Sampul Novel Kejahatan Termanis

Kejahatan Termanis

7.9 / 10.0
Dalam novel Kejahatan Termanis, Nevilla berpaling dari Aron demi posisi di perusahaan. Namun, ambisi dalam billionaire romance novels ini menjebaknya dengan Adero, pria berbahaya dari masa lalu. Ia kini harus menghadapi konsekuensi besar dalam web novel modern yang penuh risiko ini.
Ringkasan Kejahatan Termanis
Nevilla melakukan kesalahan fatal saat mengejar ambisi jabatan di perusahaan dengan mendekati Adero. Keputusannya berpaling dari Aron justru membangkitkan bayang-bayang kelam dari enam tahun silam. Saat ikatan mereka kian erat, Nevilla terjebak tanpa celah untuk melarikan diri. Kini, ia harus berhadapan dengan sosok pria berbahaya yang mengancam akan menghancurkan seluruh hidupnya, menyeretnya ke dalam konflik masa lalu yang sangat mematikan.
Baca Selengkapnya

Kejahatan Termanis Bab 1

Jalanan pada siang hari ini, terlihat begitu sepi. Tidak banyak mobil yang lewat sehingga kemungkinan tidak akan terjadi macet. Cuaca yang mendung dan gerimis, tak menyurutkan mobil sedan warna hitam untuk berhenti. Mobil itu melaju dengan kecepatan normal, meski kadang-kadang terlihat cepat karena mungkin saja seseorang yang mengendarai mobil itu terburu-buru.

Sebelum akhirnya mobil belok ke arah kanan, dapat terlihat lampu sen menyala. Memang kelihatannya tidak ada yang salah, tetapi mendadak keluar asap dari ban belakang mobil. Sepertinya sang pengemudi tidak menyadarinya, jadi mobil masih melaju seperti biasa.

Kaca mobil tiba-tiba terbuka, terlihat wanita berambut perak yang sedang menyetir panik. Sepertinya, ia baru menyadari bahwa mobil yang ia kendarai bermasalah. Kakinya pun langsung menginjak rem, tetapi mobil tidak mau berhenti. Wanita itu semakin panik, kala rem mobilnya ternyata rusak. Ia berusaha untuk menyetir pelan, sayangnya mobil yang dikendarainya mendadak melaju dengan kecepatan yang sangat cepat.

Napas wanita itu tercekat, ia melirik pada kaca spion berkali-kali, mungkin ia berharap ada mobil yang lewat dan akan ada yang membantunya. Namun, ternyata tidak ada satu pun.

Di tengah mobil yang sudah tidak terkendali, ia mencoba mengambil gadget yang ada di dalam tas. Sial! gadget yang hendak ia ambil, malah terjatuh ke bawah kursi mobil. Ia kemudian mengamati jalanan sekilas, harap-harap cemas dengan terus berharap agar tak terjadi apa-apa. Lalu, dengan hati-hati, ia berupaya mengambil gadget yang jatuh. Belum sempat tangannya menyentuh gadget, ia bisa merasakan mobil oleng dan perlahan menjorok, dapat dipastikan mobilnya telah jatuh ke jurang. Tidak lama setelah itu, mobil menghantam pohon besar yang ada di depannya. Wanita itu merasakan kepalanya mendadak pening, tetapi masih bisa membuka mata dan melihat jelas darah bersimbah. Ia juga merasa badannya terlalu lemas untuk keluar dari mobil, hanya karena ia tidak ingin meninggal, ia lalu membuka pintu mobil. Sayangnya, sebelum ia keluar, mobil sudah meledak terlebih dahulu.

***

Enam tahun kemudian.

Adero Carlson Alyward terus menenggak alkohol, meski dapat dilihat, ada sekitar lima sampai enam botol tanpa isi yang tergeletak di meja. Masih dalam kondisi sadar, pria itu merogoh saku celana saat merasakan getaran gadgetnya. Lagi, seperti biasa, ibunya akan menanyakan ia ada di mana. Biasanya, Adero akan segera pulang. Namun, kali ini biarkan ia menghabiskan malam di klub. Ia juga sudah merogoh kocek yang tak sedikit untuk memesan ruangan VVIP. Tidak ada yang bisa menganggungnya malam ini, hanya malam ini ia bisa kembali mengingat kenangan yang sudah pergi.

Adero menyandarkan tubuhnya ke sofa. Ruangan yang ia pesan lumayan gelap meski sudah diterangi dengan lilin dan lampu disko kecil yang terus berkedip-kedip. Ia mengambil kue keju yang diam-diam ia bawa dari toko kue yang tak jauh dari klub tempat ia berada. Menggigit pelan dan menikmati rasanya, mendadak hati Adero terasa sakit. Ia menyingkirkan kue itu dengan sekali senggol, sehingga kue yang tadinya ada di atas meja, jatuh ke lantai dan berserakan.

Adero memegangi kepalanya, ia menyadari betul bahwa tak seharusnya ia terus terjebak pada peristiwa enam tahun yang lalu. Tidak hanya dirinya saja yang terluka, orang-orang di sekitarnya dan teman-temannya. Namun, selama ia belum menemukan siapa dalang di balik kecelakaan itu, Adero akan terus mengingat kejadian itu. Kejadian yang telah merenggut wanita yang paling ia cintai.

Tanpa berpikir bahwa wanita itu sudah dimiliki pria lain, Adero masih terus mengharapkan wanita itu. Mencoba mencari sedikit celah agar wanita itu kembali padanya. Andai wanita itu bisa ia culik, ia sudah pasti menyekapnya untuk dirinya sendiri, agar wanita itu tetap aman, tetap hidup dan berada di sampingnya.

Lagi, Adero melihat gadgetnya menyala, sang ibu sekarang tidak mengirimi ia pesan, tetapi meneleponnya sehingga suara dering itu membuat ia mau tak mau mengangkatnya. Ia tidak ingin mengambil risiko dimarahi oleh ibunya, jadi sekarang ia bisa mendengar ocehan ibunya dari seberang sana, menyuruhnya untuk segera pulang.

Adero tiba-tiba meletakkan gadgetnya di meja, tatapannya menerawang ke seluruh sudut ruangan. Ia masih terus mendengar ucapan sang ibu, bahkan ketika ibunya bertanya apakah ia masih ada di sana. Ia mengangguk mantap, mencoba tersenyum sebaik mungkin, meski hasilnya menunjukkan seringai yang cukup mengerikan.

“Aku akan kembali ke Spanyol, jika memang ayah menyuruhku untuk datang. Apa Ibu baik-baik saja?” katanya setengah berteriak.

Setelah mendengar jawaban dari sang ibu, Adero menutup sambungan telepon. Ia berpikir untuk tidak jadi bermalam di klub. Ia mengambil jaket lalu memakainya, serta mengambil gadget dan dompet yang tergeletak di meja. Kemudian, pergi meninggalkan ruangan klub dengan berjalan sempoyongan.

Wanita mungil mendadak menggenggam tangannya saat Adero melewati meja bar, ia melirik sekilas pada wanita bergaun merah seksi sambil menggelengkan kepala. Wanita tak tahu malu yang kini bergelayut manja padanya, itu sesekali merayunya dengan kata-kata yang menjijikkan. Ayolah, Adero bukan tipikal pria brengsek yang suka meniduri wanita. Ia hanya datang ke klub untuk minum-minum, tak terpikirkan untuk berbagi kehangatan di atas ranjang.

“Maaf, Nona. Saya harus pergi.”

Melihat wanita itu melepaskan tangan dari lengannya dan mengernyit heran, Adero ingin rasanya tertawa terbahak-bahak sekarang, tetapi ia tahan. Dengan wajah memerah sambil cemberut, wanita itu meninggalkan Adero dengan umpatan.

Adero tidak peduli dan ia langsung menuju tempat parkir untuk mengambil mobil. Lamborghini warna biru hitam, menjadi teman setianya untuk pergi ke mana saja. Dengan gagah, pria itu memasuki mobil, menyalakan mesinnya sambil meminum air mineral yang ia ambil dari samping jok. Lalu, ia segera mengendarai mobil, membawanya keluar dari tempat parkir dan melajukan dengan kecepatan sedang.

Seperti malam-malam biasanya, jalanan yang lenggang membuat Adero dapat cepat sampai ke rumah. Ia memasukkan mobil ke garasi, setelah pegawai ibunya membukakan pintu gerbang. Ia lantas turun dari mobil, membawa langkahnya memasuki rumah dan menaiki anak tangga menuju lantai dua.

Wanita yang melihat kedatangan Adero langsung memeluknya. Namun, segera dilepaskan, membuat Adero meyakini ibunya akan tahu apa yang sudah ia perbuat, dan tatapan ibunya membuat Adero mau tidak mau mencoba tersenyum sebaik mungkin.

“Masuk ke kamarmu, mandi dan langsung istirahat,” kata sang ibu sambil memberikan sebuah amplop warna kuning pucat.

Adero melirik ibunya lalu membuka amplop cokelat itu. Ia menatap ibunya dengan tatapan tak percaya, mengetahui apa yang ada di dalam amplop itu.

“Kamu akan langsung pergi besok pagi, jadi sebaiknya kamu istirahat dengan baik. Ibu akan tetap di sini, jika terjadi sesuatu, kamu bisa hubungi Ibu.”

Adero dapat melihat ibunya tersenyum tulus. Sedari dulu, harusnya ia tinggal bersama sang ibu, ketika orang tuanya tak lagi bersama. Namun, karena waktu itu ibunya tidak punya kehidupan layak seperti sekarang, hak asuh beralih ke tangan ayahnya.

“Dia benar-benar tak bisa bersabar,” ucap Adero jengkel lalu memasukkan kembali isi amplop itu.

“Ayahmu begitu merindukanmu. Dia tidak salah jika menginginkan kamu cepat datang."

Mendengar ucapan sang ibu, Adero selalu bertanya-tanya, kenapa ayahnya tega selingkuh padahal ibunya sangat baik hati. Apa yang salah dari ibunya. Ia mendadak merasa emosional, tetapi ia tahan saja. Lagi pula, ia kembali ke Spanyol bukan tanpa maksud. Ia menyadari betul bahwa ada yang tidak beres di rumah ayahnya.

“Ya, aku tahu. Meski aku tidak pernah merindukannya,” ucap Adero kelewat jujur.

Adero melenggang pergi sebelum ibunya ceramah panjang lebar. Betapa ia harus menghormati pria yang bahkan tidak pernah menyayanginya. Pria itu terlihat begitu mencintai selingkuhan dan anak tirinya. Itu jelas terlihat ketika ia berada di Spanyol. Spanyol bak neraka, tetapi ia bahkan mungkin sebenarnya akan terjebak di sana selamanya.

Adero mengambil gadget, entah siapa gerangan yang mengiriminya pesan di malam yang sudah larut. Ia menatap layar gadget dengan tatapan kelam, berani sekali anak selingkuhan ayahnya mengirimkan pesan padanya, dan kalimat dalam pesan itu benar-benar membuatnya murka sekarang hingga melempar gadget.

Seharusnya hari itu, ia yang menikahi Hana Eurwyn, bukan anak dari ibu tirinya!

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kejahatan Termanis

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Bodyguard Mafia Seksi
8.4
Drystan Cordner tidak menyangka akan menjadi pengawal pribadi Avyana Burcardo, putri mafia yang gemar mengoleksi pria tampan. Di tengah godaan Avyana yang intens, Drystan berjuang keras menjaga profesionalitas meski hatinya goyah. Avyana sendiri merasa geram karena Drystan terus menekankan batasan status atasan dan bawahan di antara mereka. Akankah Avyana berhasil mengubah sosok Drystan yang polos menjadi pria yang lebih agresif dalam hubungan ini?
Sampul Novel CAUGHT IN A BAD CHARACTER
9.1
Pasca kematian tragis, Juwita Chou terbangun sebagai Sallyana Fedelian, putri bangsawan antagonis yang ditakdirkan mati muda. Meski Sallyana asli dikenal bengis dan agresif, Juwita bertekad mengubah nasib demi bertahan hidup. Ia harus menghadapi kewaspadaan lima tokoh utama pria sambil merusak alur cerita orisinal. Namun, seiring berjalannya waktu, Juwita mulai menyadari adanya rahasia takdir kelam yang menghubungkan dirinya dengan sosok Sallyana yang asli.
Sampul Novel Dipaksa Menjadi Boneka Pribadi Sang Miliarder
8.0
Aluna bekerja keras di Hotel Aurelia demi biaya pengobatan adiknya. Namun, hidupnya hancur saat akun sistemnya dituduh membocorkan video rahasia Davin Elvard Renata dari Presidential Suite. Meski dijebak oleh rekan internal, miliarder itu tak peduli dan memaksa Aluna menjadi tawanan pribadinya sebagai bentuk tanggung jawab. Terjebak dalam konspirasi besar dan ancaman Davin, Aluna harus bertahan di tengah permainan kekuasaan yang penuh rahasia dan ketakutan.
Sampul Novel Disekap Wanita Yang Menginginkan Suamiku
8.9
Upaya Laras melarikan diri dari rumah berubah menjadi mimpi buruk saat ia dan ketiga buah hatinya diculik oleh seorang sopir travel. Di dalam penyekapan yang penuh siksaan, Laras harus menelan pil pahit kehilangan salah satu anaknya. Tragedi ini memicu dendam membara dalam dirinya. Ia bertekad mengungkap dalang serta motif keji di balik penderitaan mereka. Mampukah Laras menyelamatkan anak-anaknya yang tersisa dan lolos dari jeratan maut yang mengancam nyawa?
Sampul Novel MISTERI RANJANG SUAMIKU
9.6
Inara terbelalak saat melihat noda putih misterius kembali mengotori tempat tidurnya. Cairan itu mengeluarkan aroma pandan yang sangat dia kenali, memicu kecurigaan yang mendalam. Padahal, seingatnya sprei bekas semalam baru saja diganti dengan yang bersih. Kini, kondisi ranjang yang mendadak berantakan dan basah memicu tanda tanya besar di benaknya. Apa yang sebenarnya terjadi di kamar itu saat dia tidak ada? Rahasia gelap mulai membayangi rumah tangganya.
Sampul Novel Perceraian & Kesuksesan Amara
8.9
Tiga tahun Siska Amara terbelenggu dalam pernikahan penuh kepalsuan bersama Rafael Prabowo. Usai mengorbankan karier dan keluarga demi pria itu, Siska akhirnya memilih bangkit pasca perceraian. Kini, ia bertransformasi menjadi desainer ternama sekaligus investor sukses yang disegani. Saat Rafael muncul kembali membawa penyesalan dan memohon kesempatan kedua di tengah kejayaannya, Siska dengan tenang menegaskan bahwa pria masa lalunya itu kini hanyalah orang asing baginya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan