Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kembali Ke Masa lalu, Merelakan Suamiku

Kembali Ke Masa lalu, Merelakan Suamiku

Sepuluh tahun pernikahan diwarnai kebencian Richard Starling karena kematian cinta pertamanya. Namun, saat kecelakaan maut mengancam, Richard justru tewas demi menyelamatkannya, meninggalkan kata-kata penyesalan terakhir. Di tengah duka, mertuanya menyalahkan pernikahan paksa ini dan berharap ia yang mati. Tiga tahun kemudian, penemuan mesin waktu memberi kesempatan kedua. Sang istri memutuskan kembali ke masa lalu untuk memutus takdir hubungan mereka dan mengabulkan keinginan semua orang.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku tersenyum lembut padanya.

“Richard, lihat saja besok, akan ada kejutan.”

Tatapannya jatuh padaku, alisnya berkerut tajam.

“Kau aneh hari ini. Apa karena terlalu senang mau menikah denganku, sampai jadi gila?”

Memang layak untuk disyukuri.

Karena... akhirnya aku bisa melihatmu hidup kembali.

Aku tersenyum. “Menurutku kau adalah orang terbaik di dunia. Siapa pun yang menikah denganmu, pasti akan sangat bahagia.”

Ia tertawa dingin dan langsung berbalik pergi. Kalau saja aku tak tahu dia tidak menyukaiku, aku pasti akan mengira dia sedang malu.

Saat itu, sepasang suami istri muda di dekat kami terdengar berbincang riang.

“Malam ini akan ada hujan meteor yang hanya muncul sekali dalam seratus tahun. Konon katanya, pasangan yang menyaksikan meteor bersama akan hidup langgeng hingga tua. Sayang, kita juga pergi lihat, ya?”

Langkahku seketika melambat.

Aku teringat pada hari yang sama di kehidupan sebelumnya. Dengan harapan kecil agar dia mencintaiku, aku memaksanya menemaniku melihat hujan meteor.

Waktu itu, yang kudapat hanyalah ejekan dinginnya, “Pasangan yang cuma cari formalitas lalu nonton hujan meteor, menurutmu bisa langgeng? Kalau begitu logikanya, seluruh dunia yang nonton meteor bareng, tak akan ada pasangan yang bertengkar? Kau sedang berkhayal apa.”

Kali ini, aku tidak berharap apa-apa lagi.

Tapi Richard tiba-tiba berkata, “Kalau kau ingin lihat meteor, aku bisa temani. Tapi soal bulan madu, lupakan saja. Aku sibuk di kantor, tak ada waktu.”

Aku menatapnya kaget. Tak menyangka dia akan menawarkan diri lebih dulu. Tapi sesaat kemudian aku paham.

Richard memang tajam mulut, tapi hatinya tetap baik. Kalau tidak, dia tak akan rela tiga kali mempertaruhkan nyawanya untukku.

Pertama kali saat kami berusia delapan belas tahun. Aku dirampok di gang kecil, dia menyelamatkanku dan terluka di tangan kanannya. Saraf radialisnya rusak, sejak itu dia tak bisa mengangkat barang berat, dan impiannya menjadi pianis pun sirna.

Kedua, saat gempa bumi. Kami terjebak bersama di bawah reruntuhan. Dia membujukku agar memakan sisa makanan dan air terakhir, menyerahkan harapan hidup padaku. Kalau saja bantuan tak datang tepat waktu, mungkin dia sudah mati di sana.

Ketiga kalinya, saat truk besar melaju ke arah kami. Dia langsung memelukku erat, pecahan kaca menghantam bagian belakang kepalanya, sementara aku yang ada di dalam dekapannya hanya mengalami lecet ringan.

Tiga kali menyelamatkanku dengan nyawanya, bagaimana mungkin aku bisa melepaskan cinta padanya begitu saja?

Richard tidak menunggu jawabanku, lalu berbicara dengan nada kesal, “Kau mau nonton meteor atau tidak, sih?”

Aku tersadar, lalu tersenyum padanya. “Mau. Malam ini, kita lihat meteor bersama.”

Barulah ekspresi wajahnya melunak. Ia memberhentikan sebuah taksi.

“Aku antar kau pulang dulu. Nanti malam aku jemput ke observatorium untuk lihat meteor.”

Namun pada saat itu, ia menerima telepon, lalu wajahnya langsung berubah tegang.

“Tangan Michelle terluka. Aku harus melihat keadaannya. Kau pulang sendiri, ya.”

Aku mengangguk, “Baik.”

Dia tampak sedikit terkejut. “Biasanya kau paling keberatan kalau aku menemui dia. Kenapa sekarang berubah?”

Aku membuka mulut, belum sempat menjawab, dia sudah menertawakan sinis,

“Yah, wajar saja. Kita sudah menikah. Dia tak mungkin jadi ancaman buatmu lagi. Nanti kalau sudah sampai rumah, kasih kabar. Aku pergi dulu.”

Dia masuk ke dalam mobil dan pergi, tanpa melihat mataku yang dipenuhi kehilangan dan senyum pahit.

Sebenarnya, aku tak pernah melarang kasih sayangnya pada Michelle.

Hanya saja, suatu hari aku, ayah dan ibunya tak sengaja melihat Michelle berciuman dengan pria paruh baya. Setelah diselidiki, ternyata dia sudah lama dipelihara oleh beberapa pria kaya.

Barulah saat itu aku mati-matian mencegah Richard terlalu dekat dengannya.

Namun Richard tak pernah tahu. Setelah kematian Michelle, dia hidup dalam penyesalan selama sepuluh tahun.

Kalau harus memilih, aku lebih rela melihat dia bersama Michelle. Daripada menyaksikan dia menderita begitu rupa, dan akhirnya mati demi aku.

Rasa bersalah dan penyesalan, cukup kuat untuk menghancurkan siapa pun.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam Mengubur Cinta
9.0
Tujuh tahun merajut kasih tidak mencegahku meninggalkan Deon saat dia dipenjara demi berpaling pada sahabatnya. Setelah bebas, Deon memaksaku menikahinya untuk membalas dendam. Di balik pernikahan yang dikira harmonis, ia menyiksaku dengan membawa wanita lain, termasuk adikku, ke ranjang kami. Deon tidak tahu bahwa aku rela menyusup ke markas mafia dan menukar organ tubuhku demi mendapatkan bukti untuk membersihkan namanya, tepat di saat sisa hidupku kini hampir habis.
Sampul Novel Di Bawah Langit London
9.7
Karina, manajer hotel asal Indonesia, harus berangkat ke London demi memimpin renovasi properti keluarga. Di sana, ia berhadapan dengan Henry, arsitek Inggris berwatak keras kepala. Hubungan mereka kian rumit setelah terungkap bahwa Henry adalah pria yang dijodohkan dengannya. Meski awalnya bersikap dingin, benih cinta perlahan tumbuh di bawah langit London. Kini, mereka harus memilih antara mengikuti perasaan atau tunduk pada tuntutan besar keluarga.
Sampul Novel Dosen muda
8.8
Chintya sangat gemar menghabiskan waktu di kafe Perpustakaan Universitas Merah Putih yang mewah. Baginya, fasilitas lengkap bukanlah daya tarik utama, melainkan meja kafe yang luas untuk menampung kertas gambar A3 miliknya. Dunia Chintya berpusat pada seni sketsa dan desain grafis, hobi yang sangat ia cintai. Meski bercita-cita mendalami bidang tersebut selepas SMA, ambisinya terhalang restu orang tua yang melarangnya mengambil jurusan seni saat kuliah.
Sampul Novel Jangan Salahkan Aku Pergi
9.5
Kehidupan Merrisa Amalia berubah drastis tepat di hari pernikahannya. Setelah melewati malam pertama yang sakral dan menyerahkan segalanya, sebuah rahasia kelam terungkap. Adi, pria yang baru saja resmi menjadi suaminya, ternyata telah membangun keluarga lain di luar sana. Kenyataan pahit bahwa Adi sudah memiliki istri dan anak menghancurkan hati Mer seketika. Akankah Mer bertahan dalam kebohongan ini, atau memilih pergi demi harga dirinya?
Sampul Novel Jejak Masa Lalu
9.4
Empat tahun membina mahligai rumah tangga, Nindi merasa pernikahannya bersama Dika berjalan harmonis meski belum dikaruniai buah hati. Namun, kebahagiaan itu semu karena Dika diam-diam merencanakan pernikahan dengan Rose Evelin, sang mantan kekasih yang kini menjadi model ternama. Di tengah keretakan ini, sosok pria dari masa lalu Nindi pun muncul kembali. Kini, kesetiaan mereka diuji saat bayang-bayang masa lalu menghantui dan mengancam keutuhan komitmen yang ada.
Sampul Novel Oh Dania
9.8
Dania adalah sosok ibu muda yang memiliki ambisi besar untuk selalu tampil unggul dan menjadi pusat perhatian di lingkungan tempat tinggalnya. Namun, kehidupan tenangnya terusik saat ia menyadari bahwa Khamila tinggal di kompleks yang sama. Khamila merupakan wanita dari masa lalu yang pernah mengkhianatinya dengan merebut calon suaminya. Kini, Dania harus menghadapi kembali luka lama dan persaingan sengit dalam drama kehidupan bertetangga yang penuh ketegangan.