asyik nongkrong dan minum kopi. Aku perkirakan, mungkin, sekitar enam atau tujuh orang. Kebetulan, di seberang ATM ini ada sebuah kedai kopi yang sering di jadikan sebagai tempat nongkrong.

Tiba-tiba, seseorang memanggil namaku.

"Eh, Naya! Datar amat sih lo kaya penggaris." Teriak seseorang dari sana.

Dari mana dia tahu namaku? "Ucapku dalam hati."

"Lho, kok, penggaris si bro?" Tanya temannya.

"Iyalah, penggaris kan datar. Luruuus aja kaya si Naya." Ujarnya.

Hahahaha (teman-temannya ikut mentertawakan ku)

Hatiku mulai panas. Berani sekali dia mengejekku seperti itu. Apalagi, aku tidak mengenalnya sama sekali. Awas saja, akan ku balas nanti. "Gerutu ku dalam hati."

Akhirnya, aku memutuskan untuk cepat-cepat mengambil uang kiriman dari Ibu. Malas sekali rasanya meladeni orang yang gak jelas seperti mereka.

Saat aku memutuskan untuk pulang ke kostan. tiba-tiba seseorang menghalangi jalanku. Ya, dia adalah orang yang tadi mengejekku. "Mau apalagi sih dia?" Gerutu ku.

Karena kesal. Akhirnya, aku menginjak kakinya dengan sekuat tenaga dan pergi meninggalkan nya.

"Ahhh... Sakit juga ternyata." Dia meringis kesakitan sambil memegangi kakinya yang aku injak tadi.

"Makanya, jangan coba-coba ganggu aku lagi! Atau, aku akan patahkan kakimu nanti." Aku mencoba mengancamnya.

"Galak amat sih! Tapi, kalau di lihat-lihat, lo tambah cantik kalau lagi ngambek gitu."

"Dasar buaya darat." Umpat ku.

"Ya udah mana?" Tanyanya.

" Mana apa?" Tanyaku lagi.

"Nomor handphone lo."

"Buat apa? Tanyaku bingung.

"Ya, buat ngabarin lo, lah. Katanya lo mau matahin kaki gue kan tadi. Kalau gue udah siap, gue kabarin lo deh kapan waktunya." Ucapnya tanpa rasa bersalah.

"Kenapa harus nunggu nanti? Kenapa gak sekarang aja?" Ucapku.

"Kita kan baru kenal sekarang. Rasanya, gak etis aja kalau lo tiba-tiba langsung hajar gue, kan?

"Ya, gak masalah dong! Anggap aja sebagai hadiah perkenalan kita. Kecuali, kalau lo takut." Ucapku sinis.

"Gue? Takut sama, lo? Gue gak pernah takut sama siapapun, gue cuma gak mau aja di bilang pengecut gara-gara berantem sama cewek."

"Oh, ya? Kalau gitu, buktiin dong! Kalau emang lo gak takut, sini! Serang gue sekarang." Ucapku menantangnya.

"Eh, bro! Lo mau berantem sama Si Naya? Dia kan, cewek. Lo gak malu apa? Ucap temannya tertawa.

"Sejak kapan gue berantem sama cewek? Lo juga tahu kali, kalau gue gak pernah bisa nyakitin cewek, sekalipun itu musuh gue."

"Gue percaya sama lo. Tapi, lo gak lihat, apa? Si Naya udah masang kuda-kuda gitu, kayanya, dia gak takut deh sama lo."

"Cewek lemah kaya dia, gak ada apa-apanya buat gue." Ucapnya sombong.

"Bukannya tadi, kaki lo di injak yah, sama dia? Tanya temannya.

"Gue tadi cuma pura-pura kesakitan aja, biar dia ngasih nomor HP nya sama gue."

"Dasar orang aneh!" Aku pun berlalu pergi dan meninggalkan dia yang masih berdebat dengan temannya.

Kulihat, dia hanya tertawa mendengar ucapan ku. Aku pun kemudian berjalan setengah berlari. Ada perasaan takut jika dia akan mengejar ku sampai ke kostan. Tapi, saat aku melihat kebelakang, aku tidak menemukan siapapun. Syukurlah, ternyata dia tidak mengejar ku. Kalau tidak, aku benar-benar akan mematahkan kakinya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Diary Naya

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Bayangan Luka di Balik Seragam Putih
7.9
Aldian bertekad mengungkap misteri kematian adiknya yang penuh fitnah. Penyelidikannya tertuju pada seorang guru yang menyimpan rahasia kelam di balik reputasi terhormat. Di tengah rencana balas dendam, Aldian bertemu Aluna, putri sang guru yang hidupnya terkekang ambisi ibu. Meski awalnya hanya dianggap alat, Aluna ternyata memiliki luka serupa. Kini Aldian terjebak dilema antara menuntaskan dendam atau merajut cinta di atas kebenaran yang menyakitkan.
Sampul Novel Derita Seorang Gadis Desa
9.4
Alya, gadis yatim piatu lulusan SMP, nekat merantau ke kota demi membiayai neneknya yang sakit. Nasib membawanya bekerja di kediaman Ibu Ratna yang baik hati. Namun, hidupnya hancur saat Arka, putra majikannya, pulang dan merenggut kehormatannya secara paksa. Bukannya bertanggung jawab, Arka justru menghina dan mengusir Alya dengan kejam. Di tengah luka batin yang mendalam, Alya harus berjuang bangkit menghadapi kenyataan pahit demi kelangsungan hidupnya.
Sampul Novel Guru Untuk Nona Muda Nakal
8.2
Dihan terpaksa mencari tempat persembunyian demi menghindari kejaran misterius yang mengancamnya. Di saat bersamaan, keluarga Rahadian sedang kewalahan mencari guru privat bagi dua putri mereka yang sangat nakal dan membenci pelajaran. Dihan pun menerima tawaran tersebut meski harus menghadapi kekacauan luar biasa. Mampukah ia menaklukkan sikap keras kepala kedua nona muda itu? Di tengah keributan tersebut, rahasia masa lalu Dihan terus membuntutinya.
Sampul Novel ISABELLA: Dibelai Maut, Dicintai Takdir
9.2
Isabella terjebak dalam dunia prostitusi eksklusif setelah dikhianati ayahnya sendiri. Di tengah kegelapan itu, ia menemukan cinta yang berakhir tragis saat calon suaminya tewas secara misterius. Bertekad menuntut balas, ia justru menemukan fakta bahwa Ronald, pria pertama yang membelinya, adalah sang pembunuh. Kini, Isabella harus menghadapi konspirasi dendam antar keluarga yang mengincar nyawanya sambil mengungkap identitas aslinya yang tersembunyi.
Sampul Novel LELAKI "LAIN" SELAIN SUAMIKU
9.2
Perselingkuhan suami mungkin terdengar lumrah, namun apa jadinya jika pengkhianatan itu melibatkan dua kepribadian yang berbeda? Sosok Mas Puji kini tampak terbagi menjadi dua identitas yang identik namun berlawanan. Di tengah kebingungan yang melanda, sang istri harus mencari tahu mana sosok suami yang asli dan mana yang palsu. Misteri ini menyelimuti rumah tangga mereka, menciptakan teka-teki rumit tentang siapa sebenarnya pria yang ia nikahi selama ini.
Sampul Novel My Prince Fauzan
8.2
Fauzan Arsyad adalah putra mahkota Kerajaan Arab yang sempurna, tampan, dan sukses berbisnis di usia muda. Sebagai calon raja, ia terikat aturan ketat untuk tidak mencintai gadis biasa karena jodohnya ditentukan oleh kerajaan. Meski bersikap lembut, Fauzan tetap dingin demi menjaga jarak dari para wanita yang memujanya. Kini, dunia menanti siapa sosok beruntung yang akan melamarnya. Akankah takdirnya jatuh pada seorang putri bangsawan atau justru gadis kalangan biasa?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan