Sampul Novel Kesepakatan Hati: Ibu Pengganti Untuk Anak CEO

Kesepakatan Hati: Ibu Pengganti Untuk Anak CEO

8.9 / 10.0
Melalui novel romantis miliarder Kesepakatan Hati: Ibu Pengganti Untuk Anak CEO, Kanaya terpaksa menjadi ibu pengganti demi pengobatan ibunya. Namun, ia malah terjebak cinta tersembunyi dengan Bastian, sang penyewa rahim. Baca novel online gratis ini untuk mengungkap keputusan akhir Kanaya.
Ringkasan Kesepakatan Hati: Ibu Pengganti Untuk Anak CEO
Kesulitan finansial demi menyelamatkan sang ibu yang sakit keras memaksa Kanaya mengambil langkah nekat. Ia menyetujui kesepakatan besar untuk menjadi ibu pengganti bagi keluarga kaya. Namun, mengandung anak dari Bastian, pria yang menyewa rahimnya, justru melahirkan benih-benih asmara yang rumit di antara mereka. Terjebak dalam pusaran cinta rahasia dan naluri keibuan, Kanaya dihadapkan pada pilihan sulit yang akan mengubah takdir hidupnya. Apakah hubungan ini akan berakhir bahagia?
Baca Selengkapnya

Kesepakatan Hati: Ibu Pengganti Untuk Anak CEO Bab 1

Harga Yang Harus Dibayar

“Jika tidak dioperasi, ibu nona tidak akan bisa bertahan lebih lama...”

Tiba-tiba ruangan itu sunyi, hanya terisi oleh suara mesin-mesin rumah sakit yang berdenting begitu lambat.

Kanaya menahan napas, dadanya sesak hampir meledak. Di hadapannya, ibunya terbaring koma dan satu-satunya cara menyelamatkannya adalah dengan operasi transplantasi jantung.

“Apa tidak ada cara lain, Dok?”

Suara Kanaya bergetar. Sebelumnya Dokter itu juga berkata jika biayanya bisa mencapai 20an miliar. Apa yang harus ia lakukan?

Dokter yang menangani Ayunda, ibu Kanaya, menggeleng seraya mengalungkan stetoskop.

“Itu... satu-satunya cara...”

Kanaya menggenggam tangan ibunya lebih keras, ia terisak. Teringat ibunya yang menolak dibawa ke rumah sakit karena tak mau merepotkannya.

“Nona bisa pikirkan terlebih dahulu. Saya pamit,” ucap sang dokter yang mengangguk ke arah Kanaya dan langsung pergi dari ruangan itu.

Kanaya tak bergerak, ia membeku.

Sejak ayahnya meninggal, satu-satunya orang yang bisa diharapkan ibunya adalah dirinya.

Dan kali ini, setelah bertahun-tahun merawat ibunya di Emerald City, ia dihadapkan pada sebuah dinding penghalang yang besar, dinding keputusasaan.

Akankah ini menjadi masa terakhir dengan ibunya?

Kanaya menggeleng. Demi menjernihkan pikirannya yang kalut, ia melangkah keluar kamar perawatan ibunya untuk menghirup udara segar.

Langkah kedua kakinya menuntun Kanaya pada sebuah bangku taman. Dan ia duduk di bangku itu.

Angin sepoi-sepoi bertiup menyapa dedaunan, dan menyentuh kulit wajahnya. Kedua mata Kanaya menyapu tak tentu arah pada semua yang ada di sekitarnya.

Suster, dokter, dan pengunjung rumah sakit yang berlalulalang di dekatnya hadir di benaknya bagaikan sebuah delusi. Mereka semua nyata, senyata dirinya yang duduk di bangku taman itu, namun tak bisa memberikan jawaban dari permasalahannya.

Kanaya memejamkan matanya dan menarik nafas panjang.

Dalam keputusasaan, hatinya berdoa. Tuhan, berilah petunjuk, jalan keluar. Apa pun.

"Lihat, iklan ini muncul lagi."

Kanaya membuka matanya. Ia menoleh mengikuti asal suara itu. Tidak jauh darinya dua orang perawat sedang mengobrol.

Salah satu perawat memperlihatkan temannya apa yang ada di layar telepon genggam yang ia pegang.

Teman perawat itu melirik gawai yang dipegang rekannya dan berkomentar. "Sudah berapa kali dia mencari ibu pengganti? Apa masih belum dapat juga?"

"Yang aku dengar, sudah beberapa kali mereka gagal implan. Mungkin belum rejeki," jawab perawat pertama. "Padahal kalau sampai berhasil, aku dengar uang yang ditawarkan sangat besar, lho!"

Mendengar ucapan perawat itu, Kanaya mempertajam indera pendengarannya.

"Benar. Yang aku dengar, kalau berhasil, si ibu pengganti bisa dapat milyaran! Kalau aku masih gadis, boleh juga tuh, lumayan buat beli hp ipon dan jalan-jalan ke luar negeri. Dan yang pasti, tidak perlu kerja seumur hidup!" celetuk perawat yang satu lagi dengan canda sambil mereka berjalan melewati Kanaya.

Mata Kanaya membulat. Milyaran? Ibu pengganti? Tiba-tiba percakapan kedua suster itu bagai sebuah petunjuk untuknya. Apakah ini jalan keluar yang ia cari?

Istilah ibu pengganti pernah Kanaya dengar sebelumnya. Namun, bagaimana prosesnya tidak banyak ia ketahui.

“Maaf, suster. Boleh saya bertanya?”

Tiba-tiba dua suster yang dari tadi cekikikan berhenti dan menatap Kanaya dengan canggung.

Merasa mendapatkan atensi, Kanaya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.

“Boleh tahu iklan apa yang suster bicarakan?”

Mereka berdua saling menatap. Lalu setelah saling menyikut, seorang suster berambut cepol berkata pelan-pelan.

“Seseorang dari keluarga kaya sedang mencari seorang ibu pengganti dengan imbalan yang fantastis.”

“Apa saya bisa mendapatkan info iklan tersebut?” pinta Kanaya dengan mata berbinar.

Permintaan Kanaya kembali membuat kedua suster saling pandang.

“Urungkan saja niatmu itu, Nona. Walaupun bayarannya besar, tetapi presentase keberhasilannya sangat kecil. Jangan buang-buang waktumu.”

Kanaya tak peduli. Ia tetap tersenyum sambil menatap suster tersebut dengan penuh harap.

Setelah menghela nafas panjang, salah seorang suster memberikan Kanaya link iklan tersebut.

“Terima kasih, Suster!”

Dada Kanaya membuncah dengan secercah harapan. Ia segera kembali ke ruangan ibunya.

Optimisme yang pada awalnya begitu gelap, kali ini memunculkan asa baru!

Sekembalinya ke kamar perawatan ibunya, Kanaya masih fokus membaca iklan yang sebelumnya ia dapatkan.

Dikatakan dalam iklan tersebut imbalan yang begitu besar akan diberikan jika program itu berhasil ditunaikan.

Terbersit keraguan di dada Kanaya. Ia dituntut untuk mengandung seorang anak selama sembilan bulan, untuk kemudian memberikan anak itu kepada orang lain? Kanaya seketika menahan nafas.

Meskipun anak yang dikandungnya nanti bukan darah dagingnya, bisakah ia menyerahkannya begitu saja?

Di tengah kontradiksi pikirannya, tiba-tiba tangan yang sedari tadi ia genggam bergerak.

“Ibu, ibu sudah sadar?”

Ayunda berusaha menggerakkan tubuhnya, namun seketika ditahan oleh anak sematawayangnya itu.

“Ibu jangan bergerak dulu, kata dokter ibu harus istirahat yang cukup.”

Ayunda mengelus pipi kiri anaknya itu seraya menatapnya dengan sayu. "Naya, Ibu mau pulang. Ibu merasa sudah lebih baik."

"Nanti Bu, kalau Dokter sudah mengizinkan." Kanaya memaksakan sebuah senyuman. Ia tidak ingin ibunya tahu apa yang tengah dipikirkannya.

"Ibu sudah tidak apa-apa, kemarin ibu hanya kecapean saja. Sekarang sudah sehat! Lihat?!" Ayunda juga bersikukuh menunjukkan jika ia baik-baik saja.

Kedua mata Kanaya menggenang dan hatinya pilu memperhatikan ibunya yang berpura-pura tidak menahan sakit di depan matanya. Padahal Kanaya mengetahui kondisi ibunya sebenarnya sedang tidak baik-baik saja.

"Ibu, maafin Naya ya Bu." Kanaya memeluk ibunya dengan hati yang sedih. Ia merasa tidak berguna.

Ayunda melepas pelukannya dan menghapus airmata di pipi Kanaya. Ia menggeleng tidak ingin putrinya menyalahkan dirinya sendiri.

"Ibu sangat bangga padamu, Naya. Selama ini kamu sudah menjaga dan merawat ibu dengan sangat baik. Dan sekarang sudah waktunya kamu memikirkan masa depanmu. Jangan khawatirkan ibu, ya?"

Kanaya tidak ada jalan lain selain tersenyum, meski hatinya begitu sedih.

Biaya yang dibutuhkan untuk menyembuhkan ibunya begitu besar. Ia tak akan mendapatkannya bahkan dengan bekerja puluhan tahun.

Ia pandangi lagi nomor yang tertera pada iklan tersebut. Dadanya bergemuruh.

“Ibu, percaya sama Naya, ibu akan sembuh! Naya janji!”

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kesepakatan Hati: Ibu Pengganti Untuk Anak CEO

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4 Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dosa Terindah Bersama Sang Primadona
9.6
Setiap malam, Lucy menyamar sebagai Rose, primadona klub malam yang menggoda namun tetap menjaga kesuciannya meski ditawar mahal. Reputasinya menarik perhatian Rookie, seorang playboy yang terobsesi menaklukkan wanita yang belum pernah menolaknya itu. Namun, pertemuan mereka justru mengungkap rahasia masa lalu yang rumit. Kini, keduanya terjebak antara pilihan untuk merajut kembali cinta lama yang tertunda atau merelakan perasaan demi menjalani hidup masing-masing.
Sampul Novel Laluna
8.8
Menikah dengan Arka adalah impian yang jadi nyata bagi Laluna Renata Azuhra. Namun, kebahagiaan mereka selama lima tahun hancur seketika saat sikap Arka dan ibu mertuanya berubah drastis menjadi penuh kebencian. Di tengah penderitaan akibat perubahan misterius ini, Luna mencoba membuka hatinya kembali untuk sosok dari masa lalu. Saat itulah, sebuah rahasia besar yang memicu keretakan rumah tangganya terungkap. Apa sebenarnya fakta mengejutkan yang selama ini disembunyikan?
Sampul Novel Melarikan Diri dari Pernikahan
8.4
Kehamilan tak terduga membuat Andika Senjaya, pria yang selalu menghindari komitmen, tiba-tiba melamar Cathy. Di tengah kebahagiaannya, Cathy menerima lamaran tersebut tanpa ragu. Namun, tepat di hari pernikahan mereka, sebuah kebenaran kejam terungkap. Cathy tidak sengaja mendengar percakapan Andika dengan temannya. Andika mengaku terpaksa menikahinya demi masa depan anaknya bersama Nancy, karena ibunya menolak latar belakang Nancy. Andika bahkan merendahkan Cathy dan menyebutnya sangat membosankan.
Sampul Novel Terjerat Gairah Berbahaya
7.9
Melati terjebak dalam situasi pelik saat dipaksa menggantikan kakaknya yang kabur dari perjodohan demi menjaga martabat keluarga. Tanpa pilihan, ia harus bersanding dengan Arya Dwicandra, bos di kantornya yang sangat ia benci. Bagi Arya, Melati adalah pembawa sial yang menghancurkan masa depannya. Di tengah kebencian mendalam dan rahasia besar yang menyelimuti Arya, mampukah pernikahan tanpa cinta ini bertahan? Akankah rasa sayang muncul di antara dua orang yang saling membenci?
Sampul Novel Terkubur di Crimson Tides
9.3
Suamiku tega menimbun tubuhku di balik pasir pantai hingga menyerupai sosok putri duyung. Namun, ia justru pergi meninggalkanku demi menenangkan adik tiriku yang baru saja terjatuh. Sambil menatap punggungnya yang menjauh, aku hanya bisa terdiam pasrah saat air laut mulai pasang dan menenggelamkan segalanya. Di tengah keputusasaan luar biasa sebelum kesadaranku hilang sepenuhnya, sebuah pemikiran terakhir tiba-tiba terlintas di dalam benakku.
Sampul Novel WARISAN ISTRIKU
9.1
Danu terburu-buru menjatuhkan talak tiga kepada Laras karena merasa jenuh hidup dalam kesederhanaan. Namun, ia seketika dihantam penyesalan setelah sang istri mengungkap kabar mengejutkan: orang tuanya di kampung meminta mereka mengelola uang ganti rugi pembebasan lahan senilai 10 miliar rupiah. Kini, Danu harus menghadapi konsekuensi atas keputusannya yang gegabah. Apakah masih ada peluang bagi Danu untuk kembali, ataukah Laras justru memilih pergi selamanya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan