Sampul Novel Oh Dania

Oh Dania

9.8 / 10.0
Dania adalah sosok ibu muda yang memiliki ambisi besar untuk selalu tampil unggul dan menjadi pusat perhatian di lingkungan tempat tinggalnya. Namun, kehidupan tenangnya terusik saat ia menyadari bahwa Khamila tinggal di kompleks yang sama. Khamila merupakan wanita dari masa lalu yang pernah mengkhianatinya dengan merebut calon suaminya. Kini, Dania harus menghadapi kembali luka lama dan persaingan sengit dalam drama kehidupan bertetangga yang penuh ketegangan.

Oh Dania Bab 1

Akhirnya selesai juga pekerjaanku. Dari pagi ublek-uthek di dapur mempersiapkan sarapan. Meski suamiku bergaji besar , tetapi kami tidak memiliki pembantu. Memang yang menginginkan dengan alasan agar aku bisa gerak dan tidak mager dan juga uangnya bisa aku gunakan untuk yang lain.

Waktunya rebahan sambil nunggu Dhuhur, lagi pula mau apa lagi? nyuci, memasak, menjemur pakaian, menggosok, menyapu, mengepel, semuanya sudah.

“Capek,” gumamku.

Aku menuju ke ruang tengah, ruang khusus untuk keluarga dan tiduran di kasur yang memang telah tersedia. Sembari tiduran kubuka-buka medsos.

Ada status menarik dari Mama Azzah-- tetangga sebelah. Ratu sosmed kalau kami menyebutnya. Aku dan dia satu komplek, tetapi beda blok. Rumahku di cluster depan, tentu saja cluster termahal sedangkan dia cluster biasa.

Kami ada grup WA emak-emak komplek dan mengadakan arisan RT sebulan sekali.

“Alhamdulillah ya, Pi, akhirnya kesampean juga beli baru.” Begitu isi statusnya sembari menyertakan foto mobil baru Avanza.

Aku terbelalak melihat statusnya.

“Uh, pamer!” ucapku. Aku tahu dia itu panas karena Mama Izam juga barusaja beli mobil baru.

Kulihat banyak sekali yang respon dan memberikan emot love. Pasti bangga sekali dia.

Banyak pula yang komentar, “Alhamdulillah ya, mbak, moga nular, Aamiin.” Itu Komentar Mama Ais tetangga depan rumah.

Adapula yang komen, “Boleh, dong, nyobain.” itu Komentar Mama Mira.

Lalu aku? Ogah!

Bukannya aku iri, aku hanya sebal sama dia. Setiap hari ada saja yang di posting. Ketika di jalan, ketika makan, ketika liburan, ketika baru beli baju dan lain-lain, semua-muanya di posting. Kurag kerjaan.

Sepertinya orang itu ingin membuatku panas. Kali ini aku juga mau bikin postingan biar dia makin panas.

Aku keluar rumah dan mengambil gambar mobil milikku merk honda jazz yang terparkir di garansi.

Ku upload gambar mobil tersebut di facebook lalu kuberi caption, “Alhamdulillah Papa punya akupun punya.”

Tak berapa lama kulihat di story WA, dia bikin status, “Pamer!.” Akupun tertawa puas. Aku tahu bahwa dia membalas statusku di Facebook dan membuat story di WA.

Begitulah kami. Aku tidak ingin bersaing dengannya hanya saja dia itu sangat menyebalkan, apa-apa di posting, dikiranya haya dia saja yang bisa, huft.

Setelah melihat-lihat status di facebook, aku beralih ke WA. Kembali aku melihat statusnya Mamah Azzah.

Dia memposting foto mesra dengan suami dengan memberi caption, “Makasih sayang atas hadiah tas ini. Tas keren oleh-oleh dari Bandung.”

Setelah itu dia memposting tas pemberian suaminya. Melihat tas tersebut, aku tertawa, “Ya elah, tas kek gitu aja di pamerin. Tuh tas branded gue banyak di lemari,” gumamku.

Huh, memangnya kamu saja yang punya tas. 'Nih aku posting tas brendedku,' batinku.

Aku mengupload koleksi tas yang ada di lemari dengan caption, “Tas, tas, tas, bukan KW, ini asli branded, siapa mau?”

Setelah ku upload, banyak sekali yang nge-like, aku yakin dia melihat postinganku. Puas!

Begitulah keisenganku di waktu luang, paling seneng kalau bikin Mama Azzah panas.

Setelah itu aku tidak pernah melihat postinganya baik di Facebook maupun story WA. Bagiku itu lebih baik dari pada kesel dan sebel melihatnya.

Tiing ….

Notifikasi WA masuk ke ponsel, ketika kulihat, ternyata dari Mama Mira.

[Mama Adit, hari ini lihat statusnya Mama Izzah, nggak?]

[Sudah beberapa bulan ini aku nggak lihat, kayaknya di blokir] balasku.

[Duh, heboh se kampung, lho] balas Mama Mira.

Ada berita apa, sih, kok aku ketinggalan jaman.

[Berita apa, Mah] balasku penasaran.

Tak lama Mamah Mira mengirim screenshoot yang berisi status Mama Azzah.

Aku kaget dan tak percaya dengan isi statusnya.

Isi satusnya yaitu, “Sebentar lagi aku akan memiliki apa yang menjadi milikmu.”

Wuih, status macam apa ini. Lama aku tidak mengikutinya, benar-benar ketinggalan berita.

Ok, nanti aku stalking menggunakan akun Mas Adnan--suamiku.

Seperti biasa setelah habis Isya Mas Adnan pulang dari kantor.

Semua telah kupersiapkan, dari air panas untuk mandi, makan malam serta minuman kesukaan Mas Adnan.

Setelah Mas Adnan bersih dan rapi, kupersilakan untuk makan.

“Mas, makan, yuk,” ajakku mesra. Itulah aku, manja dan kemayu. Gak masalah, to, sama suami sendiri, haha.

“Aku udah kenyang, tadi makan malam sama teman kantor,” balasnya.

“Aku mau istirahat saja, capek banget.” Sembari melangkah menuju ranjang lalu merebahkan diri, sepertinya memang sangat capek Kesempatanku untuk pinjam ponselnya.

Mas Adnan itu pelor (nempel molor, artinya jika sudah kena bantal, langsung tidur.)

Pertama kubuka pesan di aplikasi WA.

“Astaghfirullah,” pekikku, hampir saja copot jantungku.

Aku membaca di aplikasi WA suamiku ada pesan masuk. Memang tanpa nama, tetapi aku sangat mengenal nomor tersebut. Ini sebulan lalu.

[Assalaamualaikum, Mas Adnan? Ini aku, Khamila, Mamahnya Azzah.]

[Ya, ada apa, Bu] jawab suamiku.

[Kebetulan saya sedang berada di jalan Kartini No. 10, sepertinya dekat dengan kantor njenengan, bolehkan saya ikut nebeng pulang? Kebetulan Papahnya Azzah sedang keluar kota]

[Iya, Bu] balas suamiku.

Mendidih kepalaku membaca pesan dari dia.

Hari berikutnya.

[Maturnuwun sudah membolehkan ku ikut pulang, maturnuwun juga traktiran baksonya]

Wah, kurang ajar sekali, kenapa Papa nggak ngajak-ngajak?

[Iya] balas Papa.

Hari berikutnya dan hampir tiap hari nebeng sama suamiku, maunya apa?

Lalu aku stalking ke akun FB-nya melalui akun Papa.

Ini sebulan lalu.

“Bahagia bersamanya.” Begitu statusnya dengan caption foto saat di mobil. Semakin geram aku sama dia.

Status berikutnya.

“Makasih traktiran baksonya.” Captionnya foto bakso rudal kesukaanku.

‘Cukup! Cukup! Sudah semua ini, aku harus segera mengakhiri.’

Ting …. Notifikasi pesan masuk di ponsel Papah.

[Maturnuwun uangnya, Mas, ini terlalu banyak] Pesan dari Khamila.

What! Ini keterlaluan! Aku harus bangunin Papah.

“Pa ….”

Eh, tunggu. Aku harus atur strategi untuk memberi pelajaran pada wanita ulat itu. Aku juga mau memberi pelajaran Pada papa. Berani sekali dia berbuat ini padaku.

Lau bagaimana caranya, ya, wanita itu sangat pinter. Aku berfikir keras. Aku berdiri dan mondar-mandir ke sana-ke mari.

Aku harus menanyakan ke Papa, meski aku tahu Papa tidak akan mengaku.

Aku membuka Facebook Papa. Kali ini aku mau bikin status panas dulu biar Khamila membaca.

“Bulan madu kedua, asyeek.”

Itulah status yang aku kirim di akun Papa sambil kuberi gambar saat kami berlibur di Puncak.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Oh Dania

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya
8.5
Alya terjebak dalam keputusasaan saat ibunya, Kartika, butuh biaya medis besar dan donor organ langka. Di tengah krisis ini, Niko, pengusaha kaya yang mendambakan anak, menawarkan kesepakatan menjadi ibu pengganti demi kesembuhan Kartika. Meski ragu, Alya setuju demi nyawa ibunya. Namun, benih cinta tak terduga tumbuh di antara mereka, memicu dilema emosional. Saat rahasia besar terungkap, pandangan mereka tentang arti cinta dan keluarga pun berubah selamanya.
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Seumur hidup aku mencintai Bima Wijoyo, tunanganku. Namun, saat studio seniku terbakar, dia justru membiarkanku tewas demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Pengkhianatan itu menjadi akhir tragis hidupku yang pertama. Kini, keajaiban membawaku kembali ke masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga dimulai. Dengan ingatan pahit tentang api dan luka, aku berdiri tegak di hadapan semua orang untuk membatalkan pertunangan kami. Aku tidak akan mati dua kali.
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela mengambil risiko besar dengan mengandung anak Jeremy secara rahasia, meski ia tahu dirinya hanya dimanfaatkan. Sadar akan kekejaman Jeremy, Angela sengaja memancing amarah pria itu agar ia dilepaskan. Namun, pelariannya berakhir saat Jeremy berhasil melacak posisinya. Di ambang keputusasaan, Angela memohon kebebasan. Tak disangka, kehadiran sang buah hati justru mengubah segalanya. Jeremy yang dulu dingin kini menawarkan diri untuk melayani Angela dan bayi mereka.
Sampul Novel ISTRI RASA SIMPANAN
9.5
Demi menyelamatkan kekasih Anthony Smith, Alicia Huang bersedia mendonorkan sumsum tulang belakangnya. Sebagai imbalan, ia memaksa Anthony menikahinya. Anthony setuju, namun dengan syarat identitas Alicia sebagai istrinya harus dirahasiakan dari publik. Menjalani peran sebagai istri yang disembunyikan layaknya simpanan, akankah ikatan kontrak ini bersemi menjadi cinta sejati atau justru berakhir dengan luka mendalam bagi keduanya?
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
9.7
Disiksa kejam oleh penculik demi melindungi sang ayah, seorang gadis meregang nyawa dalam kesendirian. Di momen terakhirnya, panggilan teleponnya justru ditolak dengan penuh kebencian oleh ayahnya yang sedang merayakan ulang tahun putri adopsinya. Sang ayah mengutuk kelahirannya yang merenggut nyawa ibunya. Jasadnya kemudian ditemukan tragis di depan kantor polisi. Ironisnya, sang ayah yang bekerja sebagai ahli otopsi memimpin penyelidikan tanpa menyadari bahwa korban mutilasi keji tersebut adalah putri kandung yang sangat ia benci.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
El Zibrano Elemanus memberikan tawaran gila kepada Lea untuk menyusui putranya dengan imbalan kekayaan yang tak terbatas. Lea yang masih berstatus pelajar menolak keras karena merasa permintaan itu tidak masuk akal bagi gadis seusianya. Namun, El tidak menerima penolakan dan bersikeras bahwa ia bisa mewujudkannya melalui caranya sendiri. Di bawah tekanan sang bos mafia, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam masa depan dan harga dirinya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan