Sampul Novel AYAH JANGAN!!

AYAH JANGAN!!

8.7 / 10.0
Dalam romance novel bernuansa kelam AYAH JANGAN!!, Putri terjebak sebagai budak nafsu ayahnya sendiri. Di tengah tekanan genre modern horror ini, ia berjuang menyimpan rahasia kelam demi bertahan hidup. Temukan kisah tragis ini hanya di platform web novel terbaik kami.
Ringkasan AYAH JANGAN!!
Kehidupan Putri yang tampak tenang menyimpan rahasia kelam yang menghancurkan jiwanya. Di balik parasnya yang cantik dan sikapnya yang manis, ia terjebak dalam penderitaan tak berujung sebagai pelampiasan nafsu ayahnya sendiri. Terbelenggu oleh rasa takut yang luar biasa dan trauma mendalam, Putri hanya bisa bungkam. Ia tidak berani menceritakan kekejaman sang ayah kepada siapa pun, sementara batinnya terus menjerit menghadapi horor di rumahnya sendiri.
Baca Selengkapnya

AYAH JANGAN!! Bab 1

Santi baru pulang dari bidan bersama Yanto suaminya dia baru saja memeriksakan dirinya yang beberapa hari ini muntah dan pusing sampai tidak bisa bangkit dari tempat tidur.

"Sakit apa katanya, Bu?" Tanya Putri.

"Ibu nggak sakit kok."

"Terus kalo nggak sakit apa dong?" Tanya Putri.

"Ibu hamil jadi kalian akan punya adik baru." Sahut Yanto ayahnya.

"Hah! Yang bener, Yah?" Tanya Dila adik Putri.

"Iya." Sahut ibunya tersenyum nampak wajahnya pucat sekali karena seharian tidak makan apa pun karena selalu memuntahkan apa saja yang masuk.

"Ye punya adik baru, sekarang Dila nggak di sayang lagi deh." Seru Putri.

"Apa sih kak, nggak kan bu?" Tanya Dila pada ibunya.

"Sudah-sudah ibu kalian mau istirahat." Ujar Yanto lalu membopong Santi menuju kamar.

Putri berusia 14 tahun dan baru kelas dua SMP sedangkan Dila berumur 9 tahun dan baru kelas tiga sekolah dasar, ayahnya sehari-hari berdagang ikan di pasar.

Untung Putri sudah bisa memasak jadi dengan mudah dia menyiapkan makan malam.

"Ibu mana yah?" Tanya Putri pada sang ayah.

"Ibumu Nggak bisa bangun, coba antar makanan untuk ibumu ke kamarnya." Perintah sang ayah.

"Baik, yah."

Putri membawa sepiring nasi lengkap ikan beserta sayurnya dan air teh hangat untuk sang ibu.

Saat memasuki kamar terlihat ibunya berbaring tak berdaya wajahnya pucat.

"Bu, ibu makan ya biar Putri suapin."

"Ibu nggak nafsu Put, kamu saja yang makan."

"Ibu harus makan, bu. Aku bantu bangun ya." Ujar Putri.

Dengan terpaksa Santi bangun di bantu Putri, dengan lembut Putri menyuapi sang ibu. Namun, setelah tiga suam sang ibu memuntahkan lagi makanan yang baru dia telan.

Beruntung ada ember kecil di samping ranjang yang memang ditaruh disitu agar memudahkan sang ibu mengeluarkan isi perutnya jika mual melanda.

"Ibu mau istirahat saja, Put." Ujar sang ibu lemah. Dengan wajah sedih Putri membantu ibunya berbaring kembali.

"Bagaimana, Put. Ibumu sudah makan?" Tanya sang ayah.

"Sudah tapi dimuntahkan lagi, yah." Jawab Putri.

"Ya sudah kamu makan dulu, ayah mau istirahat." Ujar ayahnya lagi seraya berlalu menuju kamarnya.

"Aku sudah selesai, kak. Aku duluan ke kamar ya." Kata Dila pada kakaknya Putri.

"Iya." Jawab putri singkat.

Setelah membersihkan meja makan dan mencuci piring kotor Putri pergi ke kamarnya.

*****

Keesokan paginya setelah shalat subuh Putri memasak nasi goreng untuk sarapan.

Sang ayah yang memang biasa bangun pagi sekali karena akan pergi ke pasar untuk berdagang berjalan menuju dapur dan menghampiri Putri.

"Masak apa, Nak?" Tanya sang ayah di belakang Putri.

"Eh, yah. Aku masak nasi goreng." Ujar Putri berbalik menghadap sang ayah yang sangat dekat.

"Ayah cicip dong enak apa nggak masakan kamu." Ujar sang ayah.

"Tunggu sebentar ya, yah. Belum selesai." Jawab Putri.

"Sini ayah bantu." Ujar sang ayah menggenggam tangan Putri yang memegang sutil untuk mengaduk nasi goreng.

"Ih ayah, inikan mudah. Kayak berat aja nih jadi di bantu." Putri terkekeh saat sang ayah membantunya mengaduk nasi.

"Kamu belum mandi, ya. Bau acem nih." Ujar sang ayah mencium rambut Putri dari belakang.

"Iya Putri belum mandi, nanti habis ini Putri mandi." Ujar Putri.

Akhirnya nasi goreng buatan Putri selesai, Putri bergegas kekamar mandi.

Setelah selesai mandi Putri membangunkan Dila, Dila pun pergi ke kamar mandi.

"Put, liat tas ayah tidak?" Tanya sang ayah saat masuk ke kamar Putri, Putri yang sedang memasang seragam terkejut.

"Di atas lemarikan biasanya." Sahut Putri yang sudah selesai memasang seragamnya.

"Oh, tadi ayah cari di mana-mana nggak ketemu." Sang ayah lalu berlalu pergi.

Putri mencek lagi buku-buku yang harus dia bawa.

Saat Putri sarapan Dila menghampiri dia sudah rapi berpakaian seram merah putihnya.

"Oh iya, gimana ibu? Apa nggak apa aku tinggalkan?" Tanya Putri.

"Nggak apa kalian berangkat sekolah saja sebentar lagi ulangan kan, ayah juga cuma sebentar di pasar nanti cepat pulang ke rumah." Kata sang ayah.

"Kesian ibu, gara-gara kita mau punya adik baru ibu jadi sakit." Kata Dila.

"Husst nggak boleh gitu. Cepat kalian berangkat sudah hampir jam 7." Ujar sang ayah.

*****

Tidak terasa sudah satu bulan Santi hanya berbaring di tempat tidur, karena mual parah yang dideritanya.

Sudah dua minggu Santi harus memakai infus, Putri dan Dila tidak bisa izin dari sekolah karena mereka sedang ujian pertengahan semester. Terpaksa sang ayah harus bekerja sebentar, biasanya habis ashar dia akan pulang  sekarang sebelum zhuhur dia akan pulang untuk menjaga sang istri.

****

Di sekolah saat akan pulang Putri di ajak temannya untuk belajar bareng di rumahnya.

"Aku nggak bisa, ibuku sakit di rumah." Ujar Putri.

"Masih sakit, Put? Duh semogha cepat sembuh ya."

"Iya Amin."

Karena sekolah hari ini cuma sampai jam 10:30 Putri pun bergegas pulang, Dila masih di sekolah belum pulang.

Saat di perjalanan tiba-tiba turun hujan dengan lebat, karena sedikit lagi sampai di rumah Putri pun sekuat tenaga berlari agar cepat sampai.

Tapi karena hujan yang lebat itu membuat seragam putihnya basah, saat tiba di rumah dengan cepat dia melepas kerudungnya. Takut lantai basah Putri melepas seragamnya dan tinggal memakai celana lejing dan kaos tanpa tangan behanya terlihat jelas karena kaosnya basah, Putri berlari menuju kamar saat hampir sampai ke kamar ayahnya mendadak keluar dari kamar dan tabrakan pun tak terhindarkan.

Putri dan ayahnya sama-sama terduduk di lantai.

"Astaga, Put. Kenapa lari-lari di rumah?" Tanya sang ayah bangkit berdiri.

"Ini aku mau cepat ganti baju." Ujar Putri.

Hening sesaat.

"Kenapa hujan-hujannan? Seharusnya berteduh dulu nanti sakit baru tau." Ujar sang ayah.

"Tanggung, yah. Hampir sampai rumah, sudah dulu ya Yah aku mau ganti baju." Putri segera berlalu menuju kamarnya.

Putri mengambil handuk yang tergantung di belakang pintu, mengelap wajah dan tangannya.

Di hadapan cermin dia melihat pantulan dirinya dengan kaos agak basah yang mencetak jelas buah dadanya, Putri memiliki buah dada yang lebih besar dari teman seumurannya.

Putri melepas pakaiannya dan mengganti dengan pakaian kering, saat memasang celana ayahnya masuk.

"Ada apa, yah?" Tanya Putri.

"Dila mana? Nggak bareng kamu pulannya?" Tanya sang ayah.

"Dia masih di kelasnya tadi." Jawab Putri, ya memang sekolah Putri dan Dila tidak berjauhan biasanya mereka berangkat dan pulang bareng kalo sama-sama selesai pada jam yang sama.

"Oh, tadi ayah ada beli sop ayam. Kamu makan gih." Kata sang ayah seraya mengusap bahu Putri.

"Ibu sudah makan, yah?"

"Sudah tadi makan sedikit, terus tidur lagi sehabis minum obat."

"Bagus deh kalo ibu sudah mau makan."

"Ayah capek banget, Put. Bisa nggak pijitin punggung ayah sebentar." Pinta sang ayah yang langsung berbaring di tempat tidur.

"Baik ayah." Putri memijat punggung sang ayah dari samping.

"Kurang keras, coba duduk di atas pinggang ayah biar mijitnya lebih kuat. Putri menuruti keinginan sang ayah.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi AYAH JANGAN!!

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta di Daun Semanggi
8.4
Logika Sindi seolah lumpuh demi cinta butanya pada Ronald, pria yang sebenarnya telah berkeluarga. Selama tiga tahun mereka terjerat dalam asmara terlarang hingga akhirnya Sindi mengandung. Penyesalan kini tak lagi berguna bagi keduanya. Di tengah nestapa dan beban masa lalu akibat kehilangan orang-orang tercinta, mampukah Sindi bertahan menghadapi cobaan terberat ini sendirian? Sebuah kisah penuh dilema tentang konsekuensi hati yang salah memilih jalan.
Sampul Novel Dia Mimpi Burukku
9.3
Achlys dihantui mimpi buruk tentang kematian anaknya dan pengkhianatan suaminya. Demi memulai hidup baru, ia melamar kerja di Kynleigh dan bertemu Duke Julian yang dingin. Namun, dunianya runtuh saat menyadari sang Duke sangat mirip dengan pria dalam mimpinya. Takut nasib tragis itu terulang, Achlys berusaha mengundurkan diri dan menjauh. Ironisnya, tindakan itu justru memicu ketertarikan sang Duke yang selama ini dikenal tidak memiliki perasaan.
Sampul Novel Dipaksa Menikahi CEO Kejam
8.4
Sejak kecelakaan maut merenggut nyawa ibunya di usia delapan tahun, Fallen hidup dalam kebencian sang ayah yang menyalahkannya. Demi menghukum Fallen, ia dipaksa menikahi seorang CEO yang dikenal dingin dan kejam. Ayahnya bahkan mengutuknya agar menderita selamanya sebagai seorang pembunuh. Di tengah luka batin dan pernikahan tanpa cinta, sebuah rahasia besar di balik tragedi masa lalu perlahan terkuak, membawa kenyataan pahit bagi Fallen.
Sampul Novel Dokter Forensikku, Kakakku
9.7
Sejak tragedi lima tahun lalu yang menewaskan Yani, sang tunangan, kakak Suzanne menaruh dendam mendalam dan berharap adiknya mati. Yani tewas demi melindungi Suzanne dari serangan pisau, meninggalkan luka batin yang tak termaafkan. Kini, takdir membawa jasad Suzanne yang hangus terbakar ke atas meja autopsi kakaknya sendiri yang bekerja sebagai dokter forensik. Keinginan sang kakak untuk melihat Suzanne tiada akhirnya terwujud, namun kenyataan pahit ini justru menghancurkan kewarasannya hingga ia menjadi gila.
Sampul Novel Real or Dream
9.0
Clarista terkejut saat Augfar, pria asing yang tampan dan kaya raya, tiba-tiba menciumnya dan mengklaimnya sebagai calon istri di acara pertunangan sahabatnya. Augfar sengaja menjaga reputasinya dari skandal sejak SMA demi menanti cinta pertamanya, Clarista. Pertemuan kembali ini memicu rangkaian kejutan manis yang menguji perasaan mereka. Ikuti kisah romansa dewasa penuh gairah antara Augfar dan Clarista yang akan menjawab segalanya dalam Real or Dream.
Sampul Novel Terungkapnya Kebiasaan Buruk Suamiku
9.5
Indira tak menyangka Agung tega mengkhianati pernikahan mereka dengan menjalin hubungan gelap di belakangnya. Menghadapi pengkhianatan suami yang membagi hati dengan Zahra, Indira sadar bahwa memberi pelajaran saja tidak cukup. Ia harus berani mengambil langkah tegas untuk meninggalkan pria tak tahu malu itu demi harga dirinya. Ikuti perjuangan emosional Indira dalam menghadapi kemelut rumah tangga dan keputusannya untuk mencari keadilan serta kebahagiaan baru.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan