Sampul Novel Kesempatan Kedua, Luka Terakhir

Kesempatan Kedua, Luka Terakhir

9.6 / 10.0
Novel misteri Kesempatan Kedua, Luka Terakhir mengisahkan seorang karyawan yang dituduh menggugurkan kandungan rekannya melalui teh susu. Diperas miliaran rupiah dan dianiaya, ia melapor polisi demi keadilan, namun maut menjemputnya. Temukan kelanjutan kisahnya dalam novel web menegangkan ini.
Ringkasan Kesempatan Kedua, Luka Terakhir
Niat baik membelikan teh susu untuk rekan kerja yang hamil berujung petaka. Setelah meminumnya, rekan tersebut keguguran dan menuduhku sebagai pelaku sengaja di rumah sakit. Akibat fitnah ini, keluarganya memukuliku dan menuntut ganti rugi sebesar dua miliar rupiah. Tidak tinggal diam, aku melaporkan kasus ini ke polisi dan bersiap menuntut balik. Namun, sebelum keadilan tegak, ibu mertua dari rekan kerjaku mendorongku ke jalan raya hingga tewas dilindas sebuah truk.
Baca Selengkapnya

Kesempatan Kedua, Luka Terakhir Bab 1

Seorang rekan kerja di kantorku hamil dan memintaku membantunya membelikan teh susu. Tapi dia lalu sakit perut dan keguguran setelah meminumnya.

Dia terbaring menangis di rumah sakit, menuduhku sengaja menyakitinya. Aku diseret keluarganya dan dipukuli, lalu menuntut ganti rugi dua miliar.

Aku lapor polisi dan bersiap mengajukan tuntutan hukum, tapi aku lebih dulu mati dilindas truk karena didorong ibu mertuanya.

Aku membuka mataku lagi. Seluruh tubuhku gemetar. Segalanya masih utuh, tidak ada yang patah. Tidak ada rasa sakit yang tajam karena tulang-tulang yang remuk.

Aku pun menyadari bahwa aku hidup kembali!

Rekan kerjaku yang bernama Jennie datang menghampiriku. "Dewita, ayo beli teh susu! Siang ini panas banget!"

Dia sedang hamil lima bulan dan mudah kepanasan. Dia suka beli minuman dingin hampir setiap hari.

Pengajuan kartu kreditku disetujui minggu lalu. Setiap kali orang-orang di kantor ingin membeli sesuatu bersama-sama, mereka selalu memintaku memesan atas namaku.

Aku juga tidak keberatan membantu. Tapi aku tidak menyangka Jennie sakit perut setelah minum teh susu. Kami langsung melarikannya ke rumah sakit.

Keluarganya lalu datang dan menuduhku bersalah atas hilangnya cucu kesayangan mereka, kemudian memintaku membayar ganti rugi sebesar dua miliar.

Memikirkan kematian tragisku, aku cepat-cepat mengambil ponselku dan menolak. "Aku nggak kepingin minum teh susu. Aku sedang diet, nggak bisa minum minuman manis."

Jennie masih tidak bergeming. "Belikan buat aku saja! Pakai kartu kreditmu!"

"Nggak mau. Aku nggak mau tanggung jawab kalau terjadi sesuatu!"

Aku menolak mentah-mentah. Jennie sedikit tertegun. "Dewita, jangan pelit. Cuma teh susu kok, apa yang bisa terjadi?"

Maura yang duduk di meja kerja di seberangku ikut menimpali. "Iya, Dewita, kamu cuma pelit saja. Kita 'kan teman kerja, apa susahnya membantu sedikit?"

"Kamu tadi baru beli kupon, 'kan? Kenapa nggak kamu saja? Kita 'kan teman kerja!"

Aku melempar balik pertanyaan itu dan wajah Maura tiba-tiba membeku. "Maura, ayo pesan barengan!"

"Aku ...."

Dia terlihat enggan. Aku menatapnya dengan bibir menyeringai. "Kenapa? Nggak mau? Kita 'kan teman kerja, jangan pelit-pelit!"

"K-kuponnya sudah kupakai!"

Maura akhirnya tersadar dan segera menggoyangkan ponselnya. "Maaf! Sudah dipakai semua, Kak Jennie, kamu minta tolong yang lain saja!"

Wajah Jennie terlihat tidak senang. Dia kembali ke meja kerjanya sambil mendengus dingin. Tak lama kemudian, ada driver datang membawakan pesanan teh susu untuknya.

Ternyata dia bisa membelinya sendiri, tidak harus memesan bersama!

Tapi aku jadi penasaran. Jennie di kehidupanku sebelumnya tiba-tiba sakit perut dan keguguran. Apa yang terjadi?

Aku menggelengkan kepalaku. Saat waktu pulang kerja, Jennie menarikku dan berkata, "Dewita, kita pulang bareng yuk? Aku bonceng motormu ya?"

"Nggak bisa! Aku nggak bisa bonceng orang!"

"Kamu kok pelit banget sih! Motor bututmu bisa jalan secepat apa di jam sibuk begini?"

"Memang aku pelit! Nebeng orang lain saja sana!"

Aku menepis tangannya dan bergegas keluar, pergi pulang dengan motorku. Jennie mengentakkan kakinya karena marah.

Aku bingung, kenapa dia selalu menggangguku?

Jennie mengirim pesan kepadaku esok harinya. "Dewita, beliin sarapan, dong. Nasi uduk dekat rumahmu itu enak banget."

Seenaknya saja minta-minta! Aku tidak akan membiarkan dia memerasku!

"Nggak sempat beli!"

Jennie segera meneleponku setelah aku membalas, tapi aku tidak mengangkatnya. Sesampainya di kantor, aku melihat wajahnya cemberut. Dia melotot dan memarahiku. "Dewita, aku lapar! Mana nasi uduknya!"

Aku tertawa dingin. "Kalau lapar ya makan. Aku nggak punya utang apa-apa sama kamu, kenapa kamu suruh-suruh aku terus? Aku bukan bapak anakmu!"

Teriakan kerasku membuatnya tertegun. Matanya Jennie memerah. "Dewita, kenapa kamu bicara begitu? Kalau kamu nggak mau beliin ya nggak usah beliin. Aku bisa beli sendiri."

"Aku nggak ada makanan sekarang. Kamu tega aku kelaparan sampai makan siang?"

Semua orang di kantor pun menoleh padaku. Maura juga ikut menimpali. "Dewita, kamu keterlaluan. Tega banget kamu membuat ibu hamil menderita!"

Aku mendengus dingin dan mengirim riwayat obrolan langsung ke grup perusahaan dan menandai nomor Jennie. "Aku sudah bilang nggak bisa beliin sarapan, kenapa kamu malah sebar fitnah!"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kesempatan Kedua, Luka Terakhir

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta Yang Sesungguhnya
9.1
Dayana Ekavira Sanjaya memilih menghilang dari Jakarta demi lepas dari perlakuan buruk suami dan keluarganya. Mengganti identitas menjadi Kana Zanitha, ia jatuh pingsan di sebuah kebun saat melarikan diri. Elvan Ravindra Dewangga, pria introvert pemilik vila, menemukannya dalam kondisi demam. Meski awalnya takut, benih cinta tumbuh di antara mereka. Namun, masa lalu kembali menghantui saat suaminya menemukan persembunyiannya. Akankah Kana lari lagi atau bertahan?
Sampul Novel Gadis Muda untuk Tuan Duda
8.3
Rayyan, duda berusia 32 tahun, menghadapi tekanan dari sang ibu untuk menikahi Mayra, gadis muda berumur 19 tahun. Mayra sendiri merupakan pengasuh sekaligus guru PAUD yang berhasil meluluhkan hati putri Rayyan, Asyifa. Sebelumnya, bocah empat tahun itu selalu menolak belajar dengan siapa pun. Melihat ikatan kuat di antara mereka, ibu Rayyan mendesak pernikahan ini demi masa depan Asyifa. Akankah Rayyan bersedia menjadikan Mayra sebagai ibu sambung bagi anaknya?
Sampul Novel Jiwa Yang Tertukar
8.1
Rose, wanita Jerman di Bogor, mendapati hubungannya dengan Herdi mendingin sejak kehadiran Ningsih. Keajaiban aneh terjadi saat tubuh mereka tertukar secara tiba-tiba. Diusir dari apartemen karena kepanikan, mereka harus beradaptasi. Herdi memanfaatkan kecantikan Rose untuk bisnis meski sering digoda pria, sementara Rose justru menjadi pria lemah yang kerap ditindas. Di tengah konflik identitas ini, mereka berjuang bertahan hidup dalam raga yang bukan miliknya.
Sampul Novel Menikah dengan Pria Lain Setelah Tunanganku Menunda Pernikahan
9.7
Tepat tiga hari sebelum hari bahagia, Eliana dikhianati oleh kekasihnya yang memilih menikahi teman masa kecilnya dengan alasan penyakit Alzheimer. Pacarnya meminta Eliana menunggu hingga wanita itu lupa segalanya. Tanpa air mata, Eliana mengambil langkah drastis dengan menghubungi keluarganya. Ia setuju menikahi pewaris keluarga Barton yang dikenal dingin melalui perjodohan lama. Eliana memastikan pria itu akan muncul di pelaminan bersamanya.
Sampul Novel Terpaksa Jadi Ibu Surogasi
7.9
Karina hancur saat memergoki Daniel, tunangannya, berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Nasib buruk berlanjut ketika kecelakaan tragis menimpanya. Di sisi lain, Adrian butuh ahli waris demi harta kakeknya, namun istrinya menolak hamil. Akibat kesalahan medis yang fatal, Karina justru mengandung anak Adrian lewat prosedur surogasi. Saat Karina bekerja sebagai bawahan Adrian, rahasia besar ini membayangi hubungan mereka di tengah konflik dan cinta yang rumit.
Sampul Novel UNDER PINK MOONLIGHT
8.0
Sofia, gadis polos asal kota kecil, terpaksa tinggal bersama tiga sepupunya: Max, Kaileen, dan Sean. Meski disambut hangat, ia tak menyadari kutukan turun-temurun yang membuat mereka bertiga selalu mencintai wanita yang sama. Demi mengakhiri kutukan itu, Lariette sang ibu meminta Sofia menikahi ketiganya untuk melahirkan anak perempuan. Namun, setelah Sofia memenuhi kesepakatan dan berkorban, Lariette justru berkhianat dan berniat mencelakakannya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan