Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel KEMBANG KANTHIL KEMBANG MLATHI

KEMBANG KANTHIL KEMBANG MLATHI

Keinginan tulus seorang ibu demi mewujudkan kebahagiaan bagi buah hatinya ternyata membawa konsekuensi yang tak terduga. Alih-alih berakhir indah, niat mulia tersebut justru berujung pada situasi mencekam yang jauh dari harapan semula. Kisah ini mengungkap sisi kelam di balik pengorbanan orang tua, di mana setiap impian manis bagi anak-anaknya perlahan berubah menjadi teror misterius yang menghantui kehidupan keluarga mereka selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Kamu yakin dengan semua konsekuensinya, kan?"

"Njih, Mbah."

Pria tua itu memandang wanita muda di depannya dengan lekat. Pria tua itu memandang wanita itu dari atas ke bawah tanpa jeda, membuat yang dipandang merasa risih.

"Baiklah! Kalau itu memang maumu. Aku hanya membantu. Sekarang keluarkan semua syarat yang kuminta kemarin!"

"Njih, Mbah."

Dengan lincah wanita itu mengeluarkan barang-barang dari dalam tasnya.

"Kembang kanthil?"

"Ini, Mbah."

"Berapa jumlahnya?"

"Seratus kuntum."

"Bagus. Mana melatinya?"

"Ini, Mbah. Sama seratus kuntum juga."

Pria tua itu mengangguk.

"Bagus. Mana kainnya?"

Sang wanita memejamkan mata perlahan, dengan gemetar dia mengeluarkan kain warna hijau bersulamkan benang emas dari dalam sebuah kotak yang telah disediakannya dan menyerahkan kain itu pada pria tua yang dipanggilnya simbah tadi. Pria itu menerima kain itu dan tersenyum puas.

"Bagus. Semua syarat sudah lengkap. Sekarang kita lakukan ritualnya."

Sang wanita menelan ludah dan mengangguk ragu. Pria tua itu menggelar kain hijau tadi di atas lantai rumahnya. Dia tersenyum pada sang wanita. Sang wanita mengangguk ragu, dan kemudian melepaskan bajunya satu persatu.

Pria tua itu memandang tanpa kedip pada wanita di depannya. Dia menelan ludah beberapa kali. Kemudian pria tua itu pun melakukan hal yang sama dengan sang wanita dan mereka bertemu di atas kain hijau itu.

Lamat-lamat terdengar kidung lirih dari suatu tempat di rumah juru kunci itu.

"Kembang Kanthil, kembang mlathi, aja melu aku, engko kowe mati. (Kembang Kanthil, kembang melati, jangan ikut aku nanti kamu mati.)"

****

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed
8.5
Kisah ini dituliskan dengan latar belakang sejarah seorang wanita bangsawan kelas atas pada abad ke-15 di Eropa Timur, saat ini letak Cachtice Castle berada di dekat kota Bratislava, Slovakia. Tokoh-tokoh nyata yang berada dalam sejarah seperti Elizabeth Bathory de Ecsed, Raja Matyas, Gyorgy Thurzo, dll., berdampingan dengan tokoh fiksi seperti Benca, Lorant, Arpad, Ivett, Gustav, dll. Atas laporan dari berbagai pihak termasuk pendeta Lutheran Istvan Magyari, serta saksi-saksi lain, Raja Matyas memerintahkan Gyorgy Thurzo untuk melakukan penyelidikan terhadap Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, dia dinyatakan bersalah, termasuk mereka yang membantu kegiatan pembunuhan gadis-gadis muda secara sadis tersebut. Dorka (Doratia Dentez), Anna Darvula, juga suster Illona Joo dan Johanness Ujvari, mendapatkan hukuman mati dari Raja Matyas, sedangkan Countess Elizabeth Bathory de Ecsed yang berstatus bangsawan, memiliki kekebalan terhadap hukuman mati. Maka dia ditahan di dalam kastilnya sendiri dengan hanya diberi sedikit celah untuk bernafas, dan makanan. Pada 21 Agustus 1614, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, meninggal dunia, ditandai dengan makanan yang tidak disentuhnya sama sekali. Maka setelah diperiksa, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, ditemukan sudah tidak bernyawa. Hingga saat ini, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, sering disebut sebagai Blood Countess, atau putri berdarah yang disinyalir telah membunuh lebih dari 600 gadis perawan dalam upayanya untuk menjadi tetap muda belia, dengan melakukan ritual mandi darah gadis perawan. Kisah kekejaman maupun kegiatan ritual sex bebas yang dilakukan di dalam kastil Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, tercatat dalam sejarah kelam Roman Empire di Hongaria. Namun kisah ini hanyalah fiksi dengan latar belakang kekejaman sang putri berdarah yang menjadi inspirasi terhadap kisah vampire di Eropa.
Sampul Novel Deviant Love
9.5
Dunia Windy runtuh setelah Jimmy tiada. Sejak saat itu, serentetan aksi pembunuhan keji mulai menghantui orang-orang di lingkaran terdekatnya. Akibat pola mengerikan ini, Windy justru menjadi sasaran kecurigaan dan tuduhan miring. Di tengah tekanan publik, ia juga harus menghadapi teror misterius dari sosok tak dikenal yang mengincar nyawanya. Apakah sang pembunuh dan pengirim teror adalah orang yang sama? Windy terjebak dalam misteri yang mengancam.
Sampul Novel One Chance without Change
9.0
Dalam sebuah kisah yang menyelimuti misteri dan kengerian mendalam, muncul sebuah pertanyaan penuh keputusasaan mengenai batas penderitaan manusia. Tokoh utama terjebak dalam situasi yang sangat menyiksa hingga ia mempertanyakan apakah ada bentuk kematian yang jauh lebih menyakitkan daripada apa yang sedang ia alami saat ini. Keadaan ini memicu ketakutan luar biasa di tengah dunia fantasi yang kelam, di mana rasa sakit menjadi inti dari eksistensi.
Sampul Novel Pembalasan Dendamnya, Hidupnya yang Hancur
9.1
Dunia forensik adalah hidupku, namun saat putraku tewas, sistem justru melindungi pembunuhnya. Jaksa Budi Santoso menolak bukti pembunuhan dariku dan menyebutnya bunuh diri. Demi keadilan, aku menculik putrinya, Dinda, lalu menyiksa gadis itu secara live di depan publik. Meski Dr. Gunawan dan Amanda mencoba memanipulasi mentalku dengan surat wasiat palsu, aku menemukan kode rahasia di sana. Putraku minta tolong. Kini, dendamku takkan berhenti meski aparat mengepungku.
Sampul Novel Sumpah Dalam Kubur
8.0
Hana tewas setelah dikubur hidup-hidup oleh mertua dan iparnya sendiri saat suaminya, Hadi, tidak ada. Fitnah keji menyebar di desa bahwa Hana kabur dengan lelaki lain, membuat Hadi jatuh sakit karena duka. Di tengah keserakahan keluarga yang memanfaatkan situasi ini, arwah Hana tidak tinggal diam. Akankah ia bangkit dari liang lahat untuk menuntut balas pada mereka yang mengkhianatinya? Sebuah kisah horor tentang dendam yang melampaui maut.
Sampul Novel TABIR HITAM
8.2
Kehidupan damai di kota kecil yang penuh berkah awalnya terasa sempurna, namun kebahagiaan itu hanyalah pembuka menuju teror yang mencekam. Aku terseret ke dalam pusaran kegelapan dan ketakutan luar biasa saat harus menghadapi kekuatan supranatural di luar logika manusia. Meski sulit untuk dipercaya, inilah kenyataan pahit yang mengubah seluruh hidupku. Sebuah perjuangan batin melawan entitas misterius yang terus mengintai di balik tabir hitam.