Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kesempatan Kedua, Luka Terakhir

Kesempatan Kedua, Luka Terakhir

Niat baik membelikan teh susu untuk rekan kerja yang hamil berujung petaka. Setelah meminumnya, rekan tersebut keguguran dan menuduhku sebagai pelaku sengaja di rumah sakit. Akibat fitnah ini, keluarganya memukuliku dan menuntut ganti rugi sebesar dua miliar rupiah. Tidak tinggal diam, aku melaporkan kasus ini ke polisi dan bersiap menuntut balik. Namun, sebelum keadilan tegak, ibu mertua dari rekan kerjaku mendorongku ke jalan raya hingga tewas dilindas sebuah truk.
Bab
Bagikan

Bab 2

Wajah Jennie memerah, dan orang-orang di kantor tertawa saat melihatnya.

Seseorang mengirim pesan pribadi kepadaku: "Dewita, kamu pemberani!"

Aku membalas: "Kenapa harus takut? Aku bukan suaminya! Buat apa aku memanjakannya?"

"Kamu benar, aku mau tiru kamu saja. Dia berlagak kayak ratu sejak hamil. Kalau di rumah sih silakan, tapi kenapa dibawa sampai ke kantor?"

Aku tersenyum. Ternyata semua orang pernah mengalaminya dan mengerti perasaanku.

Aku tidak bermaksud menjelek-jelekkan Jennie, tapi aku pernah mati tragis karena dia. Aku tidak mau diam saja menelan kemarahanku.

Jennie panik. "Dewita, hapus sekarang!"

Aku merentangkan tanganku. "Waktunya sudah lewat, nggak bisa dihapus!"

Dia menatapku dengan tajam dan berbalik pergi ke ruangan supervisor.

Setelah beberapa menit, supervisor Ruslan memanggilku.

Saat aku tiba, Jennie keluar dari ruangan itu.

"Dewita, tunggu saja!"

Hah? Memangnya aku takut?

Aku mengetuk pintu dan berjalan masuk. Ruslan menatapku dan berkata, "Dewita, yang namanya manusia harus bisa kerja sama yang lainnya. Kamu sudah keterlaluan hari ini!"

"Keterlaluan? Pak Ruslan, saya nggak paham apa yang Bapak maksud. Tolong ajari saya!"

"Saya bisa memperbaiki diri!"

Wajah Ruslan berubah suram. "Dewita!"

"Iya, saya di sini, Pak. Saya beneran nggak paham, apanya yang keterlaluan? Apa salah saya?"

"Tolong jelaskan, pasti saya perbaiki!"

Aku memandangnya dengan tulus dan Ruslan terdiam.

Hal sepele seperti membawakan sarapan untuk rekan kerja bukanlah masalah besar.

Masalah pribadi yang sangat tidak perlu dibesar-besarkan.

Ruslan tentu saja tahu itu, jadi dia terbatuk-batuk pelan. "Jangan pikirkan masalah ini lagi. Kamu yang pegang akun perusahaan sekarang 'kan? Selain akun Universitas Cipta, serahkan akun-akun yang lain ke Jennie, biar dia yang melanjutkan."

Aku benar-benar tercengang mendengar ini. "Maksud Bapak, akun-akun yang saya buat sendiri? Pak Manajer sudah tahu?"

"Dewita, semua akun itu milik perusahaan, patuhi peraturanku!"

Aku mengerti. Ini adalah akibat dari ketidakpatuhanku.

Ruslan menatapku dengan senyuman bangga. "Sudah, keluar sekarang!"

Aku mendengarnya dengan jelas, jadi aku keluar.

Saat berpapasan dengan Jennie, dia mengambil cermin dan memperbaiki riasannya, lalu menceletuk, "Ada orang kok nggak ngaca dulu, tapi sok hebat!"

Dia mengetuk meja kerjaku. "Cepat, jangan tunda pekerjaan. Kamu mau tanggung jawab kalau kerjaan telat?"

"Jangan gugup. Semoga kamu sukses."

Aku memberikan nomor akun dan kata sandi kepadanya dan memintanya tanda tangan sebagai konfirmasi.

Mulai saat ini, akun media sosial perusahaan tidak ada hubungannya denganku.

Jika terjadi sesuatu di masa depan, aku tidak akan bertanggung jawab.

Tidak hanya itu, aku juga sengaja memberikan salinan formulir serah terimanya kepada HRD.

Ditambah dengan menyebut Ruslan di grup perusahaan. "Pak Ruslan, saya sudah serah terima tugas dengan Jennie sesuai perintah Bapak."

Ruslan membalas dengan kata ya, dan aku segera membuat tangkapan layar untuk menyimpannya.

Membuat jejak sebagai bukti!

Melihat ekspresi penuh kemenangan Jennie di seberang sana, aku mencibir dalam hati.

Aku tidak percaya orang seperti Jennie bisa mengalahkanku dalam meningkatkan kepopuleran akun perusahaan.

Aku harus bergadang berhari-hari dari pembuatan akun hingga pemilihan materi ke depan.

Hasil pekerjaannya bukan urusanku. Aku tidak peduli.

Kali ini, Maura menoleh kepadaku. "Kamu harus membuat rencana, Dewita! Orang hebat selalu punya tanggung jawab lebih!"

Jennie tertawa. "Kamu masih terlalu muda dan belum hamil, jadi masih harus banyak cari pengalaman. Penanggung jawab Universitas Cipta itu bos yang ketat dan banyak tuntutan!"

Melihat mereka serempak merendahkanku, aku tersenyum. "Kalian benar. Kak Jennie sedang hamil. Kalau kamu cuti melahirkan nanti, posisinya pasti kosong lagi. Entah siapa yang akan menggantikan!"

Mendengar hal itu, ekspresi Maura tiba-tiba membeku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Danny Hatta
9.2
Saat memburu target di Swiss, Danny Hatta menemukan petunjuk krusial mengenai kematian ayahnya, seorang hakim tinggi. Penyelidikan itu justru menjebaknya dalam fitnah pembunuhan aparat dan mantan sekretaris sang ayah. Kini berstatus buronan, Danny harus melarikan diri bersama Sarah Hartono, jurnalis yang mengikuti jejaknya. Di tengah ketegangan yang mendebarkan, keduanya terlibat dalam petualangan berbahaya demi mengungkap kebenaran di balik konspirasi ini.
Sampul Novel Dewa Perang Terbaik
8.9
Daniel adalah sang Dewa Perang yang disegani. Dahulu, saat masa remaja yang sulit dan penuh kelaparan, seorang gadis kecil memberikan sekeping biskuit yang sangat berarti baginya. Kini, demi membalas budi atas kebaikan tersebut, Daniel memutuskan kembali ke kota asalnya. Ia bertekad melindungi sosok yang pernah menolongnya itu, yang sekarang telah tumbuh dewasa menjadi seorang wanita muda dengan paras yang sangat cantik jelita.
Sampul Novel Legenda Sage Pengendara Phoenix
9.3
Kiran, pemuda dari Qingchang, tak sengaja bertemu The Flame, Phoenix legendaris milik Sage Putih Alaric yang gugur melawan Kaisar Warlock. Demi bertahan hidup, Phoenix yang sekarat itu melakukan ritual penyatuan jiwa berbahaya dengan Kiran. Ingatan tersebut dikunci hingga Kiran dewasa dan dikenal sebagai jenius ilusi di Institut Magentum. Namun, rahasia besar terungkap saat ia dituduh sebagai pengkhianat dan penerus Klan Phoenix Merah, memicu pengejaran maut oleh Kekaisaran Hersen.
Sampul Novel Negeri Ini Dikuasai Mafia
8.6
Basudo tumbuh dalam kemiskinan yang memicu dendam mendalam terhadap orang-orang di sekitarnya. Sejak remaja hingga dewasa, ia menempuh jalur berbahaya demi menghabisi mereka yang membuatnya menderita. Demi kekuasaan dan ambisi ekonomi, sang raja mafia ini tega membinasakan banyak nyawa tanpa ragu. Namun, kekejamannya memicu perlawanan sengit. Defian dan Telma muncul sebagai sosok pemberani yang siap mempertaruhkan nyawa untuk menghentikan Basudo dan kelompoknya.
Sampul Novel Pemburu Iblis
8.6
Skylark tumbuh besar sebagai anak angkat saudagar kaya di era dinasti. Tanpa disadari, ia mewarisi darah Raja Iblis yang hilang dan kelembutan hati ibunya yang tewas di tangan rival sang ayah. Berkat umur panjang dan kekuatan dahsyat, Skylark berjuang membasmi teror monster hingga era modern. Akankah identitas aslinya terungkap saat ia mengejar pembunuh sang ibu? Ikuti perjalanan epik sang pemburu iblis dalam menuntaskan dendam masa lalu yang kelam.
Sampul Novel Perempuan dan Kuasanya
8.7
Kehidupan seorang ibu hancur setelah suaminya menyebarkan video persalinannya ke situs terlarang. Di tengah rundungan siber, upaya hukum orang tuanya justru berakhir dengan kematian tragis mereka akibat terlindas mobil pelaku. Masih dalam kondisi lemah, wanita ini diusir mertua dan suaminya pada tengah malam, lalu disiksa hingga tewas oleh sekelompok orang kejam. Jasadnya dikubur diam-diam di gunung terpencil oleh sang suami yang berdalih demi kebaikan. Namun, maut bukan akhir; ia mendadak terbangun kembali di hari bayinya lahir.