Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kembali Ke Masa lalu, Merelakan Suamiku

Kembali Ke Masa lalu, Merelakan Suamiku

Sepuluh tahun pernikahan diwarnai kebencian Richard Starling karena kematian cinta pertamanya. Namun, saat kecelakaan maut mengancam, Richard justru tewas demi menyelamatkannya, meninggalkan kata-kata penyesalan terakhir. Di tengah duka, mertuanya menyalahkan pernikahan paksa ini dan berharap ia yang mati. Tiga tahun kemudian, penemuan mesin waktu memberi kesempatan kedua. Sang istri memutuskan kembali ke masa lalu untuk memutus takdir hubungan mereka dan mengabulkan keinginan semua orang.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku menghela napas pelan, lalu pergi ke sekolah untuk mengambil kuota rekomendasi, barulah aku pulang ke rumah.

Ayah dan Ibunya sudah menyiapkan satu meja penuh hidangan. Begitu melihatku kembali, Ibunya langsung menggenggam tanganku dengan gembira.

“Shella, kalian cepat sekali menyelesaikan urusan akta nikanya. Tapi, kenapa Richard tidak pulang bersamamu?”

“Dia ada urusan di kantor, harus kembali bekerja.”

Ibunya langsung mengomel, “Anak itu, ini kan hari pernikahan kalian, masa kerjaannya tidak bisa ditunda sebentar saja?”

Ayahnya tertawa, “Laki-laki yang fokus pada karier itu bagus. Toh sudah menikah, makan malam bersama bisa kapan saja.”

Ibunya masih mendengus tak puas.

Melihat kehangatan di depan mataku, mataku mulai terasa perih.

“Paman, Bibi, aku dan Richard tidak jadi menikah. Aku sudah mengurus semua keperluan studi ke luar negeri. Beberapa hari lagi, aku akan berangkat.”

Ibunya langsung tampak terkejut.

“Kenapa tidak jadi menikah? Apa Richard telah menyakitimu? Anak itu cuma keras kepala, tapi soal kamu, dia itu sangat peduli. Sebenarnya, dia menyukaimu dari hati terdalamnya.”

“Lagipula dulu kamu belajar psikologi sendiri, siang malam menemani dia dan jadi pendampingnya. Ketulusanmu pada dia kami saksikan sendiri. Kalian saling mencintai, tentu seharusnya bersama. Apalagi kamu tahu sendiri, Michelle itu bukan orang baik. Kita tidak bisa membiarkan dia berhasil.”

Ayahnya juga buru-buru menambahkan, “Richard itu cuma keras kepala saja. Kalau kamu tetap mempertahankan pernikahan ini, lama-lama dia pasti akan luluh juga.”

Semua kata-kata ini terdengar familiar. Dahulu mereka juga pernah mengatakan hal yang sama.

Sayangnya, hasil dari memaksakan semuanya… hanyalah penyesalan bagi semua orang.

Aku menggenggam tangan Ibunya, lalu berkata pelan, “Paman, Bibi, jangan terlalu emosi dulu. Dengarkan aku. Meski berat untuk kuakui, tapi buah yang dipaksa matang memang tidak akan manis. Richard... dia sebenarnya tak pernah mencintaiku.”

“Kemarin malam aku bermimpi. Dalam mimpi itu, kami sudah menikah. Tapi dia enggan menemuiku, menghabiskan hari-harinya di kantor sampai jatuh sakit. Aku membuatkan bubur untuknya, tapi dia tidak mau makan. Meski sakit, dia menolak dirawat olehku. Dia bilang, rasa sakit yang kuberikan lebih besar dari kebahagiaan yang pernah kurasa. Bahkan, di usia tiga puluh tahun, dia meninggal tertabrak truk demi menyelamatkanku.”

Saat mengucapkannya, dadaku terasa nyeri sampai sulit bernapas.

Ibunya tertegun. “Itu… itu cuma mimpi, Shella. Richard tidak akan begitu.”

Aku menghirup napas dalam-dalam, memaksakan diri untuk tersenyum.

“Paman, Bibi… mimpi adalah sebuah pertanda. Aku ingin dia tidak menikah denganku. Kami tidak harus menjadi suami istri. Yang aku inginkan hanyalah dia bisa hidup panjang umur dan bahagia.”

“Dan semua ini ada polanya. Richard mencintai musik, dia tidak suka dunia bisnis. Dia juga benci hidup yang ditentukan orang lain. Kalau dulu tangannya tidak cedera, dia pasti takkan masuk ke dunia ini. Sekarang pun sama. Kalau bukan karena paksaan orang tua, dia juga takkan menikah denganku.”

“Segala akar permasalahan dimulai dari aku. Semua salahku. Dan aku tak ingin terus melakukan kesalahan.”

“Aku sudah menyiapkan semuanya untuk kuliah ke luar negeri. Semua kebaikan Paman dan Bibi akan selalu kuingat. Di masa depan, aku pasti akan tetap berbakti pada kalian.”

Ibunya diam-diam menyeka air matanya.

“Kamu anak baik. Justru Richard yang tak cukup beruntung bisa menikah denganmu.”

Aku memeluknya, tersenyum dengan mata yang memerah.

“Tak masalah. Kalau aku tak bisa menjadi menantu kalian, aku bisa jadi putri kalian. Di masa depan, aku tetap akan menjaga kalian berdua.”

Akhirnya ayah dan ibunya pun ikut tersenyum dalam tangis. Mereka menerima keputusanku.

Aku pun teringat pada catatan harian Richard, di sana tertulis tentang tiga penyesalan terbesar dalam hidupnya. Ini… sepertinya, bisa dihitung sebagai penyesalan kedua yang berhasil kuperbaiki.

Waktu yang diberikan mesin waktu hanya tersisa 36 jam. Kini, tersisa satu penyesalan terakhir. Bisakah aku menyelesaikannya dengan lancar?

Menjelang malam, aku pergi sendiri ke observatorium.

Itu adalah tempat terbaik untuk menyaksikan hujan meteor. Tanganku bertumpu pada pagar besi, dan entah mengapa… aku merasa sedikit berharap.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam Mengubur Cinta
9.0
Tujuh tahun merajut kasih tidak mencegahku meninggalkan Deon saat dia dipenjara demi berpaling pada sahabatnya. Setelah bebas, Deon memaksaku menikahinya untuk membalas dendam. Di balik pernikahan yang dikira harmonis, ia menyiksaku dengan membawa wanita lain, termasuk adikku, ke ranjang kami. Deon tidak tahu bahwa aku rela menyusup ke markas mafia dan menukar organ tubuhku demi mendapatkan bukti untuk membersihkan namanya, tepat di saat sisa hidupku kini hampir habis.
Sampul Novel Di Bawah Langit London
9.7
Karina, manajer hotel asal Indonesia, harus berangkat ke London demi memimpin renovasi properti keluarga. Di sana, ia berhadapan dengan Henry, arsitek Inggris berwatak keras kepala. Hubungan mereka kian rumit setelah terungkap bahwa Henry adalah pria yang dijodohkan dengannya. Meski awalnya bersikap dingin, benih cinta perlahan tumbuh di bawah langit London. Kini, mereka harus memilih antara mengikuti perasaan atau tunduk pada tuntutan besar keluarga.
Sampul Novel Dosen muda
8.8
Chintya sangat gemar menghabiskan waktu di kafe Perpustakaan Universitas Merah Putih yang mewah. Baginya, fasilitas lengkap bukanlah daya tarik utama, melainkan meja kafe yang luas untuk menampung kertas gambar A3 miliknya. Dunia Chintya berpusat pada seni sketsa dan desain grafis, hobi yang sangat ia cintai. Meski bercita-cita mendalami bidang tersebut selepas SMA, ambisinya terhalang restu orang tua yang melarangnya mengambil jurusan seni saat kuliah.
Sampul Novel Jangan Salahkan Aku Pergi
9.5
Kehidupan Merrisa Amalia berubah drastis tepat di hari pernikahannya. Setelah melewati malam pertama yang sakral dan menyerahkan segalanya, sebuah rahasia kelam terungkap. Adi, pria yang baru saja resmi menjadi suaminya, ternyata telah membangun keluarga lain di luar sana. Kenyataan pahit bahwa Adi sudah memiliki istri dan anak menghancurkan hati Mer seketika. Akankah Mer bertahan dalam kebohongan ini, atau memilih pergi demi harga dirinya?
Sampul Novel Jejak Masa Lalu
9.4
Empat tahun membina mahligai rumah tangga, Nindi merasa pernikahannya bersama Dika berjalan harmonis meski belum dikaruniai buah hati. Namun, kebahagiaan itu semu karena Dika diam-diam merencanakan pernikahan dengan Rose Evelin, sang mantan kekasih yang kini menjadi model ternama. Di tengah keretakan ini, sosok pria dari masa lalu Nindi pun muncul kembali. Kini, kesetiaan mereka diuji saat bayang-bayang masa lalu menghantui dan mengancam keutuhan komitmen yang ada.
Sampul Novel Oh Dania
9.8
Dania adalah sosok ibu muda yang memiliki ambisi besar untuk selalu tampil unggul dan menjadi pusat perhatian di lingkungan tempat tinggalnya. Namun, kehidupan tenangnya terusik saat ia menyadari bahwa Khamila tinggal di kompleks yang sama. Khamila merupakan wanita dari masa lalu yang pernah mengkhianatinya dengan merebut calon suaminya. Kini, Dania harus menghadapi kembali luka lama dan persaingan sengit dalam drama kehidupan bertetangga yang penuh ketegangan.